Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Keindahan Wijayakusuma Membius Malam

Keluarga Biru         4 comments



Kami mempunyai tanaman yang merupakan warisan dari mendiang nenek Papa Ihwan, namanya Bunga Wijayakusuma.
Bunga ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu pada bentuk pohonnya yang mirip dengan duri ikan. Tanaman ini memang termasuk termasuk jenis tanaman kaktus yang mempunyai kelas  dicotiledoneae. Tanaman ini berasal dari Amerika Tropika (Venezuela dan Caribia) dan dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai beriklim tropis. Meskipun begitu, tidak semua jenis tanaman ini bisa berbunga karena hal ini dipengaruhi oleh keadaan iklim, kesuburan tanah  juga cara pemeliharaan.
Alhamdulillah, Wijayakusuma di halaman rumah kami ini berbunga beberapa kali. Padahal selama ini kami tidak memberikan perawatan khusus lho. Mendiang nenek menanamnya langsung di tanah, sengaja ditanam berhimpitan dengan pohon belimbing agar bisa menjadi peyangga. 

Keunikan kedua dari Bunga Wijayakusuma adalah, dia hanya mekar di malam hari. Kelopak Wijayakusuma sangat indah sekali, warnanya putih bersih dengan tangkainya semburat merah. Putiknya berwarna putih dan kuning. Bau harumnya yang khas sedikit memberikan aura mistis saat kita menciumnya.



Di kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya keraton, percaya bahwa seorang raja yang akan naik tahta haruslah memiliki Bunga Wijayakusuma sebagai syarat. Bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka keraton Dwarawati titisan Wisnu sang pelestari Alam, Batara Kresna. Saya sendiri pernah mendengar dari mendiang nenek jika pemilik Bunga Wijayakusuma ini akan diberikan wibawa dan kemuliaan di tengah-tengah masyarakat.



Selain indah, Bunga Wijayakusuma juga mempunyai khasiat untuk meredam rasa sakit serta menetralisir pembekuan darah.  Bunga ini juga mempunyai daya mempercepat penyembuhan luka abses.  Caranya mudah, tinggal menumbuk satu helai daun Wijayakusuma lalu oleskan pada luka dan setelah itu gunakan perban untuk membungkus luka yang telah diolesi tumbukan daun.
Selain itu, bunga ini juga dapat mengobati bisul, cukup menempelkan bunganya pada bisul tersebut sebelum tidur dan melakukannya secara teratur.  Selain itu, Wijayakusuma bisa digunakan sebagai obat anti radang, obat batuk, juga pendarahan (hemostatis).  Khasiat lainnya adalah mengatasi tuberkulosis paru dengan batuk asma, batuk darah dan muntah darah. 

Benar-benar bunga yang banyak sekali kelebihannya. Makanya di rumah baru kami nanti, saya punya keinginan untuk menanam bunga indah ini.

 Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_Wijayakusuma
Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

4 comments:

  1. Fotonya yang bawah sendiri cakeep, bunganya cantik ya
    Ntar tanam sendiri di rumah baru pa :)

    ReplyDelete
  2. Beda dengan Ivon, aku malah suka foto yang kedua hehe
    Cantik bunganya. Kalau difoto 'melayang' pasti lebih cantik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Rien atas apresiasinya. Foto 'melayang' tuh seperti apa Mbak? kasih tau dong.

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.