Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Mbolang ke Candi Singosari dan Candi Sumberawan

Keluarga Biru         29 comments


Candi Singosari Malang


Sewaktu masih lajang dulu saya juga suka mbolang entah itu sendiri atau bersama teman-teman. Memang sih tidak mesti satu bulan sekali mbolang, pun tempat yang saya kunjungi juga bukan tempat-tempat yang keren dan terkenal. Namun begitu saya tetap senang melakukannya karena dengan mbolang saya bisa lepas dari rutinitas yang menjemukan, pun saya bisa menyaksikan keindahan alam ciptaan Allah di muka bumi ini. Hal itu menyadarkan saya betapa kecilnya diri ini bila dibandingkan dengan dunia di luar sana.
Nah, kali ini saya akan bercerita pengalaman mbolang saya pada medio 2011 bersama Mas Welly, salah satu teman ngeblog di MP dulu ke dua candi yang berada di Malang yaitu Candi Singosari dan Candi Sumber Awan. 


Candi Singosari Malang


Candi Singosari terletak di desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Untuk menuju Candi Singosari bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Ditemukan pada sekitar awal abad 18 (tahun 1800-1850) dengan pemberian nama/sebutan Candi Menara oleh orang Belanda.  Mungkin pemberian nama ini disebabkan bentuknya yang menyerupai menara. Sempat juga diberi nama Candi Cella oleh seorang ahli purbakala bangsa Eropa dengan berpedoman adanya empat buah celah pada dinding-dinding dibagian tubuhnya. Juga menurut laporan dari W. Van Schmid yang mengunjungi candi ini pada tahun 1856, penduduk setempat menamakan Candi Cungkup. Akhirnya nama yang hingga sekarang dipakai adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari, adapula sebagian orang menyebutnya dengan Candi Renggo karena letaknya di desa Candirenggo.

Candi Singosari Malang



Candi Singosari Malang


Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks percandian yang luas. Di dalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak arca berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh candi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang disebut Candi Singosari. Untuk masuk ke candi kita diharuskan mengisi buku tamu terlebih dahulu dan memberikan uang secara sukarela untuk pemeliharaan candi.

Candi Singosari Malang



Dari Candi Singosari kami lanjutkan uklam-uklam (jalan-jalan) ke Candi Sumberawan yang letaknya 6 km dengan kondisi jalan yang sedikit menanjak. Untuk menuju lokasi candi kami harus melewati jalan setapak kecil yang berada di antara sungai kecil yang jernih dan hamparan sawah hijau yang luas. Beberapa pengunjung menuju lokasi candi dengan mengendari mtor tapi kami memilih untuk memarkir motor kami di depan warung  agar bisa menikmati pemandangan menuju Candi Sumberawan.


Candi Sumberawan Malang


Air yang mengalir di sungai kecil memang jernih sekali, ketika saya mencoba turun untuk merasakannya terasa segar dan agak dingin gitu. Beberapa kali kami melihat ada orang yang mandi atau sekadar mencuci pakaian di sana, dugaan saya mereka adalah petani yang baru saja menggarap sawahnya. Semakin dekat dengan candi, pemandangan berganti dengan hutan jati yang cukup lebat dengan batang-batangnya yang menjulang tinggi. Sepintas mirip dengan di daerah Batu namun udaranya nggak sedingin di sana.

Candi Sumberawan Malang


Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m, dibangun pada ketinggian 650 m di atas permukaan laut, di kaki bukit Gunung Arjuna. 
Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1935 diadakan kunjungan oleh peneliti dari Dinas Purbakala. Pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1937 diadakan pemugaran pada bagian kaki candi, sedangkan sisanya direkonstruksi secara darurat. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi Sumberawan tidak memiliki tangga naik ruangan di dalamnya yang biasanya digunakan untuk menyimpan benda suci. Jadi, hanya bentuk luarnya saja yang berupa stupa, tetapi fungsinya tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya. Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikannya untuk pemujaan.


Candi Sumberawan Malang


Para ahli purbakala memperkirakan Candi Sumberawan dulunya bernama Kasurangganan, sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Tempat tersebut telah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi, sewaktu ia mengadakan perjalanan keliling. Dari bentuk-bentuk yang tertulis pada bagian batur dan dagoba (stupanya) dapat diperkirakan bahwa bangunan Candi Sumberawan didirikan sekitar abad 14 sampai 15 masehi yaitu pada periode Majapahit. Bentuk stupa pada Candi Sumberawan ini menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Buddhisme.


Candi Sumberawan Malang


Menurut keterangan dari sumber lain, candi ini sampai sekarang masih dipakai oleh umat Budha di Kabupaten Malang sebagai pusat perayaan Hari Raya Waisak. Hmm jadi tertarik untuk mengujunginya lagi supaya bisa melihat bagaimana ritual perayaan Hari Raya Waisak. Candinya sendiri dilengkapi dengan tempat untuk bertapa dan sebuah tempat mandi dengan mata air yang mungkin di jaman dahulu kala dipakai sebagai tempat mandi untuk para pertapa.

Candi Sumberawan Malang


Saat kami keluar dari candi, saya menemukan sesuatu yang menarik di antara pepohonan jati, yaitu sebuah telaga kecil (agak bingung juga nyebutnya apa) yang berwarna hijau. Setelah kami dekati warna hijaunya merupakan tumbuhan air semacam enceng gondok tapi ini jauh lebih kecil gitu.

Candi Sumberawan Malang


Di sebelah Candi Sumberawan sendiri ada telaga besar yang airnya juga jernih, saat kami ke sana ada beberapa orang yang memancing di sana. Air dari telaga dialirkan melalui pipa-pia besi menuju pemukiman penduduk. Setelah puas menikmati pemandangan di telaga kami pun segera cabut karena cuaca semakin mendung dan benar saja saat kami hampir mendekati warung hujan turun agak deras.

Candi Sumberawan Malang


Itulah cerita mbolang saya bersama Mas Welly ke Candi Singosari dan Candi Sumberawan, menulis artikel ini membuat saya kangen untuk bisa mbolang bersama teman-teman. Ya sesekali Papa pengin juga neh merasakan me time he he he.


Sumber: 
http://www.navigasi.net/goart.php?a=bucasing
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumberawan

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

29 comments:

  1. saya di malang loh Omam, jadi kapan ke Candi di kosan saya? *ngawur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngibul banget neh, emang Malang mana?

      Delete
  2. wiss mantapp boleh tuh jadi tempat wisata,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang udah jadi tempat wisata kok Mas namun sepi peminat :D

      Delete
  3. Pingin Mbolang kesana juga, soalnya kota Malang sudah terlalu ekstrim, macet n padat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar pas pulkam wisata marathon ya Mbak? :D

      Delete
  4. Replies
    1. Iya Mas bener kurang promo, apalagi yang Candi Sumberawan.

      Delete
  5. Terimakasaih ats semua informasinya, semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, makasih sudah berkunjung dan komen.

      Delete
  6. waktu kuliah sering ke singosari, tapi kok cuma lewat doang, ternyata candinya bagus juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mbak mampir kalo lewat Singosari. Dulu kuliah di mana?

      Delete
  7. Izin berkunjung dan nyimak langsung artikelnya gan? Salam kenal, semoga sukses selalu AMIIIN...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo, makasih sudah berkunjung n komen. Sukses juga buat Anda Mas Obric.

      Delete
  8. Bentuk candinya khas Budha ya mas, mblenduk2 gitu. Semoga habis ditulis Mas Ihwan jadi bisa lebih menggeliat lagi nih kunjungan ke candi2 tsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak bener, mengingatkan pada stupa-stupa di Borobudur.
      Aamiin, semoga banyak yang baca tulisan ini :-)

      Delete
  9. enk ya pa lingkungan sekitarnya masih asri banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu, masih alami bener-bener suasana pedesaan.

      Delete
  10. biyen posting pernah posting neng MP tentang jalan2 iki kan wan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo tapi ndek album foto Yo, iki aku repost he3

      Delete
  11. Candinya megah ya, Bang.. Sayang uda banyak lumutnya :(

    ReplyDelete
  12. aku dah lama ga jalan-jalan ke candi-candi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mas kapan gitu kita mbolang lagi he3

      Delete
  13. Aku pernah ke Candi Singosari, duluuu.. udah lama banget. Tapi ke Candi Sumberawan belum pernah.. Temen MP kita dulu yang selalu posting tentang candi siapa, Wan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus dimasukkin agenda liburanmu Dee kalau pulkam :D
      Mas Bambang Priantono, sekarang dia ngeblog di WP tapi udah nggak bahas candi-candi, masih sakit hati n trauma karena MP koit dulu he3
      Wajar sih karena postingannya dulu buanyaak n lengkap banget.

      Delete
  14. Seingatku candi ini pernah dijadiin postcard sama mbak Dewi Martha :) kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana Yan, Singosari apa Sumberawan? Ntar kalo ke Malang main ke sini Yan, mandi di mata airnya katanya bisa bikin awet muda :D

      Delete
  15. di singosari ada villa ga mas?
    atau di desa Sumberawan? soalnya mau nginep disana cari villa tapi yang view gunung.
    tolong di bantu ya mas

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.