Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Ramadhan Keluarga Biru

Keluarga Biru         19 comments

Ramadhan tahun ini adalah ramadhan pertama kami di rumah yang baru dua bulan kami tempati.
Rumah Biru, kami menyebutnya seperti itu karena memang sebagian besar warna catnya adalah biru, warna favorit kami.
Rumah Biru ini awalnya adalah milik tetangga saya yang sudah lama tidak ditempati. Suatu ketika Mama Ivon melihat ada tulisan dijual di jendelanya, karena cocok dengan lokasinya yang masih berdekatan dengan rumah Ibu saya, maka kami lalu menghubungi tetangga saya yang sudah pindah tersebut.
Meski sempat melewati proses jual beli yang sedikit berliku, Alhamdulillah rumah tersebut akhirnya resmi menjadi milik kami. Dan setelah melakukan renovasi hingga tiga kali akhirnya rumah tersebut sudah sesuai dengan impian kami selama ini, Rumah Biru.



Berbeda ketika masih tinggal bersama Ibu, setelah tinggal di Rumah Biru kami sahur hanya berdua saja. Putra kami, Aiman, tidak ikut bangun sahur karena usianya masih dua setengah tahun dan tidurnya larut malam. Saat masih di rumah Ibu, kami biasanya sahur bareng Ibu dan keluarga kakak saya.
Meski hanya berdua namun tidak mengurangi semangat kami untuk menjalankan ibadah puasa. Apalagi Mama Ivon diberkahi kemampuan memasak yang cukup handal, dia selalu memasakkan kami menu-menu yang menggoda selera baik untuk berbuka maupun sahur.

Seperti hari ini, Mama Ivon beraksi di dapur mungilnya mempersiapkan menu untuk berbuka. Menu yang dia masak antara lain Udang Saus Tira, Bunga Kol Crispy dan Tumis Baby Kailan. Untuk takjilnya adalah Es Cincau Hitam Kelapa Muda.
Setelah selesai memasak, Mama Ivon kemudian membawa semua hasil masakannya ke teras. Lho memangnya mau berbuka di teras? 
Enggak kok, Mama Ivon seorang food blogger yang biasa menulis hasil eksperimen memasaknya di blog. Dengan telatennya dia menata hasil masakannya di atas meja kayu. Setelah memberi sedikit ornament pemanis, Mama Ivon pun memotret hasil masakannya tersebut. Diam-diam saya memotret aksinya itu dengan kamera hape saya.

Mama Ivon in action :D


Berikut ini hasil jepretan Mama Ivon


Es Cincau Hitam Kelapa Muda
Udang Saus Tiram

Setengah jam kemudian, adzan Maghrib pun berkumandang. Mama Ivon mengambilkan Es Cincau Hitam Kelapa Muda untuk saya dan Aiman. Sambil melihat televisi di ruang keluarga, kami pun berbuka puasa. Kami bertiga memang sering menghabiskan waktu di ruang keluarga, entah itu melihat televisi, menemani Aim bermain hingga makan bersama.

Menyuapi Aim dengan Es Cincau buatan Mama Ivon

Buka puasa berdua ^_^


Di bulan Ramadhan ini, saya sendiri memang lebih suka berbuka di rumah. Banyak sekali alasan mengapa saya lebih suka  berbuka di rumah. Yang pertama tentu saja ada masakan buatan istri tercinta yang rasa dan kebersihannya yang terjamin. Yang kedua tidak perlu antri, tahu sendiri kan jika saat puasa begini hampir semua tempat makan selalu penuh dengan pengunjung yang akan berbuka bersama. Malah terkadang kita harus booking sehari sebelumnya agar tidak kehabisan tempat. Yang ketiga suasananya, berbuka puasa di rumah tentu suasananya lebih hangat dan penuh kekeluargaan.

Selepas berbuka kami lalu bercengkrama sambil menonton televisi lagi, hal ini tentu tak bisa kita lakukan jika berbuka di luar. Selesai makan biasanya kita harus cepat-cepat cabut karena sudah banyak pengunjung lain yang mengantri untuk berbuka.  
Adzan Isya’ berkumandang, kami pun lalu mengambil air wudlu untuk menunaikan ibadah sholat Isya dan Tarawih. Mengingat Aim yang agak super aktif maka kami putuskan untuk sholat di rumah saja agar tidak mengganggu kekhusyu’an jamaah lainnya. Kami menjalankan sholat di ruang tamu karena lebih lapang.

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah karena telah memberikan kesempatan bagi keluarga kecil kami untuk menjalankan ibadah puasa tahun ini. Apalagi kami baru saja menempati rumah baru kami, makin terasa berlipat kenikmatan yang diberikan oleh Allah.

Saya pasti akan sangat merindukan moment kebersamaan kami di Bulan Ramadhan ini karena setelah lebaran nanti saya akan melaksanakan tugas belajar di Yogyakarta. Atas beberapa pertimbangan, anak dan istri saya akan tetap tinggal di Malang. Walaupun begitu saya berdoa semoga tahun depan kami tetap diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa bertiga di rumah tercinta kami, Rumah Biru, aamiin.


Artikel ini diikutkan dalam lomba blog bertema Ramadhan di Rumah.

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

19 comments:

  1. Jadinya Romantis, Niat banget Mama Ivone fotonya. Kalau aku lihat menu makanan gitu nggak sempat foto, langsung lahap aja.

    eneng Ya Wan, menikmati Rmadhan dirumah sendiri. Semoga berkah kedepannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingiit Mbak, itu mejanya berasal dari kotak kemas yang kami ambil di jalan trus dia permak sendiri *suamimales*
      Mama Ivon memang pengin terjun di dunia food fotografi, Alhamdulillah hasil jepretan makanannya banyak disukai temen-temennya di FB.
      Aamiin, doa yang sama buat Mbak Zulfa sekeluarga.

      Delete
  2. Rumahnya nyaman banget, Wan... Suka ngeliat Ivon ngedandanin makanan untuk difoto itu. Manis banget penataannya... Semoga berkah rumah barunya ya... Mudahan bisa mampir ke sana kalo mudik nanti.. Biar bisa ngincipin masakane Ivon.. *tamugaktaumalu.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, doa yang sama buat rumahmu Dee.
      Iya, pernak-pernik fotonya udah banyak banget, tiap bulan selalu diup-date :D
      Monggo, mau dimasakkin apa nanti? :D

      Delete
  3. Sejuk... Bukber (buka berdua) romantis banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sih makannya bertiga sama Aim tapi karena dia nggak puasa judulnya Buka Berdua :P

      Delete
  4. aku iriiiiii *langsung ke KUA biar bisa buka puasa romantis* Lostfocus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum ke KUA cari calonnya dulu dong Mas, apa sudah ada? :D
      Saya doakan semoga disegerakan ya sama Allah, aamiin.

      Delete
  5. Kapan ya aku nulis yang kayak begini juga... tadinya niatnya tahun ini sudah puasa sama istri hehe. Wan, kudu diagendakan banget kalo ke Malang icip masakan Ivone ya. Ivone yang masak kita yang habisin oke. Deal? deal!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku doakan semoga tahun depan kamu wes bisa berpuasa bareng istri tercinta Yan, aamiin YRA.
      Okesiip, kamu mau dimasakin apa? :P

      Delete
    2. Ikuuuuuuuuuuuuuut...ikut ngabisin bareng Cek Yan :))

      Delete
  6. buka puasa berdua seru tuh jadi romantis :)

    ReplyDelete
  7. Foodphotography Ivone makin keren :)

    Semoga berkah dirumah bersama keluarga tercinta ya. Langgeng dan bahagia selalu buat kalian berdua. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak, doa yang sama untuk keluarga dan rumah Mbak Rien.

      Delete
  8. Undnag kita nyicipin masakan nya dong mas hahaha #ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mas, ntar kabar-kabarin aja kalo main ke Malang he3

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.