Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Kebersamaan di Outbound Bhakti Alam

Keluarga Biru         16 comments



Outbound, saya selalu antusias jika mendengar kata itu. Walaupun saya orangnya pendiam dan kalem kalo tidur namun saya suka berkompetisi, apalagi jika berkelompok. Menyusun strategi  untuk menjatuhkan lawan, bermain penuh intrik agar menjadi pemenang #FansAbadKejayaan.  Aah seru dan menyenangkan karena menaikkan adrenalin dan menyegarkan pikiran yang penat oleh rutinitas sehari-hari. Pada tulisan kali ini, saya mau sharing cerita outbound bersama rekan-rekan kerja saat Raker Perpus UB di Bhakti Alam, Pasuruan, Jawa Timur.

Acara outbound kami waktu itu ditangani oleh event organizer Qurrota A’yun yang sudah berpengalaman meng-handle acara outbound baik untuk sekolah hingga instansi pemerintahan. Yang menjadi trainer kami waktu itu seorang bapak-bapak yang kocak, lagi-lagi saya lupa namanya, sebut saja namanya Pak Ali. #BikinBuburMerah




Sebagai foreplay, kami diajak bermain mata dimana kami semua diminta menghitung dari satu sampai sembilan. Setelah itu kami dikelompokkan berdasarkan kesamaan angka. Dari permainan angka dilanjutkan lagi hingga kami terbagi menjadi empat kelompok besar. Disepakati kami memakai nama hewan yaitu Rajawali, Harimau, Singa dan Gajah. Saya sendiri masuk dalam kelompok Singa yang terdiri dari saya, Budi, Putro, Very, Tiwik, Bu Emy, Pak Tarmin, Pak Kris dan Mas Dedi. Disepakati Mas Dedi sebagai ketua kelompok.


Permainan pertama adalah Game Kognitif, kami diminta menyusun angka satu sampai sembilan dalam Sembilan kotak. Tantangannya adalah angka yang berurutan tidak boleh ditaruh dalam kotak yang berdekatan. Susah sekali mengerjakan soal tersebut, meski sudah diotak-atik tetap saja ada angka berurutan yang berdampingan. Karena kotaknya sudah terlanjur dicorat-coret akhirnya kami menggambar kotak lagi dibaliknya, eh tetap aja salah. Grup lainnya juga mengalami hal serupa, sampai pusing deh jadinya. Akhirnya saat mendekati deadline kelompok Rajawali berhasil menjadi pemenang.


Permainan kedua adalah mengaitkan gelang pada kalung rantai. Cara mainnya seperti ini, kalung rantai dimasukkan di dalam gelang. Setelah itu kalung dipegang dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Barulah kemudian gelang dijatuhkan sampai terkait pada kalung. Gampang-gampang susah memainkannya, seringkali gelang terjun bebas karena tidak terkait pada kalung. Saya sudah nyoba berkali-kali tetap aja nggak bisa, emang lebih gampang mengaitkan hati daripada mengaitkan gelang. *apa sih. Dari empat grup, hanya grup saya dan grup Rajawali yang berhasil melakukannya.



Setelah puas bermain di dalam pendopo, Pak Ali mengajak kami keluar untuk melakukan game yang ketiga. Pak Ali waktu itu nggak ngasih tau nama permainannya, intinya sih tiap grup diminta memindahkan air dari gelas ke kaleng. Kalau dengar penjelasan singkatnya sih emang gampang banget, Aim juga bisa melakukannya. 
Tantangan dalam game ini adalah gelasnya ditempelin pada sebuah tongkat. Pada tongkat tersebut sudah diikatkan sekitar 16 tali. Nah kami harus berjalan sambil menjaga gelas dan tongkat itu tetap berdiri tegak agar airnya tidak tumpah hingga sampai pada kaleng yang disediakan. Untuk itulah semua anggota grup harus kompak dalam menarik talinya, nggak boleh ada yang terlalu kencang atau kendor menarik tali kolor Pak Ali.  


Untung Mas Dedi sebagai ketua grup bisa memberikan instruksi yang tepat, demikian juga dengan kami para anggota berusaha semaksimal mungkin menjaga keseimbangan agar gelas dan tongkat tetap berdiri tegak. Lalu setelah mendekati kaleng kami harus berhati-hati ketika memiringkan gelasnya, keseimbangan harus tetap dijaga agar air di gelas harus tepat mengalir ke kaleng. Deg-degan bingiitt dah pas moment itu. 


Alhamdulillah grup Singa berhasil menyelesaikan game pindah air ini dengan baik. Game ini mengajarkan kepada kami akan pentingnya kerjasama dalam mewujudkan target kelompok. 





Game berikutnya adalah memindahkan bola kasti ke keranjang. Lagi-lagi kalau hanya dengar namanya emang gampang. Kami harus memindahkan bola kasti itu melalui potonga-potongan pipa paralon. Masing-masing anggota grup diberi satu potongan pipa lalu berbaris sehingga potongan pipa itu membentuk pipa yang utuh sebagai jalan bolanya. 


Tantangan di game kali ini nggak terlalu susah sih, yang penting sambungan pipa jangan sampai terputus. Kalau sampai terputus bola akan jatuh dan harus mengulangi lagi dari awal.


Sampailah kami pada game puncak yaitu Blind Game. Pada game ini mata semua anggota ditutup dengan penutup mata kece. Tantangannya adalah kami disuruh berbaris dan berjalan mengikuti instruksi dari ketua kelompok yang ada di belakang sendiri. Sebelum berbaris kami diberikan kode-kode oleh Pak Ali, misalnya jika belok kanan maka yang ditepuk adalah pundak kanan, demikian juga sebaliknya.


Game ini seru banget karena terjadi kelucuan akibat ulah Pak Ali yang usil. Kami yang tertutup matanya benar-benar menggantungkan diri pada masing-masing ketua, udah pasrah deh mau dibawa kemana hubungan ini, eaaa Armada keleesss. Di saat lagi serius-seriusnya mendengar instruksi dari sang ketua, Pak Ali dan teman-temannya dengan usilnya memberikan instruksi yang menyesatkan.


Misalnya Pak Ali mendadak berseru kalau di depan kami ada got sehingga kami semua jadi panik dan siap-siap melompat. Padahal sebenarnya di depan kami sama sekali tidak ada got. Keusilan Pak Ali tak berhenti sampai di situ, beliau tahu-tahu berteriak kalau di depan kami ada pohon yang lebat yang berduri. Lagi-lagi kami ketipu, dengan tergopoh-gopoh kami menundukkan badan agar tidak terkena durinya. Padahal sebenarnya Pak Ali hanya memegang ranting pohon yang dihadangkan di depan kami. Suara ribut para peserta bercampur dengan suara tawa para ketua dan panitia outbound.


Kami baru menyadari segala kekonyolan kami saat melihat hasil bidikan teman-teman, di sana terlihat bagaimana kami begitu mudahnya dikibuli oleh Pak Ali. Game ini selain seru juga menyadarkan kami bagaimana beratnya hidup yang dijalani oleh saudara-saudara kita yang tuna netra selama ini. Oleh karena itu selayaknya kita berempati kepada mereka.
Semua game telah dilakukan maka sampailah kami pada pengumuman pemenang. Grup Rajawali akhirnya berhasil menjadi juara 1 karena paling banyak menyelesaikan game dengan baik. Sedangkan grup saya yaitu Grup Singa duduk di posisi kedua. Yeaaay, kami tetap senang meski hanya sebagai runner up. Yang terpenting dari acara outbound sebenarnya bukan soal kalah atau menang, namun rasa kebersamaan dan keceriaan yang muncul di antara semua staff. Semua beban pikiran dan stress langsung sirna manakala kami tertawa terbahak-bahak melakukan game-game yang seru dan menantang itu.




Bhakti Alam: Wisata Alam dan Perkebunan
Desa Ngembal, Kec. Tutur Nongkojajar
Kab. Pasuruan, Jawa Timur
(0341)611606, 085 777 777 991

Foto-foto oleh fotografer Perpus UB.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

16 comments:

  1. Baru sekali ini Wan aku ngeliat games yang ngebawa gelas itu. Idenya keren banget ya. Soal penutup mata, paaas banget, aku pribadi cari-cari tapi gak nemu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Game membawa gelas di tongkat ini sering dimainkan kok di outbound Yan. Tadi aku search penutup mata dulu trus langsung nemu di hot list.

      Delete
    2. Game membawa gelas di tongkat ini sering dimainkan kok di outbound Yan. Tadi aku search penutup mata dulu trus langsung nemu di hot list.

      Delete
  2. Outboundnya mantap pak, udah gitu kayanya seru bangad kalau melihat dari foto-foto dan membaca tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti Mas, ini habis nulis saya jadi pengin ngulangi lagi.
      Aduh jangan panggil Pak dong, saya masih mas-mas kok :D

      *rumpetin uban*

      Delete
  3. Seru juga. Seperti belajar teamwork gitu, ya? ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak bener sekali, pas nulis tadi saya mikir satu kata itu tapi nggak ingat :D

      Delete
  4. beberapa game sama seperti game yang pernah saya mainkan beberapa kali. Kebanyakan gamenya sama satu trainer ke trainer yang lain. Sepertinya ilmunya dari satu sumber :)
    Jadi kadang kalau outbound pas sudah pernah memainkannya, jadi malas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya San, memang game-game ini sering aku lihat di outbound yang lain. Kalau beda partner mungkin beda tantangan jadi nggak malas lagi.

      Delete
  5. seru ya mas, saya aja bacanya ampe ketawa-ketawa sendiri :D

    ReplyDelete
  6. seru juga ya permainan nya mas hehehe indah nya kebersamaan saat kita melakukan aktifitas apa pun secara bersama-sama hehehehe

    ReplyDelete
  7. aku pernah kesini juga 2 tahun lalu, pas lagi musim melon :)

    ReplyDelete
  8. Hahahaa...Pak Ali nggemesin nih, usilnya boleh juga. Aku sampe ngikik bayangin kalian merangkak2 menghindari semak duri :)

    ReplyDelete
  9. Penutup mata kece itu ingat ingat waktu Najin ikutan lomba suapin pepaya. Wajahnya jadi belepotan... Lomba yang banyak bikin ketawa.

    ReplyDelete
  10. keren banget seru-seruannya masbro!
    selalu seneng sama kegiatan outbond atau gathering semacam ini
    selain dapat mengasah keterampilan dan menambah wawasan kita, juga bisa menunjukkan pribadi kita itu seperti apa lewat games yg dimainkan
    selain itu juga kebersamaan dan keakraban yg terjalin bisa makin erat
    sukses selalu masbro

    ReplyDelete
  11. Haha kebayang kucu game yang pake penutup mata itu :D

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.