Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Suka Duka Seorang Pustakawan

Keluarga Biru         22 comments




Semasa sekolah dulu saya suka pergi ke perpustakaan jika jam istirahat karena saya memang suka membaca plus dulu kuper jadi nggak punya banyak teman yang akrab he he he. Maklum saya emang aslinya pendiam kalau lagi tidur dan agak introvert, jadi daripada manyun sendirian saat istirahat #MelasBangetGue mending pergi ke perpus aja. Biasanya yang saya baca adalah buku-buku ensiklopedia tentang alam, sains dan sejenisnya.
Saya baca ensiklopedia bukan karena saya punya cita-cita jadi professor sih tapi karena di antara buku-buku perpus sekolah yang menarik ya hanya itu he he he. Aslinya sih pengin baca majalah Play Boy remaja atau novel-novel karya penulis yang lagi top waktu itu seperti Fredy S wekekeke, kalau itu bukan termasuk kategori novel ya tapi pelajaran tentang reproduksi manusia yang dikemas lebih atraktif. #DihujatFPI
Siapa yang menyangka, ternyata jalan hidup saya ditakdirkan bekerja di perpustakaan juga yaitu di salah satu PTN nomer satu di Malang. Kalau sampai nggak tahu PTN yang saya maksud kebangetan deh, berarti Anda bukan blogger yang gaul dan kekinian wekekeke. Padahal dulu sebenarnya punya cita-cita jadi wartawan atau terjun di dunia pariwisata entah kerja di hotel, objek wisata atau kapal pesiar. Awal mula kerja di perpustakaan karena ditawari kerjaan oleh seorang sahabat yang baik hati, Ardi namanya. Waktu itu ditawari jadi tukang fotokopi, karena sadar diri nggak punya skill apa-apa dan hanya lulusan SMA maka saya terima dengan senang hati. Niatnya sih hanya buat batu loncatan, eh ternyata betah sampai sekarang.
Dulu saya tahunya di perpustakaan sekolah itu hanya ada satu pegawai dan satu ruangan saja namun setelah bekerja di perpustakaan PTN ini barulah saya tahu bahwa ada banyak bagian di dalam sebuah perpustakaan dan tentu saja membutuhkan banyak pegawai. Ada bagian Pengadaan, Pengolahan, Digitalisasi, IT, Sirkulasi, TU, Keanggotaan, Multimedia dan lain-lain. Di awal-awal karier, saya ditempatkan di bagian yang lebih banyak membutuhkan tenaga yaitu di bagian fotokopi, loker dan penjaga pintu keluar. Seiring dengan berjalannya waktu dan mungkiiin para bos melihat kemampuan dan kinerja saya, saya dipindahkan ke Bagian Internet.
Enak banget kerja di Bagian Internet karena saya bisa ngenet gratis dari pagi sampai sore. Di sinilah saya lebih leluasa lagi mengeskplorasi internet, terutama blog. Passion terpendam saya yaitu menulis menemukan jalan tol untuk berkembang, Alhamdulillah selain ngeblog saya pun juga mulai mengenal dunia buku dan penerbitan, dua buku solo dan beberapa buku antologi lahir dari tangan saya.
Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, meski pihak perpus memberikan apresiasi atas kiprah saya di dunia menulis namun ada satu-dua orang yang mungkin tak suka melihatnya. Dengan alasan rotasi pegawai saya dipindahkan ke Bagian Sirkulasi. Namun saya tahu jika ada yang bisik-bisik ke para bos kalau saya seharian kerjanya hanya nulis saja hehehe. Lucu banget deh, kan memang di Bagian Internet itu saya dituntut untuk stand by melayani para pengunjung. Apa salah jika di saat senggang tak ada pengunjung saya nyambi nulis. Masa iya saya duduk bengong seharian di depan komputer canggih  kalau lagi tidak ada pengunjung yang ngenet atau ngeprint. Lagian pegawai yang nyambi di sela-sela kerja bukan hanya saya seorang. Masih mending saya nyambinya tetap stand by daripada yang lain nyambi di luaran dan meninggalkan tempat kerja.
Sebagai seorang bawahan saya nurut saja mau dipindahkan kemana. Alhamdulillah di Bagian Sirkulasi ini para posnya baik hati, mereka tidak masalah jika di waktu senggang saya nyambi nulis. Yang penting para pengunjung tetap dilayani dengan baik. Blessing in desgue, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan perjalanan karier saya di Bagian Sirkulasi ini. Selang enam bulan saya ditempatkan di situ, koordinator saya mendapat tugas belajar di Yogyakarta. Otomatis posisi beliau menjadi kosong. Dalam rapat para bos ternyata tak ada yang bisa atau lebih tepatnya tak ada yang mau menempati posisi tersebut, maka saya yang ketiban sampur didapuk untuk sementara menggantikan beliau. Setelah enam bulan masa percobaan, pihak Perpus akhirnya membuat SK tertulis tentang posisi baru saya sebagai Koordinator Sub Bagian Sirkulasi.
Mungkin ada yang heran kenapa tidak ada yang mau menempati posisi sebagai Koordinator Sub Bagian Sirkulasi. Bagian Sirkulasi melayani peminjaman dan pengembalian buku, administrasi denda dan pesanan koleksi. Di dalam pelaksanaannya banyak sekali hal-hal menantang dan tak terduga yang kami alami sehari-hari.
Pernahkah Anda mengalami situasi dimana ada seorang gadis menangis tersedu-sedu meminta belas kasihan Anda karena tidak punya uang untuk membayar denda sementara hari itu juga dia harus mendapatkan surat bebas pinjam untuk ikut ujian skripsi? Jika tidak, maka dia harus membayar lagi biaya satu semester atau yang lebih gawat lagi bisa kena DO.
Atau pernahkah Anda menghadapi seorang mahasiswi S2 yang lagi PMS marah-marah hanya karena harus menunggu sepuluh menit untuk mengambil KTM-nya. Sedangkan saat itu Anda sedang istirahat? Tak hanya itu, dia juga membentak-bentak Anda di depan umum?
Masih kurang? Pernah nggak ngadepin seorang mahasiswa ngeselin yang nggak terima kena denda banyak padahal itu karena kesalahannya sendiri. Dia lupa mengembalikan buku dari awal dia kuliah sampai akhirnya mau lulusan.
Untung deh staff di Bagian Sirkulasi sabar-sabar, baik hati dan tahan banting, kalau enggak sudah minta pindah bagian deh.
Denda buku memang sengaja di-charge tinggi sebab selama ini para mahasiswa itu cenderung menggampangkan dendanya. Lupa atau sengaja tidak dibalik-balikkin karena dendanya ringan. Walaupun begitu kami tidak menutup mata, denda yang besar itu sebenarnya shock terapi, kami akan memberikan diskon yang besar, kadang malah lebih dari 75 %. Bahkan jika yang bersangkutan adalah mahasiswa bidik misi atau dari ekonomi tidak mampu akan kami berikan diskon denda yang besar asalkan mampu menunjukkan surat bidik misi atau keterangan tidak mampu yang resmi dari Kelurahan.
Percaya nggak? Meski sudah dibantu dengan keringanan yang besar seperti itu, masiih ada aja yang mau curang dengan membuat surat keterangan miskin palsu. Malahan pernah ada seorang mahasiswi cantik dengan penampilan modis dan punya android, eh bela-belain ngajuin surat keterangan miskin demi mendapatkan diskon denda yang besar. Padahal setelah saya kepoin akun FB-nya, dia pernah datang di acara nikahan yang mewah trus dia juga punya OL Shop pakaian cewek. Dan yang terakhir, kami tidak sengaja bertemu di sebuah toko aneka perlengkapan rumah tangga yang cukup terkenal di Malang.


Itulah sekelumit cerita tentang pekerjaan saya. Suka dan duka yang saya alami memang sudah menjadi konsekuensi yang harus saya tanggung. Meskipun saya introvert namun saya orangnya kadang gampang bosan, dengan ditempatkan di Bagian Sirkulasi ini saya bisa bertemu banyak orang dengan berbagai sifat dan karakternya. Apalagi kalau melayani mahasiswi yang bening dan kinyis-kinyis gitu, lumayan buat obat awet muda ahahaha. 
Sekarang ini profesi sebagai seorang pustakawan sudah mulai banyak dilirik oleh anak muda, terlihat dari makin banyaknya yang mendaftar di Jurusan Perpustakaan. Perpustakaan dan instansi di seluruh Indonesia masih membutuhkan banyak sekali tenaga pustakawan muda yang siap terjun memajukan dunia pendidikan dan literasi. Jaminan masa depannya juga cerah kok, bisa menjadi PNS dan mendapatkan tunjangan pustakawan. So buat Anda yang mempunyai putra-putri atau kamu yang baru lulus SMA jangan ragu untuk mendaftar di Jurusan Perpustakaan. Dan bersiaplah menikmati dunia kerja yang penuh tantangan sebagai pustakawan, Good Luck!


NB:
Sumber foto ilustrasi
http://perpustakaan.kaltimprov.go.id/berita-558-profesionalisme-pustakawan-dan-kemandirian.html

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

22 comments:

  1. Sukanya bisa baca ratusan buku sampe kelempoken. Komputer canggihnya bisa buat baca buku online juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ironisnya, saya sekarang udah jaraang banget baca buku Mbak. Keasyikan ngeblog dan baca artikel temen2 blogger via komputer canggih :D

      Delete
  2. Hehehe, mirip2 sama pengalaman saya di bagian yg ngurusi sistem informasi akademik Mas. Mulai dari drama kesalahpahaman mahasiswi pas memakai sistem sampai pemalsuan nilai oleh sejumlah oknum tertentu.

    Intinya, kalau urusannya sama mahasiswa ya memang harus banyak2 nahan emosi ya. Klo komplain dari dosen atau karyawan biasanya lebih kalem. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maklum Mas mereka masih berdarah muda, trus juga yang urusan sama denda yang besar itu rata-rata sudah kepepet deadline lulusan jadi panikan.
      Mas Wijna kerja di mana kalau boleh tahu?

      Delete
  3. Wah, patut disyukuri nih Mas bisa kerja di bidang yang ga jauh2 dari buku, sementara ada orang di luar sana yang kepengen banget ngambil Jurusan Kepustakaan dan kerja di bidang yang sama (maksudnya saya hehe).

    Waktu sekolah dulu saya juga manfaatin perpustakaan untuk baca ensiklopedia, plus koran yang disediain di sana. Lumayan, nambah wawasan gratis.

    Sekarang jadi tahu suka dukanya kerja di perpustakaan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga diberi jalan dan kemudahan Mas untuk keinginannya kerja di perpus. Rajin-rajin kepoin situs instansi atau perpusnas aja.

      Delete
  4. Apalagi melayani mahasiswi yang bening dan kinyis-kinyis. Haha gue laporin Mama Ivon dah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia mah udah tahu sejak belum nikah Mbak :P

      Delete
  5. sambil menyelam minum air yah mba :)
    sambil kerja sambil nulis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Mbak. Maaf saya mas-mas bukan Mbak :D

      Delete
  6. Waaah jd keingat dlu waktu kuliah... Saking seringnya ke perpus ampe berteman dkt apa pegawai perpus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini juga ada mahasiswa yang jadi akrab sama kami karena keseringan ke perpus.

      Delete
  7. Mau suka, mau duka, nikmati sajaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dooong, kalau saya nggak menikmati udah cabut aja dari zaman dulu ;P

      Delete
  8. Aku dulu suka curhat sama pustakawan di sekolah. Hihi. Abis beliau pengetahuannya banyak. Efek sering baca buku :)

    ReplyDelete
  9. good morning and good luck spirit? Thank you for the information

    ReplyDelete
  10. Aku dulu ke perpus tiap ada jam kosong, kebetulan kelaskugak jauh dari perpus wan :) sukaa sukaa

    ReplyDelete
  11. ingin sich jadi orang yang suka baca buku tpi selalu banyak godaannya..hhe

    ReplyDelete
  12. postingan terbarunya sangat di tunggu nichh

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.