Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Menikmati Sajian Ayam dan Mie Gejrot yang Unik di D'Gejrot Kemek

Keluarga Biru         9 comments



Berbicara mengenai Yogyakarta, banyak sekali magnet yang menarik siapa saja untuk mendatanginya. Magnet itu berupa objek wisata, kesenian, fashion, kuliner dan segala hal yang berbau-bau Yogya pasti bikin orang tertarik. Nah kali ini saya mau menulis pengalaman wisata kuliner saya di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Gudeg ini. Tapi bukan gudeg yang mau saya tulis, melainkan sebuah menu kuliner bernama ayam dan mie gejrot yang merupakan menu andalan D’Gejrot Kemek.

Mendengar kata gejrot pasti pikiran kita langsung tertuju pada tahu gejrot dari Cirebon. Founder D’Gejrot Kemek yakni Agus Hadi Prayitno mengakui jika usaha kulinernya itu terinspirasi dari tahu gejrot. Definisi gejrot sendiri adalah proses untuk lauk yang sudah digoreng digejrot (baca: diuleg) dengan menggunakan cobek dan ulegan yang dikombinasikan dengan marinet (baca: bumbu rempah yang sudah masak) dan cabe rawit segar yang ditentukan sendiri jumlahnya oleh pelanggan sehingga menghasilkan produk yang khas dan rasa yang spesifik.
Sedangkan kata kemek merupakan kata dari slang Betawi yang artinya makan. Kemek diharapkan bisa jadi trigger (baca: pemicu) ketika melihat, membaca ataupun ingat kata kemek ingatnya dengan makan di D'Gejrot ataupun sebaliknya ketika ingat makan ingatnya dengan kemek di D'Gejrot. Selain itu, kemek diharapkan bisa menjadi pengganti kata makan dalam percapakan sehari-hari di Jogja, misalnya dari percapakan yuk, kita makan-makan jadi yuk, kita kemek-kemek, dari selamat makan jadi selamat kemek.



Trus gimana ceritanya saya yang berada di Malang bisa menemukan D’Gejrot Kemek yang ada di Yogyakarta. Begini-begini, kan akhir bulan kemarin saya ikut rombongan studi banding ke Unes dan Undip Semarang. Di perjalanan pulang kami mampir ke Yogyakarta, nah moment itu saya manfaatin untuk kopdar dan wiskul dengan kawan-kawan blogger Yogyakarta yang kece antara lain Mbak Ima dan Mas Elton, Priyo dan Mbak Rian.

D’Gejrot Kemek mempunyai dua cabang yaitu KEM 1 di Tawangsari, Jakal 5 Jogja dan KEM 3 di Klebengan, Utara GOR. Sebenarnya dulu ada KEM 2 di daerah Mbarek, Selokan Mataram tapi sudah tutup. KEM itu sebutan untuk cabang atau outlet dari D'Gejrot, yang diambil dari kata kemek. Dari sini saja sudah keliatan bahwa Mas Agus mempunyai konsep yang jelas dan unik untuk usaha kuliner yang berdiri sejak 9 Mei 2010 ini.



Menu utama di D’Gejrot Kemek adalah ayam gejrot/ayam marinasi. Yang membedakan ayam gejrot D’Gejrot dengan produk olahan ayam lainnya adalah pemberian bumbu marinet yang khas. Bumbu Marinet merupakan bumbu rempah yang terdiri dari berbagai macam ingredient yang digunakan untuk mengawetkan dan juga memberikan flavour pada ayam marinasi. Marinet yang ada di D'Gejrot Kemek dibuat lebih dari 25 bahan bumbu rempah lokal Indonesia yang diramu sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa marinet yang khas dan spesifik di lidah yang dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat produk gejrotan terutama ayam gejrot.

Selain menu ayam, ada juga menu alternatif Mie Gejrot dan Sambet (Soto Ayam Betawi). Trus untuk porsinya ada pilihan single dan double. Tingkat kepedasan sambel gejrotnya terdiri dari S (small)2 cabe, M (medium) 3-5 cabe, L (large) 6-10 cabe dan XL ( Extra Large) lebih dari 11 cabe. Biar makin komplit jangan lupa tambahin toppingnya antara lain bakso, sosis, kornet, naget, telor dan keju. Minumannya juga variatif, mulai dari yang panas sampai dingin.
Kami berempat memesan beraneka macam menu antara lain, Priyo pesen Telur Tahu Gejrot, Mbak Ima Ayam Saus Jrot, Mbak Rian Ayam Gejrot dan saya Mie Gejrot. Sengaja saya pesen menu yang ringan karena masih kenyang sehabis makan dengan teman-teman kantor. Minumannya es jeruk, es teh, jeruk anget dan kapucino. Selain menu yang unik, penyajiannya juga lain daripada yang lain. Ayam dan Mie Gejrotnya disajikan di atas piring tanah liat yang artistik. Trus di atasnya dikasih bendera mungil dengan logo D’Gejrot Kemek.



Rasa bumbu marinet yang stronght langsung terasa di lidah ketika saya memasukkan mie ala D’Gejrot Kemek ke mulut. Berbagai macam rempah tercampur dengan sempurna seperti bawang merah, bawang putih, tumbar dan laos. Saya belum pernah merasakan olahan mie seperti ini sebelumnya. Untung saya pesen yang level M jadi pedasnya nggak sampai bikin lidah saya terbakar.



Walaupun saya hanya pesan mie tapi saya bisa merasakan tiga menu yang lain. Inilah enaknya wisata kuliner bareng food blogger, kita bisa saling mengincipi rasa makanan yang kita pesan. Coba kalau makan sama orang lain, mana bisa kayak gitu. Saya aja dikomenin sama teman-teman kantor pas melihat saya sibuk motretin makanan sebelum makan he he he.




Ketika semua makanan sudah hamper habis, eh mendadak muncul owner D’Gejrot Kemek. Mas Agus memang baru saja menjadi pembicara di suatu seminar jadi baru bisa datang ketika hari sudah menjelang maghrib. Kami berempat pun lalu hanyut dalam obrolan yang asyik dan informatif bersama Mas Agus yang ternyata juga seorang trainer ini.


Mas Agus adalah sosok pemuda yang energik dan memiliki ide-ide kreatif. Ini terlihat dari caranya berbicaranya yang penuh semangat, kami pun jadi antusias mendengarnya. Dia bercerita tentang visi, misi dan nilai-nilai yang diterapkan dalam menjalankan bisnis D’Gejrot Kemek. Selain itu juga D’Gejrot memiliki ritual yang wajib dilakukan oleh owner dan para stafnya setiap hari antara lain berdoa sebelum dan sesudah beroperasi, sholat 5 waktu, sholat Dhuha, sedekah dan membaca Al-Quran minimal satu ayat dan artinya dalam sehari. Waw, saya salut mendengar penjelasannya itu.
Tak heran jika sudah banyak penghargaan yang diraih oleh D’Gejrot Kemek baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Penghargaan itu antara lain: Pemenang Wirausaha Pemula KEMENKOP dan UKM (2013). Finalis The Marketeers Youth Startup Icon Kota Yogyakarta (2013). Juara I Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan DIKPORA Kab. Sleman (2012) dan lain-lain.




Itulah cerita wisata kuliner saya bersama kawan-kawan Blogger Yogyakarta di D’Gejrot Kemek. Kami tidak hanya mendapatkan sajian kuliner yang memanjakan lidah namun juga ilmu dan wawasan baru dari Mas Agus. So jangan ragu, datang ke KEM-KEM D’Gejrot Kemek yang terdekat dengan Anda. Mereka buka setiap hari dari 11 siang sampai 9 malam. Untuk harganya jangan kuatir karena harganya mahasiswa kok jadi dijamin nggak bikin kanker alias kantong kering. Bagi yang mau order bisa lewat Kemek Delivery dengan sms ke nomer 0857-6933-9898.

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

9 comments:

  1. Sudah sah jadi kemekers nii krn udh nyoba ayam saos d'gejrot,,

    ReplyDelete
  2. Keren ya ritual wajib untuk para karyawannya.. Aku penasaran ama pesenannya mbak Ima, ayam saus jrot...

    ReplyDelete
  3. Keren ya ritual wajib untuk para karyawannya.. Aku penasaran ama pesenannya mbak Ima, ayam saus jrot...

    ReplyDelete
  4. Iya, kalau gejrot ya Tahu gejrot, ternyata masih ada gejrot gejrot lainnya.

    Wah, banyak banget prestasi yang diborong oleh pemilik D Gejrot, memang waktunya anak muda buka usaha.

    ReplyDelete
  5. Pokmen sesuk kapan2 ak mlipir neh nyobain saus ayame

    ReplyDelete
  6. Hhhmmm... sajian ayamnya begitu menggoda, sayang bila terlewatkan.

    ReplyDelete
  7. Unik wadah makanannya ya. Aku suka barang khas seperti itu. Senengnya bisa ketemu Priyo. Aku kapan ya?

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.