Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Tokopedia Roadshow Malang: Ciptakan Peluangmu

Keluarga Biru         5 comments



Tokopedia Roadshow Malang Ciptakan Peluangmu


Tanggal 12 November 2015 kemarin saya mengikuti sebuah event yang sangat keren bertajuk Tokopedia Roadshow Malang: Ciptakan Peluangmu. Talkshow yang menghadirkan Stand Up Comedian Dodit Mulyanto dan dua inspiring seller Tokopedia yaitu Dina Sri Agustin dan Fahrudin. Acara yang dimulai pukul tujuh malam ini bertempat di Hotel Santika Malang, tepatnya di Balai Agung Majapahit. Saya mendapatkan informasi acara ini melalui email yang dikirimkan oleh Tokopedia, saya pun segera mendaftarkan diri bersama Mama Ivon. Tak lupa saya share juga link pendaftaran di grup Blogger Kekinian agar teman-teman blogger di Malang juga bisa ikutan.


 Sayang sekali Mama Ivon batal ikutan sebab kondisinya masih lemas, apalagi acaranya dijadwal hingga jam 9 malam. Sehabis sholat Maghrib saya membawa Aiman ke rumahnya Ibu yang tak jauh dari rumah saya, tujuannya agar dia tidak merengek ingin ikut. Bisa lain ceritanya kalau Aim ikutan, saya pasti akan sibuk mengawasi dia berlarian ke sana  ke mari atau kalau nggak gitu pasti dia bosan minta pulang karena hanya duduk-duduk selama dua jam. Maafin Bapak ya Aim hiks
Dari grup Blogger Kekinian yang pasti ikutan hanya Anis, sedangkan yang lain saya tidak tahu. Sandi sendiri telat daftarnya pas kuota sudah ditutup. Anis juga galau kayak saya, mau ngajak putrinya Asma atau enggak. Dia baru berangkat dari Kepanjen jam 6, saya pun memilih untuk berangkat duluan agar kebagian tempat duduk yang pewe buat menonton dan memotret.
Saya tiba di lokasi pukul 7 lebih lima menit. Setelah memarkir motor di basement, saya segera meluncur ke Balai Agung Majapahit. Pas saya jalan di pelataran hotel Santika sudah tampak antrian penontonnya yang mengular, kayak antrian konser musik. Sepintas saya melihat papan pengumuman di depan antrian tersebut: UMUM. Teringat pesan Taro dan Mbak Uniek yang sebelumnya ikutan acara serupa di Semarang, saya pun melewati antrian tersebut dan mencari antrian untuk Media/Blogger. FYI, di email yang saya terima dari Tokopedia sebenarnya tertulis Dear Seller. Saya memang sempat mencoba buka toko online di Tokopedia. Alhamdulillah sudah dapat pembeli satu tapi karena saya slow respon akhirnya pembelian itu dibatalin he he he. Jadi ada untungnya juga saya buka toko di Toped, kalau nggak saya pasti nggak akan tahu acara Tokopedia Roadshow Malang ini.




Antrian penonton yang panjaaang

Setelah melewati antrian yang mengular, saya akhirnya menemukan meja bertuliskan Media/Blogger, saya pun segera konfirmasi pendaftaran ke mbak dan mas yang stand by di situ. Sebuah goodie bag berisi kaos keren, pers release, air mineral dan kardus makanan saya terima dari panitia. Saat melihat antrian penonton yang masih panjang, di situlah saya merasa bersyukur dan bangga Rek sebagai seorang blogger. Kalau nggak, pasti saya masih ngantri di belakang.



Sudah penuuh bangku-bangkunya

Deretan bangku yang ada di Balai Agung Majapahit, Hotel Santika sebagian sudah terisi penuh oleh penonton ketika saya masuk. Setelah menyerahkan kupon undia ke salah satu panitia saya berjalan ke depan mencari tempat duduk yang kosong. Nggak tahu kenapa saya kok pedenya bisa nemu bangku yang kosong, mungkin karena terdorong oleh naluri dan tanggung jawab sebagai seorang blogger tsaaah. Beneran Rek, kalau saya datang bukan atas nama blogger saya sih mending woles aja. Nggak dapat bangku di depan nggak apa-apa, masih bisa lihat di big screen yang terpampang di sisi kanan dan kiri panggung. 



Syukurlah masih ada bangku kosong di deretan ketiga dari depan. Meski posisinya kurang bagus buat motret karena letaknya di sebelah kiri namun saya tetap bersyukur. Saya sempat melihat ada deretan bangku kosong di deretan pertama sebelah kanan, setelah saya tanyain ke salah satu mbak panitia ternyata itu diperuntukkan bagi penonton VIP. Penasaran juga siapa sih para penonton VIP itu, pengin deh saya bisa duduk di sana sebab posisinya pewe banget buat motret. Kata mbak panitia, jika tamu VIP itu nggak datang baru boleh diisi penonton biasa. Belakangan, mbak panitia menyuruh beberapa penonton yang baru datang untuk duduk di deretan bangku VIP tersebut. Kalau melihat dari penampilannya sih biasa saja, dari segi usia juga masih muda, kayak mahasiswa gitu. Apa mungkin mereka itu blogger yang diundang Tokopedia.

Para penonton yang tidak kebagian bangku

Pukul setengah delapan acara Tokopedia Roadshow Malang akhirnya dimulai dengan ditandai keluarnya seorang MC muda berpenampilan modis dan klimis. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Yudha Aliando. Dengan gayanya yang kocak Yudha bertanya kepada para penonton apakah ada yang kenal dirinya. Secara serentak semuanya bilang nggak kenal, kasiaaan he he he. Saya awalnya mengira Yudha itu d_kadoor, selebgram dari Malang yang lagi femes banget di Instagram sebab sepintas wajahnya mirip.


d_kadoor
MC-nya mirip d_kadoor

“Kok nggak ada yang kenal saya sih, padahal saya main di sinetron yang ngehitt banget di teve: Ganteng-Ganteng Selulit.”

Setelah berhasil mencairkan suasana dengan mengajak penonton bercanda, Yudha kemudian memberitahu jika di bawah bangku para penonton ada beberapa voucher Tokopedia senilai Rp.100.000 bagi penonton yang beruntung. Semuanya langsung mengecek bangku masing-masing, termasuk saya. Sarung kursinya menyusahkan kami untuk mengecek di bagian bawah. Beberapa saat kemudian para penonton yang beruntung mendapatkan voucher maju ke depan. Sebenarnya ada 10 kupon tapi malam itu hanya ada enam penonton yang maju.




Tokopedia Roadshow Malang Ciptakan Peluangmu
Para penoton beruntung dapetin voucher Tokopedia
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan JNE Jakarta. JNE sebagai partner pengiriman barang di Tokopedia sekaligus sponsor acara menyatakan bahwa tingginya penjualan di Tokopedia ikut mendongkrak frekuensi pengiriman barang via JNE. Tak lupa JNE juga memberikan bingkisan bagi penonton yang beruntung malam itu.
Di awal acara Yudha mengajak para penonton untuk berpartisipasi mengikuti Twit Competition dengan hadiah smartphone dari Smartfren. Saya sengaja pinjam hape Mama Ivon agar bisa memotret dengan bagus buat ikutan kontes ini. Hape saya hasilnya fotonya jelek, sedangkan foto di kamera nggak bisa di-bluethoot ke hape. Jadi saya memotret dengan hape Mama Ivon, hasilnya lalu dibluetooth ke hape saya baru kemudian saya buat ngetwit. Perjuangan banget deh buat dapet smartphone dari Smartfren.



Bintang tamu pertama yang tampil adalah Dodit Mulyanto, comedian lulusan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4. Dengan penampilannya yang lumayan modis, Dodit berhasil mengajak penonton tertawa dengan banyolannya yang sedikit sarkastik. 



Dodit SUCI 4
Dodit Mulyanto
Dodit yang kelahiran Blitar ini membuat saya tertawa dengan logat Blitar yang khas: mengingatkan saya sewaktu pertama kali main ke kampung halaman Mama Ivon dimana saya harus menawan tawa ketika mendengar logat dan dialog kerabat Mama Ivon yang terdengar lucu di telinga saya yang orang Malang ini. Selain logat Blitar yang medok, Dodit mempunyai ciri khas selalu membawa biola ketika tampil. Pakaian yang dipakai Yudha tak luput dari cemoohan Dodit.



“Iki opo seh kok ndlewer di clanamu, bandanae bokongmu tha?” (Ini apa sih kok menjulur di celanamu, bandanya pantatmu ya)
“Eh ngawur, ini karet celanaku.”
“Oalah, kalau jadi MC kudu dandan yang aneh-aneh yo?”




d_kadoor

Acara puncak pun dimulai yaitu sesi sharing dengan dua inspiring seller Tokopedia yaitu Dina Sri Agustin dan Fahrudin. Mbak Dina ini online seller yang berasal dari Malang, awalnya dia adalah seorang pekerja kantoran dengan posisi cukup tinggi di sebuah perusahaan. Namun karena merasa tidak berhasil menemukan esensi kehidupan melalui pekerjaan tersebut, akhirnya Mbak Dina memberanikan diri untuk mundur dari perusahaan. 





Tulang punggung keluarga ini kemudian mencoba bergerak di ranah lain, namun lagi-lagi gagal. Kegagalan dan berbagai masalah yang ia hadapi tidak lantas membuatnya menyerah begitu saja. Perempuan berusia 38 tahun ini terus mencari peluang bisnis lain dan akhirnya sukses menemukan passion bisnisnya di ranah online dengan menjual wall sticker.




Video Profil Mbak Diana

Lain halnya dengan Fahrudin. Beliau adalah mantan cleaning service yang saat ini sukses menjadi juragan mainan. Pada tahun 2012, Mas Fahrudin yang masih menjalani profesinya sebagai cleaning service memutuskan untuk mempelajari internet marketing dari berbagai sumber, lalu mulai berjualan mainan secara online sebagai pekerjaan sampingan demi membuat keluarga kecilnya hidup lebih layak. Setelah satu tahun berjalan, penghasilan dari berjualan online ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan bekerja sebagai cleaning service.



Dari Mbak Dina dan Mas Fahrudin saya mendapatkan banyak inspirasi tentang perjuangan hidup dan bagaimana mereka jatuh bangun membangun bisnis online mereka. Mbak Dina menuturkan tentang suka-dukanya melayani pembeli yang cerewet dan gaptek. Mbak Dina juga sempat mengalami masa-masa krisis, salah satunya ketika motor yang selama ini dipakai sebagai moda transportasi dicuri. Dengan penuh kegigihan dia terus berjualan dan kini Mbak Dina keuntungan materi yang didapatnya 11 kali dari gajinya sebagai karyawan bahkan dia berhasil mengkredit sebuah mobil.



Sedangkan Mas Fahrudin membuka rahasia kenapa mainnya laku di Tokopedia. Bukan semata karena harganya yang murah namun adanya value yang diberikan kepada pembeli. Mas Fahrudin tak hanya menjual mainan, tapi ‘menjual kenangan’ kepada para pembeli. Mainan-mainan jadul yang dijualnya laku sebab mampu mengobati rasa kangen para pembeli dengan masa kecilnya dan ingin mengenalkan mainan jadul itu untuk anak-anaknya. Trus juga Mas Fahrudin biasanya membungkus mainannya dengan kertas kado dan diberi kartu ucapan.



Dodit yang nyeleneh, dia malah curcol tentang para penonton yang suka merekam aksi para stand up comedia dan kemudian meng-upload-nya di youtube. Dodit buka kartu jika dia membutuhkan waktu tiga minggu untuk menyusun sebuah materi stand up comedy yang hanya berdurasi tiga menit. Seluruh jerih payahnya itu menjadi muspro (percuma) ketika penonton yang dihibur ternyata sudah pernah menonton materinya di youtube. 


Penampilannya tentu saja menjadi garing. Oleh karena itu Dodit menghimbau kepada para penonton agar tidak lagi merekam penampilannya dan mengunggahnya di youtube. Dia bilang tidak butuh youtube untuk terkenal karena justru itu malah membunuh kariernya. Tuh penonton, dengerin curhatan di Dodit.





Tokopedia Roadshow Malang Ciptakan Peluangmu
Penyerahan plakat dari Kak Ranu (Tokopedia) kepada para pembicara.

Malam itu Tokopedia juga menyerahkan bantuannya lewat program Tokopedia BerAksi kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Robbani. Bantuan yang diberikan berupa alat produksi, antara lain mixer, sealer dan mesin obras, untuk mendukung kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh LKSA Robbani.

Tokopedia BerAksi untuk LKSA Robbani

Waktu dua jam rasanya kurang untuk mendengarkan inspirasi dari para bintang tamu yang keren ini. Setelah sesi Tanya jawab dan pembagian plakat kepada para pembicara, talkshow pun ditutup. Tibalah kini pengundian kupon hadiaaah. Sayaang malam itu saya kurang beruntung karena baik kupon maupun twit saya tidak berhasil keluar sebagai pemenang. Setelah acara kelar saya segera mencari Anis, teman blogger saya dari Kepanjen untuk saya ajak foto bareng di photo booth. Sayang banget dia ternyata sudah di parkiran karena harus sudah kelamaan ninggal putrinya di rumah sehingga harus buru-buru pulang. 

 
Para pemenang kupon undian dan twit competition
Saya pun nggak jadi narsis di photo booth. Mau narsis sendirian kok nggak pede sebab yang lain foto bareng gank-nya masing-masing. Selain itu juga antrian foto dan antrian cetak fotonya lumayan banyak. Mama Ivon juga udah galau nungguin saya kok nggak pulang-pulang, ya udah udin saya cabut saja. Walaupun begitu saya tetap merasa senang bisa datang di acara Tokopedia Roadshow Malang yang keren ini, semoga next time Tokopedia ngadain acara serupa di Malang lagi.

 
Nggak jadi narsis di sini hiks :D

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

5 comments:

  1. Kucari cari event roadshow tokopedia di Malang,akhirnya nemmu juga...dan kucari cari fotoku juga ada..he..he..masaksih numpang lewat,sekalian download gambarku...he..he..

    ReplyDelete
  2. Wah, saya ketinggal info Roadshow Toped nih. Hehe. Tapi jadi tahu detailnya dari mas Ihwan. Thanks yo! :)

    ReplyDelete
  3. doh, bisa-bisanya saya nggak tahu info acara keren ini. laen kali ajak-ajak, dong, Om haha

    ReplyDelete
  4. mau ikutan dan daftar ternyata dah tutup, abis kuotanya

    ReplyDelete
  5. Tahu pas fotomu yang bangku penuh itu? Belakang sendiri Itu di tengah kosong, aku duduk di sana. Di antara mas kotak-kotak dan baju bergaris ijo. -,-

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.