Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Alhamdulillah Masih Rejeki Kami

Keluarga Biru         15 comments




Pernahkah Anda mengalami peristiwa dimana Anda hampir kehilangan suatu barang namun berkat pertolongan dari Allah, barang itu masih menjadi rezeki Anda. Kami pernah, bahkan tidak hanya sekali namun beberapa kali. Ini menjadi bukti bahwa kami, terutama saya termasuk orang yang agak teledor namun Alhamdulillah Allah sungguh Maha Pemurah selalu menyelamatkan kami dari peristiwa kehilangan.

  1. Hampir Kehilangan Tas
Peristiwa pertama terjadi ketika kami habis belanja kebutuhan rumah tangga di sebuah toko Serlibu (Serba Lima Ribu) di Malang. Setelah membayar semua belanjaan, kami pun menuju tempat parkir. Barang belanjaan saya taruh di depan, sementara Aiman duduk di tengah bersama Mama Ivon.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah, Mama Ivon mengajak mampir ke pasar untuk membeli tempe buat dimasak esok paginya. Sesampainya di pasar, Mama Ivon meminta dompetnya pada saya.
“Lho, aku nggak bawa dompet Mama!”
“Kan Papa bawa tasku?”
“Enggak, kirain tadi Mama bawa sendiri.”
Kami pun segera tancap gas kembali lagi ke toko Serlibu yang jaraknya lumayan jauh dari pasar. Sepanjang perjalanan Mama Ivon hampir menangis karena di dalam tasnya tidak hanya berisi dompet tapi juga blackberry dan tab saya. Belum lagi nanti harus mengurus kartu identitas dan ATM yang ada di dalam dompet, pasti ribet banget prosesnya. Saya sendiri juga panik, memacu motor sekencang mungkin agar lekas sampai di toko tersebut.
Ketika kami tiba di toko itu, Mama Ivon langsung bertanya ke tukang parkir. Sayang tukang parkirnya tidak tahu. Ketika kami melihat ke tempat motor saya tadi diparkir, ternyata tas cantik Mama Ivon masih bertengger dengan manisnya di atas jok motor orang lain.
Bapak tukang parkir kemudian bilang kepada kami kalo dia mengira pemilik tas itu masih berada di dalam toko jadi dia tidak mengamankannya. Syukur Alhamdulillah kami balik tepat waktu dan tidak ada orang yang mengambilnya.

  1. Hampir Kehilangan Tas Part 2
Kejadian serupa terulang lagi ketika kami habis survey di sebuah toko elektronik, lupa waktu itu mau beli apa. Kejadiannya sampa persis kayak pertama, setelah keluar toko kami ke parkiran dan langsung melenggang kangkung pulang.
Lagi-lagi kami baru sadar kalau tas Mama Ivon ketinggalan ketika mau mampir ke toko bahan kue. Padahal jarak antara toko bahan kue dan toko elektronik itu jauh banget. Rasa panik dan takut kehilangan yang kami rasakan jadi berlipat-lipat ganda. Apalagi kondisi lalu lintas cukup padat waktu itu, maklum weekend.
Ketika sampai di depan toko, Mama Ivon turun duluan dan menyeberang jalan. Sementara saya masih harus mencari jalan putar yang agak jauh. Pas saya balik ke toko, Mama Ivon sudah menunggu di tempat parkir dengan senyum di wajahnya. Alhamdulillah bapak tukang parkirnya baik hati mau mengamankan tas Mama Ivon yang (lagi-lagi) tertinggal di jok motor orang lain.
Semenjak saat itu Mama Ivon tidak pernah lagi menitipkan tasnya kepada saya, demikian juga saya nggak mau dititipin tas lagi, kapok deh. Apalagi kami jadi saling menyalahkan saat peristiwa itu terjadi. Nggak dewasa banget yak?

  1. Hampir Kehilangan Uang


Waktu itu kami sedang menemani kawan blogger dari Semarang yaitu Mbak Dewi Rieka dan Tari main ke Jatim Park 2. Sebelum membeli tiket masuk, saya mengambil uang di ATM. Setelah membeli tiket masuk, saya memasukkan sisa uang ke dalam dompet. Nah dompet itu saya taruh di saku belakang celana. Tak lama saya kemudian mengambil dompet itu dan memasukkannya ke dalam task arena takut jika dijambret. Nah saya lupa kalau di dalam saku itu juga ada uang dua ratus ribu.
Ketika di tengah perjalanan kami melihat aneka satwa di Batu Secret Zoo, kami berhenti di penjual makanan dan minuman. Saya pun ingat kalau di saku ada uang dua ratus ribu itu, saya rogohkan tangan ke dalamnya. Kaget dong saya, kok uangnya nggak ada. Saya cari di saku sebelahnya juga nggak ada. Saya ingat betul tadi uang itu masih ada di saku dan tidak saya masukkan ke dompet. Saya coba cari di tas juga nggak ada.
Mengetahui hal itu Mama Ivon jadi marah atas keteledoran saya. Wajar sih karena saat itu akhir bulan dan keuangan sedang menipis, eh lha kok saya malah menghilangkan uang dua ratus ribu! Kalau hanya sepuluh-dua puluh ribu sih kami masih bisa ikhlas ya he he he.
Pasti uang itu ikut keluar ketika saya mengambil dompet di awal perjalanan kami tadi. Karena terdorong oleh rasa bersalah, saya kemudian mencoba mencarinya dengan kembali ke pintu masuk. Mana Aiman pengin ikutan juga, akhirnya dengan menggendongnya saya pun menyusuri jalan. Berharap uang itu masih ada di sepanjang jalan.
Tapi sesampainya di pintu masuk saya harus gigit jari karena tidak menemukan uang tersebut. Rasanya melas banget deh waktu itu. Saya pun kembali ke tempat Mama Ivon menunggu dengan perasaan yang makin bersalah.
Ketika kami sampai, Mama Ivon sedikit tersenyum kepada saya sambil menunjukkan uang dua ratus ribu di tangannya. Hah kok bisa?
“Ini tadi aku coba ubek-ubek lagi tasnya, ternyata uangnya nyelip di pinggiran dompet.”
Alhamdulillah bingiiit, hanya Allahlah yang mempunyai kuasa sehingga uang itu nyelip di dompet dengan lekatnya jadi tidak sampai jatuh ketika saya mengambil dompet itu dari saku. Beban hidup saya seketika langsung sirna rasanya wekekeke dan kami pun melanjutkan acara liburan kami dengan hati riang.

  1. Hampir Kehilangan Uang Part 2
Kejadiannya masih gress kalau yang ini hehehe. Kemarin ceritanya saya membezuk teman kerja yang menderita sakit di rumah sakit. Dari parkiran saya berjalan bersama teman kerja menuju gedung rumah sakit. Saat itu saya mengambil hape yang tumben-tumbennya saya taruh di saku baju. Nah saya merasa ada yang ikut keluar dari saku, setelah saya cek masih ada ada uang di dalamnya. Saya pun jalan lagi dengan santainya.
Tak lama ada seorang pengendara motor di belakang memanggil saya.
“Mas, uangnya jatuh neh!” serunya sambil menunjukkan selembar uang lima puluh ribuan.
“Oh iya, makasih ya Mas.”
Alhamdulillah, uang lima puluh ribu itu masih menjadi rezeki saya berkat kebaikan hati pengendara motor tersebut.




Itulah 4 peristiwa hampir kehilangan barang dan uang yang pernah kami alami. Sungguh Allah begitu baik hati kepada kami ketika peristiwa itu terjadi, Alhamdulillah bangett. Beberapa hikmah dan pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari 4 kejadian di atas antara lain:
1.       Jaga barang milik Anda dengan baik, terutama jika sedang di keramaian. Jangan hanya mengandalkan pasangan atau teman, karena yang namanya manusia tidak luput dari penyakit lupa.
2.       Jangan menyimpan uang dan dompet bersamaan di dalam saku. Ketika kita mengambil dompet, uang itu bisa ikut keluar tanpa kita sadari. Masih untung uang saya nyelip di dompet, kalau ikut jatuh y awes bukan rejeki saya lagi.
3.       Siapa menolong orang lain, pasti suatu saat Allah akan menolongnya ketika dia sedang mengalami kesulitan. Ini bukannya saya kege-eran atau apa, saya ingat dulu ketika pulang kerja saya menemukan sebuah Black Berry (BB) di atas jok motor saya. Posisi motor saya waktu itu di pinggir jalan, namun BB itu tetap bertengger dengan manisnya di situ. Saya sendiri heran kenapa tukang parkir yang ada di pinggir jalan tidak melihatnya. Sempat kepikiran mau menyerahkan ke tukang parkir itu tapi karena takut dia tidak amanah, saya kemudian mengamankan BB tersebut.
Ketika saya cek, sang pemilik BB itu mencoba menghubungi lewat nomer pacarnya. Saya pun membalasnya, saya beritahukan jika ingin mengambil BB tersebut silakan mendatangi saya di perpustakaan. Esoknya gadis yang kehilangan BB itu datang untuk mengambilnya.
Sebenarnya saya bisa aja sih tidak mengembalikan BB tersebut, toh waktu itu tidak ada yang melihat saya mengamankannya. Apalagi hape saya waktu itu masih jadul, belum smartphone. Tapi saya buang jauh-jauh pikiran itu, saya bayangkan bagaimana jika kelak Aiman berada di posisi gadis tersebut.

Alhamdulillah kini Allah menolong saya ketika saya hampir kehilangan seperti gadis pemilik BB itu, bahkan Allah tidak hanya sekali menolong saya namun sampai empat kali. Alhamdulillah wa syukurillah.
Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

15 comments:

  1. jadi ikutan lega bacanya...
    masih rejeki yaa.. tas di serba lima ribu itu padahal kalo di pikir pake logika pasti udah di embat orang. tapi yg namanya maai rejeki. eh masi ada di jok orang. alhamdulillah...

    btw main ke blogsaya yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, saya juga mikirnya gitu. Mungkin hati orang yang lewat di toko serba lima ribu itu pada baik-baik semua.
      Salam kenal Mbak Risah, saya udah main n komen juga :-)

      Delete
  2. Walau nggak kece, mungkin ada baiknya dipertimbangkan menggunakan ransel buat Ivone. Jadi bukan tas tangan yang chantix tapi tas selempang atau tas dukung yang bakalan melekat terus di badan hihihi.

    Ivone harusnya titip tasnya ke aku aja haahahaha jangan ke Ihwan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ivon punya kok tas ransel Yan, kalau pas travelling jauh pasti pake itu. Cuman kalau belanja ke pasar aja masa pake ransel he3
      Eaaa, nanti kamu ada gilirannya sendiri bawain tas isi lump... *ilang sinyal*

      Delete
    2. Apa sih? *aku gak nyambung*

      Tasnya kecil aja, jangan yang ransel gede haha. Ukurannya kayak tas tangan tapi bisa diselempangin Wan.

      Delete
  3. Alhamdullilah, kata orang rezeki tak kan kemana, sama dengan barang kita miliki, kalau masih milik kita kahirnya balik juga. AMbil hikmah, jgn sampe teledor lagi.

    Aku kalau uang, selama travelling memang kupisah pisah, salah satu tips travelling, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, moga kami nggak teledor lagi. Lha ya itu udah aku terapkan tips travellingnya: uang kupisah di dompet dan saku, eh malah mau hilang he3

      Delete
  4. Xixixi, kalo tas itu Ivon teledor banget.

    ReplyDelete
  5. sy jg bbrp kali kehilangan hp dan selalu balik pak.hehe alhamdulillah.perlu dikasi chip khusus buat org2 pelupa sepertinya:) salam kenal,monggo mampir di www.pritahw.blogspot.com.trimsss

    ReplyDelete
  6. Jaga dan awasi barang anda denganbaik. Dan jangan menaruh barang berharga sembarangan itu intinya ya ? Kejujuran memanglah sangat mahal, dan pasti masih ada orang yang jujur.
    Sesekali titip uangnya padaku saja, dijamin aman dan cepat ludes :)

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah masih rejeki. Aku kalau tas sih masih aman. Plus nggak suka pake tas tangan. Hahaha. Jiwa preman :D

    Semoga semakin berhati-hati yaa :)

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah... masih rezeki ya mas :) sempat ikut deg-degan bacanya, semoga semakin berhati-hati. Salam dari Sidoarjo untuk keluarga Biru :)

    ReplyDelete
  9. hhhe keseringen itu pak, apalagi kalau udah di tempat kerjaan.
    kadang lupa hapenya yang naruhnya di mana, kunci motor, hhhee

    ReplyDelete
  10. Kadang juga sering mengalami kejadian kejadian ini mas,, tapi bersyukur kalau masih belum berstatus Hilang :D

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.