Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Belajar Menghargai Pilihan Anak

Keluarga Biru         9 comments






Jika kami mau keluar entah itu bepergian jauh-dekat atau sekedar jalan-jalan refreshing maka biasanya yang selalu bikin molor adalah Aiman. Biasanya sih yang bikin molor adalah urusan jaket dan sepatu/sandal. Yang namanya anak kecil kalau sudah menyukai suatu barang maka maunya dipakai terus-menerus. Tipe setia banget anak-anak itu, meskipun barang favoritnya itu sudah lusuh, bulukan tetap saja maunya dipakai.

Aiman sangat menyukai jaket-jaket ketika dia masih berusia dua tahun ke bawah, ada dua yaitu jaket warna putih totol warna-warni dan merah bergambar kelinci putih. Keadaan dua jaket itu selain sudah bulukan juga sudah mulai tidak muat, jika dipakai Aiman keliatan agak sesak. Tapi ya gitu deh, kalau keluar penginnya memakai dua jaket itu mulu. Padahal kami sudah membelikannya jaket baru dengan model yang bagus (menurut orang tuanya) tapi dia jarang sekali mau memakainya.


Aim dan Jaket Putih Fave
 
Aiman dan Jaket Merah Buluknya

Hal yang sama juga terjadi pada sepatu. Aiman suka sekali memakai sepatu-sepatu merah yang dibelikan neneknya di Hong Kong. Modelnya emang lucu tapi sayangnya itu buat anak perempuan he he he. Ada dua macem sepatu merah milik Aiman, model berbulu dan boot. Nggak tahu deh gimana neneknya Aiman pas beliin, apa nggak nanya sama penjualnya. #menantutidaktahuterimakasih 
Warna merahnya yang mencolok dan modelnya cocok buat anak perempuan itulah yang membuat kami kurang sreg bila Aiman memakainya. Kadang kami hanya mau pergi ke toko bahan kue dekat rumah, eh Aiman tetep pengin pakai itu. Di antara dua model itu, Aiman paling suka sama yang model berbulu. Mungkin karena terasa hangat kali ya makanya dia suka banget memakainya.

 
Keluarga Biru di Pantai Serang

Kalau yang boot sengaja kami tinggal di Blitar, dipakai kalau pas kepepet aja sih. Seperti dulu saat kami mbolang ke Pantai Serang dia memakai sepatu boot merah itu. Kami mengizinkannya karena perjalanannya jauh dan bahannya yang terbuat dari karet nggak masalah jika nanti misalnya basah terkena air laut.
Kemarin saat pulkam, Aiman kembali memakai boot merah itu untuk bersepeda. Jalanan di depan rumah Blitar belum diaspal dan berbatu jadi boot itu bisa melindungi kakinya. Neh liat gaya Aiman yang kekinian saat bersepeda di rumah neneknya.








 ***

Bagaimana pun juga anak juga manusia yang memiliki pilihan sendiri. Ada kalanya pilihannya sejalan dengan keinginan orang tua namun sering juga sebaliknya. Dalam hal pemilihan jaket dan sepatu ini, seringkali bikin Mama Ivon jengkel karena Aiman bersikeras dengan keinginannya. Dua orang ini memang setipe: sama-sama punya prinsip dan keinginan yang kuat, kadang susah banget buat diajak kompromi. #curcoldetedted
Kalau sudah gitu, saya lah yang menjadi penengah. Pertama saya akan coba kasih pengertian pada Aiman kalau jaketnya sudah buluk atau sepatunya nggak cocok buat dipakai Aiman. Ada kalanya berhasil. Namun kalau sudah nggak berhasil maka giliran deh saya yang kasih pengertian ke Mama Ivon.
“Ya sudahlah Ma biarin saja, daripada kita drama malah nggak jadi berangkat. Yang penting dia nyaman memakainya.”


Ini baru pilihan memakai jaket dan sepatu, bagaimana nanti jika Aiman sudah besar tentunya makin banyak pilihan-pilihan yang akan dihadapinya. Memilih sekolah, memilih jurusan saat kuliah, memilih teman, memilih pekerjaan, memilih jodoh eaaa sudah kejauhan banget pemikiran saya. Tapi kami harus mulai belajar dari sekarang, belajar menghargai pilihan anak. Dimulai dari hal-hal kecil seperti memilih jaket atau sepatu kesukaannya.
Kami sudah memiliki keinginan bahwa kelak akan memberikan pendidikan yang terbaik buatnya, kuliah di PTN agar nanti bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Syukur-syukur juga jika Aiman punya passion yang sama seperti kami yaitu menulis. Intinya sih kami menginginkan Aiman kelak memiliki kehidupan yang lebih baik dari kami.
 Beberapa hal yang sudah kami siapkan untuk masa depan Aiman antara lain mengikutkan Aiman pada asuransi pendidikan yang juga mengcover kesehatannya, menumbuhkan minat membaca dengan menyediakan buku-buku bacaan anak di rumah.  Mengajak Aiman ikut serta dalam kegiatan kami, misalnya dulu saat aktif menjalankan Mozaik kami selalu membawa serta Aiman jika ada acara launching atau bedah buku. Kalau sekarang beda, berhubung kami lagi semangat ngeblog maka Aiman pun selalu kami ajak jika kami menghadiri acara-acara blogger. Ya meskipun ada konsekuensinya kami jadi agak rempong bawa-bawa anak di acara blogger hehehe.


Mama, Bapak, Aim Punya Pilihan Sendiri


Itulah sedikit sharing saya tentang Aiman yang sudah memiliki pilihan sendiri apa yang ingin dia pakai ketika keluar. Anda juga pasti mengalaminya bukan? Monggo sharing di komen bagaimana Anda selama ini menghadapi pilihan anak yang kadang (atau sering) berbeda dengan kita. Sebagai penutup saya kutipkan salah satu bait dalam puisi karya Kahlil Gibran yang berjudul: Anakmu Bukan Milikmu.


Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.




Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

9 comments:

  1. Aim tinggi ya. Cepet banget gede. Bicara jaket, jadi inget dulu saat SD ada jaket bahan parasut yang ngehits banget. Gak peduli musim hujan atau panas, temen-temen pada pake dan aku sendiri gak punya. Ya sudah, pake jurus meminta-minta deh ke ayah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Yan, sekarang udah sepinggangku lho padahal masih umur 3 tahun. Semoga kelak tingginya bisa lebih dari aku biar bisa jadi model ahahaha #impiantakkesampaian
      Oh iya, dulu di Malang juga ngetrend itu jaket bahan parasut, aku ingatnya pas ikutan paskibar atau pecinta alam jaker kebesarannya parasut juga :P

      Delete
  2. Iya. Sama juga kayak alya anak saya. Kadang dipilihin baju bagus malah nggak mau. Maunya itu2 terus...sampe pernah saya umpetin, trus bilang..bajunya mo dicuci. Btw, sepedanya sama ma Alya. Klo alya cm hadiah susu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe anak-anak emang tipe setia, kita musti belajar dari mereka. Makasih udah sharing Mbak, salam kenal buat Alya.

      Delete
  3. nah sekarang heboh milih sepatu, bentar lg heboh aim milih pendamping hidup. :D

    ReplyDelete
  4. Hebat loh Aim udah pintar memilih, kita ortu emang cuma bisa memgarahkan. Anak sy yang 8 taun malah kdg masih mnt dibantu pilihkan bajunya, ga pede dia. Kalo yg kecil keblikn kakanya, udah bs milih. Maunya pakai celana gamau rokbiar pahanya ga kliatan

    ReplyDelete
  5. Itulah dunia anak anak. Pandangan anak tentulah berbeda dengan pandangan Dewasa atau pandangan kedua orangtuanya. Jika itu menyangkut bahaya, sewajarnya orang tua memberi pengertian kepada anak anaknya. Jika itu merupakan kesukaan sang anak dan tidak menimbulkan bahaya dari segi apa pun, take it for granted. Terima

    ReplyDelete
  6. Eh itu bootnya kayanya kebesaran juga deh. Cocoknya buat Asma. Wkwkw

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.