Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Nostagila Gobak Sodor: Permainan yang Mengajarkan Teamwork

Keluarga Biru         25 comments


Permainan Masa Kecil

Teknologi dan Permainan Anak


Perkembangan teknologi tidak dipungkiri telah mengubah setiap sendi kehidupan kita, salah satunya adalah permainan untuk anak-anak. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika kita melihat anak-anak zaman sekarang asyik bermain sendiri dengan gadget atau permainan elektronik seperti PS, laptop mini dan lain-lain. Tidak hanya anak usia sekolah, bahkan batita pun sudah pintar mengoperasikan gadget. #ambilkaca #pelukAiman
Ironisnya banyak orang tua yang memang sengaja memberikan gadget pada anak-anaknya, bahkan bangga jika anaknya yang masih batita sudah pintar bermain gadget. Padahal terlalu dini bersentuhan dengan gadget akan menimbulkan efek negatif dalam jangka pendek maupun panjang. #selfnoted #selfkeplak
Tidak hanya efek negatif yang merugikan kesehatan, permainan modern kebanyakan membuat anak asyik sendiri dengan dunianya sehingga mengurangi interaksi dengan dunia di luar dirinya, seperti orang tua, saudara dan teman-teman. Padahal interaksi sosial sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak-anak kita. #selfnoted #selfkeplak

Nostagila Permainan Masa Kecil


Gobak Sodor
Gobak Sodor (sumber gambar: http://novirahmayanti07.blog.upi.edu)

Hal ini kontras banget dengan masa kecil saya dulu, dimana anak-anak banyak yang bermain di luar rumah. Permainan yang dimainkan juga sangat beragam, mulai dari bermain kelereng, lompat karet, bentengan, umbulan, petak umpet, gobak sodor, enthik, engklek dan masih banyak lagi lainnya. #generasi90an #nostagila
Bersyukur banget saya terlahir sebagai Generasi 90an yang masih mengenal permainan tradisional. Mengapa begitu? Saya dulu termasuk anak rumahan dan pendiam #uhuk #sekarangjugatetep namun karena di rumah tidak memiliki mainan maka mau tak mau saya harus keluar untuk bermain.
Meskipun saya termasuk payah dalam bermain namun hal itu tak mengurangi kesenangan saya bermain bersama teman-teman. Main kelereng meleset mulu kalau membidik, main petak umpet kena giliran jaga mulu, main umbul juga kalah mulu. Kontras banget dengan kakak saya yang jago banget bermain, tiap kali pulang bermain dia selalu membawa bertumpuk-tumpuk umbul dan sekantung kaus kaki yang berisi kelereng. Bahkan saking banyaknya hasil kemenangan yang diraihnya, seringkali umbul dan kelereng itu dijual lagi. Dapet duit deh. #GueEmangPayah
Namun Alhamdulillah Allah masih sayang sama Ihwan kecil, dibalik kekurangan tersembunyi potensi yang bisa digalih menjadi kelebihan. Tubuh saya sejak kecil kurus, karena kurus itulah saya bisa nyempil-nyempil dan bisa gerak lebih gesit. Hal inilah yang membuat saya seringkali menang jika bermain Gobak Sodor. Buat Anda generasi 90an ke bawah pasti tahu dong apa itu permainan Gobak Sodor? #KalauNggakTauNggakGaul

Apa itu Gobak Sodor?


Menurut Tante Wiki: Gobak Sodor atau dikenal juga dengan nama Galah Asin atau Galasin adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan salah satu anggota grup harus mampu melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Saya dulu suka banget bermain Gobak Sodor di sekolah bersama teman sekelas dan adik kelas. Biasanya waktu permainan di pagi hari sebelum bel masuk atau siang ketika istirahat. Karena mainnya berkelompok kami suka bertanding antar kelas, jadi kadang bermainnya sudah kayak membawa nama kelas gitu. Yang biasa bermain Gobak Sodor adalah anak kelas 3 sampai 6, maklum permainan ini membutuhkan ketangkasan, kemampuan menganilisis keadaan dan sedikit trik untuk mengecoh lawan main. Jadi kalau main sama yang masih kecil ntar jadi nggak seru. #LebihSeruMainSamaKamu

 
Cara Bermain Gobak Sodor (sumber gambar: http://carageek.com/umum/725/725/)

Kami biasanya bermain Gobak Sodor di lapangan sekolah, kebetulan lapangannya sudah digaris-garis menjadi lapangan bulutangkis sehingga cocok sekali dipakai bermain Gobak Sodor. Kalau di lapangan sudah berlangsung permainan Gobak Sodor maka dijamin penontonnya bakalan ramai karena  melihat keseruan dan intrik yang dipakai kedua tim itu juga mengasyikkan. Para cewek biasanya akan jejeritan jika teman sekelas atau tim yang didukungnya ada yang tertangkap. Saking ketagihannya bermain Gobak Sodor, pihak sekolah sampai melarang anak-anak kelas 6 untuk ikut bermain jika mendekati waktunya ujian Ebta/Ebtanas (UNAS). Sebab dikhawatirkan mereka akan kecapekan dan tidak bisa konsentrasi belajar. #HoshHosh

Manfaat Gobak Sodor


Gobak Sodor bukan sekedar permainan anak, di dalamnya ada beberapa manfaat yang baik bagi anak-anak. Manfaat yang dulu saya rasakan antara lain:

1.       Saranan Olahraga Yang Menyenangkan

Bermain Gobak Sodor membutuhkan stamina yang prima karena kita harus bergerak gesit menghindari pegangan lawan. Bahkan kalau diperlukan kita harus berlari kencang manakala peluang untuk kembali ke posisi awal terbuka lebar atau jika kita di posisi penjaga kita harus bisa menangkapnya.
Karena intensitasnya yang tinggi itulah, membuat tubuh kita aktif bergerak seperti berolahraga. Ditambah lagi keseruan bermain membuat Gobak Sodor menjadi menyenangkan, ini bisa mengusir kejenuhan atau kebosanan setelah mengikuti pelajaran.

2.       Mengasah Kemampuan Menyusun Strategi

Agar bisa mengecoh lawan atau sebaliknya mengagalkan usaha lawan untuk lolos maka kita perlu menyusun strategi yang matang. Siapa yang harus bergerak duluan, siapa yang bertugas mengecoh lawan, siapa yang bertugas menghadang di garis utama. Itu semua harus disusun dengan matang agar bisa memenangkan pertandingan.

3.       Mengajarkan Team Work

Karena dimainkan secara berkelompok dan menuntut kekompakan maka lambat laun menumbuhkan rasa solidaritas dan kebersamaan di antara anggota grup. Setiap anggota grup harus bekerja sama dan tidak boleh memikirkan keselamatan diri sendiri. Kita juga harus membuang jauh ego untuk tampil menonjol, adakalanya kita harus menjadi pengecoh agar anggota grup yang sudah dekat dengan posisi awal bisa lolos. Itu semua dirangkum menjadi satu kata yaitu: Teamwork.
Teamwork ini akan menjadi bekal bagi anak-anak ketika nanti mereka masuk di dunia kerja ataupun organisasi. Jadi permainan Gobak Sodor mempunyai manfaat jangka panjang yang sangat baik bagi perkembangan kepribadian anak.

Itulah nostagila saya tentang permainan favorit di masa kecil yaitu Gobak Sodor. Yuk menjadi tugas kita sebagai generasi yang lebih tua atau sebagai orang tua untuk mengajak anak-anak mengenal dan bermain permainan di masa kecil kita yang beragam dan mempunyai banyak manfaat bagi perkembangan anak. Ada yang mau bermain Gobak Sodor bersama Keluarga Biru? Yuk kami tantang keluarga Anda hehehe.


Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil
yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa







Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

25 comments:

  1. Dari tadi BW udah lihat aneka permainan masa lampau
    Ah jadi nostalgia beneran deh
    Klo diKendari ini namanya masin Asin, gak tahu juga kenapa namanya begitu

    Semoga menang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya saya juga heran dan kepo kenapa kok ada yang namain pake kata asin-asin gitu. Aamiin, ikutan juga yuk Mbak.

      Delete
  2. Wah iya dulu hampir tiap sore kumpul di lapangan main ini. Bertengkar karena gobak sodor, seneng-seneng ya karena gobak sodor. Dulu pas kecil kita nggak mikir manfaatnya tapi setelah dewasa tahu permainan ini ada manfaatnya hehe.

    Semoga dapat hadiahnya Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan pas kecil kita tahunya hanya bermain saja dan mungkin pikirannya belum nyampe ke sana he3
      Aamiin, makasih Ndri doanya.

      Delete
  3. Hmm apa sama ya dengan main BENTENGAN. Kurang lebih begitu sih taktiknya hehehe. Good luck buat GA-nya Wan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda Yan, kalo bentengan itu di Malang mainnya pakai tiang besi sebagai benteng. Tiap grup berlomba siapa yang bisa menyentuh duluan lawannya nanti ditahan. Trus kalo berhasil nyentuh tiangnya dia menang mutlak. Aamiin, makasih Yan.

      Delete
  4. Suka deg2an main ini kalau kepegang nnati sekelompok bisa gantian jaga :D

    ReplyDelete
  5. Suka deg2an main ini kalau kepegang nnati sekelompok bisa gantian jaga :D

    ReplyDelete
  6. wah ia kalau dulu aku main waktu SD ini, asyik capet tapi bahagia banget.hehehe
    cuma sekarang yang bikin susah jarang tanah lapang buat main ini

    ReplyDelete
  7. Ini permainanku dulu. Bahkan bisa memakai setengah lapangan sekolah. :D

    ReplyDelete
  8. waa nostalgia banget baca ini, kalo sekarang palingan bentar lagi bakal ada aplikasi game onlinenya duh :) hhhe

    ReplyDelete
  9. jadi inget dulu pas maen ini sampe lecet2 lutut nya.... :D tapi seru,,, dimana kerjasama antar team sangat diperlukan,, disitulah kita belajar kekompakan:D

    ReplyDelete
  10. "Kelereng itu dijual lagi. Dapet duit deh." Nahhh, bener nih. Pas maen gundu, gue dulu juga sering menang terus gundunya banyak dan gue jualin.

    Duh, jadi kangen masa kecil, kangen maen gobaksodor. :(

    ReplyDelete
  11. Kalau permainan sekarang mah pada sendiri sendiri, game online contohnya, jadi kurang bersosial. Btw salam silaturahmi Mbak, kunjungan baliknya ya di http://amir-silangit.blogspot.co.id/2016/01/mengenang-era-90-dengan-memainkan.html terimakasih :-D

    ReplyDelete
  12. Wah waktu kecil kok aku gatau permainan ini ya :(

    ReplyDelete
  13. yaah komenku kemana ya..
    ditiup sinyal mungkin ya hehe

    saya suka mainan ini pernah jadi mata pelajaran olah raga juga pas sd. deg2an kalau pas kejebak :D

    ReplyDelete
  14. Anak sekarang tau ngak permainan ini kira2 ??? kayak nya tau nya hasil permainan di ipad aja hehehe

    ReplyDelete
  15. Lama-lama makin jarang yang memainkan

    ReplyDelete
  16. Jadi ingat ada teman yang cerita katanya nama aslinya 'go back to door' akhirnya jadi gobak sodor, apa iya ya hi hi hi.

    ReplyDelete
  17. Dulu aku suka main gobak sodor...

    ReplyDelete
  18. saya gak terlalu ahli kalo main gobag sodor

    ReplyDelete
  19. mainan aku kecil juga, cuma selalu kalaah hihiii karena ga kompak

    ReplyDelete
  20. mainan aku kecil juga, cuma selalu kalaah hihiii karena ga kompak

    ReplyDelete
  21. Membuat anak bergera ya permainan gobak sodor ini. SAyang sekali jarang anak-anak yang memainkannya sekarang

    ReplyDelete
  22. Galasiiin.. dulu sampe jadi turnamen di class meeting tiap akhir cawu. hihihi

    (( CAWU ))

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.