Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Mengabadikan Perjalanan Hidup dengan Kamera Ponsel

Keluarga Biru         41 comments



http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html



Zaman sekarang kalau kita beli ponsel maka salah satu fitur yang jadi pertimbangan utama adalah fitur kameranya. Apalagi buat para kawula muda kekinian yang doyan narsis, selfie, grufie atau wefie pasti ingin punya kamera dengan fitur kamera yang canggih dan bagus hasilnya. Bahkan kalau bisa hasilnya nggak kalah bening dengan foto-foto hasil jepretan kamera DSLR.




Mantan Narsis Kambuhan



Saya pun dulu pas masih bujang kalo beli ponsel harus ada fitur kameranya, maklum nama tengah saya itu narsis. Mungkin ‘penyakit’ narsis ini akibat masa kecil saya yang kurang bahagia yaitu juaraang banget difoto. Bahkan foto masa kecil saya bisa dihitung dengan jari. Harap maklum, orang tua zaman dahulu nggak sempat mikirin mau motret anaknya setiap saat. Yang penting anaknya nggak kelaperan itu sudah cukup wes. 

 
Satu-satunya foto balita saya


Palingan foto-foto kalau pas rekreasi, kan biasanya ada fotografer yang suka nawarin jasa foto. Atau pas kebetulan ada tukang foto keliling lewat depan rumah, langsung deh dicegat buat foto-foto bareng keluarga. Saya masih ingat dulu ketika menemani Ibu jemput kakak dari sekolah, dalam perjalanan pulang ke rumah kami bertemu tukang foto keliling. Langsung deh Ibu mengajak kami foto bertiga.


Kenangan Foto Bertiga bersama Ibu dan Kakak



Gara-gara urat narsis saya yang kenceng itu, pas masih ngeblog di MP dulu saya sampai masuk nominasi MPers Ternarsis. Kalau saya sekarang lihat foto-foto narsis zaman masih bujang dulu jadi malu dan ketawa sendiri, kok bisa saya saya narsis banget kayak gitu. Mama Ivon apalagi, dia langsung ngeledekin saya habis-habisan. 






Kalau nggak percaya, neh lihat foto-foto narsis saya zaman masih bujang. Saya biasanya doyan narsis kalau habis ganti model rambut, duuuh itu memori hape pasti deh penuh dengan foto-foto narsis saya dengan berbagai pose yang diambil dari berbagai sudut. Sebelas dua belas deh ama Nicholas Saputr. Kalau nggak percaya lihat aja hasil tesnya di bawah ini.





Trus apakah setelah menikah, fitur kamera masih menjadi pertimbangan utama saya ketika membeli ponsel?




Masiih dong, malah sekarang narsisnya lebih seru karena rame-rame bersama anak istri. Sudah tak terhitung lagi foto-foto narsis mulai dari zaman masih pacaran, menikah hingga kemudian lahirnya Aiman.  Seperti tampak pada foto-foto di bawah ini.

 
Narsis di Hari Pernikahan


Ini adalah foto narsis kami setelah resmi menjadi suami istri. Sebenarnya kami sudah menyewa fotografer untuk mendokumentasikan pernikahan kami. Tapi nggak mungkin kami berfoto sedekat dan seintim ini di depan fotografer. 


Foto berikutnya adalah di hari kelahiran Aiman. Waktu itu di tengah rasa khawatir akan jalannya operasi Caesar yang dijalani Mama Ivon, saya mengeluarkan kamera di celana saya dan memotret diam-diam proses operasi tersebut. Eh nggak tahunya salah satu perawat malah menyuruh saya berdiri agar bisa memotret lebih leluasa. 

 
Proses Kelahiran Aiman


Berkat kamera ponsel kesayangan saya itu kami pun bisa mengabadikan moment ketika Mama Ivon dan Aiman bertatap muka untuk pertama kalinya setelah sembilan bulan melalui proses kehamilan yang penuh dengan perjuangan. Kelak jika Aiman sudah besar akan saya tunjukkan foto-foto ini agar dia tahu bahwa kasih sayang Mama Ivon begitu besar padanya hingga Mama Ivon rela bertaruh nyawa saat melahirkan dirinya.

Perjumpaan pertama Aiman dan Mama Ivon





Mengabadikan Moment Keluarga



Kehadiran ponsel berkamera sangat berarti sekali buat saya karena saya bisa langsung mengabadikan setiap moment indah bersama keluarga. Mulai dari moment yang sederhana hingga yang sakral. Salah satu foto sederhana namun memiliki kesan mendalam buat saya adalah foto Mama Ivon dan Aiman ketika mereka berdua terlelap tidur. 


Mama Ivon dan Aiman


 Melihat wajah Aiman yang begitu mirip dengan Mama Ivon ini membuat saya semakin menyadari kebesaran Allah yang menciptakan seorang anak dengan wajah yang mirip dengan ibu atau ayahnya. Tidak hanya mirip wajahnya namun caranya tersenyum dan berbicara juga sama.


Tidak hanya foto, dengan kamera ponsel saya pun bisa mengabadikan kebersamaan keluarga dalam wujud video. Saya paling sering merekam aktivitas Aiman, entah itu di rumah maupun saat pergi ke tempat-tempat wisata. Aiman pun juga suka melihat hasil rekaman video-videonya. 



 

Video ini adalah video terbaru Aiman, yaitu ketika dia bermain di Play Ground yang berada di Alun-Alun Malang. Saya merekamnya menggunakan Asus Zenpad 7.0 Z370CG. Fitur kamera belakangnya 5MP dan kamera depannya 2MP, sudah cukup buat saya untuk menghasilkan foto dan video yang tidak kalah dengan kamera digital.


Seiring berjalannya waktu, kami pun diberi rezeki sehingga bisa memiliki kamera prosumer yang bisa memotret lebih canggih dengan hasil yang lebih bagus. Kebetulan Mama Ivon suka sekali beraksi di dapur, membuat aneka kue dan masakan. Nah hasil kreasi dapurnya itu dia potret dan pajang di blog. Saya sendiri juga mulai mendalami dunia blog yang mengharuskan saya melakukan liputan baik itu objek wisata maupun kuliner. 





Namun adakalanya, ada keengganan membawa kamera dikarenakan bobotnya yang cukup berat. Dan akhirnya saya kembali lagi dengan senjata awal saya yaitu kamera ponsel. Sebenarnya jika kita tahu trik-triknya kita tetap bisa menghasilkan foto-foto berkualitas bagus untuk ditampilkan di blog. Apalagi yang namanya objek foto yang bagus atau moment yang indah itu kan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dengan adanya kamera ponsel maka kita bisa langsung memotretnya dengan cepat dan sigap.

Di kolam renang Kampung Lumbung
 
View cantik di Kampung Lumbung
Acara rafting di Batu

Wiskul di Mie Galau
 

Eh tapi sekarang saya agak susah bawa-bawa Asus Zenpad kalau keluar. Bukannya saya males tapi Aiman sudah mengklaimnya sebagai miliknya. Jadi kalau saya nekat bawa gitu pasti deh ditanyain mulu, giliran Mama Ivon yang capek jawabnya. “Mana hapeku Ma, mana hapeku?”


Makanya saya sekarang mau nabung agar bisa beli kamera ponsel keluaran terbaru Asus yaitu Asus Zenfone yang hasil fotonya lebih oke dan kece. Gimana nggak, kamera belakangnya aja 13 MP dan depannya 5 MP. Waduuuh bisa kumat lagi neh ‘penyakit’ narsis saya saat masih bujang dulu, bisa lupa anak istri neh gara-gara keasyikan foto pakai Asus Zenfone ini wekekeke.


Moment liburan di Alun-Alun Batu
Demikianlah sedikit cerita saya tentang Aku dan Kamera Ponsel. Kehadiran ponsel berkamera sangat berarti sekali buat Keluarga Biru karena dengan kamera ponsel itu kami bisa mengabadikan setiap moment indah yang terjadi secara spontan di tengah-tengah kebersamaan kami. Foto-foto itu menjadi saksi abadi perjalanan keluarga kecil kami dalam mengarungi samudera kehidupan yang fana ini. Syukur-syukur jika foto-foto kebersamaan kami bisa menjadi inspirasi bagi para jomblo di luar sana untuk segera menikah. Kami aja udah foto bertiga, malah sebentar lagi berempat, masa kamu foto sendirian mulu dari dulu? Tsaaah *disambit Zenfone sama para jomblo galau bin baper.





Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com





Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

41 comments:

  1. Saking yg dicari hp berkamera bagus, suami sering tanya mo beli hp apa kamera sih, hihi.

    Sukses GA nya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe bilang aja beli kedua-duanya Mbak.
      Aaamiin, ikutan juga yuk Mbak.

      Delete
  2. eh, itu foto mama Ivon dan Aiman waktu barusan lahir, mirip banget.

    BTW, kenapa iwan sekarang nggak berponi lagi kayak muda dulu? *dikepruk hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang Aiman juga makin mirip Ivon.
      Kalo sekarang berponi nanti takut nyaingin Bay Yong Jun hi3

      Delete
  3. Metamonarsisnya nggak nguatin banget Mas..mama ivon gimana tuh tanggepannya sm foto2 zaman muda itu?haha. Wah trmsuk rajin y mengabadikan kluarga, suamiku sih kalah narsis kalo sm aq..=))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia suka ngeledekin, apalagi yang berponi itu wakakaka.
      Iya saya memang ingin di setiap moment keluarga ada fotonya, emang dari sononya narsis sih trus dapat istri yang suka narsis juga jadinya klop deh.

      Delete
  4. Jadi mules liat poto metamorfosisnya mas ihwan. Jauh dan beda banget sma yg skrg xoxoxooxoxo *peace....

    Baper pngen poto pake Asus Zenfone hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaah mpe mules, emangnya saya cabe rawit :D
      Samaa, yuk ikutan GA-nya biar dapeting Asus Zenfone.

      Delete
  5. Aiman lucu waktu bayi, itu difoto senyum
    Eh Mas, itu beneran Mas Ihwan? Hehehe

    ReplyDelete
  6. hadeuh pake ngeklaim bisa ngalahin Nikolas Saputra lg wkwkwk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh lihat tuh hasil tes fotoku udah aku up-date, mirip ama Nico wakakakaka.

      Delete
  7. Boleh numpang ngakak gak Wan? Huahahahahaha... padahal aku udah pernah liat sih foto-foto itu sejak jaman MP, tapi kok sekarang ngeliat lagi rasanya pengen ngakak ya :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh-boleh, asal jangan lupa bawain aku menu buka dan sahur ya.

      Delete
  8. wah kamera ponsel memang bisa mengabadikan perjalanan hidup ya mas. Setuju.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Mbak.
      Waha deg-degan neh didatangi langganan juara lomba blog.
      Salam kenal ya Mbak.

      Delete
  9. ciahhhhh..... foto masih kecil ada mas? hehehe... salam kenal mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah masih ada Mas.
      Salam kenal balik n thanks udah mampir.

      Delete
  10. Waaaan, kamu pas muda kok cupu gitu? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cupu iku artie Cuakep Punya yoo Nis wakakaka

      Delete
  11. Kamera ponsel penting banget dibawa.pas ada momen bagus lamgsung di klik

    ReplyDelete
  12. Saya malah gak punya foto balita, adanya cuma pas foto raport SD. Itupun hitan putih dengan ukuran 3x4..

    Sukses buat lombanya, mas. Dan salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
  13. Jaman kamera analog dulu sudah banyak yang lakukan 'self-portrait' sebenarnya, kebanyakan pake fasilitas timer di kamera yang hasilnya baru bisa dilihat setelah dicetak :D
    Sudah banyak teknologi yang beri kemudahan saat ini ya mas Ihwan, semakin banyak kenangan yang terekam :)

    ReplyDelete
  14. Segalanya jadi cepet utk diabadikan ya kalau pake kamera ponsel :)

    Thanks ya sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel
    Good luck.

    ReplyDelete
  15. Foto jadulnya tuh memang membawa nuansa yang berbeda ya. Tp paling suka, foto lahiran anak pertamanya ...touchibg

    ReplyDelete
  16. Keluarga kecil yang terasa hangat dan nyaman, salam kenal mas :D
    Kamera ponsel memang penting yah buat mengabadikan tiap moment

    ReplyDelete
  17. Suram juga masa lalunya mas ihwan, foto balita cuma 1, hehe. gak bisa ngeliat masa-masa kecil pas lagi lucu2nya dong :D tapi sekarang mah udah cakep berkat ASUS, great!! Artikelnya bagus dan menarik, jadi tahu juga kalo hobinya mas ihwan dan keluarga, selalu abadikan momen bersama hehe :)

    baca juga kisahku mas ihwan :) : http://goo.gl/OPYTBq

    ReplyDelete
  18. haha kalimat terakhir ngenes banget bagi para jomblo, untung saya udah gak :D

    ReplyDelete
  19. ponsel sekarang memang bukan perkara bisa nelpon dan sms saja ya, tapi juga fitur-fitur lainnya. termasuk kamera yang memang sering bikin suasana jadi seru dengan foto-foto. entah itu foto sendiri maupun rame-rame :)

    eh, endingnya ini bikin para jomblo berasa gimana gituh bacanya :D

    ReplyDelete
  20. Memang jaman sekarang udah menjadi tren dan kebutuhan untuk mengabadikan semua momen berharga dalam hidup kita. Perkembangan teknologi membuat semua itu menjadi cukup mudah. Semoga sukses dengan GA nya ya Mas Bro, salam dari Pontianak... :-)

    ReplyDelete
  21. Sejak kamera DSLR kami hilang, sekarang kami cuma bisa mnegandalkan kamera handphone. Tapi bener kok, kamera handphone pun nggak kalah keren hasilnya. Semoga sukses ya mas, untuk GA #KameraPonsel :)

    ReplyDelete
  22. Tapi justru yang jarang foto itu yang spesial kan ya :) jadi memori betapa ortu sayang banget sama kita. Tiap ketemu tukang poto mesti poto hehehee - yo sama mas aku juga ikutan lombanya :D moga moga diantara kita ada yang menang

    ReplyDelete
  23. Gak nguatiiiii liat foto jadulnya hahahaha

    ReplyDelete
  24. Saya juga senang mengabadikan tumbuh kembang anak dengan kamera :)

    ReplyDelete
  25. haduh iya bener itu ada foto alay, ampun banget deh aku yang narsis dulu gak sealay gitu :p

    ReplyDelete
  26. Setuju setuju, kamera ponsel dibutuhkan terutama saat ingin mengambil gambar secara spontan

    ReplyDelete
  27. waah waah, aku baru tahu, ternyata pak Ihwan narsis dari kecil, hihihi

    ReplyDelete
  28. Narsis rupanya sdh mendarah daging ya mas, bagusssss, banyak kelebihannya kan sekarang, haha :D Salam sama Mama Ivon, Aiman, dan calon debay^^

    ReplyDelete
  29. Setuju banget ini, kamera ponsel jadi merekam momen perjalanan hidup ...

    ReplyDelete
  30. Melihat foto paling jadul makin terasa berharga.

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.