Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

Travelling Naik Apa?

Keluarga Biru         20 comments



Travelling Naik Apa?


Kemajuan teknologi telah membuat aktivitas travelling menjadi lebih mudah, jarak yang jauh tidak lagi menjadi kendala. Kita bisa memilih armada transportasi yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kemampuan dompet kita hehehe. Meski jam terbang travelling saya masih sedikit tapi Alhamdulillah saya sudah merasakan beberapa macam armada transportasi. Nah kali ini saya mau sharing pengalaman saya travelling dengan beberapa armada transportasi. 


1.       Motor



Kendaraan yang paling sering saya pergunakan saat travelling di sekitaran Malang dan Blitar adalah motor. Kebetulan memang Keluarga Biru rutin mudik ke Blitar setiap bulan, nah agenda mudik ini kami manfaatkan juga untuk travelling. Objek wisata yang kami kunjungi dengan naik motor antara lain Pantai Tambak Rejo, Pantai Serang, Kampung Cokelat dan beberapa bendungan di Blitar.

Alasan utama memilih naik motor karena kami belum punya mobil hehehe. Kelebihan naik motor itu kita bisa lebih bebas mengatur waktu perjalanan, kalau merasa capek ata mengantuk maka bisa berhenti sebentar buat beristirahat. Jika mendadak laper tinggal berhenti di tempat makan yang ada di sepanjang jalan.

 
Travelling ke Pantai Serang, Blitar



Kelebihan kedua, misalnya agenda travelling kita bersamaan dengan musim mudik atau liburan bisa meminimalisir terjebak macet karena motor bisa nyelip-nyelip di pinggiran. Kelebihan ketiga, ini yang paling utama buat saya adalah naik motor itu anti mabuk darat wakakaka. Maklum saya ini memang pemabuk berat. Palingan kalau naik motor itu ngantuk dikit tinggal melipir aja ke warkop pinggiran jalan.

Kekurangan jika traveling naik motor sudah pasti kalau panas siang bolong ya kepanasan dan saat hujan deras ya kehujanan. Kesian anak-anak, makanya kami punya cita-cita punya mobil agar acara mudik dan traveling kami jadi lebih nyaman dan aman pastinya.


2.       Mobil



Mobil menjadi pilihan kami jika liburan bersama keluarga besar atau teman, pertimbangan utama biasanya agar lebih nyaman, tidak ada angkutan umum yang menjangkau objek atau tujuan liburan kami. Kalaupun ada, ternyata setelah ditotal malah lebih hemat dan efisien menggunakan mobil.

Berhubung saya belum bisa mengendarai mobil maka kami menyewa mobil di tempat penyewaan mobil. Biasanya sih sekalian sama drivernya, kalau pas drivernya kosong maka harus mencari sendiri.

Kelebihan travelling memakai mobil sama dengan naik motor, bisa bebas menentukan waktu keberangkatan atau pulang, bisa berhenti dimana saja jika merasa capek atau lapar. Trus semua kekurangan yang dirasakan saat naik motor tidak akan dirasakan saat naik mobil: tidak kehujanan atau kepanasan.

Kekurangannya, jika sedang macet maka mobil tidak bisa nyalip-nyalip seperti motor. Lalu terkadang saya kurang cocok dengan AC mobil terutama yang bau pengharumnya menusuk hidung, kalau sudah gitu saya bakalan mabuk perjalanan deh. Solusinya adalah saya meminta AC dikecilin bahkan dimatikan saja, trus buka jendela mobil. 


3.       Bus



Bagi saya, bus adalah musuh utama saya saat travelling. Sejak kecil saya selalu punya pengalaman buruk naik bus, mulai dari mabuk darat ringan hingga mabuk darat berat. Yang terbaru saat saya ikut acara gathering kantor ke Yogyakarta naik bus malam, saya mabuk darat parah hingga harus dilarikan ke UGD sebuah rumah sakit di Nganjuk. Akibatnya, saya pun terpaksa batal ikut ke Yogyakarta.



Saat berangkat gathering ke Yogyakarta



Penyebab utama saya sampai mabuk darat parah karena kondisi badan yang memang sudah kurang fit saat berangkat. Saat diperiksa di UGD, tensi saya anjlok yaitu 70/80. Yang kedua saya keasyikan chit-chat dengan teman di wasap, saya lupa jika terlalu lama membaca saat naik kendaraan bisa membuat saya pusing. Padahal waktu itu saya sudah minum obat anti mabuk lho, tapi tetap saja tidak mempan.

Jadi saran saya, jika memutuskan naik bus saat travelling terutama bus malam maka persiapkan kondisi badan dengan baik. Jangan nekat melakukan travelling agar tidak bernasib seperti saya. Kenali kemampuan diri, Anda yang tahu sampai dimana ketahanan fisik Anda menempuh perjalanan.


4.       Kereta Api



Inilah armada transportasi andalan saya jika travelling dengan jarak yang lumayan jauh. Kondisi kereta yang stabil dan nyaman membuat saya tidak mengalami mabuk perjalanan meski harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam.

Apalagi sekarang PT KAI sudah memperbaiki layanannnya dan harga tiket kereta api juga terjangkau oleh semua kalangan. Tinggal kita memilih tipe kereta mana yang sesuai dengan budget liburan kita.

Kendala yang pernah saya alami saat travelling menggunakan kereta api tidak begitu berarti yaitu sering kedinginan jika naik kereta malam karena AC-nya bener-bener kenceng dan pantat terasa sakit karena terlalu lama duduk.


Naik kereta api ke Yogyakarta



Kami pernah sih punya pengalaman ketinggalan kereta api saat pulang travelling dari Yogyakarta. Maklum saat itu memang liburan akhir tahun sehingga kami terlambat datang di stasiun. Gara-gara ketinggalan kereta kami sekeluarga terpaksa tidur di stasiun lho, cerita lengkapnya bisa disimak di sini. Walaupun begitu kami tidak kapok naik kereta api, karena sejauh ini kereta api adalah armada transportasi yang paling nyaman dan bisa kami jangkau jika travelling jarak jauh.


5.       Pesawat Terbang



Alhamdulillah, ganteng-ganteng begitu (kalau bilang jelek-jelek begini udah mainstream banget) saya sudah pernah merasakan naik pesawat terbang. Baik itu dalam rangka liburan atau acara kantor. Alhamdulillahnya lagi semua gratis, saya tinggal setor badan doang.

Pertama kali naik pesawat ketika ada acara liburan kantor ke Singapura dan Malaysia. Sudah pasti rasanya senang dan seru sekali, pengalaman pertama ke luar negeri naik pesawat pula. Pesawat yang saya naiki waktu itu cukup mewah, buat ukuran saya sih. Di kursinya ada televisi dimana kita bisa melihat proses ketika pesawat take off dan landing. Jadi meskipun tidak duduk dekat jendela, kita bisa melihat penampakan daratan mulai dari dekat hingga terlihat kecil saat pesawat sudah mengangkasa. Tak hanya itu saja, kita juga bisa melihat TV kabel saat berada di udara. Benar-benar pengalaman pertama yang berkesan dan tak terlupakan.


Saat gathering di Singapura



Terakhir kali naik pesawat bulan September kemarin, saat saya lolos mengikuti acara launching Zenfone 3 di Bali. Yang bikin unik dan berkesan adalah saat pulang saya menaiki pesawat terbang jenis baling-baling. Antara seru dan agak-agak parno. Padahal sebenarnya pesawat terbang baling-baling justru yang paling aman lho, bahkan dia bisa tetap terbang meski hanya satu baling-baling yang berfungsi. Serunya saya duduk persis di samping baling-baling sehingga saya bisa mendengar dengan jelas betapa bisingnya baling-baling itu ketika pesawat sedang take off ataupun landing.

Naik pesawat baling-baling saat pulang dari Bali



Pengin siih, kalau travelling bareng keluarga sesekali naik pesawat. Tapi tahu sendiri, harga tiket pesawat itu mihil sodara-sodara. Makanya kalau pengin travelling naik pesawat kudu hunting tiket pesawat promo agar dapat harga miring. 


Nah, bagi kalian yang ingin mencari tiket pesawat murah, mampir ke Tiket2.com aja ya! Di Tiket2.com, kalian bisa menemukan tiket pesawat promo dari berbagai maskapai penerbangan. Cuss kalian cek sendiri di sana.








Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

20 comments:

  1. Paling suka naik motor, mobil. Kalau untuk travelling sama mah milih pesawat aja.

    Cepet sampainya dan menyingkat waktu perjalanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget, tinggal duduk 1-2 jam sudah sampai di tempat tujuan yang jauh.

      Delete
  2. Naik kapal laut belum cobain, Wan? Sini main ke Batam... kuajakin naik pompong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah pernah Dee tapi sebatas menyeberang aja, misal pas ke Bali dan Madura.
      Asyiik, doain kami ada rejeki nomplok bisa ke Batam.

      Delete
  3. Aku lebih suka naik KA dan motor.

    ReplyDelete
  4. naik ojek online pak belum wahehehehe

    ReplyDelete
  5. Masih belajar naik motor biar bisa ngajakin anak2 keliling yang dekat-dekat hehehe...

    ReplyDelete
  6. Masih belajar naik motor biar bisa ngajakin anak2 keliling yang dekat-dekat hehehe...

    ReplyDelete
  7. klw mwnurut aku sih lebih enak pake kendaraan umum kalau treveling.... jadi semuanya bisa menikmati liburannya.... beda kalau pake kendaraan prbadi hehee

    ReplyDelete
  8. kalau saya mah lebih suka travelling naik motor,, lebih bebas dan nyaman hehe

    ReplyDelete
  9. Saya lebih suka Naik Mobil lebih aman ketika hujan,, hehe

    ReplyDelete
  10. Yang belum pernah cuma naik pesawat aja nih.. semoga kapan2 bisa tercapai nak pesawat.. hehe..

    ReplyDelete
  11. wah saya mah ga kuat fisiknya kalo naik motor, pasti jebol dah

    ReplyDelete
  12. saya nyerah kalo naek motor, ga kuaaattt

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah aku blm pernah mabuk naik kendaraan hehehe, yang ada mabuk cinta :-)

    ReplyDelete
  14. Paling enak itu naik apapun yang gratis mas

    ReplyDelete
  15. Naik apapun yang penting gratis udah pasti enak....hehe,,,tapi aku paling suka naik motor kalau jaraknya dekat karena bebas mampir2 jepret foto sepanjang jalan...hayuk donk keluarga biru jalan2 ke Lombok..:)

    ReplyDelete
  16. naik kapal laut/veri juga tak kalah seru loh mas, hehe :)

    ReplyDelete
  17. Enakan naik kereta trus disambung pake angkutan-angkutan umum.
    tapi tergantung travelling nya kemana sih.

    da saya mah suka maennya cuman ke gunung-gunung doang. hehe
    kalau pake motor mah hil yang mustahal

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.