Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

Ketahui Tips Aman Menggunakan Bouncer Bayi

Keluarga Biru         3 comments


Memiliki bayi tentu harus siap dengan segudang kerepotan lantaran bayi sering menangis tanpa diketahui alasannya, apalagi bagi orang tua yang baru memiliki bayi pertama kali. Tentu saja setiap bayi menangis selalu membuat pusing tujuh keliling. Bayi mudah didiamkan dengan cara digendong, namun menggendongnya terlalu lama kerap membuat tangan pegal dan lelah mendera. Untuk itu Anda memerlukan alat yang bias membantu seperti bouncer bayi.


Prinsip kerja pada bouncer ini meniru kondisi rahim Ibu dimana janin seolah di goyang dan diayun terus menerus. Itulah mengapa bayi sangat sukadipelukdandigendongsambildiayun-ayun. Bouncer bisa menjadi alat yang sangat membantu Anda ketika bayi menangis dan Anda sedang merasakan lelah. Cukup meletakkan bayi di bouncer bayi dan pasang pengaman lalu setel ke mode getar atau goyang sehinggabayiserasadiayunkanperlahan.


Karena bouncer cukup penting dimiliki, maka berikut ini kriteria bouncer yang harus Anda perhatikan sebelum membelinya:

  • Pilihlah bouncer yang memiliki penyangga stabil dan kokoh. Anda bisa mencoba memeriksanya dengan meletakkan di lantai dan setel dalam mode getar. Apabila bouncer tidak mudah bergeser, maka alat tersebut cukup aman.
  • Selain itu pilih bouncer dengan alas yang lebih lebar dibanding bagian atas dan berbahan karet sehingga tidak mudah tergelincir.
  • Periksa semua bagian bouncer untuk memastikan tidak adanya celah di area-area tertentu yang bisa membuat jari bayi terjepit.
  • Bouncer yang dipilih wajib memiliki minimal tiga titik kunci yaitu satu di daerah selangkangan dan dua lainnya di area pinggang. Bahkan beberapa bouncer memiliki lima titik kunci yaitu tambahan di area bahu.
  • Tempat duduk juga harus nyaman sehingga pilih yang empuk dan bisa diatur sendiri tingkat kemiringan nya.
  • Apabila memungkinkan, pilih bouncer yang memiliki mainan gantung atau motor penggerak sehingga bouncer bisa bergetar, atau bahkan menyetel musik.




Meski bouncer cukup membantu para orang tua, masih ada beberapa pro dan kontra saat pemakaian bouncer ini lantaran cedera pada bayi kerap terjadi karena bayi jatuh atau terguling. Umumnya hal ini disebabkan karena orang tua kurang dalam pengawasan dan meninggalkan bayi sendirian dalam bouncer untuk melakukan aktivitas lainnya. Hal ini perlu dihindari sehingga meskipun Anda meletakkan bayi di dalam bouncer, namun bayi harus tetap diawasi supaya terhindar dari beragam resiko. Berikut ini beberapa tips aman saat menggunakan baby bouncer, diantaranya:

  • Hindari meletakkan bayi terlalu lama dalam bouncer. Cukup letakkan hingga Ia tertidur lalu pindahkan ke tempat tidur bayi agar lebih aman.
  • Letakkan bouncer tersebut di permukaan yang datar sehingga tetap bisa berdiri stabil. Jangan meletakkannya pada permukaan empuk seperti kasur atau permukaan sempit.
  • Apabila bayi Anda sudah mampu berguling dan aktif bergerak, maka hindari pemakaian bouncer. Meskipun bouncer memiliki sabuk pengaman, namun terkadang sabuk tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan bayi yang ingin bergerak. Bouncer biasanya dipakai ketika bayi berumur 0 hingga 6 bulan saja.
  • Dan yang terpenting adalah jangan pernah meninggalkan bayi dalam bouncer tanpa diawasi. Bouncer hanyalah sebagai alat bantu bagi Anda untuk mengurangi intensitas menggendong, namun pengawasan dan perlindungan bayi, tetap berada di tangan orang tua.

Itulah kriteria serta tips agar aman ketika memakai bouncer bayi. Selalu awasi pergerakan bayi dalam bouncer dan ketika Ia mulai aktif dan merasa tidak nyaman dengan bouncer, maka kurangi pemakaiannya.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

3 comments:

  1. Anakku belum pernah pakai bouncer bayi sih, mas, Tapi pas buat ipar yang mencari bouncer buat anaknya :). Makasih ya

    ReplyDelete
  2. Blum pernah punya bouncer... Tp makasih tipsnya :)

    ReplyDelete
  3. Anakku 8 bulan, sudah nggak bisa ditaruh di bouncer. Bawaannya pengen lari mulu, duh kayaknya mirip ga bisa diem kayak kakaknya.

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.