Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

Tumbuh Sehat dan Bahagia dengan Bermain

Keluarga Biru         24 comments
Tips Memilih Tempat Bermain yang Aman untuk Anak


“Pak, ayo main ke Alun-Alun.”
“Pak, aku pengin ke Matos.”
“Pak, memancing yuk.”

Itulah yang selalu dikatakan Aiman jika dia sudah merasa bosan bermain di rumah atau melihat video kesukaannya. Alhamdulillah di Malang banyak tempat bermain untuk anak-anak. Mulai dari yang gratisan hingga yang berbayar, mau yang outdoor atau indoor ada, mau yang bukanya siang atau malam tinggal pilih kapan waktu luangnya.

Kalau mau yang gratisan, outdoor dan bukanya siang hari bisa bermain di taman-taman kota yang kini makin banyak di Malang. Sebut saja Alun-Alun Kota Malang, Merbabu Familly Park, Taman Trunojoyo dan Taman Singha Merjosari, taman-taman ini dilengkapi dengan fasilitas bermain. Sedangkan yang berbayar, indoor dan bukanya dari siang sampai malam bisa main ke arena playground yang ada di mall seperti Matos dan Mall Olympic Garden. Tarif bermainnya rata-rata Rp.25.000 per 30 menit, kalau mau hemat pilih saja yang Rp.35.000 per 1 jam. Ada juga yang semi outdoor dan tarif bermainnya murah meriah yaitu di Malang Night Market, seperti odong-odong, mandi bola, memancing hingga kinetic sand.

Tips Memilih Tempat Bermain yang Aman untuk Anak


Sebagai orang tua yang baik kita harus teliti dalam memilih tempat bermain untuk anak. Jangan sampai kita salah memilih sehingga anak kita bermain di tempat yang tidak aman dan bisa membahayakan mereka. Bahkan menurut survey yang dilakukan oleh American Pediatric pada Juni 2016 mendapatkan hasil yang mengejutkan yaitu banyak faktor yang menyebabkan taman bermain dapat menjadi penyebab trauma pada anak.



Untuk itulah sebelum memperbolehkan anak kita bermain di suatu tempat bermain maka kita perlu memeriksa dan memastikan terlebih dahulu keamananya. Agar lebih mudah maka berikut ini beberapa indikator yang bisa kita terapkan sebagai filter dalam menentukan tempat bermain yang aman untuk buah hati kita. Aman di sini dalam arti yang luas ya, aman baik dari segi fisik maupun mental.

  1. Kebersihan
Mau sebagus apapun tempat bermain kita harus memperhatikan kebersihannya. Untuk tempat bermain outdoor maka aspek kebersihan yang perlu kita periksa adalah apakah bersih dari sampah atau kotoran hewan, tidak penuh dengan debu atau pemicu alergi lainnya, kondisi wahana bermainnya tidak berjamur atau lumutan. Kami pernah mendapati tempat bermain di sebuah taman kota yang area playground-nya dilapisi dengan semacam karet busa, mungkin karena sering terpapar sinar matahari dan hujan sehingga menyebabkan lapisan karet busanya itu berlumut. Kalau dibiarkan terus bisa licin sehingga rawan membuat anak terpeleset.



Kalau tempat bermain indoor sepanjangan pengalaman saya mengajak Mas Aiman bermain di area playground di mall-mall, biasanya relatif lebih bersih karena rajin dibersihkan dan berada di ruangan ber-AC. Namun begitu kita tetap memastikan dengan benar tingkat kebersihannya, terutama di permainan mandi bola. Kalau kita gugling maka kita akan menemukan banyak kisah-kisah sedih yang dialami anak-anak ketika bermain mandi bola, mulai dari digigit seranga, ular hingga tertular penyakit lewat virus atau bakteri yang terdapat dalam bola warna-warni tersebut. Pilihlah tempat bermain yang rutin mencuci bola-bola di permainan mandi bola agar kebersihannya terjamin. Idealnya bola-bola itu harus dicuci seminggu sekali mengingat setiap hari banyak sekali anak-anak yang bermain di sana.

  1. Keamanan
Keamanan di sebuah tempat bermain meliputi lingkungan dan wahana permainan yang terdapat di dalamnya. Untuk permainan outdoor maka yang perlu diperiksa keamanan lingkungannya adalah terbebas dari tanaman liar yang berduri, hewan-hewan berbisa seperti ular atau kalajengking dan benda-benda tajam lainnya seperti batu atau potongan kayu yang runcing. Sedangkan di permainan indoor biasanya dilengkapi juga dengan penerangan dan permainan yang menggunakan sumber listrik maka pastikan menggunakan stop kontak yang aman dan tidak ada kabel yang terkelupas yang bisa membahayakan buah hati kita.
Untuk wahana permainan yang digunakan pastikan terbuat dari bahan yang aman dan tidak bersudut tajam atau runcing. Biasanya wahana permainan outdoor sering terkena hujan sehingga ada yang berkarat dan rusak, nah kondisi seperti ini perlu diwaspadai juga.



Kebetulan di Alun-Alun Kota Malang terdapat air mancur yang menjadi pusat perhatian para pengunjung. Sayangnya ujung pagar yang mengelilingi air mancur itu berbentuk seperti ujung tombak, tentunya hal ini sangat membahayakan pengunjung yang menikmati pertunjukan air mancur. Apalagi namanya anak-anak, pasti berebut ingin berada di depan sendiri. Nah jika tidak didampingi mereka bisa terluka oleh ujung pagar yang runcing itu. Untunglah Pemkot Malang cukup peka, di kunjungan berikutnya saya melihat ujung pagar yang runcing itu sudah dipotong sehingga tak membahayakan pengunjung lagi.


  1. Kesesuaian
Di tempat bermain disediakan berbagai macam permainan yang memiliki ukuran, bentuk dan tingkat kesulitan yang disesuiakan dengan usia anak. Nah kita harus mengarahkan anak-anak untuk memainkan permainan yang sesuai dengan usianya. Jangan sampai dia memainkan permainan yang seharusnya untuk anak yang lebih tua darinya sebab akan membuatnya kesulitan bahkan membahayakan dirinya. Atau sebaliknya, dia memainkan permainan untuk anak yang lebih muda darinya maka bisa menyebabkan wahana tersebut cepat rusak.

  1. Kapasitas
Area playground di Alun-Alun Kota Malang jika weekend selalu penuh bahkan melebihi kapasitas, akibatnya bisa ditebak. Suasana bermain jadi kurang kondusif karena penuh sesak dan menyebabkan antrian yang lama untuk bermain. Akibatnya Mas Aiman jadi bête karena harus menunggu lama. Kalau sudah begitu, saya dan Mama Ivon mending mengajak Mas Aiman ke tempat bermain yang lain.



Alternatif yang biasanya kami datangi adalah area playground di  mall. Memang sih juga penuh tapi jumlah permainannya lebih banyak sehingga tidak begitu lama antrinya trus suasananya juga lebih nyaman. Nggak apa-apa deh ngeluarin uang untuk tiket masuk, yang penting anak happy bisa bemain dengan leluasa.



  1. Pendamping
Idealnya di setiap tempat bermain ada pendamping yang bertugas mengarahkan anak-anak bagaimana bermain yang benar. Lalu mereka juga mengawasi serta menjaga anak-anak saat bermain agar jangan sampai berebut dan antri dengan tertib.
Tapiii, biasanya tempat bermain yang ada pendampingnya itu adalah yang berbayar. Dulu di awal-awal launching area playground  Alun-Alun Kota Malang ada para pendampingnya. Sementara orang tua hanya boleh melihat dari luar playground. Keberadaan para pendamping ini cukup efektif menertibkan anak-anak, para orang tua pun juga tenang melihat dari kejauhan.

Namun terakhir kali kami main ke sana sebelum puasa, sudah tidak ada lagi pendamping di playground tersebut. Akibatnya banyak anak yang bermain sesukanya, ditambah lagi para orang tua juga ikut masuk sehingga suasana bermain jadi kurang kondusif.



Fitrah anak-anak memang bermain, maka tak heran jika sedang asyik bermain mereka lupa untuk beristirahat. Demikian juga halnya dengan Mas Aiman. Mas Aiman kalau sudah berada di tempat bermain senang sekali, tanpa bosannya dia bermain seperti tak memiliki rasa capek sedikitpun. Nah adakalanya sehabis bermain itu, kondisi badan Mas Aiman jadi ngedrop dan ujung-ujungnya jatuh sakit. Paling sering sakitnya tuh demam, panas hingga sakit kepala.

“Pak, aku pusiing. Kakiku nggak bisa gerak.”

Begitulah biasanya yang dikeluhkan Mas Aiman jika sakit karena kecapekan karena bermain. Sebagai orang tua yang cerdas, kita jangan langsung panik jika anak mendadak sakit. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengukur suhu badannya menggunakan termometer, bukan tanganmeter hehehe.

Menurut nasihat dari dokter anak langganan kami, seorang anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius. Yang perlu kita ketahui bahwa demam merupakan reaksi normal saat tubuh menghadapi perubahan, entah itu sedang melawan penyakit ataupun menghadapi pertumbuhan tertentu. Demam justru hal bagus sebagai pertanda tubuh punya perlawanan sekaligus gejala terhadap suatu penyakit. Demam bisa disebabkan infeksi virus maupun bakteri, reaksi terhadap imunisasi, kurang minum, ataupun terlalu banyak main sehingga overheating.

Jika anak sudah positif demam maka bukan berarti kita langsung memberinya obat, namun sebaiknya kita terapkan beberapa terapi yang bisa menurunkan panas antara lain:

1.       Skin to Skin
Untuk bayi yang demam kita bisa menerapkan terapi Skin to Skin. Ketika si kecil panas, maka secara otomatis suhu panas dari tubuhnya akan 'mencari' permukaan lain yang lebih dingin. Nah kulit ayah atau ibunya lah yang menjadi objek perpindahan panas si kecil ini. Permukaan kulit ayah atau ibu yang jauh lebih luas daripada anak akan mampu menyalurkan suhu panas ini ke seluruh tubuh sehingga ayah atau ibu tidak ikut demam juga.

2.       Kompres
Sampai sekarang masih ada orang tua yang salah persepsi dengan memberikan kompres air dingin saat anaknya panas. Padahal hal ini malah menyebabkan suhu badan akan semakin naik. Penjelasannya seperti ini: Otak kita memiliki sistem thermostat. Sistem ini menjaga suhu tubuh tetap stabil. Air hangat, selain memperlancar peredaran darah, akan membuat sistem ini memberi perintah menurunkan suhu. Nah jika dikompres dengan air dingin yang terjadi malah sebaliknya. Thermostat bisa tertipu dan malah menaikkan suhu tubuh.
Kesalahan kedua, selama ini mayoritas yang dikompres adalah dahi. Padahal itu tidak efektif. Para dokter justru menganjurkan untuk mengompres lipatan-lipatan tubuh, bagian ketiak, leher, lipatan siku dan kaki, atau selangkangan.

3.       Berendam
Selain dikompres, anak juga bisa diberikan terapi berendam. Air yang dipakai adalah suhu air keran atau hangat.
Selain itu juga berikan banyak minum dan makanan berkuah. Lalu pakaiakan baju yang tipis dan jangan diberi selimut tebal agar panas tubuhnya mudah keluar.
Jika semua terapi di atas sudah kita lakukan namun panas anak tak kunjung turun, barulah kita bisa memberinya obat penurun panas yaitu paracetamol. Di pasaran banyak sekali beredar obat penurun panas untuk anak, namun kita jangan sembarangan memilih obat untuk buah hati tercinta.

Nah saya punya referensi obat penurun panas yang cukup efektif dan aman yaitu Tempra Syrup. Tempra mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Selain untuk meredakan demam, Tempra ini juga bisa meredakan rasa sakit dan nyeri ringan, sakit  kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi atau atas petunjuk dokter.

Tempra Obat Penurun Panas


Tempra tersedia tiga varian yaitu Tempra Forte yang memiliki rasa Jeruk, Tempra Syrup dengan rasa Anggur dan Tempra Drops rasa Anggur. Jangan sampai keliru ya Bunda memberikan Tempra untuk buah hatinya. Tempra Drops untuk bayi berumur 0-1 tahun, Tempra Syrup untuk anak usia 1-6 tahun sedangkan Tempra Forte untuk 6 tahun ke atas. Jika anak masih demam lebih dari 2 hari (48 jam) atau bila masih merasa sakit (nyeri) lebih dari 5 hari, segera hubungi dokter anda ya.

Demikianlah sharing Keluarga Biru tentang bagaimana memilih tempat bermain yang aman dan nyaman untuk buah hati tercinta. Tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua selain melihat anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan bahagia, salah satunya adalah lewat bermain. Ketika anak bermain di tempat bermain jangan pernah lengah untuk mengawasi mereka agar acara bermain anak terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salam.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.






Referensi:
Majalah Nakita
http://seputarduniaanak.blogspot.co.id/2009/06/tips-memilih-arena-bermain-sudahkah.html
http://health.detik.com/read/2016/01/12/090042/3116069/764/hendak-lakukan-skin-to-skin-contact-untuk-turunkan-demam-anak-begini-caranya
http://www.jpnn.com/news/si-kecil-demam-jangan-ukur-pakai-tangan-meter-lakukan-langkah-seperti-ini?page=2


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

24 comments:

  1. Wah sama. Aira juga suka ke alun alun. Memang agak rame sih. Jadi datangnya pagi pagi banget. Hihi... Emaknya gak suka ngemol sih.. Wah pakai tempra juga ya. Recomended ya.. Cepet turunin panasnya

    ReplyDelete
  2. Nice share. C juga sama seperti Aiman. Kadang bermain terlalu semangat dan lupa waktu sampe2 kecapekan. Kita sebagai orsng tua yang hsrus mengetahui batas anak. Kalau sudah melihat tanda-tanda anaknya capek, biasanya aku langsung panggil untuk istirahat dan minum. Agak maksa sih.

    ReplyDelete
  3. Aiman sekarang sudah gede yaaa, bisa adaptasi dgn teman baru ya? Tambah pintar ya le..

    ReplyDelete
  4. Kadang emang kita ga tau ya mainan-mainan yang di playground indoor itu dibersihkan secara berkala atau enggak karena kan dipegang banyak anak bisa jadi sarang kuman penyakit. Kalau anak saya lebih sering bermain outdoor di alam bebas :) dan kebetulan juga saya tulis di blog untuk ikut lomba Tempra seperti mbak

    ReplyDelete
  5. Anak-anak butuh perhatian dan penjagaan ketat ya mas :)

    ReplyDelete
  6. Yang indoor itu kadang alat2 mainnya juga bulukan. Haha. Yang pasti sih emang kudu diawasin walopun sudah terlihat aman.

    ReplyDelete
  7. Di Jakarta sudah sulit mencari tempat bermain anak yang nyaman... Tapi alhamdulillah di beberapa kelurahan sudah ada RPTRA... Jika anak panas demam, kami juga kasihnya Tempra... Jika gak mempan, baru kami bawa ke dokter puskesmas terdekat...

    ReplyDelete
  8. anakku juga anak alun-alun banget wkwkwk ketika disuruh milih main di mall apa alun-alun? mereka pilih alun-alun, tapi emang sih karena ramai jadi kudu diawasi lebih ketat...

    ReplyDelete
  9. Anak-anakku kalau liat playground langsung deh beraksi, manjat2, perosotan. Tapi tetep kuawasin sih :D

    ReplyDelete
  10. Serunya bermain Mom. Happy Parenting :)

    ReplyDelete
  11. Iya kalo kecapekkan juga sama minta dipijit medina

    ReplyDelete
  12. Duh, itu beneran paharnya lancip kyk ujung tombak gt.
    Bahaya ih, mana bocah di foto kyk sante aja peluk pagar itu...

    ReplyDelete
  13. keamanan memang penting banget mas, aku pernah lalai, Arjuna salto pas main di istana balon, apa anjlok anjlok dan dia salto, memang empuk sich, tetapi sebagai emak, aku tetap saja khawatir, meskipun anaknya enggak kenapa-kenapa

    ReplyDelete
  14. Ini mkny najla trmasuk jarang main yg di outdoor, hoho, tapi karena di jogja juga jarang sih, banyakan yg indoor. Aiman pinter sehat2 terus ya

    ReplyDelete
  15. Malang mah emang surganya tempat rekreasi. Thifa aja sekali diajak ke Malang selalu minta balik lagi.

    ReplyDelete
  16. Seru ya Malang, banyak spot yang children friendly.

    ReplyDelete
  17. Kalau suatu hari kami nyasar ke Malang
    Ajak main ke alun-alun dan tempat2 ramah anak lainnya yaaaaa

    ReplyDelete
  18. Enak ya di Malang banyak sekali tempat untuk bermain dan bereksplorasi

    ReplyDelete
  19. Senengnya di Malang.. Alun-alunnya surga bermain buat anak-anak

    ReplyDelete
  20. asyik banget tuh Aiman mainnya. :D

    ReplyDelete
  21. Anak-anak memang dunianya bermain, tinggal bagaimana kita memfasilitasinya

    ReplyDelete
  22. Bunda juga paling senang ngajak anak-anak bermain, baik outdoor maupun indoor yg penting tempatnya aman dan nyaman

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.