Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

Ketika Anak Sering Bertanya

Keluarga Biru         16 comments



Ketika Anak Sering Bertanya



“Pak, kenapa sih banyak kakek yang ke sini?”
“Ooh, mereka sedang mencari uang Mas. Kakek yang pertama tadi meminta uang sedangkan yang kedua berjualan koran.”
Dialog di atas terjadi ketika kami sedang makan siang di sebuah kedai mie. Kebetulan ketika kami sedang menunggu pesanan, ada seorang kakek pengemis yang meminta uang lalu datang lagi kakek kedua yang berjualan koran.
“Pak, kenapa kakek itu ngasih-ngasih kertas?”
“Itu koran Mas, kakek itu sedang berjualan koran.”
Padahal tadi sudah dibilangin kalau kakek kedua berjualan koran tapi masih tanya lagi :D
“Trus kenapa Bapak nggak beli korannya?”
“Bapak nggak baca koran.” Bapak sekarang bacanya blog doang :P

Anak Sering Bertanya Tanda Anak Cerdas?


Memang, sekarang ini Aim sedang dalam fase tumbuh kembang dimana dia banyak menanyakan sebab akibat yang ada di sekitarnya. Bukan hanya tentang hal-hal baru bahkan dia sekarang juga bertanya balik jika kami melarangnya melakukan sesuatu.

 “Mas, jangan loncat-loncat di sofa.”
“Kenapa?”
“Nanti Mas Aiman jatuh, trus sofanya nanti cepat rusak.”
“Tapi aku suka kok..”
Ngeyel banget neh anak.
“Nggak boleh Mas, nanti jatuh. Ayo main di bawah saja.”
“Huh Bapak nggak sayang sama aku. Aku ke Mbah saja.”
Eaaaa malah ngambek sekarang.

Saya sudah lama mendengar dan membaca jika anak sering bertanya itu adalah salah satu tanda jika dia adalah anak yang cerdas. Mengapa begitu? Karena dengan bertanya berarti dia memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dan ketika kita menjawab pertanyaanya maka dia akan mendapatkan ilmu atau informasi baru untuknya.
Menurut para ahli perkembangan anak, usia 2 hingga 4 tahun adalah masa pembentukan kemampuan kognitif untuk memahami mengapa suatu hal dapat terjadi dan membuat koneksi logis antara satu hal dengan hal lainnya. Maka sangat penting bagi Anda untuk memberikan jawaban yang masuk akal. 

Tapi namanya orang tua juga manusia biasa, seringkali malah merasa terganggu bahkan capek meladeni pertanyaan anak yang tidak ada habisnya. Apalagi jika sedang mengerjakan sesuatu atau kecapekan, kadang saya menjawab dengan seadanya.

Malah yang lebih parah malah ngomelin:

“Duh Mas, jangan tanya-tanya terus dong. Kenapa-kenapa…, Bapak capek jawabnya.”

Padahal sebenarnya hal itu tidak boleh dilakukan karena akan mematikan rasa ingin tahunya bahkan dia akan merasa sedih karena dia menganggap ketika orang tua tidak mau menjawab pertanyaannya berarti dia mendapatkan penolakan, tidak perhatikan lagi oleh orang tuanya.
Cara yang benar ketika kita sedang sibuk atau capek namun anak tetap bertanya tanpa henti adalah dengan memberikan pengertian kepadanya tentang kondisi kita. Berjanjilah kepadanya jika nanti sudah tidak sibuk atau capek akan meladeni pertanyaannya lagi.

Sebagai orang tua kita harus jeli membedakan kapan anak kita bertanya karena dia sedang ingin tahu/kritis dan kapan dia bertanya karena hanya ingin mencari perhatian kita. Jika dia bertanya dengan kata kenapa dan mengapa itu tandanya dia memiliki rasa ingin tahu atau sifat kritis yang besar. Lain halnya jika dia menanyakan sesuatu yang sudah kita jawab maka itu tandanya dia sedang mencari perhatian kita.

Lalu bagaimana kita harus bersikap?

Cuekin saja. Tapi tentu saja kita harus bilang dulu bahwa kita tadi sudah menjawab pertanyaannya sehingga kalau sekarang dia menanyakan hal yang sama maka kita tidak akan menjawabnya.
Tentu saja anak tidak akan menurut begitu saja, dia akan terus bertanya.
Kalau saya biasanya akan mengembalikan pertanyaan itu kepada Aim lagi.
“Ayo ini hewan apa, masa Mas Aim lupa.”

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak yang Baik itu?


Menjawab pertanyaan anak itu susah-susah gampang. Berikut ini adalah rangkuman yang saya dapatkan dari hasil berselancar di dunia maya:

  1. Sabar. Iyess, itu kunci utamanya. Kita harus mengerti bahwa anak sedang dalam fase rasa ingin tahu yang besar maka wajar jika dia banyak bertanya. Sebagai orang tua tentunya kita harus bersyukur dong berarti anak kita tumbuh dengan baik. Dengan mengerti akan hal itu maka Insya Allah kita bisa sabar dalam meladeni pertanyaan anak-anak.
  2. Respon Positif. Sesibuk atau secapek apapun kita maka usahakan agar tetap memberikan respon positif atas pertanyaan anak. Jelaskan kepadanya mengapa kita belum bisa menjawab pertanyaanya. Dan berjanjilah akan menjawab jika keadaan kita sudah memungkinkan.
  3. Peragakan. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar namun kemampuannya untuk mengerti bahasa kita masih terbatas. Maka agar jawaban kita mudah dimengerti olehnya adalah dengan melalui peragaan baik itu dengan tangan atau alat bantu peraga.
  4. Jujur. Kita kan bukan Mbah Gugel atau Tante Wiki yang tahu segalanya maka jangan malu untuk berkata tidak tahu jika memang kita tidak bisa menjawab pertanyaannya. Berjanjilah untuk mencari tahu jawabannya dulu atau mengajari untuk berani atau tidak malu bertanya kepada orang yang lebih tahu.
  5. Perhatian. Ketika menjawab pertanyaan anak maka kita harus melakukannya dengan penuh perhatian. Paling utama adalah lewat kontak mata. Jangan sambil lalu, misalnya sambil liat TV atau asyik main HP. #makjleb
Salah satu tokoh pendidikan Prof. Dr. H. Winarno Surakhmad, MSc. Ed., malah menganjurkan agar kita tak selalu memberikan jawaban atas pertanyaan anak, tapi merangsang anak untuk menemukan jawabannya sendiri. "Dengan anak menemukan sendiri, maknanya akan jauh lebih kuat dibanding bila diajarkan."
Misalnya anak bertanya apakah jagung matang bisa tumbuh jika ditanam. Maka kita jangan langsung menjawab tidak bisa. Kita ajak anak melakukan eksperimen dengan menanam jagung matang dan bibit jagung. Dari eksperimen tersebut maka dia bisa mengetahui diantara kedua jenis biji jagung itu mana yang akan tumbuh. Dari situlah pertanyaan anak akan terjawab dan dia tak akan pernah melupakannya.

Demikianlah sharing Papa Ihwan tentang Mas Aiman yang saat ini sedang aktif menanyakan segala hal baru di sekitarnya. Sebagai orang tua, kami sadar belum bisa menjadi orang tua yang baik bagi Duo Ai, itulah sebabnya kami akan terus belajar mana saja termasuk dari kesalahan-kesalahan yang sudah kami lakukan. Bagaimana dengan Anda? Mari sharing juga di komen bagaimana Anda sebagai orang tua menyikapi ketika buah hati sering bertanya.





Referensi:

https://id.theasianparent.com/ketika-anak-terlalu-banyak-bertanya/

https://family.fimela.com/anak/kuat-sehat/salah-satu-tanda-anak-cerdas-yaitu-banyak-bertanya-121008c-page1.html

http://nova.grid.id/Keluarga/Anak/Banyak-Bertanya-Belum-Tentu-Cerdas?page=1





Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

16 comments:

  1. saya kebetulan belum punya anak, tapi sudah pernah ngerasain "sedikit" bingungnya jawab pertanyaan keponakan yang masih kecil..

    kalau lagi rewel suka tiba-tiba tanya
    "kenapa harus makan?"
    "kenapa harus tidur siang"
    "kenapa wudhu boleh tayamum aja, tapi mandi nggak boleh tayamum"
    "kenapa nggak boleh lari lari"
    "kenapa kalo sholat harus diam"
    dan sebagai nya dan sebagainya..

    saya yang nggak ikut jadi emaknya kadang jadi ikut gemes kalo denger celotehan anaknya hehehe

    ReplyDelete
  2. Anak saya 3 tahun dan lg cerewet bgt nanya2 melulu, kdg emg susah buat sabar, krn dijawab sekali akan nanya 2 kali begitu seterusnya,,, kdg kl lg capek, saya suka minta bantuan suami tuk jawab pertanyaan drpd saya kesel ditanya2 melulu...

    ReplyDelete
  3. Setuju banget jika anak suka nanya adlah cerdas dan membentaknya akan memotong saraf di otak yg bs akibatkan anak menjadi malas bertanya. Tapi sayangnya kadang klo pas lagi sibuk aku juga malas jawab. Hahaha

    ReplyDelete
  4. Hahaha Prema pernah ada masa begitu. Sampe bosen jawab "kenapa kenapa kenapa-nya" Makin gede sih agak berkurang, jadinya lebih banyak dia yang bercerita. Kadang malah dia tanya, dia jawab sendiri

    Memang kudu banyak2 stock sabar deh jadi ortu
    Semangat papa mama Aim

    ReplyDelete
  5. Emang yang bikin gemes itu sudah dijawab msh tanya mulu. Kadang bikin gak sabar yg jawab :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar buuuk...bentar lagi Aira gede, yang nanyain tambah banyak wkwkwk

      Delete
  6. Anak cerdas selalu aktif bertanya

    ReplyDelete
  7. Aku malah suka ketawa-ketawa sendiri kalo denger pertanyaan emas ala anak-anak sambil ngerasa lagi jawab soal ujian aja saking susahnya jawabannya. Hehehe

    ReplyDelete
  8. wajar kalau yang namanya anak banyak tanya, itu tandanya cara berpikir mereka aktif. Bersukurlah kalau anak banyak tanya, itu menandakan mereka berani mengutarakan isi pikirannya..

    ReplyDelete
  9. Anakku juga banyak tanya...apalagi kalo nanyanya barengan kadang suka bingung mau jawab yang mana dulu wkwkwk

    ReplyDelete
  10. Hihihihihi kaya Machin. Kadang sebal juga. Tapi dibalikkan lagi, dulu pasti aku juga seperti itu waktu masih kritis2nya. :)

    ReplyDelete
  11. semua juga kembali kepada kesabaran dan ketelatenan.. sebab kadang disaat tertentu, misalnya pas lagi sibuk kerja hal tersebut tanpa sengaja bisa bikin emosi.. :D :D

    ReplyDelete
  12. enak2 sering nanya emang kadang2 bikin kesel. Tapi sekarang keluarga udh pd gede semua, sepi.. kangen ada anak2 ::D

    ReplyDelete
  13. Wah, keponakanku tuh sering nanya mulu hehe...
    Makasih sharingnya Mas jadi tau harus jawab apa....

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.