Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

Anak Sakit Setelah Imunisasi Campak dan Rubella?

Keluarga Biru         25 comments



IMUNISASI CAMPAK DAN RUBELLA DI SEKOLAH


Dua pekan ini internet dihebohkan dengan kabar beberapa anak yang menderita sakit bahkan meninggal pasca menjalani imunasi Measles Rubella (MR) di sekolah dan posyandu. Adalah Niken, seorang pelajar SMP N 4 Demak dikabarkan lumpuh setelah diimunisasi MR di sekolahnya. Menurut Yuli (ibunda Niken) pasca imunisasi putrinya menjadi kesulitan tidur karena sakit di bagian pinggang hingga kaki. Kondisinya kemudian terus memburuk hingga akhirnya Niken harus menjalani rawat inap di RS NU Demak.

Sementara itu di Blitar dikabarkan 8 balita mengalami penurunan kondisi tubuh setelah menjalani imunisasi MR. Bahkan Dimas, balita berusia 4 tahun warga Dusun Besole Desa RT 1 RW 3 Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar menurut sebuah website dikabarkan meninggal pasca diimunisasi MR.

Klarifikasi tentang Pelajar Lumpuh dan Balita Meninggal Pasca Imunisasi MR

Dua kabar ini tentu saja membuat sebagian besar orang tua panik, terutama yang anak-anaknya belum mendapatkan imunisasi MR. Mereka khawatir jika anak-anak mereka nanti akan mengalami nasib yang sama dengan Niken dan Dimas. Akhirnya ada yang memilih untuk tidak mengikutkan anaknya dalam Gerakan Imunisasi Nasional Campak dan Rubella tersebut. Ditambah lagi aksi para orang tua antivaks yang semakin menambah kekhawatiran para orang tua yang masih awam. Isu yang paling banyak dihembuskan adalah status vaksin MR yang haram.
Padahal Menteri Kesehatan Nila Moeloek sudah menjelaskan bahwa vaksin Measles Rubella dibuat dari telur ayam, bukan babi atau bahan yang dilarang dalam Islam. Bahkan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Fatwa ini diterbitkan pada 23 Januari 2016.

Jika ingin mengetahui kandungan dalam vaksin MR, silakan membaca postingan Dr.Piprim di link ini: Halalkah Vaksin MR?

Kabar terbaru tentang keadaan Niken kini sudah membaik setelah menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang selama 3 hari. Menurut sang ibu, Niken sudah ada perkembangan yang baik. Menurut Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Demak, dr Rini SpA sakit yang diderita oleh Niken bukan karena imunisasi MR melainkan sakit lain yang tidak bisa disebutkan di media dengan alasan privasi pasien. Sementara itu penyebab meninggalnya balita Dimas dari Blitar juga sudah mendapatkan klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr Kohar bahwa penyebab Dimas meninggal bukan karena imunisasi MR melainkan coincidens sakit GE dengan dehidrasi. GE (Gastroenteritis) adalah penyakit infeksi pada perut. Dr. Kohar menngatakan bahwa imunisasi tersebut waktunya bersamaan atau berdekatan dengan sakit GE.

Cerita Aiman Imunisasi MR di Sekolah


IMUNISASI CAMPAK DAN RUBELLA DI SEKOLAH


Aiman, anak pertama kami sudah menjalani Imunisasi MR di sekolahnya pada tanggal 14 Agustus 2017. Alhamdulillah sampai sekarang dia sehat wal afiat malah tetap aktif seperti biasanya. Malahan sebelum Aiman diimunisasi Measles Rubella dia sempat sakit panas kambuhan dan terkena virus sejenis Campak jinak sejak tanggal 18 Juli hingga 1 Agustus 2017.

Jadi ceritanya pada tanggal 18 Agustus 2017 itu adalah hari pertama masuk sekolah bagi Aiman di TK. Sepulang dari sekolah dia rupanya telat makan karena keasyikan bermain hingga sore harinya suhu badannya naik. Karena sakit panas ini Aiman sampai ijin tidak masuk sekolah selama dua hari. Sebagai orang tua tentu saja kami sangat sedih karena Aim baru saja memasuki dunia barunya tapi terpaksa ijin karena sakit. Pada hari Jumat, 21 Juli dia masuk sekolah lagi karena kondisinya sudah baikan. 



Lagi-lagi hati kami sebagai orang tua diuji ketika pada hari Senin (24-08-2017) Aim panas lagi disertai dengan munculnya bercak-bercak merah di kedua kakinya. Kami khawatir sekaligus curiga jika Aim terkena demam berdarah atau campak. Siang itu kami pun membawanya ke poliklinik di tempat kerja saya. Menurut diagnosa dokter, sakit yang diderita Aiman disebabkan oleh sejenis virus Campak yang jinak. Selain diberi obat, kami juga dianjurkan untuk menambah volume air putih yang dikonsumi Aiman. Menurut beliau, sebenarnya obat yang paling ampuh untuk menggempir virus yang menyerang tubuh kita adalah dengan mengkonsumsi air putih yang banyak. Alhamdulillah selang 2 hari kondisi Aiman berangsur membaik, bercak-bercak merah di kakinya juga mulai hilang.


BERCAK MERAH CAMPAK JINAK


Eh ternyata tanggal 28 Juli, Aiman mengeluh jika perutnya sakit. Saya pun membawanya berobat ke poliklinik. Menurut dokter, asam lambung Aiman cukup tinggi. Penyebabnya antara lain: kebiasaan telat makan, reaksi obat sebelumnya dan sakit virus Campak jinaknya yang belum sembuh benar. Dengan penuh ketelatenan kami pun merawat dan mengobati Aiman, Alhamdulillah asam lambungnya pun menurun dan dia pun sehat seperti sedia kala.



Memasuki bulan Agustus kami benar-benar menjaga kesehatan Aiman agar saat imunisasi nanti kondisinya prima. Bahkan sehari sebelumnya kami tidak kemana-mana meskipun hari libur, tujuannya tentu saja agar Aiman tidak kecapekan.

Pada hari H Imunisasi MR kami berdua mengantarkan Aiman ke sekolah, tak lupa juga kami memberinya sarapan agar dia tetap fit saat diimunisasi. Dukungan kedua orang tua tentu sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk menjalani proses imunisasi. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun masih ada yang takut bin parno dengan jarum suntik. Proses imunisasi MR berjalan dengan lancar, meskipun Aiman sempat berontak sedikit dan menangis sebentar. Berikut video Imunisasi Measles Rubella di sekolah Mas Aiman.



Setelah imunisasi MR kami sudah menyiapkan diri jika nanti Aiman mengalami demam tapi Alhamdulillah tidak terjadi. Sampai sekarang Aiman tetap sehat dan aktif seperti biasa, jika tidak percaya bisa dilihat di foto dan video-video yang saya upload di Channel Aiman dan Aira.


Aiman ikut Karnaval 17 Agustus






Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan hal yang lumrah terjadi, ini juga dialami anak saat melakukan imunisasi yang lain. Adapun Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi MR yang biasanya terjadi antara lain:

Reaksi lokal yang dapat terjadi pasca imunisasi adalah:
  • Nyeri di lokasi suntikan
  • Bengkak di lokasi suntikan
  • Merah di lokasi suntikan

Reaksi sistemik:
  • Demam (hari ke 5 dan 6 pasca imunisasi) selama 5 hari (beri obat penurun panas saat demam melebihi 38 derajat)
  • Malaise (lemas dan merasa tidak fit)
  • Kulit bintik-bintik merah (hari ke 7 – 10 pasca imunisasi) selama 2 – 4 hari
Untuk menanggulangi reaksi-reaksi di atas, anak diharuskan minum air putih sesering mungkin dan mengenakan baju tipis. Jika timbul bintik-bintik merah, segera mandi dan taburkan bedak. Guna menghindari resiko yang tidak diinginkan, pastikan bahwa kondisi anak benar-benar sehat saat diberikan vaksin MR. Tunda dulu pemberian vaksin MR jika anak sedang mengalami demam, batuk-pilek, atau diare.

Sebagai penutup, saya menghimbau kepada orang tua agar tidak ragu lagi memberikan vaksinasi kepada buah hati tercinta. Menolak memberikan vaksin MR kepada anak, bukan hanya membahayakan nyawa anak kita tapi juga nyawa anak-anak lain, para ibu hamil dan janinnya yang paling rentan menjadi korban virus campak dan rubella. Harapan kita semua, semoga Gerakan Imunisasi Nasional Campak dan Rubella 2017 ini akan sukses sehingga anak-anak Indonesia nantinya akan terbebas dari dua penyakit tersebut, aamiin.


Referensi:

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3611855/balita-meninggal-usai-imunisasi-dinkes-jatim-tidak-ada-kaitannya

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3604396/begini-kondisi-terkini-niken-yang-lumpuh-pasca-imunisasi-mr

https://id.theasianparent.com/tanggapan-dokter-anak-lumpuh-setelah-imunisasi-rubella/

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3611433/seorang-balita-di-blitar-meninggal-pasca-imunisasi-mr

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3611332/dinkes-blitar-8-balita-dirawat-di-rumah-sakit-pasca-imunisasi-mr


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

25 comments:

  1. Hidup vaksin! ayo imunisasi! jangan jadi manusia egois.

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess, juga jangan lupa imunisasi biar kalo nanti dicampakkan ada yang bela :D *eh

      Delete
  2. Anak saya jadwalnya baru bulan september mas. Smg lancar....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak kedua saya juga September Mas, semoga lancar semuanya, aamiin.

      Delete
  3. Moga Aiman makin sehat dan gak gampang sakit lagi

    ReplyDelete
  4. Wah mas Aiman keren, berani disuntik
    Sehat-sehat terus ya ganteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Budhe, aamiin.
      Kak Prema gimana udah diimunisasi juga kan?

      Delete
  5. Replies
    1. Kenapa terlambat Mbak? Setahu saya untuk sekolah-sekolah itu bulan September.

      Delete
  6. Wah keponakanku kemarin baru imunisasi ini, alhamdullilah sehat, semoga sukses ya program imunisasi campak dan rubella

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, agar anak Indonesia bebas Campak dan Rubella, aamiin.

      Delete
  7. Terimakasih informasinya mas ihwan...
    selama 5 hari pasca vaksin tersebut apa boleh dekat dg orang hamil? Krn sy juga tinggal serumah dg kerabat yg sedang hamil, mengingat MR ini kan tdl bahaya utk anak2 tp lbh beresiko utk wanita hamil ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadi saya udah konsultasi dengan temen yang kebetulan dokter, menurutnya nggak apa-apa Mbak karena vaksin kan virus yang sudah dilemahkan jadi nggak akan berbahaya bagi ibu hamil.

      Delete
  8. Weh kenapa Aiman bisa telat makannya?
    Moga sehat2 terus ya Aiman.

    Maxy dan Dema belum vaksin nih, kyknya ikut jadwal September, moga lancar dan sehat2 nanti. Aku udah sounding2 dari jauh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas asyik main disuruh pulang untuk makan nggak mau. Aamiin, makasih Tante April.
      Semoga Maxy dan Dema lancar juga imunisasinya nanti.

      Delete
  9. Wah semoga adanya imunisasi semacam ini bisa membuat anak2 tetap sehat dan terjaga kondisi badanya ya... Sehat selalu Anak Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, target utama anak Indonesia bebas Campak Rubella Mas.

      Delete
  10. kudu suntik campak, biar ntar gede gak dicampakkan begitu saja.. huuuu

    ReplyDelete
  11. wah sudah diiimunisasi, semoga aiman sehat2 terus ya
    PS : Videonya dilihat Bu Lely, katanya bagus :)

    ReplyDelete
  12. Sehat selalu ya mas aim...skrg giliran tante yang deg-deg-an nih nunggu giliran intan imunisasi bulan depan

    ReplyDelete
  13. Di TK anakku yg kecil juga udah imunisasi mas, lancar imunisasinya, tinggal nunggu yg gede besok Selasa, semoga para orang tua yakin dan percaya jika imunisasi mrpk ikhtiar demi kesehatan ya. Semoga selalu sehat ya duo A.

    ReplyDelete
  14. Anakku blm MR.. Maknya lupa terus dan di SD si kakak juga blm. Btw nice postingan mas. Jadi gak khawatir lagi tentang MR

    ReplyDelete
  15. Abel malah nggak ada keluhan sama sekali pasca imunisasi MR. Tinggal yg kecil nih yg belum, semoga nggak kenapa-kenapa juga. :)

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.