Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Cerita Kelahiran Baby Aira di Melati Husada

Keluarga Biru         40 comments






Alhamdulillahirobbil Alamiin, Ramadhan di Keluarga Biru pada tahun ini bertambah semarak dengan anggota keluarga baru yaitu seorang bayi perempuan cantik berpipi kemerahan yang bernama Zivana Lathifa Humaira. Mama Ivon melahirkan Baby Aira pada hari Minggu, 5 Juni 2016 di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melati Husada, Malang. Kehadiran Baby Aira semakin melengkapi kebahagiaan kami, keinginan Papa Ihwan untuk bisa memiliki anak perempuan akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT.


Mantap Memilih Operasi


Pada kontrol terakhir yaitu tanggal 3 Juni 2016 kami sudah memantapkan hati untuk memilih kelahiran lewat operasi Caesar dikarenakan beberapa alasan yaitu Mama Ivon sering merasakan sakit di bekas jahitan sc pertama, berat Baby sudah mencapai 3,1 kg padahal untuk bisa VBAC syaratnya adalah berat bayi di bawah 3 kg dan terakhir sudah sering terjadi kontraksi namun tidak kunjung ada pembukaan. Dengan keluhan-keluhan di atas, jika memilih normal dikhawatirkan akan terjadi resiko terbukanya jahitan secara paksa saat proses bersalin.

 
Narsis saat kontrol terakhir

Sebagai seorang suami yang sayang istri, saya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Mama Ivon. Karena Mama Ivon yang akan menjalaninya jadi saya dukung apapun keputusannya asalkan terbaik untuk dirinya dan Baby Ai. Saya tinggal mendoakan dan mengurus segalanya agar berjalan lancar.
Begitu mendapatkan keputusan kami untuk operasi, dr.Maria Ulfa Sp.OG langsung menawari kami untuk melakukan operasi malam harinya. Tapi tentu saja kami menolaknya karena kami sudah memilih hari yaitu Minggu tanggal 5 Juni 2016. Ada beberapa alasan mengapa kami memilih hari Minggu, salah satunya agar hari lahirnya sama dengan saya hehehe.
Awalnya kami menginginkan pagi hari sekitar jam 8-9 namun ternyata dr.Maria ada acara perpisahan anaknya sehingga beliau bisanya minggu dini hari, siang atau sore. Setelah ditimbang dan dipikirkan plus-minusnya, dr.Maria menyarankan dini hari saja agar Mama Ivon memiliki lebih banyak waktu untuk pemulihan setelah operasi. Trus juga biar enak ninggal Aim di rumah neneknya pas tidur, kalau ninggalnya pas siang hari pasti susah. Akhirnya disepakati operasi akan dilakukan pukul 05.30 sehingga kami harus hadir dua jam sebelumnya yaitu pukul 03.30.



Melati Husada Menerima Pasien BPJS


Setelah kami tiba di RSIA Melati Husada kami langsung menuju ruang IGD, Mama Ivon langsung diperiksa kondisinya dan Baby Aira. Sementara itu saya menuju bagian administrasi untuk melakukan pendaftaran. Kami memilih RSIA Melati Husada sebagai tempat bersalin untuk kedua kalinya karena pelayanan dan kenyamana di sini sangat memuaskan. Meskipun statusnya sebagai boutique hospital namun Melati Husada juga menerima pasien BPJS.





Sesuai dengan golongan saya yaitu PNS IIb, Mama Ivon mendapatkan kamar kelas Aster yang memang diperuntukkan untuk pasien BPJS kelas 1-3. Berbeda dengan kelahiran Aiman dulu, dimana untuk PNS dengan Askes dimasukkan ke kelas Kaliandra untuk memberikan kesempatan bagi pasien lainnya untuk dirawat di kelas Aster. Waktu itu memang hanya ada Askes, nah sepertinya setelah adanya BPJS semua PNS dimasukkan ke kelas Aster. Jika ingin naik kelas maka harus menambah biaya. Kami putuskan untuk tetap di kelas Aster, yang membedakan hanyalah ukuran kamar dan fasilitas AC. Untuk jenis obat dan pelayanan tidak ada bedanya, daripada uangnya dipakai untuk nambah kelas mending untuk keperluan lainnya saja. #HematKer




FYI bagi pasien BPJS yang ingin melahirkan di Melati Husada syaratnya mudah kok, kita tinggal menyiapkan beberapa berkas antara lain: fotokopi kartu BPJS, surat nikah, KTP suami istri dan KK. Untuk calon bayinya jika BPJS mandiri maka sebaiknya diurus 2 bulan sebelum kelahiran agar sudah aktif saat lahiran, sedangkan untuk PNS mengurusnya setelah bayi lahir karena kartunya otomatis aktif. Jika kartu bayinya sudah aktif maka tidak akan dikenakan biaya persalinan lagi, mungkin hanya biaya administrasi saja. Di awal pendaftaran saya disarankan menyediakan dana persiapan Rp.500.000 untuk jaga-jaga eh ternyata saat pulang saya tidak dikenakan biaya lagi. Hanya bayar untuk belanja gendok, perban dan lain-lain sebesar Rp.170.000 saja.

Menyaksikan Kelahiran Baby Aira


Pukul 05.20 Mama Ivon dibawa masuk ke Ruang Operasi, sementara saya disuruh menunggu dulu di luar. Jika nanti sudah siap semua maka saya akan dipanggil untuk masuk juga menyaksikan jalannya operasi Caesar.
Oh iya, selama menunggu di IGD kami sempat mendengarkan proses persalinan normal. Kebetulan ruangan kami bersebelahan dengan ruang bersalin sehingga kami bisa mendengarkan dengan jelas bagaimana ibu muda di sebelah berjuang mati-matian melahirkan bayinya. Sang ibu muda itu sempat mau menyerah karena sudah kehabisan nafas padahal bayinya sudah kelihatan. Untung sang dokter dan perawat tak henti memberikan semangat sehingga ibu muda itu mau mengedan sekali lagi dan akhirnya lahirlah sang bayi dengan selamat. Kami berdua ikut bahagia mendengar suara tangis bayi tersebut, dalam hati saya berdoa semoga kami bisa menyusul mereka.




Meskipun ini pengalaman yang kedua namun saya tetap saja merasa gelisah dan berdebar-debar menjelang proses operasi. Apalagi ketika jam sudah menunjukkan pukul 05.50 namun saya tidak kunjung dipanggil ke dalam ruang operasi. Saya sampai punya pikiran kalau kepala perawatnya lupa memanggil saya dan Mama Ivon sudah dioperasi, akhirnya saya bertanya lagi dan dijelaskan kalau dr.Maria Ulfa belum datang. Oalaah, pantesan, gitu mbok ya bilang dari tadi agar saya tidak punya pikiran yang enggak-enggak.
Akhirnya sekitar pukul 06.00 dr. Maria datang, tapi beliau tidak langsung masuk ruang operasi melainkan visiting pasien dulu. Tak lama saya dipanggil oleh perawat untuk masuk ke dalam ruang operasi dan mengganti semua pakaian saya dengan baju khusus yang lengkap dengan masker juga.

 
Ngilangin grogi dengan narsis :P

Ketika saya masuk di ruang operasi, saya melihat Mama Ivon sudah berbaring di atas meja operasi. Kedua tangannya dipentangkan ke samping sementara itu dua orang dokter sudah bersiap-siap tinggal menunggu kedatangan dr.Maria. Saya menghampiri Mama Ivon, membelai halus kepalanya untuk memberikan dukungan dan kekuatan kepadanya. Tiga tahun yang lalu kami juga berada di sini, rasanya masih tetap sama: berdebar-debar menunggu kelahiran buah hati kami dan berharap agar semua berjalan tanpa gangguan suatu apapun.




dr.Maria sudah datang, setelah ngobrol ringan dengan dua rekan yang akan membantunya menjalankan operasi, dr.Maria mengajak kami semua berdoa. Saya berdoa sepenuh hati demi dua orang yang saya cintai.
dr. Maria mulai melakukan pembedahan di perut Mama Ivon, saya pun mulai merekamnya dengan zenpad. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan dan kekuatan untuk menyaksikan proses operasi ini. Tidak semua rumah sakit mengizinkan suami ikut melihat jalannya operasi dan tidak semua suami berani/tega melihat istrinya dioperasi. 




Buat saya menyaksikan jalannya operasi bukan masalah berani atau tidak, namun sebagai bentuk dukungan saya kepada Mama Ivon yang telah berkorban menjalani kehamilan yang penuh perjuangan selama 9 bulan dan rela menjalani operasi yang mempertaruhkan nyawanya. Ini juga pengingat bagi saya akan pengorbanan ibu yang dulu juga melahirkan saya lewat operasi.
Dengan menyaksikan jalannya operasi saya juga ingin menjadi salah satu orang pertama yang menyambut kehadiran Baby Ai ke dunia. Melihat tubuh merahnya yang masih berlumuran darah keluar dari rahim wanita yang saya cintai. Memastikan kondisi Baby Ai terlahir sempurna tidak kurang suatu apapun dan yang paling utama bisa segera mengumandangkan adzan dan iqomah untuknya.


Baby Aira setelah dibersihkan tubuhnya.
 

Alhamdulillah, melalui tangan penuh kasih dr.Maria seorang bayi perempuan dengan bobot 3,15 kg dengan panjang 50cm berhasil melihat dunia untuk pertama kalinya pada pukul 06.10 WIB. Kehadirannya semakin menambah kebahagiaan Keluarga Biru, kami memberinya nama Zivana Lathifa Humaira yang berarti Pemenang yang Berhati Lemah Lembut dan Berpipi Kemerahan. Kami berharap dia menjadi pemenang dalam kehidupannya, yang paling utama mampu memenangkan pertarungan dengan hawa nafsunya sendiri karena musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu. 

Baby Aira sudah bersama Mama Ivon

Bersama dr.Maria Ulfa Sp.OG


Demikianlah cerita kelahiran Baby Aira yang penuh kesan di RSIA Melati Husada, Malang. Saat ini Baby Aira sudah seminggu di rumah, kehadirannya semakin menambah kebahagiaan kami. Mohon doanya agar Baby Aira tumbuh sehat dan menjadi anak yang berhati lemah lembut dan sholehah, aamiin.





Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

40 comments:

  1. Selamat datang ke dunia, Baby Aira cantik... semoga selalu sehat, dan jadi anak sholeha kebanggaan mama papa ya :)

    Btw jadi ikut deg-degan baca cerita proses operasinya Wan.. Moga Ivon cepet pulih ya :) Sekali lagi, selamat buat kalian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Robbal Alamiin, makasih Budhe Dian atas ucapan dan doanya.

      Kalau lihat videonya bisa lebih deg-degan Dee tapi sama Ivon nggak boleh diupload he3
      Aamiin, makasih ya.

      Delete
  2. Kok boleh sih masuk ruang operasi, suamiku dulu ggboleh
    Aku juga sc loh mas waktu lairan, panggul aku sempit
    Tp aku udah ngrasain kontraksi sampai buka 6...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap RS punya kebijakan sendiri-sendiri, kebetulan Melati Husada ini kooperatif mau memenuhi keinginan pasien mulai dari suami boleh ikut melihat persalinan, IMD hingga Full ASI.
      Oh iya, kalau panggul sempit juga biasanya harus sc. Wiih sayang ya padahal udah bukaan 6.

      Delete
  3. Selamatttt baby airaa :* semoga jadi anak yang selalu sehat dan ceria
    muuahhhh *kali ketularan anak cewek xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Echa atas ucapan dan doanya.
      Siip, saya doakan semoga anak kedua cewek yaaa, moga sehat lancar ibu dan baby-nya.

      Delete
  4. Baby aira cantik banget
    Selamat datang ya sayang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Budhe Arni sayang, semoga nanti kita ada jodoh bertemu yaa.

      Delete
  5. Dokternya cantik banget *abaikan*

    Ngilu liat foto di ruang operasi Wan. Serasa aku ikutan di operasi juga. Duh kudu siap ya ngeliat yang begituan *macam udah punya istri aja hehe*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang cantik, ramah dan ga pelit info sama pasien.

      Bener Yan, kudu latian dari sekarang, coba sesekali nimbrung di ruang operasi ibu yang mau lahiran gitu :D *saranmenyesatkan

      Delete
  6. Selamat datang baby Aira, smoga jadi anak yg solehah, pinter, berbakti pada orangtua dan keluarga. Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih ucapan dan doanya Tante Ria.

      Delete
  7. Cantik sekali kamu Nak.

    Selamat ya iwan, ivon semoga Aira menjadi anak yang solehah, cerdas dan diangungi kebahagiaan selalu. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Budhe, moga cantik lahir batin.

      Aamiin, makasih doanya Mbak Zulfa.

      Delete
  8. Wah slamat ya buat mb ivon dan masnya
    Cantik banget dedeknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Gustyanita, Alhamdulillah moga cantik lahir dan bathin, aamiin.

      Delete
  9. Alhamdulillah. Selamat ya Ihwan dan Ivon. Turut bahagia. Bayi Aira cantik. Semoga selalu sehat dan kelak jadi anak soleha. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Mbak Rien, aamiin doa yang sama buat anak-anak Mbak ya.

      Delete
  10. barokallaah atas kelahiran baby Aira, semoga mjd anak yg sholehah.. alhamdulillah ya pak bisa lgsg menyaksikan kelahiran sang putri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Robbal Alamiin, makasih doanya Mbak Lia.
      Iya, Alhamdulillah bisa menyaksikan dan beri dukungan langsung ke istri tercinta.

      Delete
  11. Iya bukan masalah berani or gak, suamiku jg gtu, tapi ke bentuk dukungan. Biasanya bapak2 klo ngliat proses lahiran anaknya makin sayang ma istri dan deket ma anak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaap Pril, karena kami para suami melihat langsung pengorbanan istri yang begitu besar.

      Delete
  12. Alhamdulillah perjuangan 9 bulan mengandung berbuah manis. Terima kasih untuk ucapan dan doanya teman-teman :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mama sudah berkorban begitu besar untuk keluarga kita, semoga dicatat sebagai amalam sholehah, aamiin.

      Delete
  13. Alhamdulillah udah sepasang. Selamat ya ihwan -ivon.

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah udah komplit nih kebahagian keluargabiru.ada maka Aim dan baby Aira yg cantik.Salam hangat selalu y😇

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah komplit Mbak ga pengin nambah lagi he3

      Delete
  15. Selamaaat Mas Ihwan, Mba Ivon, Aiman, ada member baru keluarga biru, Baby Aira.. :) Seru banget bisa masuk ruang operasi. Dulu suami aku gak bisa soalnya, padahal ngarep ditemenin hehe.. Kebijakan RS beda2, ya..

    ReplyDelete
  16. Selamat ya Ivon dan Ihwan. Semoga sehat selalu.

    Dibius total nggak Ivonnya?

    ReplyDelete
  17. yah si bapak, masih sempat, sempatnya foto di dalam kamar operasi wkwkwk. untung aja anaknya mas, lahir gak langsung minta selfie, hehe Selamat jadi ayah mas

    ReplyDelete
  18. Welcome to the world ya Aira, sholehah ya nak.. wah mas ihwan keren, gak pingsan memnyaksikan proses lairan ya?

    ReplyDelete
  19. Aira cantik banget, ya? Aku selama operasi gak pernah dijagain di dalam.

    ReplyDelete
  20. Ikutan merasa bahagiaaaa banget baca postingan ini. Mengingatkanku 12 tahun dan 7 tahun yang lalu saat Si Ayah dengan setia menemani proses kelahiran juga ;) Tapi ga operasi sih Wan, dua2nya normal, sekali tarik napas sudah pada owek2 njebrol semua hahahaa.. mamaknya big size gini :)) Welcome aboard ya Aira, kesayangan Papa, Mama dan Kakak Aim. Sehat, sholeha dan pintar ya nduuuukk...

    ReplyDelete
  21. Assalaamu'alaikum.. mohon info pak biaya persalinan sc kalau tdk pakai asuransi, rencana saya ingin lahiran dsana tahun depan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam. Biayanya sekitar 7 juta Mbak, semoga lancar dan sehat selamat semuanya ya Mbak Dewi.

      Delete
  22. Kalo biaya persalinan normal bpjs kira2 berapa ya pak..? Mohon info nya.. terima kasi

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.