Showing posts with label Cerita Papa Ihwan. Show all posts
Showing posts with label Cerita Papa Ihwan. Show all posts

Thursday, June 25, 2020

Drama PPDB Malang 2020


PPDB MALANG 2020

Hallo Gengs Biru, jumpa lagi dengan Papa Ihwan di blog Keluarga Biru. Lama neh Papa Ihwan nggak menyapa kalian semua lewat tulisan *uhuk. So pada kesempatan kali ini saya mau berbagi pengalaman daftar sekolah online pada PPDB Kota Malang 2020.

Wednesday, February 12, 2020

Jatuh Bangun Belajar Mengemudi Mobil Part 1


belajar mengemudi mobil


Assalamualaikum Gengs Biru, keberadaan mobil saat ini bukan lagi kebutuhan tersier atau sekunder. Untuk sebagian orang mobil sudah menjadi kebutuhan primer yang mempermudah transportasi dan mobilitas mereka. Maka tidak heran jika sekarang jumlah orang yang memiliki mobil masih terus bertambah.

Thursday, January 31, 2019

Berkah Nge-Vlog Part 2




Juara Lomba Vlog Kemenkes 2018



Jakarta, dahulu kota ini hanya ada dalam mimpi saya. Jauhnya jarak Malang – Jakarta membuat saya tak berani bermimpi bisa mengunjunginya. Apalagi saya punya hoby suka mabuk perjalanan, nggak kebayang deh harus menempuh perjalanan jauh PP Malang-Jakarta. Tapi akhirnya takdir membawa saya hingga bisa menjejakkan kaki di ibukota. Mulai dari acara gathering kantor, workshop kepustakawanan hingga event-event blogger skala nasional yang saya tempuh dengan berbagai armada mulai dari bus, kereta api hingga pesawat terbang.

Friday, January 25, 2019

Bangga Jadi Blogger yang Bermanfaat




Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital



“Minta do'a nya ya semua, anak saya tanggal 2 Maret besok akan dikhitan karena phymosis. Jujur sampai saat ini saya masih sangat khawatir karena umur anak saya masih 6 bulan,tapi saya takut akan timbul penyakit lain jika anak saya tidak dikhitan. Terimakasih, ceritanya membuat saya sedikit lega.”

Thursday, December 13, 2018

Berkah Nge-Vlog Part 1




Seperti yang sudah sering saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, bahwa selama satu tahun terakhir saya lebih banyak aktif di Youtube. Dalam setiap bulannya, frekuensi upload video di sana bisa melebihi frekuensi saya ngeblog. Boleh dibilang saya menemukan dunia baru yang lebih menantang di Youtube. Nah tulisan saya kali ini akan membahas buah manis dari konsistensi yang saya lakukan di Youtube.

Kabar Gembira dari Jakarta


Di awal bulan November, ketika saya baru saja melepaskan keberangkatan mertua untuk kembali bekerja di Hongkong, saya mendadak dimasukkan ke sebuah WAG oleh seseorang yang tidak saya kenal. Nama WAG-nya: Blog dan Vlog, sayapun mengira ada job baru. Trus saya membuka attachment berupa file PDF yang dikirim sang admin yaitu Ibu Septi. Saya sempat tidak percaya dengan isinya, lalu setelah memastikan kebenarannya hati saya pun berbunga-bunga dan bersyukur kepada Allah.
File PDF itu berisi pengumuman pemenang lomba media massa (cetak, TV dan radio) dan media sosial (blog dan vlog) yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI. Adapun tema lombanya adalah Indonesia Sehat Melalui Pencegahan Stunting dan Perlindungan Imunisasi. Lomba ini diadakan pada bulan September 2018, saya sendiri mendapatkan informasi tentang lomba dari Mbak Wawa di grup Blogger Crony Community (BCC).



Saya pun mengikutkan vlog modal HP yang saya bikin saat mengantarkan Aira imunisasi Difteri di lomba Kemenkes tersebut. Waktu itu sih saya nothing to lose mengingat jam terbang saya di dunia YT terutama vlog masih sedikit. Eh siapa sangka, ternyata vlog kami tersebut dipilih oleh para juri sebagai Juara ke 3. Adapun yang menjadi Juara 1 adalah Mas Satto Raji dan juara 2 Mas Akbar Muhibar.
Yang bikin saya makin excited (selain nominal hadiah tentunya), semua pemenang utama diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dan piala secara langsung dari Ibu Nila Moeloek, selaku Menkes pada tanggal 12 November 2018. Trus biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Kemenkes, whuaa dapat rejeki dobel-dobel ini namanya. #BerkahNgevlog



Tapi sayangnya saya tidak bisa berbagi kabar bahagia ini di publik (baca: sosmed wekekeke) karena Kemenkes baru akan memberikan pengumuman resmi tanggal 12 November 2018. Jadilah saya hanya berbagi dengan keluarga dan sahabat dekat saja. Bahkan dengan member grup Blogger Kekinian pun saya hanya bilang ada undangan acara dari Kemenkes.

Drama Sebelum ke Jakarta


Sebelum dapat pemberitahuan dari Kemenkes, saya dan istri sudah punya planning mau ke kota Surabaya untuk menghadiri event BUMN dari tanggal 10-11 November 2018. Setelah dipikir masak-masak, lebih efisien jika saya berangkat ke Jakarta dari Surabaya saja. Sementara istri pulang ke Malang sendirian naik kereta. Sengaja dia pesen kereta eksekutif, nggak mau kalah sama saya yang dapat fasilitas naik pesawat Garuda PP wekekekeke.




Ceritanya pagi itu, kami sudah berusaha bangun pagi. Ntah saya yang kelamaan mandi, Mama Ivon yang kelamaan dandan atau kami yang kelamaan kalau sarapan. Kami baru sadar untuk segera berangkat ke Stasiun Gubeng ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih. Padahal kereta Mama Ivon berangkat pukul 07.20, sementara saya mengiranya pukul 07.30. Paniklah kami, mana taksi online yang saya pesan tidak kunjung datang.
Kalau di film-film biasanya tokoh utama diceritain bisa datang tepat waktu meski sudah mepet jam keberangkatan. Tapi sayangnya ini bukan film dan kami harus menerima kenyataan jika Mama Ivon ketinggalan kereta. Mama Ivon nangis: sedih dan marah. Dia langsung balik badan begitu petugas kereta bilang kalau kereta yang akan dia naiki baru saja berangkat. Saya sempat ngusulin untuk nyoba ke Stasiun Wonokromo, siapa tahu bisa naik dari sana. Tapi Mama Ivon menolak usulan tersebut mentah-mentah. Emang sih tiketnya sudah hangus tapi tidak ada salahnya kan mencoba, siapa tahu bisa naik dengan menunjukkan bukti pembayaran yang ada di HP-nya.
Mau nggak mau Mama Ivon harus naik bus, saya pun mengantarnya ke Terminal Bungurasih. Perjalanan ke sana terasa berat dan lama karena Mama Ivon memasang muka jutek bin dingin. Saya pun hanya bisa diam saja karena kalau saya berusaha membujuknya yang ada malah saya dikacangin atau dia makin marah. Malu lah sama sopir taksi onlen yang mengantarkan kami. Alhamdulillah, Mama Ivon bisa mendapatkan bus jurusan Surabaya – Malang dengan mudah.
Jujur, sedih rasanya waktu itu karena kami mau berpisah eh malah kayak gini. Maunya kan berpisah dengan senyuman manis bukan dengan wajah ditekuk seperti itu. Setelah mengantar Mama Ivon, saya pun lalu balik lagi ke hotel.

 ***

Kira-kira pukul 10.30 saya check-out dan memesan ojek online untuk ke Bandara Juanda, Sidoarjo. Agak keder juga sih sebenarnya membayangkan perjalanan dari hotel yang berada dekat dengan Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda menggunakan motor. Apakah bisa lebih cepat dari naik taksi online atau malah lebih molor.
Pak ojek online yang mengantarkan saya usianya sudah agak tua, mungkin sekitar 40 tahunan. Tapi cara bawa motornya kayak anak-anak muda yang suka ngebut gitu, saya antara senang dan parno jadinya. Seneng karena perjalanan jadi lebih cepat tapi juga parno dengan keselamatan kami. Eh kok ndilalah pas setelah melewati kawasan Ahmad Yani, ada razia lalu lintas dan kami diberhentikan oleh salah satu polisi. Ternyata lampu depan motor kami mati, rupanya Pak Ojol lupa menyalakannya.
“Duh bisa telat neh sampai di bandara,” batin saya.
Proses interogasi pun dijalani, Pak Ojol mau nggak mau ditilang, SIM-nya ditahan dan harus menjalani sidang. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan ke Juanda. Gitu pun masih sempat ada adegan nanya-nanya ke orang penjual di pinggiran jalan karena Pak Ojol lupa arah jalan ke Juanda. 

“Bentar ya Mas, saya kok lupa ini beloknya dimana. Jangan-jangan kelewatan.”
“Walah, trus gimana Pak?”
“Saya tanya orang dulu.”
Fiuuh, bener-bener perjalanan yang menguji iman eh mental.

Sebenarnya saya sudah beberapa kali ke Bandara Juanda tapi gara-gara insiden ditilang polisi itu saya jadi blang deh. Alhamdulillah, setelah nanya sama penjual tersebut kami jadi lega karena jalan yang kami tempuh ini adalah jalan yang benar bukan jalan yang sesat wekekeke. Saya pun akhirnya bisa sampai di Juanda dengan selamat dan bisa istirahat sambil menunggu jam keberangkatan ke Jakarta.



Makin lega juga setelah dapat kabar Mama Ivon sudah sampai di Malang, kami pun video call karena Duo Ai kepengin liat penampakan bandara dan pesawat dari jarak dekat. Mereka pada nagih kepengin naik pesawat juga kapan-kapan.
Oke, sampai di sini dulu ya tulisannya. Saya takut nanti kalian bosan jika baca tulisan saya yang panjang. Next saya akan bercerita petualangan setibanya di Jakarta yaitu mencoba naik Kereta Layang di Terminal 3 Bandara International Soekarno Hatta.




Thursday, October 11, 2018

Putus Hubungan dengan Masuk Angin




PUTUS HUBUNGAN DENGAN MASUK ANGIN


“Pa, ayo renang..!” ajak Mas Aiman sambil menarik lengan saya.
Adek Aira yang mendengar hal itu, ikut-ikutan mengajak renang.
Hari itu kami sedang staycation di sebuah hotel berbintang tiga di kawasan Jl.Ahmad Yani, Surabaya. Kami sengaja staycation di hotel yang memiliki fasilitas kolam renang, tahu sendirilah anak-anak pasti suka sekali berenang. Waktu itu saya hanya bertiga saja sama anak-anak di kamar, sementara Mama Ivon masih mengikuti sebuah event di tempat lain.

Wednesday, September 26, 2018

Menolak Lupa




Pagi itu saya berangkat ke kantor dengan terburu-buru. Hmm sebenarnya juga enggak pagi hari itu aja sih saya berangkat kerja terburu-buru tapi hampir setiap hari wekekeke. Ketika mau sampai di perempatan yang sudah dekat dengan kantor, saya mendadak teringat sesuatu.

SAYA LUPA MEMATIKAN KOMPOR GAS..!!


Friday, April 27, 2018

Keseruan Blogger Asus di Launching Zenfone Max Pro M1 di Jakarta Part 1




Launching Zenfone Max Pro M1 di Jakarta


Alhamdulillah bahagia rasanya ketika saya mendapatkan kepastian bahwa saya diundang oleh Asus dalam event terbarunya yaitu Launching Zenfone Max Pro M1 di Jakarta. Maklum saja, di event terakhir tahun kemarin saya tidak lolos seleksi dan itu rasanya beraatt. Harusnya biar Dilan saja yang ngerasain karena rindu itu berat, apalagi rindu seru-seruan sama Tim Asus dan Blogger Asus.

Friday, November 10, 2017

Obrolan di Dalam Kereta Malang-Cirebon






Sore itu kereta api Matarmaja membawa saya dan Mas Aiman ke Cirebon. Karena siang hari nggak tidur, Mas Aiman terlelap sejak dari rumah hingga ke Stasiun Kota Baru Malang. Karena dia tidur, saya pun jadi lebih leluasa ngobrol dengan penumpang lainnya. Ketika sampai di Stasiun Kepanjen, beberapa penumpang mulai memenuhi gerbong tempat saya duduk. Di antara mereka ada satu keluarga yang terdiri dari seorang bapak, ibu dan anak gadisnya yang masih remaja.

Sunday, September 24, 2017

Papa Milenial: Jangan Puas Hanya Jadi Penikmat



Papa Milenial: Jangan Puas Hanya Jadi Penikmat


Sebagai seorang kepala keluarga tentunya kita memiliki tanggung jawab besar untuk mencari nafkah demi keluarga tercinta. Apalagi kebutuhan di era milenial ini semakin kompleks saja, salah satu yang paling urgent adalah internet. Mulai dari membaca berita online, memesan makanan atau ojek online, eksis di media social hingga melihat video di youtube semuanya membutuhkan akses internet. Maka tak heran ketika baru saja gajian maka ada satu pos tambahan yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan internet.

Friday, August 4, 2017

Bapak Nggak Usah Kerja







“Bapak, besok mau kemana?”
“Bapak besok kerja Mas.”
“Bapak nggak usah kerja, di rumah saja.”
“Lho kenapa?”
“Bapak gambarin aku dino dan bikin kebun binatang.”
“Kalau Bapak nggak kerja nanti nggak punya uang buat beli makanan, pakaian juga mainan Mas.”
“Pokoknya Bapak nggak usah kerja, di rumah saja nemenin aku!”

Tuesday, August 9, 2016

Who Can Stop Awkarin?




Who Can Stop Awkarin



Dunia maya saat ini sedang dihebohkan dengan sensasi dan popularitas selebgram Karin Novilda atau populer dikenal dengan nama Awkarin. Sepak terjang gadis yang punya tato mawar hitam di lengan kanannya ini memang bikin orang terheran-heran, dia enteng saja upload foto-foto dirinya mengenakan busana seksi dan terbuka, melakukan aktivitas yang identik dengan kenakalan remaja seperti merokok, minum minuman keras hingga dugem. Bahkan Karin tidak risih mengumbar kemesraannya dengan sang pacar: Gaga di akun IG, Vlog dan Snap Chat.

Monday, June 6, 2016

Yuk Kuliah Online di Binus







Setelah lulus dari SMA dulu saya langsung bekerja dikarenakan ketiadaan biaya. Saya baru bisa melanjutkan studi ke jenjang S1 setelah saya bekerja. Dikarenakan keterbatasan waktu saya memilih mengambil kelas khsusus karyawan. Waktu kuliahnya hanya weekend saja, bisa Sabtu atau Minggu. 

Friday, June 3, 2016

Mengabadikan Perjalanan Hidup dengan Kamera Ponsel




http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html



Zaman sekarang kalau kita beli ponsel maka salah satu fitur yang jadi pertimbangan utama adalah fitur kameranya. Apalagi buat para kawula muda kekinian yang doyan narsis, selfie, grufie atau wefie pasti ingin punya kamera dengan fitur kamera yang canggih dan bagus hasilnya. Bahkan kalau bisa hasilnya nggak kalah bening dengan foto-foto hasil jepretan kamera DSLR.

Thursday, June 2, 2016

Mengenang Film Dokumenter Xerografer






Kemarin lusa saat meng-back-up file di memori card saya menemukan file film dokumenter yang sudah lama saya cari. Film dokumenter ini bercerita tentang profil saya sebagai seorang tukang fotokopi yang berhasil menulis sebuah novel berjudul Xerografer: Curhat Colongan Tukang Fotokopi.

Thursday, May 26, 2016

Top 50 Attraction Reviewers in Malang versi TripAdvisor




Top 50 Attraction Reviewers in Malang



Alhamdulillah berkat aktivitas saya mereview objek wisata, hotel dan restoran yang pernah saya kunjungi di TripAdvisor, saya akhirnya mendapatkan apresiasi sebagai Top 50 Attraction Reviewers in Malang.

Sunday, May 22, 2016

Cerita Survive di Tanggal Tua ala Keluarga Biru



Dulu ketika masih lajang semua tanggal bagi saya adalah tanggal muda, mau tanggal 1 atau 31 nggak masalah. Pengin beli ini pengin beli itu tinggal gesek aja ATM. Bukannya mau nyombong sih, karena ketika masih lajang kebutuhan masih sedikit sehingga bisa menabung setiap bulannya. Tapi sekarang setelah menikah, bagi Keluarga Biru tanggal muda berasa seperti tanggal tua hiks.

Monday, April 4, 2016

Tiga Kata Kunci untuk Pria Tercinta



 
Kue Ultah buatan Mama Ivon



Berbicara soal kado saat ulang tahun, saya baru tiga kali mendapatkan kado. Duh melas banget ya saya, usia udah kepala tiga eh baru tiga kali menerima kado. Sssttt, saya kasih tau lagi, tiga kado itu baru saya terima setelah saya menikah. Di keluarga besar saya memang tidak terbiasa mengadakan perayaan ulang tahun secara khusus dengan pesta ulang tahun dan sejenisnya. Jadi sejak kecil hingga saya dewasa saya tidak pernah merasakan bagaimana bahagianya mendapatkan kado dari orang tercinta.

Tuesday, December 1, 2015

Alhamdulillah Masih Rejeki Kami





Pernahkah Anda mengalami peristiwa dimana Anda hampir kehilangan suatu barang namun berkat pertolongan dari Allah, barang itu masih menjadi rezeki Anda. Kami pernah, bahkan tidak hanya sekali namun beberapa kali. Ini menjadi bukti bahwa kami, terutama saya termasuk orang yang agak teledor namun Alhamdulillah Allah sungguh Maha Pemurah selalu menyelamatkan kami dari peristiwa kehilangan.

Wednesday, November 25, 2015

Road to Kelas Inspirasi Malang 3: Finish What You Started




Pagi itu sebuah email baru masuk di inbox email saya, melihat subjeknya membuat mata saya berbinar-binar. Setelah di tahun pertama tidak lolos, di tahun kedua ketinggalan informasi akhirnya di tahun ketiga ini saya lolos seleksi calon relawan pengajar di Kelas Inspirasi Malang 3. Motivasi saya untuk bergabung dengan Kelas Inspirasi terdorong oleh keinginan untuk ikut memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa yang saya cintai ini. Saya memang bukan siapa-siapa, tapi siapa tahu di antara para generasi penerus bangsa itu ada yang tergerak hatinya atau terinspirasi dengan cerita tentang kehidupan dan profesi yang saya geluti.