Showing posts with label wisata kuliner. Show all posts
Showing posts with label wisata kuliner. Show all posts

Tuesday, September 4, 2018

Tuesday, April 17, 2018

Liburan Akhir Tahun 2017: Cirebon Dadakan

6




Liburan Akhir Tahun 2017: Cirebon Dadakan



Pada bulan November 2017 yang lalu, Keluarga Biru melebarkan jangkauan travelling ke Provinsi Jawa Barat yaitu tepatnya ke kota Cirebon. Kebetulan Mama Ivon mengikuti sebuah komunitas baking yang rutin mengadakan acara gathering setiap tahun, nah pada tahun 2017 kota Cirebon dipilih sebagai lokasi gathering.

Wednesday, November 22, 2017

Hayaku Steamboat & Yakiniku Malang, Menikmati Kuliner Ala Jepang Bersama Keluarga.

8



Hayaku Steamboat & Yakiniku Malang, Menikmati Kuliner Ala Jepang Bersama Keluarga. Saat ini kuliner di Malang makin beragam, salah satunya kuliner ala Jepang. Kalau sebelumnya sudah hadir semacam Hoka-Hoka Bento, kini kuliner ala Jepang makin berkembang yaitu steamboat dan yakiniku.

Memiliki pasangan yang selera makannya berbeda, jelas memiliki tantangan tersendiri. Suami dan anak lelaki saya termasuk yang pemilih jenis makanan, sehingga saya tidak bisa leluasa kuliner semaunya. Pemilih makanan itulah kendala utama kalau saya hendak kulineran ke restoran atau kedai baru yang sedang hitz di Malang.

Namun hal tersebut beberapa kali bisa saya atasi dengan bujukan maut hahaha. Yah, setidaknya saya memberinya pengertian, kalau gak dicoba dulu bagaimana tahu rasa makanan tersebut. Tak ayal satu dua kali makanan yang menurut suami atau anak saya terasa asing, ternyata bisa diterima oleh indra pengecap alias lidahnya.

Menikmati Kuliner Ala Jepang Di Hayaku Steamboat & Yakiniku


Beberapa waktu lalu sempat wira-wiri mengenai kedai kuliner ala Jepang yang baru buka di Malang, yaitu Hayaku Steamboat & Yakiniku. Saya pun jadi penasaran dan kepengen ngajak suami ke sana. Sebenarnya menu ala Jepang ini sudah pernah kami coba di salah atu restoran yang menyediakan menu serupa, sayangnya harganya bikin isi dompet atau ATM jebol. Suami mau nurutin ke sana itupun karena saya sedang ngidam sewaktu hamil hahaha, kalau gak, mana mau dia makan menu yang segelintir tapi bisa buat belanja dua minggu. Lol

Diperkuat dengan penampakan menu di Hayaku Steamboat & Yakiniku yang menggoda, saya pun berhasil membujuk suami buat kulineran ke sana bersama keluarga kecil kami. Hayaku Steamboat & Yakiniku letak kedai-nya pun  tak terlalu jauh dari rumah. Naik kendaraan bermotor kurleb 15 menit sampai tanpa macet karena bisa mengambil jalur alternatif.

Desain Ala Kedai Jepang




Kedai Hayaku Steamboat & Yakiniku Malang, berada di kanan jalan kalau dari arah perempatan ITN. Menempati sebuah ruko yang disulap menjadi kedai la Jepang. Ruangannya cukup minimalis, terdapat beberapa kursi kayu ala kedai dengan deretan meja yang sudah dilengkapi dengan dua tungku, satu untuk steamboat dan satunya untuk yakiniku atau ngegril. Di atasnya terdapat alat penghisap asap sehingga tetap nyaman menikmati sajian steamboat maupun yakiniku dan terlihat bersih. Ruangan terbagi menjadi dua, indoor dan out door yang ada atapnya fiber glass.




Meskipun kedainya tidak menyediakan spot khusus buat foto-foto, namun dinding ruangan cukup instagramable dengan adanya tulisan Hayaku dan gambar aneka bahan menu-menu di sana. Sementara di dinding sisinya terpampang gambar menu yang diabadikan dengan kamera dan menarik juga buat spot foto-foto lho.

Aneka Paket Menu Steamboat & Yakiniku

Saat saya sampai di sana, kondisi kedai agak sepi namun tak berapa lama mulai berdatangan satu persatu bergantian. Di Hayaku Steamboat & Yakiniku Malang memyediakan beragam paket hemat yang pastinya gak bikin jebol isi dompet maupun ATM-mu. Saya saja pas membacanya lumayan takjub dan happy pastinya.


Usai mempertimbangkan bersama, saya memilih paket Big Meal terdiri dari 1 porsi steamboat, 1 porsi yakiniku dan snack set. Untuk paket menu ini bisa dinikmati bersama empat orang. Kalau tidak ingin mengambil paket big meal, masih ada paket single lainnya. Bahkan yang ingin nambah isian steamboat atau yakiniku pun tersedia.




Sementara untuk pilihan minumannya pun beragam, mulai dari es teh, milkshake hingga minuman kekinian macam mojito. Saya dan suami memilih mojito, sementara milkshake buat anak-anak. Pesenan kamipun tak berapa lama tiba, untuk kuah steamboatnya saya memilih yang kaldu, lebih bisa diterima lidah suami dan anak-anak. Varian kuahnya ada dua macam, kaldu dan tom yum.


Seporsi steamboat terdiri dari aneka bakso seafood, udang segar, tofu seafood, irisan daging, ayam, dua macam sayur yaitu sawi hijau & putih dan bihun putih. Sementara untuk yakinikunya, terdiri irisan daging, ayam, sosis, dan udang yang sudah dibumbui dan ditaburi irisan bawang bombay dan wijen.


Suami dan anak-anak nampak menikmati menunya, untuk kuah steamboat rasanya segar dan pas dilidah saya mapun suami. Sementara untuk yakinikunya enak, dagingnya empuk yang dicocol dengan saus asem pedas gitu, enak banget dan cocok deh.

Harganya Ramah Isi Dompet Atau ATM

Selain rasanya yang enak, steamboat dan yakiniku di Hayaku Malang harganya tergolong ramah kantong termasuk buat para mahasiswa. Untuk menu makanannya mulai harga Rp. 16.000 – Rp. 99.000 ribu. Sedangkan minumannya mulai Rp. 6000 – Rp. 12.000,-

Kalau sedang tidak ingin paket menu big meal, bisa memilih paket regular yang sama terjangkaunya. Bahkan ada juga paket bowl alias single sebesar rp. 18.000,- saja. Begitupun dengan menu snack time-nya.

Overall, menurut saya Hayaku Steamboat & Yakiniku ini recommended banget buat yang mau makan kuliner ala Jepang dengan harga yang ramah isi dompet maupun ATM. Saking ramahnya saya sampai ketagihan dan sampai tulisan ini dibuat sudah tiga kali ke sini bareng keluarga kecil kami. Kalau menurut pengalaman saya sewaktu bekerja di Hong Kong, menikmati kuliner ala Jepang gini lebih pas sewaktu musim dingin.

Tentu saya pas banget dengan cuaca saat ini yang mulai masuk musim penghujan. Yang mana cuacanya sedang dingin-dinginnya, makin nikmat makan steamboat dengan kuah panas langsung dari panci saji. Buat yang ingin tahu lebih detail, bisa langsung cuz ke lokasinya yang mudah dicari.




Oh iya, hampir kelupaan. Kalau lagi asyik-asyiknya menikmati dan masuk waktu sholat, di Hayaku tersedia ruang mushola di lantai atas, lengkap dengan tempat wudhu, sajadah maupun mukena yang tersimpan rapi dalam lemari kecil. Bisa dibilang fasilitasnya lumayan juga, tersedia toilet dan tempat parkir luas.

Jangan lupa juga tonton vlog kuliner kami di Hayaku di bawah ini



Ivonie Zahra


Hayaku Steamboat & Yakiniku Malang

Jl. Bendungan Sigura-gura Barat Raya No. 1 c Malang
Buka : Setiap hari, mulai 11.30 – 22.00 WIB
IG : @hayakumalang 





Friday, December 30, 2016

Monday, October 10, 2016

Makan Nakam: Food Court dengan View Alun-Alun Kota Malang

27




Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Persaingan mall atau department store di Malang saat ini semakin ketat, setiap hari ada saja event atau promosi yang diselenggarakan untuk menarik minat para pembeli. Saat saya remaja dulu, pusat keramaian di Malang terpusat di sekitar Alun-Alun Kota Malang karena di sana banyak sekali berdiri mall dan departemen store, salah satunya Sarinah Plaza Malang. Lalu kemudian mulai bermunculan mall atau departemen store di kawasan lain sehingga pusat keramaian mulai bergeser dari kawasan yang merupakan jantung kota Malang tersebut.

Makan Nakam: Food Court dengan View Alun-Alun Kota Malang


Sarinah sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Malang menyadari akan persaingan yang semakin ketat ini. Itulah sebabnya Sarinah berbenah diri untuk menampilkan Sarinah Wajah Baru yang lebih modern dan kekinian, baik dari segi penampilan maupun fasilitas dan pelayananannya. Salah satu fasilitas baru yang dihadirkan di Sarinah Malang adalah food court Makan Nakam.


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Makan Nakam terletak di lantai dua, tepatnya di sisi sebelah selatan. Kata Nakam sebenarnya kebalikan dari kata Makan. Menurut Mas Dias Adi, Asisten GM Aneka Usaha Divisi Retail, penamaan Makan Nakam diambil dari kultur budaya Malang yaitu Boso Walikan. Hal ini memang sudah menjadi ciri khas dari Sarinah untuk mengangkat kultur budaya setempat, sebagai contoh food court Sarinah Semarang dinamakan Griya Dahar.

Makan Nakam Sarinah Malang




Keistimewaan Makan Nakam dari segi lokasi adalah food court pertama dan satu-satunya di Malang yang memiliki balkon menghadap langsung ke Alun-Alun Kota Malang. Tentunya ini menjadi nilai jual tersendiri di mata para penikmat kuliner Malang yang tidak hanya berburu kelezatan makanan namun juga atmosfer atau suasana yang unik dan berkesan.


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Tak hanya view Alun-Alun Kota Malang, dari balkon Makan Nakam kita juga bisa melihat view perempatan Jl. Jenderal Basuki Rahmad yang merupakan jantung kota Malang dimana berdiri beberapa bangunan bersejarah seperti Masjid Agung Jami’ Malang dan GBIP Imanuel.

Sejarah Sarinah di Masa Lalu


Sarinah Plaza Malang pada zaman dahulu merupakan rumah dinas Bupati pertama Malang Raden Toemenggoeng Notodiningrat (1820-1839). Setelah itu, dikuasai oleh Belanda dan dijadikan tempat berkumpul yang dikenal dengan nama gedung Societiet Concordia. Kemudian pada periode 25 Februari-5 Maret 1947, gedung ini menjadi tempat rapat akbar Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang merupakan cikal bakal Dewan Permusyawaratan Rakyat. Saat itu banyak tokoh bangsa mulai dari Soekarno-Hatta, Edward Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr.Soetomo hingga Jenderal Besar Soedirman dan Bung Tomo hadir di gedung ini. 

 
Societiet Concordia
Societiet Concordia
 
GBIP Imanuel
GBIP Imanuel (sumber: http://jelajahmalangku.blogspot.co.id/2013/12/galeri-malang-tempo-doeloe-yg-tercinta.html)

Gedung ini terpaksa dibumi hanguskan pada tahun 1947 sebagai bagian dari taktik gerilya. Barulah pada tahun 1970, di lokasi ini dibangun Sarinah sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di kota Malang. Jadi Sarinah memang merupakan situs sejarah yang layak untuk dilestarikan.

Keistimewaan Desain dan Sajian Kuliner


Adapun keistimewaan Makan Nakam yang kedua adalah desain interior dan eksteriornya yang cozzy dan elegan ala cafe. Hal ini senada dengan image yang selama ini melekat pada Sarinah sebagai departemen store yang membidik kalangan menengah ke atas. Namun Anda jangan khawatir meskipun tampilannya mewah namun harga makanan yang dijual di Makan Nakam masih standart harga makanan foodcourt di Malang yaitu berkisar antara Rp.5.000 hingga Rp.50.000. Jadi tak perlu takut kantong jebol jika nakam-nakam di sini Ker.


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Menu-menu yang ditawarkan di Makan Nakam juga tidak kalah istimewa karena menghadirkan restaurant lokal dan waralaba terkemuka yang telah terjamin kualitasnya. Beberapa di antaranya seperti: kafe milik Sarinah yaitu A Cup of Java, Pempek Mang Jey, Faresh Sandwich, Bakso Damas, Ice Clemot, Warna-Warni dan masih banyak lagi lainnya. 
Khusus untuk Warna-Warni, semasa masih bujang saya beberapa kali makan di Warna-Warni yang lokasinya dulu berada di sebelah Utara Stasiun Kota Baru Malang. Warna-Warni terkenal dengan menu andalannya berupa es buah dan es krim. Dengan hadirnya Warna-Warni di Sarinah, ini mengangkat namanya menjadi lebih berkelas. 


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Di Sarinah sendiri, tidak hanya dijual produk-produk luar negeri namun juga produk-produk karya anak bangsa. Produk-produk ini merupakan hasil karya UMKM yang sudah terpilih dimana produknya memiliki kualitas yang bagus. Ini menjadi bukti bahwa Sarinah Plaza Malang tidak ingin maju sendiri, dia mau menggandeng para pelaku usaha kecil untuk berjalan bersama menuju kesuksesan.

Keluarga Biru di Makan Nakam


Malam itu Keluarga Biru hadir dengan formasi lengkap dan drescode kompakan berwarna biru, ini semua demi menghadiri event istimewa Sarinah yang bertajuk: Pembukaan Tampilan Baru Sarinah dan Food Court Makan Nakam. Terakhir kali kami ke Sarinah adalah saat bulan Puasa yaitu saat Mama Ivon ingin membeli sepatu baru. 


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Saat kembali ke Sarinah, saya cukup senang melihat tampilan baru Sarinah yang lebih fresh dan kekinian. Begitu kita masuk di lantai satu maka kita akan disambut dengan deretan produk-produk hasil karya UMKM lokal Malang mulai dari kerajinan hingga fashion. Karena malam itu kami datang terlambat, kami langsung naik ke lantai dua tempat Makan Nakam berada.


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Adapun menu makanan yang kami pesan malam itu antara lain: Pempek Mang Jey, Bakso Damas, Es Warna-Warni dan Es Clemot. Yang pesanan saya adalah Bakso Damas, untuk rasa dan kualitasnya sudah tidak diragukan karena Bakso Damas selama ini dikenal sebagai salah satu gerai bakso terkenal di Malang.


Makan Nakam Sarinah Plaza Malang


Bagi Keluarga Biru, kehadiran Makan Nakam bisa menjadi alternative wisata kuliner baru saat kami ngemall di jantung Kota Malang. Jujur saja, kami jarang sekali wiskul saat ngemall di jantung kota Malang karena pernah dikecewakan saat makan di sebuah food court di salah satu mall di sana karena harga makanannya tidak sebanding dengan rasa dan tempatnya yang kurang memuaskan. 





Dengan 3 keistimewaan di atas, maka tidak berlebihan rasanya jika Makan Nakam saya sebut sebagai tongkrongan baru yang layak dicoba oleh para kawula muda dan penikmat kuliner di Malang. Oh iya, di Makan Nakam ini sinyal wifinya kenceng juga lho, cocok buat Anda yang pengin selalu up-date. Jika Anda tidak percaya, silakan datang dan buktikan sendiri.





Wednesday, June 22, 2016

4 Kelebihan Bakso Duro Kepanjen yang Bikin Ketagihan

26




Bakso Duro Kepanjen


Malang identik dengan kuliner bakso. Di kota kelahiran saya ini Anda bisa menemukan berbagai varian bakso, mulai dari bakso biasa, goreng hingga bakso bakar. Di setiap penjuru kota Malang Anda bisa menemukan penjual bakso mulai dari abang gerobak dorong hingga gerai bakso yang mewah. Nah kali ini Keluarga Biru akan mengajak Anda wisata kuliner bakso di Malang Coret yaitu di Bakso Duro Kepanjen.

Monday, May 16, 2016

Manjakan Lidahmu di Dago Bandung

7

 
Congo Cafe and Galeri (sumber gambar: https://www.qraved.com)

 
            Siapa yang tidak mengenal kota Bandung? Kota yang selalu mencuri wisatawan karena banyaknya tempat yang bisa dinikmati. Anda mungkin sudah banyak mendengar tentang Dago? Kawasan di Bandung yang akan banyak diburu para wisatawan karena kulinernya.

Monday, March 21, 2016

Ngemil Cantik di Toast Story Malang

18




Toast Story Malang



“Hmm aku kok pengin wiskul yang manis-manis ya. Bosan kalau tiap kali wiskul selalu makan yang berat-berat. Sesekali pengin makan yang ringan, misalnya roti ala-ala café gitu.”
“Roti ala-ala café?”
“Iya, yang bentuknya lucu-lucu, penyajiannya unik tapi rasanya juga enak.”
“Gimana kalau kita ke Toast Story?”
“Toast Story? Apa itu?”
“Itu lho café spesialis roti panggang yang ada di Jl.Bendungan Sutami 15, yang biasa kita lewati kalau pergi ke Matos. Aku sudah lama pengin ke sana.”
“Oke deh, kita coba.”
Dialog di atas adalah obrolan saya dengan Mama Ivon di sore hari yang biru karena Malang sedang diguyur gerimis. Untung saja malam harinya gerimis itu sudah sirna sehingga kami bisa berangkat ke Toast Story.

Monday, February 29, 2016

Warung Khas Batu: Dinner Kuliner Khas Batu

18



Warung Khas Batu


Setelah refreshing di Alun-Alun Kota Batu kami memutuskan untuk mencari tempat makan yang oke di Batu. Namun sebelum itu Mama Ivon mengajak ke daerah menuju Selecta untuk membeli tanaman kaktus, sayangnya toko bunganya sudah tutup karena kami kesorean. Kami pun lalu muter-muter geje di sepanjang jalan raya Kota Batu yang tidak begitu ramai senja itu.

Saturday, February 20, 2016

3 Wisata Seru di Sumatera Selatan

14

3 Wisata Seru di Sumatera Selatan (sumber foto: www.jtravelclub.com)


Saya dan istri memiliki keinginan untuk bisa mengelilingi Indonesia, mengunjungi objek-objek wisata yang menarik, mencoba aneka kuliner nusantara dan mempelajari sejarah dan budaya di setiap provinsi. Salah satu propinsi yang ingin kami kunjungi adalah Sumatera Selatan yang memiliki ibukota Palembang.

Thursday, January 28, 2016

Mengobati Rindu di Griya Thengkleng SoeHat Malang

11






Solo memiliki arti tersendiri bagi Keluarga Biru. Ibu mertua adalah wanita asal Solo, Mama Ivon pernah tinggal di rumah almarhumah Mbah Kinah, tepatnya di Desa Gugur, Matesih, Solo mulai dari TK hingga kelas 1 SD. Saya tiga kali ke rumah mendiang Mbah Kinah, suasananya yang berada di pedesaan yang masih alami dan asri membuat hati ini selalu merindukannya. Kami pun juga jatuh hati pada kuliner khas Solo, salah satunya Selat Solo. Rasa kuahnya yang segar dan khas itu membuat kami tak bosan menyantapnya.

Monday, January 18, 2016

Teysa’s Café: Great Taste in Homey Place

22


Teysa’s Café: Great Taste in Homey Place
Teysa’s Café: Great Taste in Homey Place


Malam Mingguan Keluarga Biru

“Kita jadi makan nasi biryani di mana nanti, Pa?”
“Emang nanti mau makan di luar?”
“Kan tadi siang Papa bilang pengin makan nasi biryani?”
“Ya nggak harus sekarang lah.”
“Yaa Papa, sekarang aja nggak apa-apa. Kan sekalian, nanti habis pulang beli kado untuk bayinya Sugiantoro kita mampir makan. Lagian sekarang kan malam minggu, masa ngendon di rumah saja.” Sugiantoro itu teman kerja saya, dia baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki bulan Desember kemarin.
“Minggu depan saja ah.”
“Minggu depan kita ada hajatan jadi sudah nggak bisa keluar. Sekarang aja. Kalau Papa nggak mau, Papa beli kadonya sendiri aja, Mama di rumah.”
Eaaaaa, sini yang pengin nasi biryani kok malah situ yang ngambek. Daripada saya nanti kebingungan milih kado, ya sudah deh. Gampangan banget ya saya? Saya mah gitu orangnya, apalagi kalau sama keluarga tercinta.
Kami sempat bingung menentukan pilihan mau makan nasi biryani dimana. Kalau makan di kedai sate di kawasan Tongan (Ade Irma Suryani) menunya terbatas, nanti Aim makan apa. Nah Mama Ivon ngajakin makan nasi biryani di Teysa’s Café aja. Kebetulan dulu kami pernah makan di sana dan ada menu nasi biryani juga.

Sunday, December 20, 2015

Roti Bunz Bistro Malang: Berdua atau Rame-Rame It's OKE

5




Roti Bunz Bistro Malang

Bagi Anda para pencinta kuliner Malang kini telah hadir tempat wisata kuliner terbaru di Malang yaitu Roti Bunz Bistro. Beralamat di Jl. Mundu No.8 Malang, Roti Bunz Bistro ini merupakan pengembangan dari gerai Roti Bunz yang ada di Jl. Tangkuban Perahu No.7E Malang. Ide pengembangan konsep yang lebih luas ini dikarenakan perilaku konsumen yang lebih suka take away, sehingga management Roti Bunz memutuskan membuka gerai baru dengan menu-menu yang bisa menarik pengunjung untuk menikmati di tempat.

Monday, November 23, 2015

[Behind the Scene] Menikmati Menu Korea di Aventree BBQ and Homestay

17



 
Aventree BBQ and Homestay

Annyeong Haseyo! Mereview makanan bisa melalui berbagai macam media, salah satunya lewat video. Nah di minggu yang lalu saya berkesempatan merasakan pengalaman baru membuat video review kuliner bersama chanel Ayo Cobain, milik Mas Pranowo. Adapun restoran yang kami review saat itu adalah Aventree BBQ and Homestay yang terletak di Jl. Soekarno Hatta B4A, Malang. Kawasan Suhat memang dikenal sebagai kawasan yang dipadati dengan berbagai macam pilihan kuliner yang memanjakan lidah.

Wednesday, November 18, 2015

Terjerat Kelezatan Mie Cobek Khas Malang

8


Mie adalah salah satu makanan yang sangat populer di Indonesia, di hampir semua daerah di Indonesia kita bisa menemukan berbagai macam olahan mie. Tentang asal-usul mie hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Orang Tionghoa, Italia dan Arab masing-masing mengklaim sebagai penemu pertama mie. Namun bukti  otentik yang bisa dipercaya ditemukan pada Oktober 2005 yaitu mie tertua yang usianya diperkirakan 4000 di Qinghai, Tiongkok.

Thursday, November 5, 2015

Makan Malam di Bakmi Djowo Doel Noemani, Semarang

7




Saat studi banding ke Semarang, selain mengunjungi beberapa objek wisata kami juga mencoba kuliner yang ada di sana. Kami tiba di Semarang habis maghrib, dari Stasiun Poncol kami langsung menuju Amaris Hotel Pemuda. Setelah istirahat dan mandi kami keluar untuk makan malam. Bu Mamiek, ketua rombongan memutuskan untuk mencari makan yang dekat dengan hotel sebab jika harus naik taksi atau menyewa mobil dadakan mubazir banget. Saya pun langsung teringat deretan warung yang ada di depan Mall Paragon. Dulu saya bersama keluarga sempat mencoba makan di salah satu warungnya yaitu di Nasi Ayam Bu Pini.

Friday, October 23, 2015

Lagi BaPer? Ke MarMan King's Rachman Aja!

18






Keluarga Biru memiliki beberapa kue favorit, salah satunya adalah Martabak Manis atau dikenal juga dengan nama Terang Bulan. Saya biasanya membeli martabak manis jika sedang lembur hingga jam 10 malam. Aim sukaa bangett deh makan kue yang rasanya manis dan mengenyangkan ini. Ada banyak sekali penjual martabak di Malang dengan kualitas dan rasa yang berbeda-beda. Biasanya para penjual martabak manis ini juga menjual martabak asin, tempat berjualannya di pinggiran jalan dengan menggunakan gerobak. Suhu kota Malang yang dingin membuat kehadiran martabak manis laris-manis.

Monday, October 12, 2015

Menikmati Sajian Ayam dan Mie Gejrot yang Unik di D'Gejrot Kemek

9




Berbicara mengenai Yogyakarta, banyak sekali magnet yang menarik siapa saja untuk mendatanginya. Magnet itu berupa objek wisata, kesenian, fashion, kuliner dan segala hal yang berbau-bau Yogya pasti bikin orang tertarik. Nah kali ini saya mau menulis pengalaman wisata kuliner saya di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Gudeg ini. Tapi bukan gudeg yang mau saya tulis, melainkan sebuah menu kuliner bernama ayam dan mie gejrot yang merupakan menu andalan D’Gejrot Kemek.

Friday, October 9, 2015

Balada Food Blogger Ala-Ala

10


Food Blogger Ala-Ala


Saya pertama kali tahu tentang istilah food blogger dari Mama Ivon yang kebetulan join di website Indonesian Food Blogger (IDFB). Dalam pikiran saya saat itu Food Blogger adalah blogger yang membuat suatu masakan entah berdasarkan resep sendiri atau orang lain. Setelah masakannya jadi trus difoto-fiti yang bagus. Baru kemudian diposting di blog. Meskipun sebelum menikah kadang suka eksperimen di dapur namun saya tidak pede untuk mengikuti jejak Mama Ivon. Padahal dulu sewaktu masih ngeblog di MP saya pede banget menulis tentang masakan hasil eksperimen beserta fotonya juga.

Monday, September 28, 2015

Makan Pizza Lezat Tanpa Bikin Dompet Jebol di Cissipizza

15




Anda suka pizza? Dimana biasanya Anda makan pizza? Di franchise pizza yang satu itu ya? Aah itu sih udah mainstream banget. Gimana kalau Anda mencoba sensasi makan pizza di Cissipizza? Café yang beralamat di Jl. Candi Mendut 17H ini adalah milik seorang wanita penggemar pizza bernama Rita. Pengalaman mencicipi pizza di Belanda menginspirasi Mbak Rita untuk mendirikan Cissipizza. Awalnya hanya melayani pesanan online namun setelah makin banyak pemesan, Mbak Rita kemudian memantapkan hati membuka café di kawasan Soekarno-Hatta yang terkenal dengan jajaran kulinernya itu.