Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman

BAPER's Talk: Ruang Sendiri Seorang Bapak

Keluarga Biru         8 comments



Ruang Sendiri Seorang Bapak


Selama ini kalau ngomongin tentang Me Time, pasti identik dengan Ibu, Umi, Bunda, Emak dan Mama. Juaraang banget yang bahas atau minimal peduli dengan Me Time buat Bapak, Abi, Ayah dan Papa. Padahal kami sama-sama manusia, yang punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belatiii. Eaaa malah nyanyi :D


Pada edisi BAPER’s Talk edisi ketiga ini kami sepakat membahas Me Time ala Bapak-Bapak. 


Bapers Talk: Ruang Sendiri Seorang Bapak


Ngomongin tentang Me Time buat saya itu penting banget karena sesupel-supelnya orang, segaul-gaulnya orang pasti membutuhkan me time. Apalagi saya yang termasuk orang introvert ini. Sudah pernah saya singgung bahwa dulu saat masih bujang saya selalu menyempatkan diri untuk me time setiap hari dengan menyendiri di kamar. Gunanya untuk istirahat dan mengembalikan ‘kekuatan’ yang hilang setelah seharian menghadapi orang banyak di kantor. Kalau meminjam judul lagunya Tulus, kita semua membutuhkan Ruang Sendiri.




Ruang Sendiri ala Bapak Elang

Namun saya musti realistis bahwa setelah menikah kesempatan untuk memiliki ruang sendiri itu semakin jarang. Apalagi setelah kehadiran Mas Aiman trus kemudian Baby Aira, saya hampir tak punya waktu untuk memiliki ruang sendiri saat pulang kerja. Boro-boro mikirin waktu untuk ruang sendiri, mencari waktu untuk ruang berdua bersama istri saja sekarang juga susah. Maklum, anak-anak saya itu suka begadang semua, mereka baru tidur pukul 11-12 malam. Yaa memang sudah menjadi hukum alam dan keseimbangan, saat kita mendapatkan sesuatu maka akan ada sesuatu yang hilang juga dari diri kita.

Lalu apakah saya menyesali hal tersebut?

Tentu tidak.

Bagi saya itu sudah menjadi konsekuensi ketika kita memutuskan untuk berkeluarga. Pasti ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menikah. 

Daripada menyesali keadaan maka lebih baik kita menyiasati agar tetap memiliki ruang sendiri. So inilah ruang sendiri yang saya miliki sebagai seorang bapak.

  1. Kantor
Alhamdulillah job desc saya sekarang tidak mengharuskan saya berhadapan dengan orang banyak secara langsung. Sehari-hari saya bekerja di depan PC: menulis berita untuk website kantor, mengelola akun social media kantor dan mendesain produk-produk promosi. Saya baru bertemu orang banyak saat ada acara atau event sehingga lebih banyak waktu bagi saya untuk sendiri. So bagi saya ngantor sudah menjadi ruang sendiri, setidaknya dari keluarga hehehe.

  1. Dunia Blog
Yaap, ngeblog adalah ruang sendiri paling asyik bagi saya. Lewat blog saya bisa menekuni passion saya di dunia tulis-menulis. Saya bisa menulis apa saja yang saya suka tanpa ada yang melarang dan mengatur sepanjang tulisan saya itu tak menyinggung atau menyakiti orang lain. Tapi meskipun begitu saya tetap tak bisa melepaskan keluarga dari dunia blog, buktinya saat comeback ngeblog pada tahun 2015 saya membuat blog bertema keluarga. Saya baru membuat blog pribadi lagi setahun kemarin karena ingin tetap memiliki ruang sendiri di dunia maya. Sebab ada hal-hal tertentu yang tidak bisa ditulis di blog keluarga.

  1. Sosialisasi
Sosialisasi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, apalagi kini sudah ada teknologi bernama social media dan aplikasi chat seperti whats app. Sosialisasi dengan teman kerja, teman ngeblog baik itu yang masih di Malang atau luar kota bisa dilakukan lewat whats app.
Dengan sosialisasi ini saya tetap bisa kontak dengan teman-teman meski saat itu lagi bersama keluarga. Errr tapi memang harus saya akui seringkali masih khilaf, saat menemani anak bermain saya keasyikan dengan ruang sendiri yang satu ini. Maafin Bapak ya Nak.

Untuk saat ini saya hanya memiliki 3 ruang sendiri saja. Kalau bisa nambah mungkin hanya satu yaitu lewat olahraga. Mungkin saya bisa memiliki lebih banyak ruang sendiri saat anak-anak sudah gedean dikit. Atau dengan cara mengubah pola tidur anak-anak sehingga saya bisa memiliki lebih banyak waktu untuk ruang sendiri. Kangen juga saya menulis draft novel sampai larut malam seperti saat masih bujang dulu. Sekarang saja saya lebih banyak ngetik buat blog di sela-sela jam kantor.

Ruang Sendiri Seorang Bapak


Memiliki ruang sendiri itu memang penting bagi kesehatan mental, apalagi bagi para orang tua seperti kita. Kalaupun saat ini waktu untuk ruang sendiri sedikit maka tetaplah bersabar dan ikhlas menjalaninya. Kita patut bersyukur jika anak-anak nempel terus sama kita, sampai-sampai ke toilet aja ditungguin. Karena banyak orang tua bijak bilang bahwa masa anak-anak itu akan cepat berlalu, itulah kesempatan emas bagi orang tua untuk mengukir kenangan-kenangan indah di benak anak-anak. Di luar sana banyak ayah atau ibu yang harus menahan rindu karena hidup berjauhan dengan buah hati mereka. Urgh sok iyes banget saya ya ngomongnya. Tak ada maksud buat menggurui kok ini malah buat self reminder untuk diri sendiri. 

Itulah cerita atau mungkin juga bisa dibilang sedikit curcol saya tentang Ruang Sendiri yang saya miliki sebagai seorang bapak. Bagaimana dengan Anda, monggo sharing di komentar.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

8 comments:

  1. Bapakpun juga butuh me time ya :)

    Beruntung anak saya 4tahun, tidurnya sore (tapi ndak pernah tidur siang) jadi kami masih bisa menikmati me time.

    ReplyDelete
  2. Betuuull, para suami pun butuh me time ya.. :) Kalo suami msh suka main games, Tamiya sama baca komik di waktu luangnya..

    ReplyDelete
  3. Bapak juga butuh me time, jangan samakan kami dengan pisau belati. Wkwkwkwk

    Enak ya kerjaan di kantornya nggak jauh-jauh dari urusan blog dan sosial media, tapi kalau jenuh dengan laptop dan hp saya biasanya 'ndayo' atau bertamu ke tetangga mas. :)

    ReplyDelete
  4. Ruang sendirinya buanyak y. Sm ky saya dua tahun blkgan. Sebelumnya nyaris ga ada Me time. Sekalinya Me Time ke dokter Gigi. Hehe. Malah curcol

    ReplyDelete
  5. Kalo suamiku, me timenya itu main pingpong mas.. Tiap jumat abis pulang kantor. Kebetulan di kantornya ada komunitas pingpong juga, dan mereka selaku main bareng. Memang sih kdg sampe jam 12 mlm. Tp aku izinin krn aku tau dia jg butuh wktu utk dirinya sendiri :). Apalagi selama ini dia slalu izinin aku utk me time ama temen2 sesekali. Kalo suami ga stress, selalu happy, kan istrinya juga ntr yg makin dimanjain wkwkwkwk :D

    ReplyDelete
  6. Aku bisa bayangin kalau bapak2 nggak punya ruang sendiri pasti bakal stres ya. Maklum kan laki2 tanggung jawabnya besar, jadi butuh banget me time ala bapak2

    ReplyDelete
  7. Yup..tanpa disadari juga tulisan akan menginspirasi lainnya.

    ReplyDelete
  8. sama sih, aku juga kalo me time nunggu anak anteng dulu, atau gantian sama suami buat gantian jaga anak, sama-sama pengertian aja

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.