Millealab: Penggunaan VR Dalam Pendidikan

by - November 24, 2019



Shinta VR Millealab


Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata Virtual Reality? Pasti sebagian besar langsung menghubungkannya dengan dunia gaming. Memang tidak salah sih namun sebenarnya penggunaan VR tidak untuk game saja namun bisa diterapkan di dunia lain. Maksudnya dunia lain ini bukan dunia hantu dan sejenisnya lho ya. Melainkan bidang lain misalnya dunia kesehatan, pariwisata, hiburan hingga pendidikan.

Sebagai contoh neh, di dunia pariwisata ada yang namanya Wonderful Indonesia VR yang menampilkan keindahan alam Indonesia, informasi destinasi wisata yang menarik dan bagaimana cara menuju ke destinasi wisata tersebut. Wonderful Indonesia VR ini bermanfaat bagi para wisatawan terutama mancanegara yang ingin mengunjungi Indonesia.
Nah beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 November 2019 saya mendapatkan kesempatan untuk ikut  Tim Shinta VR memberikan Pelatihan Pembuatan Virtual Reality dengan menggunakan MILLEALAB di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, Kabupaten Malang. Tim Shinta VR sendiri terdiri atas dua orang yaitu Mbak Inka Permata dan Atika Herawati (Account Executive Shinta VR). Mengingat jarak dari Kota Malang ke SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo yang sangat jauh yaitu memakan waktu sekitar 2,5 jam maka kami bertiga berangkat pagi-pagi yaitu pukul 06.30.



Mengenal Shinta VR


Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Maka sebelum saya sharing tentang acara pelatihan, ada baiknya kita kenalan dulu yuk sama Shinta VR. Shinta VR adalah sebuah perusahan VR pertama dan terdepan di Indonesia yang menggunakan teknologi VR/AR/MR yang menjadikan imajinasi indah menjadi nyata. 


Shinta VR Millealab


Ada tiga orang hebat yang berada di balik layar Shinta VR. Mereka adalah Akira Sou, Andes Rizky dan Andrew Steven Puika. Akira Sou dan Andes Rizky merupakan Co-founder dan CEO dari Shinta VR. Setelah menyelesaikan pendidikan Ilmu Komputer di Waseda University, Akira memulai kariernya seorang systems engineer team leader di NTT DATA. Tertarik dengan VR, ia  menyelenggarakan berbagai event VR di Jepang. Setelah keluar dari NTT DATA, ia bertemu dengan Andes di Jakarta melalui komunitas VR di Facebook. Ia sangat yakin terhadap masa depan VR dan mendirikan Shinta VR di Jakarta.
Sementara itu, Andes merupakan lulusan dari Universitas Indonesia dengan jurusan Fisika (Material dan Materi Terkondensasi). Ia terjun ke teknologi VR dikarenakan hal ini merupakan kombinasi dari seni rupa dan teknologi dasar yang biasa ia tekuni. Andes memulainya dengan membangun sebuah tim VR dan membuat beberapa projek konten VR untuk korporasi sejak tahun 2015. 


Shinta VR Millealab


Sedangkan Andrew mempelajari Virtual Reality di RWTH Aachen University, Jerman. Penelitian VR pertamanya berfokus pada natural interaction method. Ia menciptakan interaksi dalam VR menjadi lebih alami dengan mengkombinasikan modalitas manusia. Visinya adalah menjadikan VR sebagai channel untuk meningkatkan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan.

Shinta VR Millealab

Shinta VR memiliki visi sebagai perusahaan Indonesia yang ingin menjadi konten provider terbaik dan terinovatif dalam teknologi VR di Asia khususnya Indonesia. Adapun misi Shinta VR antara lain:
1.       Selalu berorientasi pada inovasi VR yang bermanfaat bagi pengguna dan masyarakat.
2.       Selalu berorientasi pada excellent services kepada pengguna dan stakeholder dalam industry digital.
3.       Selalu berorientasi untuk mencetak tenaga-tenaga ahli Indonesia di bidang VR.

Penggunaan VR di Dunia Pendidikan


Era  Revolusi Industri 4.0 baru saja dimulai. Agar kita tidak tertinggal apalagi sampai tergerus oleh Industri 4.0 maka kita harus membekali diri dengan kemampuan yang up to date. Tidak hanya kita, namun juga generasi penerus bangsa ini. Tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan tentu akan lebih berat. 



Itulah sebabnya mengapa kita harus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Dan Virtual Reality (VR) adalah satu dari sekian teknologi yang bisa kita terapkan. Penggunaan teknologi Virtual Reality di bidang pendidikan sudah banyak dilakukan oleh banyak negara seperti US, Canada, China, Jepang, Korea. 

smk muhammadiyah 6 donomulyo


 SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo merupakan sekolah ketiga di Malang yang menjalin kerjasama dengan Shinta VR. Selain di Malang, Shinta VR juga telah memberikan pelatihan pembuatan VR pada ratusan sekolah mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo memiliki 5 jurusan antara lain Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHPt) dan Agrobisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). 




Seperti sekolah menengah kejuruan pada umumnya, SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo mempersiapkan para siswanya untuk memasuki lapangan kerja setelah lulus nanti. Maka dari itu memerlukan fasilitas yang mutahkhir untuk praktik. Nah dengan penggunaan Virtual Reality maka para siswa bisa mendapatkan pengalaman yang baru dalam mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan.






Penggunaan teknologi Virtual Reality dalam pendidikan menjawab banyak sekali masalah dalam dunia pendidikan antara lain:
  1. Meningkatkan tingkat ketertarikan siswa terhadap objek studi abstrak.
  2. Meningkatkan tingkat penyerapan objek studi.
  3. Menyamaratakan fasilitas dan media pendidikan.
  4. Meningkatkan kegiatan kognitif siswa.
  5. Meningkatkan koneksi antara guru-murid melalui perangkat interaktif.

Apa Itu Millealab?


Shinta VR Millealab


Pertama dengar nama Millealab, saya langsung teringat sama pacarnya Dilan. Apakah Tim Shinta VR ini penggemar novel dan film Dilan? Ternyata bukan sodara-sodara. Nama Millealab berasal dari kata Millenial Learning Actuator Laboratory yang berarti laboratorium untuk membuat VR bagi anak-anak Millenial. 

Shinta VR Millealab

Millealab adalah sebuah platform Virtual Reality untuk pendidikan dan pelatihan melalui sistem cloud-based yang menghubungkan institusi – pengajar – siswa  dan orang tua. Dengan Millealab kita bisa membuat konten VR berbasis edukasi dengan mudah, cepat dan murah. Millealab memiliki visi untuk membangun dan mengkoneksikan seluruh jaringan pendidikan di Indonesia dengan teknologi Virtual Reality, sehingga menghidupkan kembali harmonisasi antara sekolah-guru-murid-orang tua secara total.




Millealab memiliki beberapa kelebihan antara lain:
1.       Intuitive Software: Software Creator VR yang mudah dipakai dan intuitif, tanpa harus melakukan programming/coding
2.       Cloud Based System: Semua templates dan kreasi akan disimpan dalam satu sistem cloud yang aman
3.       Shareable: Konten dapat di share melalui aplikasi Millealab Viewer galery dan juga media sosial
4.       Multi Device: Hasil kreasi atau template  dapat  di gunakan untuk  bermacam alat Virtual Reality
Selain itu Millealab dapat dijalankan di komputer dengan spesifikasi menengah dengan RAM minimal 2Gb dan mempunyai ratusan template dan asset untuk pendidikan sesuai dengan K2013.





Setelah mendengarkan penjelasan dari A sampai Z tentang Virtual Reality dan Millealab, para guru SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo diberikan kesempatan untuk mencoba dan mempraktekkan sendiri.




Dua guru yang mencoba adalah Bapak Hariyono S.Pd. dan Ibu Agustiningsih S.Pd. Mereka berdua mencoba VR Standalone terbaru dengan Occulus Quest konten First Step. Awal mulanya mereka nampak kikuk ketika melihat dunia virtual melalui VR yang mereka pakai, namun setelah beradaptasi beberapa menit mereka pun nampak enjoy dan menikmati konten yang mereka lihat. Saya dan para guru lainnya tertawa ketika melihat Pak Hariyono dan Bu Agustiningsih beraksi mulai dari melempar bola hingga bergoyang mengikuti instruksi yang mereka terima di Virtual Reality.


Shinta VR Millealab

Shinta VR Millealab



Yaa, sensasi menggunakan VR memang begitu nyata dan membuat orang yang memakainya tenggelam dan asyik sendiri dengan dunia virtual yang tampil di dalam VR. Saya sebenarnya tertarik untuk mencoba juga namun mengingat waktu yang terbatas akhirnya saya hanya bisa mupeng saja wekekeke.


Shinta VR Millealab


Setelah pengenalan Virtual Reality, praktek yang kedua adalah penggunaan Millealab. Dalam sesi praktek ini, Mbak Inka memperkenalkan fitur-fitur yang terdapat dalam Millealab. Dari sini saya sudah mendapatkan gambaran bagaimana platform Millealab bisa membantu para siswa untuk mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan di dunia virtual. Misalnya untuk para siswa dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan bisa belajar bagaimana merakit atau memperbaiki kendaraan bermotor. Mereka bisa memilih asset yang sesuai dengan jurusan mereka. Untuk jurusan TKM misalnya mereka bisa memilih asset environment di bengkel, asset equipment berupa kendaraan seperti mobil atau motor dan asset tools berupa peralatan yang bisa dipergunakan untuk merakit atau memperbaiki kendaraan bermotor.


Shinta VR Millealab


Drs. Nasikin S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo memberikan respon positif atas pelatihan ini. Beliau berharap dengan penggunaan VR dalam dunia pendidikan ini menjadi salah satu jalan untuk membawa guru dan siswa menuju era digitalisasi.

Itulah sharing saya mendampingi Tim Shinta VR memberikan Pelatihan Pembuatan Virtual Reality dengan menggunakan MILLEALAB di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, Kabupaten Malang. Bagi saya pengalaman ini membuka mata saya tentang manfaat teknologi VR yang ternyata bisa juga diterapkan di dunia pendidikan. Saya yakin para siswa tersebut akan makin antusias dalam belajar dan mempraktekkan ilmu yang sudah didapat. Harapannya dengan penggunaan teknologi VR ini akan semakin meningkatkan kualitas lulusan SMK sehingga mereka lebih siap untuk terjun ke dunia kerja. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Jika kita menggunakannya dengan bijak maka kita akan mendapatkan manfaat yang maksimal, demikian juga sebaliknya. So mari kita majukan pendidikan Indonesia dengan menerapkan teknologi yang tepat di dalamnya.


You May Also Like

7 comments

  1. Terimakasih banyak sudah berbagi informasi yang sangat bermanfaat ini Mas.

    ReplyDelete
  2. Wah inovasi yang sangat bermanfaat banget ya Mas, semoga semakin sukses.

    ReplyDelete
  3. Pasti akan sangat bermanfaat untuk banyak orang ya Mbak.

    ReplyDelete
  4. Semoga semakin sukses kedepanny dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

    ReplyDelete
  5. Bermanfaat sekali ya Mas, semoga bisa mengeluarkan inovasi terbarunnya lagi.

    ReplyDelete
  6. baru tau nih malah sekarang pake VR, soalnya jaman dulu paling cuma pake OHP hehehe

    ReplyDelete