Thursday, September 10, 2020

Mengoptimalkan Imunitas Anak lewat Persalinan Caesar dengan Mikrobiota Sehat

 


Setiap anak dapat dilahirkan dengan beragam metode persalinan yang dilakukan atas dasar indikasi medis atau preferensi orang tua.  Salah satu metode persalinan yaitu Persalinan Caesar. Pengalaman saya melahirkan kedua anak dengan persalinan caesar masuk dalam kategori tak terencana dan atas dasar indikasi medis.

Namun hal yang harus diketahui, proses persalinan yang terjadi akan menentukan sistem kekebalan tubuhnya di masa depan. Anak yang  dilahirkan secara caesar tidak terpapar bakteri baik yang terdapat di jalur lahir ibu. Hal ini jadi membuat saya bertanya-tanya apakah anak-anak yang saya lahirkan dengan Persalinan Caesar memiliki imunitas yang baik?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai imunitas dan nutrisi anak yang lahir secara caesar, saya mendapat kesempatan untuk menggali lebih banyak informasi dengan tema tersebut lewat seminar digital yang diadakan pada Kamis, 27 Agustus 2020 persembahan Nutriclub melalui media zoom. 

Pada tema seminar kali ini mengusung tema Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat, menghadirkan narasumber yang expert dibidangnya yaitu Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), Dokter Konsultan Obstetri & Ginekologi yang menyampaikan materi mengenai Persalinan Caesar ,indikasi maupun risiko yang terjadi termasuk dampaknya pada imunitas anak.

Fakta dan Definisi Persalinan Caesar

 


 

Saat awal hamil, saya tak pernah membayangkan kalau akhirnya akan melahirkan secara caesar. Pengertian yang saya tahu pun sebatas melahirkan dengan proses membedah bagian perut. Namun persalinan caesar lebih tepatnya proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding anterior abdomen ( laparotomi ). Hal itu merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor yang sering dilakukan. Termasuk seksio sesarea, tindakan yang efektif dilakukan untuk menekan angka kematian pada ibu dan bayi apabila dilakukan sesuai indikasi.

Persalinan Caesar sendiri dibagi dalam dua tindakan yaitu Seksio Sesarea terjadwal dan emergensi ( tidak terjadwal ) yang masing-masing tindakannya memiliki kelebihan dan kekurangan yang musti diperhatikan.  Diperlukan konsultasi dan diskusi dengan dookter kandungan. Jangan sampai hanya karena ini melahirkan secara normal, tidak memperhatikan kondisi kehamilan. Namun pilihan melahirkan caesar juga perlu memperhatikan faktor risiko caesar ya.

Apa Saja Faktor Risiko Caesar?

 

 




Faktor risiko caesar ini tidak hanya dialami oleh ibu yang melahirkan saja, namun juga bagi bayi yang di lahirkan. Adapaun faktornya yang terjadi sebagai berikut :

Faktor Risiko Caesar pada Ibu :

1.       Adanya Infeksi

2.       Pendarahan Pasca Persalinan

3.       Reaksi Anestesi

4.       Bekuan darah

5.       Luka Operasi

6.       Cedera Operasi

7.       Peningkatan Risiko Kehamilan Berikutnya.

Faktor Risiko Caesar pada Anak :

1.       Pernafasan bayi terganggu

2.       Cedera operasi

 


Sementara faktor yang menjadi indikasi  melahirkan secara caesar bisa karena faktor janin kembar, persalinan tidak maju, ketuban pecah dini,  maupun pre-eklamsia seperti pengalaman teman baik saya karena faktor ini.  Selain itu dr. Ali Sungkar, SpOG(K) juga memaparkan seputar kelahiran caesar yang dapat mempengaruhi  sistem imun anak. Karena, jalan lahir dapat mempengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting bagi perkembangan imunitas anak.

 

Mikrobiota Saluran Cerna, Fondasi untuk Imunitas Anak

 


Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr.  Moh Juffrie, SpA(K), PhD (Gastro), Dokter Anak Konsultan Gastroenterologi terkait dengan Mikrobiota Saluran Cerna Fondasi Untuk Imunitas Anak serta solusi nutrisi dapat membantu untuk memperbaiki profil mikrobiota saluran cerna.

Faktanya mikrobiota pada manusia dibutuhkan agar tubuh berfungsi normal, tubuh tidak hanya tersusun atas organ seperti jantung, saluran cerna dan syaraf. Mikroorganisme di tubuh manusia dapat ditemuka pada rongga mulut, organ genital,saluran nafas, kulit, dan saluran cerna.

 

Mikrobiota saluran cerna di dapatkan sejak anak lahir dan berkembang hingga usia 3 tahun. Waktu tersebut merupakan waktu yang penting untuk membentuk mikrobiota yang sehat untuk mendukung sistem imun anak.

 


Selain itu anak yang lahir secara caesar lebih rentan kekurangan bakteri baik dan rentan terhadap penyakit. Bakteri baik yang lebih sedikit dibandingkan yang lahir normal dan berpotensi mengalami disbiosis. Disbiosis merupakan ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan persalinan caesar berkaitan dengan beberapa penyakit  seperti Asma, Alergi Makanan, Obesitas dan IBD.

 

Agar anak yang lahirkan caesar, Ibu perlu memenuhi nutrisi agar imunitas anak terpenuhi. ASI merupakan nutrisi terbaik bagi anak yang lahir caesar. Karena ASI merupakan nutrisi terbaik karena mengandung nutrisi yang lengkap termasuk prebiotik dan probiotik yang dapat memodulasi mikrobiota.

 


 

Sharing Pengalaman Cyntia Lamusu saat Persalinan Caesar

 

 


Selain dua narasumber yang expert dan sudah saya sebutkan di atas, pada sesi sharing kali ini ada Cyntia Lamusu yang merupakan publik figur yang memiliki pengalaman melahirkan secara caesar.  Cyntia Lamusu sudah cukup lama menantikan momen memiliki keturuna kurang lebih 8 tahun. Proses panjang hingga hamil melalu program IVF. Selama menjalani kehamilan, beliau selalu berkonsultasi dengan dokter kandungannya.  Beliau pun berharap nantinya bisa melahirkan secaraa normal, namun memasuki trimester ketiga, sempat mengalami beberapa masalah hingga akhirnya rencana yang sudah disusun sedemikian rupa harus diterima dengan lapang dada. Menurutnya keselamatan janin lebih penting ketimbang memenuhi harapan proses persalinan normal, yang bisa saja memiliki risiko besar. Sehingga beliau berbesar hati ketika sudah berkonsultasi dengan dokter kandungannya dan memutuskan untuk persalinan caesar.

Saat sudah memutuskan untuk persalinannya bakal caesar, Cyntia Lamusu melakukan persiapan yang matang hingga dibutuhkannya support sistem dari lingkungan sekitar. Support sistem dari lingkungan ini akan memberikan rasa nyaman sehingga beliau tidak merasakan rasa sakit dan bahagia dalam membersamai tumbuh kembang anaknya yang kembar.

Materi yang disampaikan pada seminar digital kali ini, benar-benar mengena di hati saya. Mengingat memiliki pengalaman dua kali persalinan caesar, saya musti memperhatikan nutrisi untuk anak-anak agar imunitas lebih baik dan terhindar dari beragam penyakit. Nah, buat para mom yang ingin lebih tahu mengenai nutrisi untuk imunitas anak dan alergi pada si kecil atau tumbuh kembang lainnya, bisa mengunjungi website https://www.nutriclub.co.id/ 

 

Ada banyak informasi yang bisa mom dapatkan dan terapkan pada si kecil di rumah ya. Semoga informasi yang saya dapatkan dalam seminar digital kali ini bermanfaat ya. Penting mengoptimalkan imunitas anak yang lahir secara caesar dengan mikrobiota sehat.

 


No comments:

Post a Comment