Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Bendungan Wlingi Raya yang Terabaikan

Keluarga Biru         4 comments





Hari Minggu yang cerah mendukung agenda Keluarga Biru untuk refreshing menghabiskan hari terakhir kami di Dusun Popoh, Blitar. Kali ini objek wisata yang akan kami datangi adalah Bendungan Wlingi Raya yang terletak di Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Kondisi geografis Blitar yang dilalui oleh banyak sungai-sungai besar dimanfaatkan oleh pemerintah setempat dengan mendirikan waduk buatan/bendungan. Selain berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan pengairan, keberadaan bendungan-bendungan ini juga menjadi objek wisata keluarga.

Bendungan Wlingi Raya atau sering disebut Bendungan Jegu ini didirikan tahun 1981 dan selesai tahun 1985. Wah umurnya sama dengan Papa Ihwan dong kalo gitu. Letak Bendungan Wlingi Raya ini jauh dari jalan raya provinsi Malang-Blitar sehingga bagi yang pertama ke sana mungkin agak kesulitan menemukannya. Jika dari Wlingi, ikuti saja jalan raya utama menuju Blitar. Nanti setelah sampai di perempatan pertama belok kiri. Setelah itu lurus saja mengikuti jalan raya hingga mentok dan berakhir di Bendungan Wlingi Raya.
Untuk masuk ke Bendungan Wlingi Raya hanya dikenai karcis masuk sebesar Rp.1000 per orang, murah meriah sekali ya? Kalau tariff untuk mobil kami tidak tahu, mungkin lebih mahal sedikit. Selanjutnya pengunjung bisa mengendarai motornya ke dalam area Bendungan Wlingi Raya.
Lho tidak ada tempat parkirnya? Tidak ada he he he. Kita bisa membawa dan memarkir kendaraan kita sesuka kita. Bahkan mobil pun bebas melintas dan berhenti di tempat yang sekiranya masih kosong. Kondisi Bendungan Wlingi Raya ini memang seperti tidak dirawat, rerumputan tumbuh dengan liar. Jalan setapaknya sudah tidak jelas alurnya karena tertutupi oleh tumbuhan. Pun demikian dengan kondisi beberapa permainan di sana sudah sangat tua, besi-besi di ayunannya sudah mengelupas catnya dan karatan.

 
Salah satu wahana bandulan

 Entah kenapa hal ini bisa terjadi. Mungkinkah Pemerintah Kabupaten Blitar sengaja menelantarkan Bendungan Wlingi Raya? Padahal jika dikelola dengan serius Bendungan Wlingi Raya ini bisa menjadi objek wisata keluarga yang menarik. Kita bisa mengajak anak bermain-main sekaligus memberikan pengetahuan baru tentang bendungan dan manfaatnya. Hanya faktor letaknya saja yang sedikit terpencil sehingga banyak orang yang tidak tahu. Berbeda dengan Bendungan Lahor yang berada di jalur Malang-Blitar yang dilalui banyak orang.
Saat tiba di Bendungan Wlingi Raya Aiman ketiduran, mungkin dia kecapekan atau terbuai semilir angin di perjalanan tadi. Untunglah ada Pak Nur, seorang penjual bakso yang berbaik hati mempersilakan kami menidurkan Aiman di tikar miliknya. 

 
Aiman lagi tidur

Mumpung Aiman masih tidur, kesempatan itu kami manfaatkan untuk beristirahat juga. Mama Ivon yang kelaperan segera memesan bakso Pak Nur, sedangkan saya segera mengambil kamera dan membidik objek-objek yang menarik, termasuk objek yang satu ini hihihi

Mesranya dua sejoli

Karena kondisinya yang tidak terawat dan jarang didatangi orang menjadikan Bendungan Wlingi Raya tempat favorit para pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Seperti yang kami lihat di sebuah gazebo mini, sepasang muda-mudi asyik ngobrol dan kadang bermesraan seakan dunia hanya milik mereka saja.

 
Pusat Waduk, ada dua nelayan yang entah sedang mencari apa

Sisi lain Bendungan Wlingi Raya

Lagi serius mancing

Sedikit cerita tentang Pak Nur, beliau sudah berjualan bakso selama 13 tahun. Tiap hari Pak Nur mendorong gerobaknya dari rumahnya yang cukup jauh ke Bendungan Wlingi Raya ini. Meskipun sepi pengunjung namun menurut Pak Nur penghasilannya dari berjualan bakso ini lumayan, bisa buat ngasih saku untuk cucu-cucunya.
Tak lama Aiman siuman, dia langsung meminta air minum karena kehausan. Setelah itu kami menawarinya makan bakso juga. Siang itu Aiman nampak kurang bersemangat, mungkin karena masih merasa asing dan kurang tertarik melihat kondisi Bendungan Wlingi Raya yang kurang terawat. Saat saya ajak naik ayuna dia ogah-ogahan. Ya udah deh diajak narsis saja he he he.

Aim maem es krim

Duh posenya sok cool :P

Hmm sok malu-malu neh




Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

4 comments:

  1. Suka liat posenya Aim yang berdiri di pagar kayu itu.. cool beneran...
    Btw kenapa ya, di tempat-tempat wisata yang agak terabaikan sering dijadiin lokasi mojok :D
    aku juga pernah nulis di sini.. http://www.adventurose.com/2014/10/pantai-sekilak-riwayatmu-kini.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Budhe Dee An, salam buat Kakak Lala ya.
      Karena suasananya sangat mendukung Dee, sepi dan nggak akan ada yang negur :P

      *meluncur ke TKP*

      Delete
  2. wah rajin banget ngisi blog-nya,
    selamat ya langsung melejit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas lagi on fire Mbak Diah Indri.
      Makasih berkat kunjungan Mbak juga kok :-)

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.