Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Persiapan Pernikahan ala Keluarga Biru

Keluarga Biru         11 comments

Persiapan pernikahan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh siapa saja yang akan menikah. Setiap orang tentunya memiliki bayangan tentang pernikahan impian, apakah super mewah seperti pernikahan Raffi Ahmad ataukah pernikahan sederhana nan sakral.
Nah kali ini Keluarga Biru akan memberikan tips mempersiapkan pernikahan berdasarkan pengalaman kami dulu. Apa saja sih yang harus dipersiapkan agar pernikahan impian kita bisa terlaksana di hari H dengan penuh kesan?

Simak checklist persiapan pernikahan berikut ini:

  1. Dana

Adalah suatu kebanggaan jika kita bisa membiayai sendiri pernikahan kita. Oleh karena itu selagi masih lajang maka rajin-rajinlah menabung untuk pernikahan impian kita. Hal ini sangat penting sekali terutama bagi calon mempelai pria karena ini menunjukkan komitmen awal anda sebagai calon imam atau kepala rumah tangga.
Lalu bagaimana jika orang tua ingin membantu atau bahkan ingin membiayai? Ya itu sebuah keberuntungan bagi kita jadi tidak perlu ditolak he he he. Namun usahakan agar biaya pernikahan kita tidak sampai menganggu keuangan keluarga. Apalagi jika masih ada adik-adik kita yang masih membutuhkan biaya untuk pendidikan.
Papa Ihwan sendiri adalah anak bungsu namun semenjak sudah bekerja sudah mempunyai pemikiran bahwa kelak jika menikah tidak ingin menyusahkan orang tua. Oleh sebab itu Papa Ihwan memutuskan untuk menabung sebagai bekal pernikahan meskipun saat itu belum mempunyai calon istri.




  1. Hari dan Tanggal

Penentuan hari dan tanggal pernikahan harus dibicarakan oleh kedua belah pihak. Di dalam agama Islam semua hari adalah baik jadi tidak masalah akan menikah hari apa dan tanggal berapa. Namun para orang tua yang konservatif terutama di Jawa masih memakai perhitungan berdasarkan weton (hari lahir) atau hari geblak (meninggal) nya orang tua jika ada yang sudah meninggal.
Yang sering terjadi biasanya kedua belah pihak sudah mencari tanggal yang terbaik menurut hitungan masing-masing. Jika tidak bijak maka urusan penetuan hari dan tanggal pernikahan ini menjadi ganjalan bahkan sampai ada yang membatalkan pernikahan. Maka saran kami salah satu pihak harus ada mengalah atau mencari win-win solution.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan apakah pernikahan akan dilakukan di hari kerja atau weekend. Kadang ada orang yang senang menghadiri pernikahan di hari kerja karena bisa datang bersama-sama teman kerja sehingga suasana terasa lebih akrab. Sedangkan weekend biasanya waktu untuk keluarga dan resiko macet di jalanan.
  1. Tempat

Mau menikah di gedung atau di rumah? Semua ada kelebihan dan kekurangannya, anda yang paling tahu mana yang terbaik untuk pernikahan anda nanti. Kelebihan menikah di gedung dari segi ukuran lebih luas, mudah dijangkau dan tersedia lahan parkir yang cukup untuk para tamu. Kekurangannya dalam hal durasi, biasanya waktunya sudah dibatasi dan dari segi biaya tentu lebih besar.
Kalau menikah di rumah suasana bisa lebih akrab dan kekeluargaan dan hemat biaya. Sedangkan kekurangannya adalah terbatasnya tempat bagi para tamu, apalagi jika tamu yang datang bersamaan bisa jadi berdesak-desakkan dan menimbulkan ketidak nyamanan.
Kalau kami dulu untuk akad nikah dilaksanakan di masjid dekat rumah agar lebih sakral sedangkan resepsi di rumah. Untunglah jalan di tempat tinggal kami cukup luas sehingga tidak sampai kekurangan tempat.

  1. Tema

Yang dimaksud dengan tema di sini misalnya warna tertentu yang mendominasi pernikahan kita mulai dari undangan, baju pengantin, dekorasi hingga souvenir. Atau bisa juga berdasarkan hobby atau kesukaan kedua calon mempelai berdua. Misalkan calon pengantin mempunyai hobby bermain musik maka pernikahannya dibuat seperti konser music. Atau pengantinnya fans berat Walking Dead sehingga riasan pengantin dan penerima tamunya seperti zombie he he he.
Kalau kami waktu itu mengusung tema Pernikahan Biru karena kami berdua kebetulan menyukai warna biru. Alhamdulillah pihak keluarga kami menyetujui karena warna biru tergolong warna yang ‘aman’ sehingga semua orang pasti pantas memakai warna biru.




  1. Rias dan Kebaya Pengantin

Yang paling ribet dalam urusan satu ini pastinya calon mempelai wanita. Maklumlah, wanita memang diciptakan dengan indah dan suka tampil cantik. Apalagi di hari paling penting di dalam hidupnya.
Agar lebih mudah mencari perias yang cocok, tidak ada salahnya mencari referensi dari keluarga atau teman yang sudah menikah. Biasanya kita akan mendapatkan informasi yang jujur tentang kelebihan dan kekurangan perias yang suda mereka pakai.
Saat mengunjungi perias utarakan konsep dan tema pernikahan seperti apa yang kalian inginkan. Biasanya para perias akan memperlihatkan porto folio hasil riasan mereka juga koleksi kebaya atau gaun pernikahannya.
  1. Tamu

Untuk tamu biasanya terdiri dari tamu dari pihak keluarga, kerabat, tetangga, teman kerja, teman kuliah hingga teman nge-gank. Besarnya jumlah tamu yang akan kita undang nantinya akan sangat berpengaruh pada jumlah undangan yang akan dicetak dan budget makanan yang akan kita hidangkan. Jadi semua harus didata dengan teliti jangan sampai ada yang terlewatkan.

Untuk malam ini enam point saja dulu yang kami sampaikan karena hari sudah malam dan kami harus beristirahat. Sedangkan sesi kedua dengan 6 point yang pasti akan sangat menyenangkan untuk dibahas yaitu undangan, catering, fotografer, foto prewedding, mas kawin (mahar) dan souvenir silakan baca di sini: Persiapan Pernikahan ala Keluarga Biru 2.


Salam Hangat,


Keluarga Biru
Mencerahkan Hati, Menenangkan Jiwa

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

11 comments:

  1. Kenapa ya, keluarga-biru kayaknya bencik banget sama aku buahahaha, komenku kok gak masuk mulu huhuhu.

    Aku pusing baca postingan ini. Pusiiiiiingggg... *karena jadi bikin galau hwhwhwhw*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masuuuk kok Yan, emang ini tadi udah ngulang berapa kali komennya. Justru komenmu spesial karena masuk notifikasi di email utama, kalo yg lain di social.

      Ahahaha jangan pusing-pusing Yan tapi take action, semoga segera dimudahkan ya. Gimana kabarnya ama yang kemarin itu? ;-)

      Delete
  2. *nyimak* :D

    Mau koment malah ketawa bawa koment Cek Yan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan diketawain Mbak nanti tambah pusing dia :-))
      Bantu kenalin ke teman-teman traveller Mbak Rien dong.

      Delete
    2. Oke, aku kenalin ke temenku ya. Cek Yan gimana? Mau gak? :D

      Delete
  3. Aku mau komenin komennya Yayan aja boleh? :D
    Yayan kenapa pusing? Kan calonnya udah adaa... #nyebargosip... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh-boleh aja Dee tapi ntar Yayan jadi kapok main ke blogku yang bahas tentang pernikahan :D
      Eeh bisikkin dong siapa calonnya? ;-)

      Delete
    2. Hahahaha.. aku sengaja mancing-mancing kok.. Biar Yayan yang jawab sendiri :D
      #padahal asli aku juga ga tau siapa... :D

      Delete
    3. Siapa? siapa? siapa? *kepo mode on* wkwkwk

      Delete
  4. Artikelnya keren , :D Jangan Lupa Kunjungnya di tunggu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, iya kemarin udah kunjungan balik dan komen :-)

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.