Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

10 Penyebab Konflik Dalam Pernikahan

Keluarga Biru         19 comments



 
10 Penyebab Suami Istri Bertengkar
Happily Ever After??



Kalau kamu berpikir setelah menikah kehidupan kamu bersama pasangan akan selalu bahagia maka sebaiknya nikah sama dirimu sendiri saja. Orang yang kamu nikahi itu adalah orang yang punya sifat, latar belakang keluarga dan budaya yang berbeda. Akan muncul pergesekan yang bila tak disikapi dengan dewasa dan kebesaran hati bisa bikin drama yang ngalah-ngalahin Uttaran. Jadi persiapkan mental dan hati sebaik mungkin sebelum memutuskan untuk menikah.

Nah kali ini Papa Ihwan akan coba sharing buat kamu-kamu yang saat ini masih jomblo atau mau nikah tentang apa saja sih yang biasanya bikin pasangan suami istri itu bertengkar. Sharing ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman saya. 

Yuk kita simak bareng apa sih 10 Penyebab Suami Istri Bertengkar.


  1. Materi
Jangankan menikah, saat masih pacaran saja nggak cukup hanya cinta. Kebutuhan orang yang sudah menikah itu malah lebih besar, mulai dari pakaian, makanan hingga tempat tinggal. Belum lagi kalau nanti sang buah hati hadir.
Masalah yang terjadi terkait dengan materi ini misalnya suami penghasilannya sedikit atau bahkan tidak bekerja. Istri tidak bisa mengatur keuangan dengan baik bahkan cenderung konsumtif. Bisa juga suami istri sama-sama bekerja namun penghasilan istri jauh lebih besar. Hal ini bisa jadi masalah jika suami menjadi minder bahkan istri jadi merasa superior.

  1. Keluarga
Bagi orang Indonesia, saat kita menikah maka kita tidak hanya menikah dengan pasangan kita namun dengan keluarga besarnya. Inilah yang kadang menyebabkan pergesekan di awal-awal pernikahan.
Mungkin saat masa pacaran atau yang taaruf (karena biasanya proses taaruf itu cepat) belum begitu mengenal dengan baik keluarga besar calon pendamping hidupnya. Biasanya semua baru terlihat aslinya saat sudah menikah, ibu mertua ternyata sangat perfeksionis sehingga kadang ikut campur dalam mengatur rumah tangga. Saudara ipar yang saat masa pacaran terlihat manis dan welcome, eh ternyata diam-diam menyimpan rasa iri karena merasa mulai tersisihkan. 

Baca juga: 4 Kesalahan di Hari Pernikahan

  1. Anak
Anak adalah anugerah yang paling ditunggu-tunggu dalam sebuah pernikahan. Di luar sana ada banyak pasangan yang diberi ujian belum mendapatkan momongan bahkan setelah bertahun-tahun menikah. Untuk kondisi seperti ini harus ditemukan akar permasalahannya dengan menjalani tes kesuburan. Dibutuhkan kesiapan mental dan kebesaran hati untuk menerima hasilnya. Apakah mau menerima kekurangan pasangan, mengambil jalan alternatif lainnya misalkan adopsi.
Memiliki anak pun bisa menjadi sumber perselisihan antara suami istri, biasanya sih terkait pola asuk anak. Bisa jadi salah satu dianggap terlalu memanjakan anaknya atau sebaliknya malah terlalu keras dalam mendidik.






  1. Nafkah Batin
Ehem…kalau sudah nikah nggak perlu risih atau malu ngomongin hal ini. Yang penting tau sikon saja sih. Untuk urusan nafkah batin atau seks, masalah yang biasanya timbul adalah salah satu pihak menginginkan frekuensi yang lebih, suami tidak mau mengerti kondisi istri, suami cenderung egois hanya mementingkan kepuasan dirinya sendiri, istri belum apa-apa eh udah kelar saja dia wakakaka.

  1. Kebiasaan Buruk Pasangan
Kebiasaan buruk pasangan baru akan terlihat semuanya saat sudah menikah, misalnya suami ternyata suka ngorok (mendengkur) saat tidur, istri ternyata suka bangun kesiangan, suami suka ngupil sembarangan dan masih banyak lagi lainnya.
Kalau memang kita keberatan dengan kebiasaan buruk pasangan, maka obrolin baik-baik agar jangan sampai menyinggung perasaannya. Bantu dia untuk mengatasi hal tersebut. Jika semua usaha sudah dilakukan namun ternyata tetap tidak berhasil maka kita harus berbesar hati dan ikhlas menerimanya. Jangan terlalu perfeksionis, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan kan? Fokus saja pada kelebihannya agar suasana di dalam rumah tetap menyenangkan.

  1. Orang Ketiga
Kehadiran orang ketiga dalam sebuah pernikahan memang sangat gawat, sekali kamu bermain api biasanya akan sulit bagi pasanganmu untuk memaafkan. Penyebab kehadiran orang ketiga bisa bermacam-macam, mungkin awalnya hanya iseng-iseng namun jadi keterusan.
Ada juga yang merasa tak menemukan apa yang dicari dari pasangan, eh malah nemu di diri orang lain. Kalau ini sih kembali pada point kelima, bahwa pasangan kita punya kelebihan dan kekurangan. Kalau dia mau menerima kamu adanya, mengapa kamu tidak?
  1. Pekerjaan
Tidak punya pekerjaan bisa bikin masalah dalam rumah tangga, punya pekerjaan pun juga bisa. Masalah terjadi jika suami atau istri terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sampai menyita waktu keluarga. Waktu yang seharusnya untuk family time malah dipakai untuk lembur yang tidak ada habisnya.
Mengejar karir setinggi langit, mendapatkan penghasilan besar demi keluarga memang bagus. Tapi ingatlah bahwa keluarga kita tidak hanya membutuhkan materi, namun juga perhatian dan kasih sayang kita.

  1. Gadget
Benda yang satu ini sering jadi kambing hitam pertengkaran suami istri. Social media dan game jika tidak dipergunakan dengan bijak maka bisa membuat kita lupa dengan sekitar. Gadget bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.
Seringkali orang tua asyik upload foto di sosmed, bercanda dengan teman-teman di grup wasap/bbm, kecanduan main game online sementara anak-anaknya dibiarkan bermain sendiri. Malah yang sekarang umum terjadi, anak-anak usia balita juga sudah jago mainan gadget. Aaargh makin parah deh kalau kita sebagai orang tua tidak bisa mengontrolnya dengan baik. #selfkeplak


  1. Sistem Rumah Tangga
Yang dimaksud sistem rumah tangga ini misalnya setiap pengambilan keputusan besar atau penting dalam rumah tangga harus dirundingkan bersama pasangan. Pembagian tugas dalam rumah tangga yang adil dan proporsional.
Kadang terjadi salah satu pasangan mengambil keputusan penting sendiri sehingga membuat yang lain merasa tidak dihargai atau dianggap. Atau misalnya suami tidak mau turun tangan membantu istri melakukan pekerjaan rumah tangga. Ingatlah, dia itu istrimu bukan pembantu.

  1. KDRT
KDRT tidak hanya melulu soal fisik, kekerasan bisa juga menyerang mental dan psikologis. Misalnya pasangan temperamental dan suka mengancam. Meledek kekurangan pasangan bahkan di hadapan keluarga atau teman-temannya, ini bisa menjatuhkan harga dirinya.




Itulah sharing dunia pernikahan tentang 10 penyebab suami istri bertengkar. Sekompak-kompaknya suami istri pasti pernah bertengkar, hal itu wajar saja terjadi. Pertengkaran merupakan salah satu ujian dalam pernikahan, asalkan nggak keseringan saja. Melalui pertengkarang kita jadi tahu apa salah kita dan apa yang tidak disukai pasangan kita. 

Satu hal yang perlu diingat bagi yang muslim, terutama buat para suami adalah saat bertengkar jangan mudah mengucapkan kata cerai. Buat istri juga sama, yang pandai menjaga hati suami, jangan dikit-dikit bilang ingin cerai. Kita harus punya self control yang tinggi, jangan sampai menyesali apa yang sudah terlanjur terjadi. Akhir kata, semoga rumah tangga kita selalu SaMaRa dunia dan akhirat, aamiin.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

19 comments:

  1. *anggukangguk

    Jujur aja, walapun 10 poin ini nampak "mengerikan" tapi aku rela merasakannya. Ngerti kan maksudnya hehehe.

    Trus sekarang, diantara ke-10 poin ini, mana yang paling Ihwan dan Ivone hadapi? *pertanyaan nakal hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Yan, nggak perlu takut menikah. Semua hal bisa jadi masalah karena ada dua kepala dengan dua kepribadian di dalamnya, tinggal bagaimana seni kita menjalani dan memecahkannya. Duh soj iyes banget aku, padahal nikah baru 4 taun.

      Kalau itu sih rahasia dapur yang nggak boleh diungkap Yan :P

      Delete
  2. Bisa untuk pengalaman bagi yang persiapan untuk nikah. :D
    Makasih infonya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, semoga lekas disegerakan Mas.

      Delete
  3. wah bisa untuk ancang2 nikah ini... harus di perhatikan betul betull..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nanti jangan lupa ditunjukkin ke calon istrinya juga Mas Ali he3

      Delete
  4. sepakat sama point-pointnya mba dan masalah akan selalu ada dalam rumah tangga , intinya harus saling pengertian kecuali soal no 6, no kompromi hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener harus saling pengertian, hihihi no.6 memang parah banget itu.

      Delete
  5. Saya belum menikah sih kang jadi saya jadikan ini sebagai sarana belajar untuk kedepannya aja ah kang kan saya juga tidak mungkin kan selama nya hidup sendiri namun yang menurut saya paling dominan bertengakar itu orang ketiga deh kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya doakan semoga segera bertemu belahan jiwanya Mas, aamiin.

      Delete
  6. Haha poin 8 ini yang emang biasa bikin pertengkaran dan jadi kambing hitam.

    ReplyDelete
  7. Eaaaa Hahahaha. Pengalaman banget ya, Wan? ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak juga, kan sama ngambil dari pengalaman orang lain :P

      Delete
  8. Urusan nafkah batin? Grrrrgggggghhh.... suami selalu bisa melihat kesempatan tanpa peprtimbangan istri *curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi suami emang gitu Mbak, ga bisa liat kesempatan dalam kesempitan.

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.