Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Mengatasi Anak Super Aktif

Keluarga Biru         2 comments
Aim Anak Super Aktif
Anak Super Aktif 


Banyak orang tua yang mengeluh dan kewalahan dengan tingkah laku balitanya yang super aktif dan tidak mau diam, seperti tidak punya rasa lelah sedikitpun. Hal itupun terjadi juga pada Keluarga Biru. Aiman, begitu aktif baik itu di dalam maupun di luar rumah. Jika di dalam rumah Aiman suka melompat-lompat di atas tempat tidur atau berlarian dari kamar ke ruang tamu dan sebaliknya. Di luar rumah lebih heboh lagi, misalnya sedang berada di supermarket maka dia tidak mau digendong atau ditaruh di dalam keranjang. Aiman akan berlarian menyusuri tiap rak dan menyentuh bahkan mengambil barang-barang yang menarik perhatiannya.

Anak Aktif Bukan Diatasi Tapi Diarahkan

Sebenarnya sebagai orang tua harus bersyukur jika dikaruniai anak yang aktif dan tidak bisa diam karena pada usia 2-3 tahun hal itu termasuk normal. Anak aktif menandakan dia sehat dan tumbuh dengan baik. Anak aktif bukan harus diatasi tapi diarahkan dengan menyalurkan energi berlebihnya itu pada kegiatan yang positif.
Kalau sedang berada di rumah kami biasanya mengalihkan energi berlebih Aiman dengan menyediakan waktu bermain bersama atau sendirian. Biasanya kegiatan bersama yang kami lakukan adalah main gulat-gulatan, main bola atau bercanda di atas tempat tidur. Aim paling suka jika diajak main tenda-tendaan dari selimut. Dia nampak senang keluar masuk dari tenda dan sesekali menarik selimutnya hingga roboh. Kalau sudah gitu, Aim akan tertawa terbahak-bahak dan kemudian minta tendanya didirikan lagi.
Sedangkan jika bermain sendiri, Aim sukanya bermain mobil-mobilan dan sepatu. Tahu nggak apa yang Aim lakukan dengan dua benda kesukaannya itu? Dia akan menatanya di atas kasur! Kalau sudah begitu dia akan betah duduk fokus menatanya dengan berderet dan rapi. Kegiatan lain yang bisa membuatnya tenang adalah melihat DVD. Favoritnya adalah Pororo, Marsya dan Sholawat Nabi Ceng Zam Zam.
Intinya adalah arahkan anak untuk melakukan hal yang dia senangi atau yang mampu membuatnya berkonsentrasi. Kalau anak perempuan misalnya bermain boneka atau main masak-masakan.

Nah baru saat berada di luar rumah yang menguras tenaga dan perhatian ekstra. Saat berada di dalam mall atau supermarket Aiman makin aktif bergerak sebab banyak hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Asalkan dia tidak menyentuh barang-barang yang membahayakan seperti barang pecah belah atau stop kontak, maka saya akan membiarkannya. Sedikit berasa kayak satpam sih yang mengikuti ke sana ke mari he he he. 


Aim Anak Super Aktif
Anak Super Aktif lagi milih bantal :D

Kalau nggak mau capek dan anak senang, ajak saja ke playground. Di sana pasti banyak permainan yang bisa dieksplorasi sehingga agar anak bisa main sepuasnya dan mama bisa enjoy belanja bulanannya.

Mungkin itu dulu pengalaman parenting yang bisa kami sharing tentang bagaimana mengatasi atau mengarahkan anak yang super aktif. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah kontrol emosi. Bagaimanapun juga orang tua hanyalah manusia biasa, kami pun kadang lepas kendali saat kondisi badan sudah lelah tapi Aiman tetap saja tidak mau diam. Kalau sudah begitu kami biasanya bergantian, siapa yang masih fit harus menggantikan yang lelah. 
Kita memang harus mempunyai stok sabar yang luar biasa dalam menyikapi keaktifan bergerak anak kita. Sebagai orang tua kita harus berempati dan mengerti bahwa yang ada di dunia anak-anak adalah bermain dan mengeksplorasi apa saja yang ada di sekitarnya.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

2 comments:

  1. Bener-bener sama persis mirip anak saya Mas. Diemnya pas tidur doang. Dia suka DVD Upin Ipin, pororo, cocomong, banyak lagi yang lainnya. Justru kalau anak kita diem aja kayak patung pancoran, baru deh kita khawatir.... Betul gak Master Ihwan, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya Mas, kita harus bersyukur jika anak kita aktif.

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.