Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Vega Biru: Sahabat Keluarga Biru

Keluarga Biru         12 comments

Vega Biru


Saya masih ingat ketika pertama kali melihatnya di dealer sepeda motor dengan mantab saya memilihnya. Yamaha Vega R Biru. Faktor utama yang menggerakkan hati saya memilihnya apalagi kalau bukan warna birunya.Tentang tipenya, mana saya mengerti saat itu kelebihan dan kekurangannya. Saat itu yang mengantarkan saya ke dealer adalah paman saya. Beliaulah yang memilih tipe itu dengan pertimbangan body-nya ramping dan tidak terlalu tinggi, cocok dengan saya katanya. Ya sudahlah saya menurut saja.
Saya masih ingat ketika pertama kali mengendarai Vega Biru rasanya tuh excited karena akhirnya saya bisa memiliki sepeda motor. Sebelumnya saya sudah terbiasa naik mikrolet dan sepeda jika berangkat kerja selama kurang lebih lima tahun. Meski saya membelinya dengan kredit namun saya tetap bangga karena saya membelinya dengan hasil jerih payah saya sendiri.
Saya masih ingat bagaimana sedihnya hati ini ketika pertama kali jatuh bersama Vega Biru. Padahal waktu itu baru sehari Vega Biru dikirim pihak dealer ke rumah. Saya yang sedang semangat belajar dan ingin cepat mahir mencoba mengendarai Vega Biru ke jalan raya. Naas tak dapat dihindari, ketika melewati jalan yang menanjak saya kebablasan memutar gas. Karena masih gigi satu, otomatis Vega Biru pun melesat hingga ke seberang jalan. Bersamaan dengan itu dari arah berlawan melaju sebuah mobil pick-up, untung saja sopirnya sigap menginjak rem sehingga kami tidak sampai tertabrak. Dengan dibantu orang yang kebetulan di jalan, saya menepikan Vega Biru. Alhamdulillah saya tidak mengalami luka sedikitpun tapi si Vega Biru? Bagian depannya baret karena tergores aspal, ada yang pecah sedikit di dekat lampu depan dan yang paling parah adalah setirnya bengkok!
Akhirnya saya pulang ke rumah dengan mengendarai Vega Biru yang setirnya bengkok ke kiri tersebut, jelas susah banget. Saya harus mengarahkan setirnya miring ke kanan agar jalannya tetap lurus. Untungnya saat tiba di rumah tidak ada keluarga di teras, saya khawatir mereka pasti akan lebih heboh reaksinya melihat kondisi Vega Biru. Seorang tetangga berbaik hati membantu saya meluruskan kembali setir yang bengkok itu sehingga keluarga saya pun tidak sampai tahu tragedi konyol yang baru saya alami.
Di hari-hari berikutnya Vega Biru setia mengantar saya melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, mengantar keluarga, mbolang juga pacaran he he he. Agar performanya tetap oke, saya rajin servis rutin tiap bulan. Pun agar penampilannya selalu kinclong saya juga rajin menyucinya jika keadaannya sudah terlihat kotor. Bahkan saat musim hujan, tak peduli meski malam hari saya akan langsung mencucinya begitu sampai di rumah.
Perjalanan jauh pertama yang pernah saya lalui bersama Vega Biru adalah ketika menghadiri acara bedah buku di Surabaya. Dengan ditemani kakak, kami berboncengan mengendari Vega Biru membelah jalan raya Malang-Surabaya dengan diguyur hujan yang deras. Meskipun hanya motor bebek dengan cc yang kecil namun performa Vega Biru tetap prima, tetap gesit melewati jalan berlubang juga banjir.


Vega Biru

Tak terasa kini sudah hampir sepuluh tahun Vega Biru menjadi sahabat setia saya. Dia tak hanya menemani saya melewati jalan demi jalan, namun dia juga menemani saya melewati setiap proses dalam kehidupan saya. Mulai dari saya masih bujang hingga sekarang saya berkeluarga. Oh iya, entah ini bisa dibilang kebetulan yang indah atau apa. Plat nomer Vega Biru diakhiri dengan huruf AI. Saya baru sadar ternyata huruf AI itu identik dengan nama kami berdua yaitu Ani Ivon dan Ihwan Hariyanto. Lalu juga merupakan dua huruf pertama nama anak kami: Aiman. 
Alhamdulillah meski sudah cukup berumur namun Vega Biru tetap tangguh mengantarkan Keluarga Biru mudik ke Blitar tiap bulan. Pernah sekali Vega Biru mengalami kendala saat mudik, yaitu ban dalam robek setelah melewati Jalibar. Untung saja ada tukang tambal ban terdekat sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan.


Vega Biru
Kondisi Vega Biru kini memang tidak semulus dulu lagi. Ada baret di sana-sini, catnya juga sudah pudar akibat sinar terik matahari. Walaupun begitu performamu tetap prima sehingga tak heran ada beberapa teman yang berminat membelimu. Sampai kapanpun saya tidak akan menjual Vega Biru, dia akan tetap saya rawat semampu saya. Terimakasih Vega Biru atas jasamu yang begitu besar kepada Keluarga Biru. Semoga engkau tetap tangguh menaklukkan setiap jengkal jalan yang kita lalui bersama, aamiin.

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

12 comments:

  1. Bawa apa itu Wan? Perlengkapan kurir Dapur Ivone?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, pakaian dan barang pas mudik kemarin.
      Btw ini siapa ya, kok ga ada namanya?

      Delete
  2. Motor GL-Maxku udah nemenin 13 tahun. Woow, gak kerasa. Hati-hati di jalan Aiiimmm :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiih Om Ndutt bawaannya gagah banget, cocok sama orangnya, huge ;-)
      Aamiin, makasih Om.

      Delete
  3. Aku suka Astrea Grand 96 :D
    Ngirit sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motor jadul ngirit ya Mas? :D
      Makasih udah mampir dan komen di rumah maya kami ;-)

      Delete
  4. Seneng banget ya, Wan.. kalo bisa punya barang (apapun itu) yang dibeli dengan hasil usaha sendiri.. Ada kepuasan tersendiri rasanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali Dee dan rasanya sayang kalau mau dijual sebab punya nilai historis juga. Rencana lama sih pengin aku cat ulang body-nya biar kayak baru lagi :D

      Delete
  5. Awet, yaa.... Setuju kata Mbak Dee An. Rasanya meski sederhana kalau dibeli dengan hasil keringat sendiri rasanya giana gitu. bener2 ngeman. :) ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah awet Mbak sampai ada yang nawar berkali-kali :D
      Mungkin karena mereka tahu kondisi motor saya masih orisinil, nggak saya modif-modif kayak yang lain.

      Delete
  6. Setuju sama quota 'Dia tak hanya menemani saya melewati jalan demi jalan, namun dia juga menemani saya melewati setiap proses dalam kehidupan saya." Saya juga pernah menulis seperti itu tentang Revo ku, si revo shahabat perjalanan. Bukti sejarah dari hasil jerih payah ... Semoga Barokah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di India sekarang mbolangnya pake apa Mbak?
      Aamiin, makasih doanya Mbak Zulfa :-)

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.