Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Berburu Tanaman Hias Murah di Batu

Keluarga Biru         34 comments


Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu


Setiap wanita pasti menyukai tanaman hias, tak terkecuali Mama Ivon. Sewaktu masih tinggal di rumah keluarga besar saya, Mama Ivon sudah gemar menanam beberapa tanaman hias seperti bunga mawar, pucuk merah, bougenvil, euphorbia dan lain-lain. Kami biasanya membeli tanaman hias di Pasar Kembang Splendid, Malang. Kalau sudah berada di sana, Mama Ivon pasti sueneeng banget karena banyak sekali pilihan tanaman hiasnya. Nanti pas pulang giliran saya yang sueneep karena dompet kami langsung menipis he he he.

Sudah rahasia umum kalau harga tanaman hias itu terbilang mahal. Banyak faktor yang membuat harganya mahal yaitu dari segi perawatannya yang agak susah trus juga para pedagang di Splendid itu mendapatkan tanaman hias dari luar kota yaitu Batu. Dulu kami pernah sih mencoba membeli langsung tanaman hias yang dijual di sepanjang Jl. Raya Selecta namun ternyata harganya masih beti alias beda tipis dengan di Malang.
Lalu suatu ketika Mama Ivon mendapatkan informasi dari salah satu temannya yaitu Mak Astri yang baru saja memborong tanaman hias di Batu, letaknya di belakang Hotel Purnama, Batu. Mak Astri mendapatkan harga yang murah sekali karena membeli langsung di petani tanaman hias. Tentu saja Mama Ivon langsung nodong saya untuk mengantarkan ke sana saat liburan.
Sesuai dengan wangsit dari Mak Astri bahwa tanaman hias yang murah itu dijual di belakang Hotel Purnama maka kami pun segera mencari lokasi yang dimaksud. Hotel Purnama letaknya juga di Jl. Raya Selecta namun berada di sebelah utara para penjual tanaman hias yang ada di pinggiran jalan yang dulu kami datangi. Kami bertanya pada seorang tukang parkir dimana bisa membeli tanaman hias yang murah di belakang Hotel Purnama, kata si bapak coba saja masuk di gang-gang yang ada di sepanjang jalan Raya Selecta itu.
Maka perburuan tanaman hias itu pun dimulai, kami mulai memasuki satu per satu gang-gang di sepanjang Jl. Raya Selecta. Memang benar apa kata bapak tukang parkir tersebut, di depan setiap rumah yang ada di dalam gang-gang itu kami lihat ada tanaman-tanaman hias beraneka jenis. Mata Mama Ivon langsung berbinar-binar. Kami terus menyusuri gang itu makin ke dalam.
“Tapi kata Mak Astri, dia belinya itu di kebun yang luas Pa. Ada jaring-jaring penutupnya gitu.”
“Sama aja Ma, yang penting kan kita nemu bunga yang Mama inginkan.”
“Kita cari yang di kebun saja, pasti pilihannya lebih banyak. Kalau yang di gang ini tanamannya kurang variatif.”
Kami lalu keluar dari gang kedua yang kami masuki, untuk menuju gang selanjutnya. Gang yang kami masuki kali ini merupakan gang yang paling dekat dengan Hotel Purnama. Kami menyusuri gang tersebut sampai agak jauh namun kebun bunga yang Mama Ivon maksud tidak kunjung kami temukan.
“Coba kita belok ke sini, kayaknya di depan sana ada kebun yang luas,” usul saya seraya membelokkan motor ke sebelah kanan.
Benar dugaan saya, ketika kami sampai di pertigaan kami melihat kebun yang lumayan luas di setiap rumah penduduk. Saya belokkan motor ke kiri dan mengikuti jalan paving yang agak menurun dan kami makin takjub saat melihat hamparan kebun dengan berbagai macam tanaman hias yang beraneka bentuk dan warna. Mama Ivon berseru senang, apalagi setelah melihat sebuah kebun yang ditutupi jaring-jaring.
“Ini pasti yang dimaksud Mak Astri!”
Saya memarkir motor di depan salah satu kebun. Mama Ivon langsung melihat-lihat tanaman hias yang ditata rapi di sana. Sambil menggendong Aim saya lalu menyusulnya.
Saya merasa takjub melihat desa bunga ini, pemandangannya begitu indah. Saya membayangkan betapa menyenangkan sekali jika hidup di desa yang dipenuhi dengan tanaman hias dengan bunga-bunganya yang indah. Pasti hati setiap para penduduk di desa ini selalu ceria dan berbunga-bunga.

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

“Nggak ada pemiliknya Ma?”
“Iya kok nggak ada orang, trus gimana kita mau beli tanaman-tanaman ini?”
“Eh itu ada nomer teleponnya, coba dihubungi,” saya menunjuk ke sebilah kayu yang dipaku di pintu masuk jaring-jaring, di situ tertera sebuah nomer hape.
Sayang setelah kami hubungi beberapa kali nomernya tidak aktif. Dengan berat hati kami pun meninggalkan kebun itu dan beralih ke kebun yang lain. Tapi lagi-lagi kami tidak berhasil menemui pemilik setiap kebun yang kami datangi.
“Kita beli di kebun depan rumah-rumah saja, di sana aku lihat tanamannya juga bervariasi kok.”
Mama Ivon menyetujui usul saya, saya memutar balik motor. Dengan berjalan pelan-pelan kami melihat setiap tanaman di kebun-kebun milik penduduk tersebut. Saya menghentikan motor di depan rumah yang terdapat tanaman bambu air. Kebetulan salah satu tanaman yang ingin kami beli adalah tanaman tersebut.

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

“Permisi,” ucap saya sambil mengetuk pintu rumah yang bergaya artistik tersebut.
Tak lama keluar seorang gadis belia dari dalam rumah.
“Ada apa Mas?”
“Saya mau beli tanaman bambu airnya, berapa harganya Dik?”
“Tiga ribu Mas.”
Wiih murah banget untuk ukuran tanaman bambu air setinggi itu. Saya langsung melirik Mama Ivon, dia setuju. Tapi saya iseng menawar harganya.
“Boleh kurang nggak, dua ribu lima ratus, saya mau beli banyak.”
“Oh saya tanya Ibu dulu ya.”
Gadis itu masuk lagi ke dalam rumah. Agak lama juga sih kami menunggunya. Dia bilang ibunya sedang keluar, dia tadi menanyakan via sms.
“Boleh Mas, dua ribu lima ratus. Mau beli berapa?”
Setelah mengira-ngira panjang pagar yang ingin kami tutupi dengan tanaman bambu air kami putuskan untuk membeli lima buah.
Karena ibunya masih lama keluar dan gadis itu tidak tahu harga tanaman yang lain kami lalu beralih ke rumah di sebelahnya.

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

Di rumah warna hijau ini, tanaman hiasnya lebih bervariasi. Harganya pun juga murah, ibu penjual tanaman bilang kalau dia biasanya berjualan di pertigaan Jalibar Kepanjen untuk tanaman pucuk merah ukuran kecil dijual seharga Rp.10.000. Tapi karena saya membeli langsung di rumahnya, saya dapat harga Rp.2500 saja.
Kami berdua langsung kalap deh, melihat-lihat tanaman yang lain. Mama Ivon menemukan tanaman krokot, satu polybag kecil harganya hanya Rp.500. Kami nggak menawarnya karena sudah murah banget itu.

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu


“Kalau ini tanaman apa namanya Bu?” Tanya saya sambil mengangkat polybag yang berisi tanaman berdaun merah.
“Itu namanya Palopa. Harganya sepuluh ribu.”
“Nggak boleh kurang tha? Tujuh ribu lima ratus ya?”
“Iya wes.”
Sementara kami memilih-milih tanaman, eh Aiman nggak mau kalah. Dia nemuin sebatang kayu kecil dan dia pakai untuk mengorek-ngorek polybag tanaman krokot. Liat tuh Aim keliatan sibuk sendiri. Pas saya foto dia awalnya sok nggak mau gitu, tapi kemudian malah bergaya merem seperti ini.

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

Aim sempet rewel pas dia saya angkat dari kebun karena dia main air di kolam kecil untuk pengairan kebun. Kalau hanya diobok-obok sih nggak apa-apa, ini malah diusapin ke mukanya kayak orang lagi cuci muka gitu ahahaha kacau deh.


Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu


Kami hanya berada di depan rumah hijau itu sekitar setengah jam namun lihatlah apa yang kami dapatkan?
Kami membeli 5 buah bambu air, 2 pucuk merah, 4 krokot, 2 suplir, 2 palopa dan 6 polybag yang saya nggak tahu apa namanya. Coba tebak berapa uang yang kami bayarkan ke ibu tersebut? Total Rp.50.000 saja. Obrok yang kami bawa dari rumah langsung penuh dengan tanaman hias. Itu pun masih ditambah satu kresek besar yang saya taruh di depan. Lihat tuh Mama Ivon keliatan hepi banget udah ngeborong tanaman hias incarannya. 

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu

Desa Sidomulyo, Desa Bunga di Batu


Itulah cerita kami saat berburu tanaman hias murah meriah di Batu. Bagi Anda yang hoby berkebun tanaman hias silakan dibuktikan sendiri dengan datang ke Desa Sidomulyo/Punten. Petunjuknya adalah jika dari arah selatan (Alun-Alun Batu) cari gang yang paling dekat dengan Hotel Purnama. Setelah nemuin gangnya masuk sekitar 1 meter lalu belok kanan, ikuti saja jalan kecil itu nanti akan menemukan desa yang dipenuhi dengan beraneka tanaman hias yang indah dan menyejukkan mata. Meski harganya sudah murah namun jika Anda iseng-iseng nawar boleh saja, siapa tahu petaninya mau kasih harga yang lebih murah.

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

34 comments:

  1. tanaman hiasnya bagus-bagus ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, Mbak pasti langsung pengin borong kalau udah di sana sebab harganya juga murah.

      Delete
  2. Murah banget Wan, Kalau di Malang memang bunganya lebih bervariari karena hawa dingin. Jadi kangen Malang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya murah bingiit kalau anak gaul jaman sekarang bilang :D
      Semoga kangennya lekas terobati ya Mbak, aamiin.

      Delete
  3. Terima kasih sudah diantarin, nabung lagi dan anterin ke sana ya :
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Ma, Papa juga makasih udah mempercantik rumah kita dengan tanaman hias :-)

      Delete
  4. cantik-cantik banget tanamannya, bapak ibuku bertangan dingin merawat tanaman mas ihawan, anaknya kok kayak aku hihihi...punya tanaman wafat mulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekeke Mbak Dewi nggak sendirian, aku juga gitu Mbak. Dua kali nanam pucuk merah mati mulu, nggak tahu kenapa jadi panas tanganku padahal dulu pernah nanem stroberi sampe berbuah-buah lho.

      Delete
  5. Huaaaa jadi ingeet, dulu waktu di Surabaya aku koleksi kaktus. Sering bela2in naik motor sendirian ke Batu cuma buat ngeborong kaktus :) Suka kalap kalo ke sana, hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiih salut aku kamu naik motor Surabaya-Batu PP hanya demi ngeborong kaktus. Aku aja Malang-Pasuruan rasanya udah capek banget Dee. Kamu dulu beli kaktusnya di daerah mana?

      Delete
  6. aaa, bagus2 banget buunganya bikin seger mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo-ayo Mbak diborong bunganya biar matanya seger selalu :D

      Delete
  7. Di belakang hotel purnama yak..
    Baiklah..

    ReplyDelete
  8. pengalaman yang menarik mas, ternyata di Batu, desa punten banyak tanaman hias, jadi pengen kesana, di Batu dingin, hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas suka tanaman hias juga tha? Batu sekarang nggak begitu dingin kok.

      Delete
  9. Bagus-bagus ya tanaman hiasnya. Itu yang merah-merah daunnya mirip daun bayam. Namanya apa, Wan? Kayaknya bagus kalau dipakai untuk menutup lahan kosong. Tapi kalau iklim di Jakarta, cocok ga ya nanem itu? Batu kan dingin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah itu dia Mbak, penjualnya itu lagi keluar yang melayani kami putrinya, dia nggak tahu nama-nama bunganya :-))
      Kayaknya cocok-cocok saja Mbak sebab masih termasuk tumbuhan tropis, rajin-rajin disiram aja.

      Delete
  10. Malang-Batu jauh nggak sih Wan? mau banget ke sini, apalagi kalo jadi nanti datang ke sana sama ibuk, wah kesukaan ibuk banget ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dekeet kok Yan, kalau lancer sekitar 30 menitan. Kalau pas weekend rame jadi macet bisa 1 jam. Ayo diajak ibundanya sekalian pasti seneng banget :D

      Delete
  11. Saya seringg ke hotel purnama krn ada area pancing tp malah ga tau di belakangnya ada harta karun. Mau tanya, itu 'gang yg paling dekat purnama' itu gang setelah atau sebelum hotel purnama? Maturnuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dari Alun-Alun Batu (arah selatan) sebelum Hotel Purnama Mbak.
      Salam kenal, orang Batu or Malang juga kah?

      Delete
  12. Dari malang. Baru mau blajar ngurusi taman. Pasti trial n error. Jadi modalnya kudu murah hehe. Trims infonya

    ReplyDelete
  13. Daerah Petani Bunga ada banyak di sekitar malang dan sekitarnya. Didaerah Desa Sumbersekar juga ada petani bunga dengan harga murah meriah. Di Batu apalagi banyak sekali. Kalau jeli bisa dimanfaatkan untuk bisnis sampingan bahkan bisnis utama berbahan baku bunga...

    Selamat mencoba

    ReplyDelete
  14. saya nyari wijaya kusuma, kantil putih yang sudah berbunga...yang punya hrap hub.08569995015

    ReplyDelete
  15. Kalau kaktus ada gak mas? Pengen cari kaktus buat tanam di rumah hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada San, kalo yang gampang kamu cari di Toko Barokah letaknya pinggir jalan.

      Delete
  16. maaf mau nanya itu kalo bawa mobil, parkirnya di mana ya mas
    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dibawa masuk asal mobilnya nggak besar, sebagai patokan ada mobil pick-up milik petani yang keluar masuk gang ini.

      Delete
    2. kemaren nyoba ke selecta
      belum ketemu mas, anak2 keburu rewel maklum pasukannya ada 4 anak kecil :), jadi balik lagi deh ke malang
      :), oia apa yg ada gapura patung bunganya itu ya

      Delete
  17. Mas ada nomer hp org yg jual gk ua., mawar harga berapapn dsana..pgn borong

    ReplyDelete
  18. Siang mas,, saya bisa dibantu alamatnya kah?
    Kira" didaerah mana ya mas?

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.