Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Wajah Baru Alun-Alun Malang

Keluarga Biru         34 comments


Wajah Baru Alun-Alun Malang
Wajah Baru Alun-Alun Malang
Sehari sebelum Bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 17 Juni 2015 warga Kota Malang mendapatkan hadiah istimewa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yaitu pembukaan kembali Alun-Alun Malang. Sejak bulan Januari 2015, alun-alun yang terletak di Jl. Merdeka ini direnovasi dengan menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp. 5,9 Milyar.
Renovasi Alun-Alun Malang dilakukan hampir secara keseluruhan, hal ini terlihat dari berubahnya ruas-ruas jalan di dalam alun-alun dan penambahan beberapa fasilitas. Mari saya ajak Anda mengelilingi wajah baru Alun-Alun Malang.

 
Wajah Baru Alun-Alun Malang
Masjid Jami' Agung Malang

Kebetulan waktu itu saya selesai menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Jami Malang yang berada di sebelah barat Alun-Alun Malang jadi kita mulai dari sebelah barat ya. Dulu area barat ini berupa jalan yang membentang dari utara ke selatan, trus di bagian kanan dan kirinya adalah tanah yang ditanami dengan rumput dan tanaman hias. Lalu di bagian yang berhadapan langsung dengan Masjid Jami berupa tanah luas yang dipaving, area ini sering dipakai oleh para jamaah Masjid Agung Jami yang tidak kebagian tempat ketika sholat Idul Fitri dan Idul Adha. 

Shof Alun-Alun Malang
Shof Alun-Alun Malang

Nampaknya fenomena yang sudah berlangsung lama ini menggerakkan hati Pemkot Malang untuk mengubah area di bagian Barat ini menjadi multi fungsi yaitu bisa sebagai tempat refreshing sekaligus tempat sholat. Oleh sebab itu di area barat Alun-Alun Malang kini diberikan garis shof berwarna merah di antara rerumputan yang hijau tersebut. Total saya hitung adalah sekitar 10 lebih garis shof yang membentang dari utara ke selatan. Jika Anda ingin merasakan sensasi sholat di atas permadani rumput yang empuk itu, maka sholatlah di sini saat Idul Fitri nanti.
 
Shof Alun-Alun Malang
Shof Alun-Alun Malang

Saya kemudian melangkahkan kaki ke bagian pojok Selatan dimana nampak beberapa pengunjung yang sedang duduk-duduk di gazebo mini berwarna orange. Ada dua buah gazebo di sebelah pojok selatan  Alun-Alun, di antara dua gazebo itu berdiri sebuah loket mini yang bertuliskan BRI Peduli. Dulu loket ini dipakai untuk berjualan, entah sekarang mau dipakai apa. Memang sebelumnya pihak BRI akan membuat drive thru di dalam Alun-Alun namun rencana tersebut ditentang oleh anggota DPRD Malang.

Gazebo Alun-Alun Malang
Gazebo Alun-Alun Malang


Loket BRI
Loket BRI
Tak jauh dari gazebo terdapat toilet dan arena bermain untuk anak-anak. Dulu bagi para pengunjung yang mempunyai hajat disediakan bus toilet di pojok selatan namun kini tak perlu khawatir karena sudah ada toilet permanen di dalam Alun-Alun. Namun sepengamatan saya siang itu jumlah toiletnya satu, mungkin saya yang alpa. Dengan jumlah pengunjung Alun-Alun yang semakin membludak saya rasa jumlah toilet satu tidak akan maksimal memfasilitasi para pengunjung. Semoga saya saja yang alpa kemarin.
 
Toilet Alun-Alun Malang
Toilet Alun-Alun Malang
Yeaay kini anak-anak tidak akan bosan jika main di Alun-Alun Malang karena kini tersedia arena permainan ketangkasan. Bagi anak-anak suka tantangan bisa mencoba permainan panjat-panjatan mini, yang suka menguji nyali bisa main di perosotan mini. Sedangkan yang suka seru-seruan bisa mainan ayunan. 

Wahana Permainan Anak

Wahana Permainan Anak

Wahana Permainan Anak
Namun saya rasa wahana permainannya ini masih kurang kalau untuk ukuran alun-alun kota sebab yang datang ke sini bukan hanya warga Malang saja, jika musim liburan banyak sekali wisatawan dari daerah sekitar Malang yang juga menyerbu Alun-Alun.
Alun-Alun Malang
Bagian Selatan
Yuk kita jalan lagi ke arah Timur. Di beberapa bagian Alun-Alun terdapat tiang-tiang orange yang menjulang tinggi. Tiang-tiang ini adalah speaker yang berfungsi memberikan informasi bagi para pengunjung Alun-Alun. Area di Selatan lebih banyak didominasi oleh rerumputan dan pohon beringin tua. Saya melihat beberapa keluarga asyik duduk-duduk menikmati pemandangan Alun-Alun di atas lapangan nan menghijau itu.

Alun-Alun Malang
Tiang-tiang Orange

Di bagian pojok Selatan saya melihat beberapa petugas Satpol PP yang sedang duduk-duduk di gazebo sambil mengawasi para pengunjung. Mungkin mereka lelah setelah seharian bekerja di bawah terik sinar matahari, apalagi sekarang Bulan Puasa pasti semakin terasa berat kerjanya. Objek yang menarik di sebelah Selatan adalah sebuah taman gantung dengan beraneka ragam tanaman hias yang cantik. Bunganya yang berwarna-warni serasi sekali dengan potnya yang berwarna orange.

Taman Gantung
Taman Gantung
Meskipun suasana sehabis Jumatan itu panas banget namun saya semakin bersemangat mengelilingi Alun-Alun Malang. Iseng saya membidikkan kamera pada empat gadis berhijab yang sedang asyik berfoto groufie dengan latar belakang pohon beringin yang rindang. 
 
Alun-Alun Malang

Kini ada yang berbeda pada pohon-pohon beringin itu. Pot-pot besar yang menampung pohon beringin berumur ratusan tahun itu kini sudah hilang, tanahnya dibiarkan menggunung dan ditanami rerumputan. Jadi semakin asri dan cantik saja menurut saya penampilan pohon beringin itu sekarang. Hampir lupa, duluu area di sebelah Timur ini dipakai sebagai tempat parkir motor lho namun kini sudah berubah drastis menjadi area terbuka hijau yang sejuk.  Ornamen lama yang masih dipertahankan adalah sangkar-sangkar burung di beberapa sudut Alun-Alun, suara kicau burung-burung itu membuat pengunjung semakin betah berlama-lama.
 
Alun-Alun Malang
Bagian Timur


Sangkar Burung
Sangkar Burung

Di sebelah timur ini juga ada jalan masuk berpaving dengan kursi-kursi antik di sebelah kanan dan kirinya. Pengunjung yang datang dari sebelah Timur akan disambut dengan pemandangan yang indah yaitu air mancur menari yang didatangkan langsung dari Singapura dengan latar belakang Masjid Jami Malang yang megah. Jangan lupa berfoto narsis di sini sebagai bukti kalau Anda sudah datang ke kota Malang.

Alun-Alun Malang
Alun-Alun Malang
Yuk-yuk lanjut ke sebelah pojok Utara, di sana terdapat gazebo dan loket BRI seperti di sebelah pojok Selatan. Perbedaannya terletak pada latar belakangnya, di mana di bagian Utara terlihat salah satu mall terbesar di Malang yaitu Alun-Alun Mall.

Alun-Alun Malang
Pojok Timur Utara

Tibalah kita di bagian yang menjadi ikon Alun-Alun Malang sekaligus kota Malang yaitu tulisan Alun-Alun Malang berwarna orange yang cerah ceria. Saya tidak tahu, apakah memang sekarang trendnya memakai warna orange. Di beberapa objek wisata saya melihat tulisan objek wisatanya juga menggunakan warna yang sama. Memang sih warna orange nampak eyecatching sekali jika dilihat dari kejauhan.


Alun-Alun Malang


Alun-Alun Malang

Pemkot Malang mengerti jika para pengunjung pasti banyak berfoto narsis di sini, oleh karena itu telah disediakan area khusus berbentuk lingkaran di depan tulisan Alun-Alun Malang untuk berfoto. Namun sayangnya banyak pengunjung yang kurang puas, mereka lebih suka bernarsis ria dekat tulisan dan mau tak mau menginjak rumput. Bahkan yang punya anak kecil sampai dinaikkan segala agar bisa narsis di antara tulisan tersebut. *tepok jidat* Yang narsis di situ tidak hanya satu dua pengunjung, bayangkan bagaimana rupa taman kecil yang ada di depan tulisan Alun-Alun Malang jika tak sengaja terinjak-injak pengunjung yang sedang bernarsis ria.

Alun-Alun Malang

Jalur Difabel

Oh iya, di depan tulisan Alun-Alun Malang disediakan jalur khusus untuk kaum difabel. Hanya saja saya tidak melihat fasilitas lainnya yang diperuntukkan untuk kaum difabel. Semoga ke depannya Pemkot Malang mau menambahkan fasilitas yang lain agar kaum difabel juga bisa menikmati keindahan Alun-Alun. Di pojok Utara sebelah Timur terdapat area yang khusus diperuntukkan untuk bermain skate board. Namun siang itu tidak ada remaja yang bermain skate board, yang ada adalah anak-anak kecil yang berlarian dengan riang di atas lintasan skate board.

Area Skate Board

Jika Anda masuk ke Alun-Alun Malang dari sebelah utara makan Anda akan disambut dengan instalasi payung  yang cantik. Instalasi payung ini dirangkai di antara barisan pohon yang tumbuh di sisi kanan dan kiri jalan. 


Instalasi Payung Cantik


Instalasi Payung Cantik


Banyak pengunjung yang berfoto ria di jalan yang dinaungi instalasi payung tersebut. Selain itu di sebelah kanan jalan juga ada pohon beringin yang dihiasi dengan instalasi payung juga.

Pohon Payung

Sampailah kita di pusat Alun-Alun Malang yaitu air mancur menari atau istilah kerennya adalah fountain dance. Air mancur menari ini menurut informasi yang saya baca didatangkan langsung dari Singapura lho, wiiih kereen deh. 

Air Mancur Menari


Fountain Dance


Di sekeliling air mancur disediakan tempat duduk yang melingkari yang disediakan bagi para pengunjung yang ingin menikmati pertunjukkan fountain dance atau sekedar beristirahat setelah mengelilingi Alun-Alun Malang. Di depan tempat duduk itu juga ada sebuah kolam kecil yang berisi pot-pot dengan bunga teratai di dalamnya. Saya tidak tahu kenapa kolamnya kering, apa memang konsepnya seperti itu atau airnya belum terisi.


Alun-Alun Malang

Alun-Alun Malang

Jika Anda ingin melihat keindahan fountain dance Alun-Alun Malang yang sesungguhnya, maka datanglah di malam hari. Air mancurnya akan disinari dengan cahaya berwarna-warni yang silih berganti. Di saat air mancur itu menari-nari maka alunan musik akan mengiringi layaknya pertunjukkan tarian yang indah. Nanti saya akan membuat artikel sendiri tentang pertunjukkan fountain dance ini.

 Alun-Alun Malang

Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, waktunya saya untuk kembali ke kantor. Secara keseluruhan saya sangat mengapresiasi kinerja Pemkot Malang dan BRI dalam melaksanakan renovasi Alun-Alun Malang, kini Malang mempunyai satu lagi ikon wisata baru. Semoga cerita saya tentang wajah baru Alun-Alun Malang ini bermanfaat bagi Anda yang bingung mencari alternatif wisata keluarga di dalam kota Malang. Dan semoga antusiasme para pengunjung mendatangi Alun-Alun Malang ini diimbangi juga dengan kesadaran untuk ikut menjaga, merawat dan melestarikan keindahan dan fasilitas-fasilitas yang ada di Alun-Alun Malang, aamiin.

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

34 comments:

  1. waah boleh juga tuh mas tempatnya :)
    sambil nunggu adzan magrib berkunjung ke tempat itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya moment pembukaannya emang tepat, saat Ashar banyak yang ngabuburit bersama keluarga di sini.

      Delete
    2. Alun - alun malang ini emang salah satu tempat buat ngabuburit di malang sih :D dulu waktu masih kuliah di malang sering kesini~ tapi sekarang jauh lebih bagus deh~

      Delete
    3. Lho Mas Fahmi dulu kuliah di univ mana?

      Delete
  2. kalo sore-sore kesana kaya nya sejuk ya apalagi di taman nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak sejuk, kan pohon beringinnya rindang banget.

      Delete
  3. waahh kayaknya perlu ni ke Malang lagiiiii.... cakepp yaaaa ada payungnyaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mbak ke Malang nanti kita kopdar keluarga di Alun-Alun.

      Delete
  4. itu keren banget tata kotanya.sampai alun2 dibikin sebagus dan aku yakin nyaman banget....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangett Mbak, tiap hari nggak pernah sepi dari pengunjung. Mbak Chela musti mampir ke sini kalo ke Malang.

      Delete
  5. itu tempatnya di malang yaa ?? coba kalau di tasikmalaya, pasti bakalan di kejar tuh tempat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tepast di pusat kota. Moga di Tasik lekas ada taman-taman kota yang bagus.

      Delete
  6. Nah, ini mirip sama taman Kambang Iwak yang ada di Palembang :) asyik ya kalo taman kayak gini makin banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah pernah kamu ulas di blog Yan?
      Iya asyik buat wisata murah meriah di dalam kota.

      Delete
  7. Wah Malang jadi keren gini ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, nggak mau kalah sama Bandung he3

      Delete
  8. cakep yaaa alun-alunnya wan, makin pengen ke malang niih, moga tahun ini bisa kesampean aamiin...itu safnya keren banget idenya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar kabar-kabarin ya Mbak kalo ke Malang, saya jadi guide-nya deh.

      Delete
  9. Alun-alunnya jadi cakep banget Wan. Payung2nya lucu. Suasananya rame, asyik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak jadi kebanggan baru warga kota Malang.

      Delete
  10. Wah bagus banget alun-alun nya. Wah di agendakan ke Malang ahhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo, Malang punya banyak pesona wisata. Search aja di blog ini Mbak.
      Salam kenal n makasih udah mampir.

      Delete
  11. Kangen jalan jalan ke Alun Alun Malang, terakhir kayaknya sama teman bule nonton topeng monyet :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mbak kalo ke Malang main ke sini, tapi topeng monyetnya udah nggak ada sih.

      Delete
  12. Alun-alun kota Malang keren banget, bisa piknik bawa keluarga yaa, payung-payung warna-warni-nya bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulillah Malang makin bagus dengan alun-alun barunya ini.
      Piknik lesehan di atas rumput yang hijau.

      Delete
  13. Alun - laun malang sekarang jadi keren banget yak :D Pengen ke malang jadinya~

    ReplyDelete
  14. Wuiiiihhhh. Aku belum ke sana. Udah mau satu bulan aja nih. :D
    Ajakin aku ke snaa dong .... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo ayo kapan kamu main ke Malang, ntar sekalian bukber.

      Delete
  15. Aku baru pernah ke balai kota Malang, alun-alun itu sebelah mananya ya mas?
    Alun-alunnya keren banget. Kalau di Bandung, rumput alun-alunnya pake rumput sintetis. Kalau rumput di alun2 Malang sepertinya asli ya, udah gitu keren lagi pake penanda shaf :)

    Payung2 bergelantung mirip di Jl Braga Bandung. Kemudian nama alun2 Bandung diberi warna merah. Duh Malang dan Bandung itu banyak banget kemiripannya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dari Balai Kota Malang ke arah selatan, naik aja angkot/mikrolet MM bilang minta turun di Alun-Alun. Naik becak juga bisa.
      Iya bener, Malang ama Bandung emang sering dibilang sodara kembar.

      Delete
  16. wuiiih, tambah tjakep itu alun-alunnya yaa sam
    kemarin mampir lawang tapi nggak sempat ke ngalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah deket lho padahal, sayang nggak mampir. Tapi emang macet banget sih biasanya di singosarinya jadi terasa lama deh :D

      Delete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.