Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Melihat Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo

Keluarga Biru         13 comments
Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo


Setiap kali mudik ke Blitar kami selalu mengagendakan untuk mengunjungi objek-objek wisata di Kota Patria, baik itu yang sudah terkenal maupun yang baru atau yang sudah terlupakan. Kami selama ini lebih memilih objek wisata yang baru atau yang sudah terlupakan, pokoknya yang nggak main stream lah. Nah sebelum puasa kemarin kami mudik dan memutuskan untuk mbolang ke Taman Wisata Bendung Lodoyo yang ada di Dusun Serut, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Jarak Bendungan Serut dari pusat kota Blitar sekitar 25 km, kalau dari rumah mertua yang ada di Wlingi tentunya lebih jauh lagi. Untung cuacanya bersahabat sehingga perjalanan yang cukup jauh itu jadi terasa lebih ringan, apalagi kami meminjam motor matic milik Ibu Mertua gowesnya makin asyik aja. Aim pun bisa berdiri di depan, dia senang sekali bisa melihat pemandangan di sepanjang jalan karena selama ini kalau bepergian selalu duduk di tengah.
Kami tiba di Taman Wisata Bendung Lodoyo pukul setengah lima sore, dari kejauhan tampak gapura sebagai akses pintu masuk ke taman. Ternyata taman wisatanya sudah tutup namun untung saja oleh petugasnya kami diijinkan masuk. Kirain ya karena sudah tutup bakal dikasih gratis, eh ternyata tetap harus bayar tiket masuk wekekeke. Kami dikenai biaya masuk Rp.7.000 saja, itu sekalian dengan ongkos parkir.

Taman Wisata Bendung Lodoyo


 Karena sudah tutup maka ketika kami masuk ke dalam Taman Wisata Bendung Lodoyo suasana sudah sepi dan tinggal beberapa pengunjung saja. Namun hal itu tak mengurangi semangat kami untuk menikmati liburan. Di dalam Taman Wisata Bendung Lodoyo ini terdapat Bendungan Serut yang membendung Sungai Brantas. Entah karena namanya terlalu panjang, taman wisata ini lebih dikenal dengan nama Bendungan Serut.
Setelah memarkir motor di dekat salah satu gazebo kami pung berjalan mendekat ke waduk yang dibatasi dengan pagar besi setinggi 1,5 meter. Waduk di Bendungan Serut ini cukup besar dan dalam, hal ini terlihat dari airnya yang tenang. Di seberang waduk tampak pemandangan berupa hutan yang lebat dan sebuah bukit yang entah namanya apa. 
Area di Taman Wisata Bendung Lodoyo yang luas ini sebenarnya sudah tertata dengan bagus, di tengah taman ada air mancur dan jalan-jalan paving yang membagi taman menjadi beberapa bagian. Di setiap kanan-kiri jalan ditanami pepohonan yang rindang seperti palem dan cemara. Tapi seperti objek wisata di daerah pada umumnya, kondisi Taman Wisata Bendung Lodoyo ini kurang terawat. Entah mungkin pengelolanya kurang peduli atau kurang piknik sehingga tidak memiliki referensi bagaimana mengelola bendungan agar menjadi objek wisata yang jauh lebih menarik.


Taman Wisata Bendung Lodoyo

Taman Wisata Bendung Lodoyo


Bangunan Bendungan Serut tampak berdiri kokoh di sebelah Barat, seperti Bendungan Karangkates dan Lahor, bangunan Bendungan Serut juga dipergunakan sebagai jembatan. Bendungan ini mempunyai luas area 57.770 m2 dan dapat memproduksi listrik hingga 4,5 MW. Sayang saya tidak mendapatkan referensi pasti kapan dibangunnya Bendungan Serut ini, namun jika melihat data bendungan yang lain dan kondisi bangunannya yang sama, sepertinya bendungan Serut ini dibangun sekitar tahun 70an.
Berikut adalah foto-foto Bendungan Serut yang kami ambil dari balik pagar.

Bendungan Serut

Bendungan Serut

Bendungan Serut



Dan ini foto narsis anggota Keluarga Biru. Tapi hari itu dress code kami bukan warna biru melainkan hijau dan kuning. Saya dan Aim kompakan memakai jaket berwarna hijau, sedangkan Mama Ivon memakai gamis cantik warna kuning dan hijau. Ini sekaligus memenuhi tantangan Mbak Zulfa di postingan yang sebelumnya, waktu itu beliau menantang kami apakah berani melanggar larangan Mbah Dukun yaitu foto dengan memakai baju selain warna biru. Sudah lunas ya Mbak tantangannya wekekekeke.





Di Taman Wisata Bendung Lodoyo ini ada beberapa objek menarik yang bisa menghibur pengunjung. Seperti yang saya tulis sebelumnya, di tengah taman ada air mancur namun sayang airnya mati. Lalu ada juga beberapa ayunan, tapi ya gitu deh kondisinya sudah memprihatinkan. Papan kayu buat duduknya sudah hilang entah kemana.





Objek yang paling besar dan menarik perhatian adalah buldoser kuning yang berdiri dengan gagahnya. Saya mengajak Aim untuk berfoto di depan buldoser tersebut namun dia kurang tertarik. Mungkin karena kondisi buldoser yang berlumut dan berkarat sehingga kurang menarik di matanya.








Setengah jam sudah kami berada di Taman Wisata Bendung Lodoyo, kami pun memutuskan untuk cabut saja karena hari juga sudah mulai petang. Saya berinisiatif mencari jalan keluar di sebelah Barat. Eh ternyata jalannya buntu namun kami mendapati sebuah objek yang menarik yaitu kandang besi yang berisi beberapa rusa!


Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo


Kami nggak menyangka bisa melihat rusa di dalam taman wisata ini. Aim yang belum pernah melihat rusa langsung berseru: Embek-Embek!
“Itu bukan kambing Im, itu rusa,” saya menjelaskan pada Aim.
“Embek-embek!”
Kalau tidak salah ada 6-7 ekor rusa di dalam kandang tersebut, terdiri dari tiga rusa induk dan anak-anaknya. Salah satu induknya ada yang sedang hamil. 


Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo

Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo

Tapi ya lagi-lagi kondisinya kurang terawat, baik itu kandang maupun rusanya. Kandangnya sudah berkarat dan kotor. Rusa-rusanya juga kurus, terlihat dari tulang punggung mereka yang tampak menonjol. Sayang sekali memang, semoga rusa-rusa itu lekas dapat perawatan yang lebih baik.

Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo

Rusa di Taman Wisata Bendung Lodoyo

Setelah puas melihat rusa, kami pun balik arah dan kembali ke pintu tempat kami masuk tadi. Seperti biasa, setelah mendatangi objek-objek wisata di daerah yang tidak terawat dan terlantar ada perasaan sedih yang menggelayut di hati. Di ibukota dan kota-kota besar lainnya, pembangunan seperti tiada habisnya. Gedung-gedung bertingkat mulai dari perkantoran hingga apartemen terus dibangun, objek-objek wisata di sana jauh lebih terawat bahkan bermunculan objek-objek wisata yang baru. Tapi di daerah?
Jangankan objek wisata, fasilitas yang penting seperti gedung sekolah pun banyak yang tidak terawat. Sudah banyak cerita bagaimana anak-anak di daerah harus puas belajar di kelas yang sempit, bercampur dengan kakak atau adik kelas karena terbatasnya jumlah ruangan. Bahkan yang lebih parah ada yang atap kelasnya bocor bahkan mau ambruk.
Hmm kenapa saya jadi ngelantur ngomongin soal pemerataan pembangunan yak? Ya semoga PemKab Blitar tergerak hatinya untuk merenovasi Taman WisataBendung Lodoyo agar lebih terawat, bersih dan bagus. Dengan begitu akan menarik lebih banyak pengunjung dan mampu membangkitkan geliat ekonomi penduduk sekitarnya, aamiin.

Keluarga Biru di Taman Wisata Bendung Lodoyo


Sumber data: http://dprd-blitarkab.go.id/index.php/2012-12-16-18-26-17

Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

13 comments:

  1. hmm, tempatnya bagus juga mas, apalagi kalo buat selfi .. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati-hati kalo selfie, ntar mendadak ada penampakan di belakangmu :P

      Delete
  2. Eh mama ivon masih pantes yaaa main ayunan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Berarti istriku awet muda he3

      Delete
  3. Iya, gamisnya Ivon memang cantik. Buldosernya nggak dipake lagi ya?
    Aim takut nggak sama Rusa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak Mbak, sudah rusak itu kayaknya.
      Enggak, malah pengin ndeketin mulu.

      Delete
  4. Samping kantorku dulu ada lapangan besar yang ada rusanya. Aih jadi kangen >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren dong kantornya, main lagi aja ke sana, sekalian nostalgia ama si doi ups keceplosan :P

      *kaboor*

      Delete
    2. Doi mana? udah kawiiin hahaha

      Iya sebelahan dengan PT Pusri kantorku dulu

      Delete
    3. Eh ada yang ngomongin PT. Pusri.. itu dulu tempat kerja papaku :)

      Delete
    4. Waah ternyataa :D ke Palembang kudu main ke Pusri dong mbak Dee :D

      Delete
  5. Enak juga ya tempatnya... sayang kalau akhirnya dibiarin gak keurus. Masyarakat kita kan juga butuh piknik, kakaaaaaak.. :)

    ReplyDelete
  6. Belum kesini, jarang sekali ke Blitar.
    Itu gamisnya cantik, secantik yang pakai :)

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.