Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

6 Tips Mengajak Anak Merapikan Mainan

Keluarga Biru         21 comments



6 Tips Mengajak Anak Merapikan Mainan


Dunia anak adalah dunia bermain, lewat bermain sebenarnya mereka sedang belajar banyak hal. Demikian juga dengan Aiman, jika sedang berada di rumah maka dia selalu bermain dengan seabrek mainan  yang kami simpan di kotak mainannya itu. Senang rasanya melihat Aiman sibuk bermain, paling sering sih menata mobil mainan atau hewan plastik, entah itu membentuk lingkaran atau kotak. Selagi Aiman bermain, kami bisa me time berdua, menulis artikel blog atau chit-chat dengan teman di sosmed wekekeke.

Rumahku Kapal Pecahku





Sayangnya setelah Aiman selesai bermain maka ruang tengah dan ruang tamu kami berubah menjadi seperti kapal pecah dimana semua mainan berserakan di setiap sudut. Giliran kami deh yang sumpek lihatnya. Rumahku surgaku pun berubah menjadi rumahku kapal pecahku.


6 Tips Mengajak Anak Merapikan Mainan


Biasanya sih kami bergantian merapikan mainan Aiman dan memasukkannya lagi ke dalam kotak mainannya.  Waktu yang kami pakai untuk merapikan mainan Aiman adalah di pagi hari, barengan sama aktivitas membersihkan rumah. Kadang kalau pas lagi capek atau Aiman keburu bangun maka mainan pun nggak jadi dibereskan.




Tapi lama-kelamaan, kami pun sadar jika hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Kami harus mengajarkan kepada Aiman tentang tanggung jawab dan kedisplinan. Maka sesekali saya pun mengajak Aiman merapikan kembali mainannya setelah bermain.
Di luar dugaan saya, Aiman ternyata bersemangat lho melakukannya. Dia mengambili mobil mainannya dan langsung dimasukkin ke dalam kotak mainan. Yaa walaupun cara memasukkannya dengan agak keras kayak dilempar he he he. Tapi minimal dia mau diajak kerjasama, hanya tinggal dikasih tau saja kalau memasukkan mainannya pelan-pelan agar tidak rusak.

6 Tips Mengajak Anak Merapikan Mainan


Nah saya kemarin gugling tentang tips mengajak anak merapikan mainan dan nemu satu yang lengkap dan nantinya akan coba praktekkan di rumah. Tips ini saya dapatkan dari The Asian Parent yang ditulis oleh Dyah Swastantika.

1. Bekerja sama dan bersenang-senang

Tidak mungkin rasanya berharap seorang balita berumur 4 tahun mampu membersihkan rumah seorang diri tanpa bantuan. Anda bisa membantunya mengerjakan beberapa pekerjaan sulit seperti mengembalikan buku yang berserakan ke rak dan Anda dapat menugaskannya untuk mengembalikan balok mainan ke tempatnya.
Ciptakan suasana riang dengan mengatur alarm dan lihat siapa yang lebih dulu selesai membersihkan rumah sebelum alarm berbunyi. Anda juga dapat menyanyikan lagu-lagu kesayangannya agar ia tak merasa membersihkan rumah adalah sesuatu yang berat.

Keluarga Biru:  Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya sudah pernah mengajak Aiman merapikan mainannya bersama-sama. Done, tinggal ditingkatin frekuensinya.

2. Sediakan tempat untuk bermain

Bantu anak untuk menjaga ‘kekacauan’ yang dibuatnya tetap terkendali dengan menyediakan ruang tersendiri untuk bermain dalam rumah Anda. Letakkan kotak, keranjang dan lemari kecil untuk menyimpan semua mainanya. Hal ini juga akan membantu Anda agar tak perlu menghabiskan banyak tenaga saat mengumpulkan semua mainan yang tersebar di segala penjuru rumah.



Keluarga Biru: Kalau tempat bermain buat Aiman, kami menyediakan di ruang keluarga yang letaknya di depan televisi. Nah seringnya, Aiman merasa masih kurang luas sehingga mainannya bisa sampai ke ruang tamu. Sebenarnya kamar belakang itu diperuntukkan buat Aiman tapi dia kurang suka bermain di dalam kamar.

3. Batasi waktu bersih-bersih

Jika balita Anda berusia kurang dari 4 tahun, akan lebih sulit untuk membersihkan rumah setiap saat. Jadi ada baiknya Anda menetapkan jatah waktu membersihkan rumah pada saat tertentu dalam rutinitasnya.
Saat Anda sedang berusaha mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan rumah, buat peraturan agar ia merapikan satu kelompok mainan sebelum ia beralih memainkan seperangkat mainan lainnya. Misalnya, katakan pada si buyung untuk membereskan kereta mainan sebelum ia memainkan mobil remote controlnya.

Keluarga Biru: Belum diterapin, nanti akan dicoba. Masalahnya kita seringkali ngomong gini: “Ah nggak usah diberesin ntar juga dipakai lagi.” Tul nggak? Tapi pemakluman seperti ini akan membuat rumah kita tidak pernah terlihat rapi dan bisa menimbulkan pemikiran pada anak-anak jika setelah bermain itu tidak perlu dirapikan lagi.

4. Batasi jumlah mainannya

Jangan biarkan anak bermain dengan semua mainannya setiap saat atau akan lebih banyak energi yang harus Anda keluarkan untuk membersihkan rumah!
Kelompokkan mainan berbeda berdasarkan waktu bermain anak Anda, misalnya bermain dengan balok mainan di pagi hari dan bermain rumah boneka di sore hari. Atau, periksalah sesekali mainan anak Anda dan singkirkan beberapa yang sudah rusak atau tak pernah lagi dimainkannya (cara ini lebih praktis dan berhasil untuk saya!).



Keluarga Biru: Jumlah dan jenis mainan Aiman tuh lumayan banyak #bukanpamer, mulai dari mobil mainan ukuran kecil dan sedang, binatang plastik yang saat ini terdiri dari dua jenis: hewan purba seperti dinosaurus dkk dan hewan zaman sekarang seperti harimau, singa, gajah dll. Nah Aiman biasanya memainkan semuanya barengan. Oke, nanti akan kami coba mengelompokkannya dan menyortir mainan yang sudah rusak.

5. Jangan membantunya

Yah memang sih anak-anak tidak akan secepat Anda saat membersihkan rumah. Tapi Anda tak mengajarinya apapun ketika Anda turun tangan membersihkan mainannya dengan tujuan agar semua lekas beres.
Berikan tugas membersihkan rumah yang proporsional dan sesuai dengan usia serta kemampuannya. Balita Anda tak akan mampu mengatur buku dengan rapi di rak, jadi lakukanlah tugas itu oleh Anda. Sebagai gantinya, mintalah ia mengatur krayon di wadahnya.
Jangan emosi ketika ia lebih banyak bermain daripada merapikan barang-barangnya. Jangan emosi ketika ia lebih banyak bermain daripada merapikan barang-barangnya.

Keluarga Biru:  Sebagai orang tua, seringkali kita nggak telaten ya melihat si kecil membereskan mainan lama banget karena bukannya dirapikan malah dibuat bermain lagi hihihi. Beberapa hari ini kalau melihat saya akan membersihkan karpet, Aiman langsung “nyerobot” pengin bersihin. Dengan agak kesusahan dia menyapu karpet yang bertaburan sisa makanan di atasnya. Tapi ya gitu, nyapunya asal: ke kanan-kiri jadinya malah nggak kunjung bersih dan sisa makanannya kemana-mana. Uurgh memang jadi orang tua itu harus punya kesabaran level tinggi T_T

6. Berikan contoh yang baik

Bagaimana mungkin Anda dapat mengajarkannya sesuatu tentang membersihkan rumah, sementara Anda terus mengomel tentang betapa berantakannya kamar tidur atau dapur Anda (padahal Anda sendiri kan yang membuatnya berantakan)? Anak Anda akan berpikir bahwa membersihkan rumah adalah sesuatu yang nggak penting, dan membosankan.
Ingat, anak Anda perlu waktu untuk belajar sesuatu, termasuk dalam hal membersihkan rumah. Jadi bersabarlah Bu, dan ingatlah bahwa mereka masih terlalu kecil untuk Anda minta melakukan sesuatu yang seharusnya menjadi tugas Anda.

Keluarga Biru:  Naah ini, sebelum mengajarkan kepada anak untuk selalu merapikan mainannya setelah bermain kita harus melihat diri kita sendiri. Saya alpa juga dalam beberapa hal, misalnya setelah memakai laptop saya seringkali tidak mengembalikan laptop ke tempat penyimpanan. Alasannya ntar kalau mau pakai biar gampang tinggal hidupin. Mungkin karena saya masih terbawa kebiasaan memakai PC. Anak memang peniru yang ulung, sebagai orang tua kita harus memberikan contoh dan tauladan yang baik. Sadar atau tidak, semua yang kita lakukan akan ditiru olehnya.



Itulah 6 tips mengajak anak merapikan mainan yang bisa kita terapkan di rumah. Semuanya perlu waktu, anak-anak tidak akan selalu menuruti ajakan kita. Sebagai orang tua kita musti sabar menjalani proses tersebut. Kalau anak sudah terbiasa merapikan mainannya maka rumahku surgaku tidak perlu berubah menjadi kapal pecah lagi setelah mereka bermain. Semoga bermanfaat ya.


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

21 comments:

  1. Replies
    1. Iya Mbak he3, dulu setiap ke toko mainan beli sekarang udah mulai distop.

      Delete
  2. dulu aku punya lagu yg biasa kami nyanyikan pas beres2 mainan. lagunya Barney sih tepatnya. clean up .. clean up ... everybody everyone.. clean up..clean up .. everybody do your share...
    terus aja sambil beberes nyanyi yg awalnya males jd semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih Mbak Muna sharingnya, ntar saya coba cari lagu itu atau pake lagu lain yang Aim suka.

      Delete
  3. waaahh mirip sama ruangan saya ya? seperti kapal pecah, cuma bedanya ruangaku yang berserakan kertas2 :(

    mainannya banyak sekaliiii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ruangan kerja yo Mbak?
      Iya, Aim mau buka toko mainan :-D

      Delete
  4. wow!!
    seperti rumah saya itu mas... kapaaaal pecaaah! xiixi

    BTW terima kasih tipsnya...
    salah satu tips di atas sudah saya terapkan... Bermain bersama anak saya, setelah itu kami berdua (saya dan anak saya AL KINDI) bersama-sama membereskan mainan selayaknya sedang bermain...

    nice inpo mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Mas Darsono. Yuk kita coba semua tipsnya dan salam buat Al-Kindi ya.

      Delete
  5. aaiimmm, mainannyaaa banyaaaaaaakkkk......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Onty mainan sama Aim, mainan truk n mobil :D

      Delete
  6. Karpetnya bagus #gagalfokus :))
    Kalau di rumahku susah dikasi karpet, yg ada pasti kotor krn makanan, cemilan, ketumpahan minum hahaha
    Kalau Maxy abis main udah bisa disuruh mberesin mainan sendiri, meski masih mud-mud'an. Kalau gak mau aku hukum, abis mainannya kuberesin lalu kuumpetin. Eh, tapi Maxy mainannya gak sebanyak Aim sih, dia mainin apa aja yg dia temukan di rumah, kardus, peralatan makan, dll.

    ReplyDelete
  7. Yang bikin rumahku jadi kapal pecah 2 Mas Ihwan, jadi tambah berantakan. Eh, mainan si Aim masih utuh2 ya kayaknya. Mainan anakku pada protol semua, baru 2 hari dah dibikin rusak ama mereka :(

    ReplyDelete
  8. Saat memasukin mainannya dengan ngelempar mungkin dedek Aiman sambil membatin, "Ah, seharunya aku kan bagian main aja, mama papa bagian yang beres-beres" hehe

    ReplyDelete
  9. hello... salam kenal ya.... :)

    hahaha masalah rapihin mainan emang selalu jadi kendala ya. kalo andrew dulu sih lumayan rajin beresin mainan, tapi si emma nih males banget beresin nya. udah diajak beresin bareng tetep suka males. akhirnya keluar jurus anceman. kalo mainan gak diberesin dan dibiarin berserakan, bakal kita buang. huahahaha :P

    ReplyDelete
  10. Gak jauh beda ma Asma. Tapi dia sekarang udah bisa rapikan mainannya sendiri. :D

    ReplyDelete
  11. calon istri aja ane blom punya, apalagi anak hehe
    tapi tipsnya bagus mas, bisa dicoba suatu saat nanti :)

    ReplyDelete
  12. Karena anakku sukanya nyanyi, jadi tiap ngajak rapiin mainan adalah dengan menyanyi. Kebetulan kemarin nemu 1 lagu asik, "clean up-clean up" di youtube.
    Ambil mainan dan masukin satu2 sambil nyanyi. :)

    ReplyDelete
  13. Bagus mas tipsnya, mendidik anak dari hal sederhana disekitarnya. mengajari bagaimana caranya bertanggung jawab itu bagus bngt

    ReplyDelete
  14. Wah bermanfaat sekali tipsnya.. kebetulan saya juga punya balita cowo dan hampir gak pernah liat rumah rapi hehehehe

    ReplyDelete
  15. Memberikan contoh yang baik kayaknya paling efektif untuk mengajak anak merapikan mainan dan apabila tidak mau jangan di paksa denga keras untuk menjaga mentalitas anak :)

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.