Tuesday, October 13, 2020

Bahaya Membiarkan Asam Lambung Naik

asam lambung naik


Asam lambung dapat naik tiba-tiba di tengah aktivitas seseorang. Kondisi ini sangat menyiksa bahkan menghambat aktivitas serta membuat hari-hari menjadi kacau berantakan. Biasanya, asam lambung naik disebabkan karena gaya hidup tidak sehat, makanan serta beban stres yang sedang terjadi. Saat asam lambung naik, biasanya seseorang akan merasa asam di bagian mulut, serta merasakan sensasi terbakar pada ulu hati atau yang juga disebut heartburn.

Penyakit yang dapat dipicu oleh asam lambung naik

Ternyata, jika dibiarkan terus menerus, asam lambung bisa semakin parah dan memicu penyakit lain lho. Berikut beberapa penyakit yang dapat terjadi jika asam lambung tidak ditangani dengan benar.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD merupakan gangguan sistem pencernaan yang menyiksa penderitanya. Ketika GERD menyerang, penderitanya akan mengalami rasa nyeri pada ulu hati, batuk kering, sulit menelan, mual, muntah hingga suara menjadi serak. . Seketika aktivitas pun terhenti hingga membuat suasana hati menjadi tidak bersemangat.

 

Kambuhnya GERD dapat dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, obat-obatan, pola dan jenis makan. Sebenarnya, kondisi yang dapat menyebabkan GERD dapat terjadinya adalah gerakan abnormal proses cerna di lambung hingga rusaknya sfingter esofagus bawah yang menjadi jalan naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

Dispepsia

Dispepsia merupakan gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan makan. Penyakit yang satu ini biasanya ditandai dengan feses yang menghitam, muntah darah, penurunan berat badan, serta kesulitan saat menelan.

 

Penyebabnya hampir mirip dengan GERD, yakni berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas. Jika kamu seorang perokok, berhentilah agar dispepsia teratasi.

Laryngopharyngeal reflux (LPR)

Penyakit saluran cerna yang satu ini ditandai dengan rasa terbakar di sekitar tenggorokan, sulit menelan, sakit tenggorokan hingga suara menjadi serak. Obat yang biasa digunakan untuk mengobati Laryngopharyngeal reflux (LPR) adalah jenis antasida (contohnya seperti Promag), proton pump inhibitor, H2 blocker. Mengubah gaya hidup adalah kunci untuk mengatasi Laryngopharyngeal reflux (LPR).

Barrett's esophagus

Jika asam lambung naik dibiarkan tanpa ditangani dengan serius, risiko yang mengancamnya adalah penyakit Barrett's esophagus. Komplikasi ini memiliki tanda-tanda yang mirip dengan GERD. Berbeda dengan GERD, Barrett's esophagus lebih mengancam karena dapat berkembang menjadi kanker kerongkongan.

Masalah Pernapasan

Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa kenaikan asam lambung yang terjadi terus menerus dapat berdampak pada sistem pernapasan.Hal ini disebabkan oleh paru-paru yang menghirup asam lambung, akibatnya organ tersebut berisiko mengalami iritasi paru-paru dan tenggorokan. Dari sinilah muncul masalah pernapasan.

 

Jika sudah melebar ke masalah pernapasan, banyak penyakit yang dapat bermunculan, seperti biasanya laringitis, asma, penumpukkan lendir di dada, batuk kering hingga pneumonia.

Namun, jangan sampai jumlah asam lambung menjadi terlalu sedikit, sebab...

 

Meskipun banyak menimbulkan masalah ketika jumlahnya terlalu banyak, asam lambung juga akan menimbulkan masalah jika jumlahnya terlalu sedikit. Beberapa masalah yang dapat timbul jika jumlah asam lambung terlalu sedikit.

     Diare

     Perut kembung

     Sering bersendawa

     Mual hingga muntah

     Sering buang angin

     Tubuh terasa lemas

     Nyeri di bagian ulu hati

 

Asam lambung yang terlalu sedikit atau disebut juga dengan hipoklorida dapat memicu masalah gizi dalam tubuh, seperti kurangnya mineral, vitamin, serta protein tertentu. Sebab jumlah asam lambung yang sedikit membuat nutrisi tidak bisa dicerna dengan baik di dalam tubuh.

Jika dilihat lebih jeli, kebanyakan solusi dari berbagai jenis penyakit lambung adalah gaya hidup. Mengubah gaya hidup berarti telah investasi kesehatan di masa depan. Salam sehat!

No comments:

Post a Comment