Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Menikmati Menu Lesehan di Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang

Keluarga Biru         15 comments

Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang



Wisata kuliner Keluarga Biru kali ini akan membahas tempat makan langganan kami yaitu Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang. Awalnya dulu Sentra Kuliner ini berupa tenda-tenda semi permanen yang didirikan di sepanjang Jl. Trunojoyo. Bagi para penggila kuliner keberadaan mereka di pinggir jalan tidak menjadi masalah. Apalagi bagi para pelancong yang baru menempuh perjalanan jauh sangat memudahkan untuk mengisi perut yang keroncongan. Namun bagi pengguna jalan tentu saja sedikit mengganggu karena memakan badan jalan dan bagi Pemkot Malang keberadaan tenda-tenda itu merusak pemandangan lingkungan kota.

Nah berbarengan pembuatan TamanTrunojoyo, Pemkot Malang merelokasi Sentra Kuliner ke belakang Taman Trunojoyo bagian selatan. Di sana, para pedagang dibuatkan tenda permanen yang lebih bagus tentunya. Tak hanya itu untuk air dan listrik juga telah disediakan sehingga makin menunjang usaha mereka dalam melayani para pembeli.
Menu yang disajikan di Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang sangat beragam namun didominasi menu lalapan. Berbagai macam lauk ada di sini mulai dari tempe, tahu, ampela hati, usus, ayam, lele, mujair hingga bebek. Varian pengolahan lauknya tersedia yang goreng biasa, crispy dan dibakar, tinggal pilih mana yang Anda suka. Untuk minumannya juga tak kalah macamnya, ada berbagai macam es seperti es jeruk, es campur, es soda gembira. Lalu jus dengan berbagai varian buah, tak ketinggalan bagi yang sedang kedinginan ada minuman panas atau hangat seperti kopi, susu dan teh.
Untuk harganya bagaimana? Jangan khawatir harga makanan di Sentra Kuliner ini ramah di kantong. Lalapannya dibandrol dengan harga Rp.8.000 sampai Rp.10.000, mungkin yang agak mahal seperti lauk bebek dan burung puyuh. Minumannya apalagi, berkisar antara Rp.3000 hingga Rp.5000 saja. Murah sekali bukan, cocok buat kantong para mahasiswa atau backpacker yang selalu singgah di Malang dulu sebelum melanjutkan perjalanan travelling mereka ke gunung-gunung yang ada di Malang.

Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang


Keluarga Biru sendiri punya warung langganan yaitu Warung Mbak Sriono. Kami sudah tiga kali makan di sana, alasannya tempatnya lapang cocok buat kami yang bertiga ini. Apalagi di kunjungan terakhir kami kemarin, lantainya sudah diubin sehingga warungnya makin terlihat bersih dan nyaman. 

Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang

Menu yang disajikan di Warung Mbak Sriono ini sangat beragam, khusus saya punya lauk idola yaitu babat. Selama ini saya belum pernah nemuin lalapan dengan lauk babat makanya ketika membacanya di buku menu saya langsung memesannya. Alhamdulillah Aim juga suka makan di sini, lauknya ayam goreng. Lahap sekali dia makannya. Saya sendiri juga sukaaa banget dengan babatnya, gurih dan tidak alot. Makanya saya tidak pernah bosan memesan menu tersebut.

Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang
Menu pesanan Mama Ivon: Lalapan Mujair
Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang
Menu pesanan Papa Ihwan: Lalapan Babat

Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang
Menikmati menu lalapan

So buat Anda yang saat ini berencana pergi melancong ke Malang dengan menggunakan kereta api, tidak perlu khawatir jika setiba di Malang perut keroncongan. Tinggal menyeberang saja untuk menikmati wisata kuliner khas Jawa Timur di Sentra Kuliner Depan Stasiun Kota Baru Malang.



Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

15 comments:

  1. Waah penasaran pengen coba menu babatnya juga... ditunggu banget fotonya, Wan... pengen liat si babat + lalapan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu harus cobain Dee, uenaaak. Itu udah aku pasang fotonya.

      *kasih kanebo*

      Delete
    2. Looks yummiiii.... *langsunglaperlagi...
      Makin panjang nih daftar tempat kuliner yg harus didatengin di Malang :D

      Delete
    3. Sayang motretnya agak kabur sebab pakai hape lama, coba kalau pake kamera pasti lebih yummy lagi tampilannya :-P

      Delete
  2. Kangen sama tempat ini, Warna warni. Seringnya aku pesen lalapan gitu. terakhir ke Malang, diajak temenku makan pecel di daerah ..... Lali jenenge. Uenak tenan sama Jeroan ayam. Temenku Kuliah dulu, dia juga suka kuliner. Aku kalau main kesana selalu diajak Kuliner. Dan selalu Jagung Bakar dibalut mentega pedes... Hmmmm Yummy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mbak sampeyan tahu Warna-warni juga tho? Jian koyok Malang aseli sampeyan iki.
      Sekarang Warna-warni pindah agak ke utara Mbak, dulu kan masih satu bangunan dengan stasiun.
      Kalau pecel yang enak dan populer itu namanya Pecel Kawi. Tapi sekarang udah tutup Mbak sebab pegawainya pada kabur, gajinya dikit padahal pecelnya laris manis.
      Jagung bakar itu tempatnya di Pulosari, sampeyan sering ke sana juga?

      Delete
  3. Ikaaaan, lauk kesukaanku. Aku bisa ngabisin ikan segede gitu sendirian sampe ke tulang-tulangnya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa kayak Ivon, dia suka banget makan ikan. Itu mujaer dia habisin sendiri, aku hanya ngincip dikit :D

      Delete
  4. Woww..babatnya terlihat menggiurkan. Aku suka banget sama babat soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Mbak Eky, babat memang so delicious. Apalagi kalau dibumbui yang gurih dan makan sama sambal pedesss.

      Delete
  5. Eh murah yaaa... *kebiasaan jajan di Jakarta mahal-mahal* Tapi aku kalau ke Malang lebih pengen ke Toko Oen hihihi... daripada lesehan hihihi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya memang belum pernah ke Toko Oen, nggak tertarik sih Mbak sebab banyak testimoni yang kurang bagus. Mulai dari rasa masakan dan es krim yang standart, harga yang mahal dan pelayanan yang lama.

      Delete
  6. Ah aku mau ama babat sambel nya, tru snasi anget2 pasti yummy yummy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak yang suka babat ya, asal jangan kebanyakan makannya Mas ntar rambutnya jadi kriwul kayak babat :P

      Delete
  7. kemarin pas ke sini cuma mampir aja, gak berencana makan. Soalnya kemarin habis dari jalan-jalan. Ternyata harganya juga lumayan terjangkau ya :)

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.