Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Kue Kering Penghormatan Untuk Tamu

Keluarga Biru         20 comments
Kue Kering Lebaran


Saat Lebaran ada yang tidak pernah terlewatkan di setiap rumah di Indonesia, yaitu keberadaan kue kering. Nastar, Kastengel, Semprit, Lidah Kucing, Putri Salju adalah beberapa kue kering yang sangat populer. Penyajian kue kering saat lebaran menurut saya bukan hanya sekedar pemanis belaka. Sajian kue kering di meja adalah bentuk penghormatan tuan rumah untuk tamu yang datang. Bukankah di dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk memuliakan para tamu.

Bagi yang memiliki keahlian membuat kue tentu sangat mudah membuatnya bahkan bisa menjadi peluang bisnis yang sayang sekali jika dilewatkan gitu saja. Sebelum memasuki bulan Ramadhan para pembuat kue ini sudah mulai memproduksi kue lebaran. Maka tak heran jika di toko kue dan supermarket banyak kita temui kue kering meski puasa baru berjalan beberapa hari.

Alhamdulillah Mama Ivon termasuk orang yang memiliki keahlian membuat kue, salah satunya adalah kue kering. Di tahun pertama pernikahan kami dia mulai mencoba membuat kue lebaran sendiri. Kue kering pertama yang dibuatnya adalah kastangel. Saya masih ingat, waktu itu dia meminta tolong saya untuk membantunya. Tentu saja hanya hal-hal mudah saja yang saya bantu yaitu mengolesi mentega cair pada adonan yang sudah dibentuk trus setelah itu menaburinya dengan irisan keju.
Dari sekedar membantu itulah saya jadi mengerti kenapa harga kue kering itu lumayan mahal sebab ternyata membuat kue kering itu membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Ketelatenan mengoleskan mentega cair dan menaburkan potongan keju. Kesabaran menunggu kuenya masak dan kesabaran saat hasil ovenannnya tidak seperti harapan, entah teksturnya terlalu keras atau agak gosong.

Kue kering bikinan sendiri itu ternyata mendapatkan respon yang bagus dari keluarga, kerabat dan teman yang bertamu ke rumah kami. Saya sendiri mengakui jika kue kering bikinan Mama Ivon tidak kalah enak dengan kue-kue kering yang pernah saya beli saat masih bujang dulu. Dari situlah akhirnya di tahun kedua pernikahan kami, Mama Ivon memberanikan diri membuka pesanan kue kering lebaran.
Sebagai langkah awal, Mama Ivon membuat tester kue kering untuk dibagikan kepada pelanggan Dapur Ivonie dan teman-teman yang tinggal di Malang. Dari tester itu akhirnya Mama Ivon mendapatkan beberapa pesanan kue kering. Pemesannya beragam, mulai dari teman kerja saya, kerabat hingga teman di dunia maya. Walaupun jumlah pesanannya tidak sebanyak pembuat kue professional namun proses pembuatannya sangat menyita waktu dan tenaga.

Agar terhindar dari kerugian dan efisiensi bahan, Mama Ivon memberikan minimal order yaitu minim 3 toples. Isinya beragam, tergantung permintaan pembeli. Ada kue nastar, kastangel, black kastengel dan praline (coklat karakter). Untuk pengemasannya juga bisa memilih, mau dikemas di dalam kardus kertas biasa ataukah dikemas lux dengan wadah terbuat dari kardus tebal dan penutup dari mika.

Kue Kering Lebaran


Untuk pemesan yang berada di dalam kota Malang kami antarkan langsung ke rumah pembeli, sedangkan yang berada di luar kota Malang tentu saja lewat jasa kurir. Butuh pengemasan khusus untuk kue yang dikirim ke luar Malang agar kue kering tetap utuh hingga sampai di rumah pembeli. Kalaupun ada kerusakkan, maksimal adalah toplesnya retak. Pengemasan khusus yang kami berikan adalah toples dibungkus dengan potongan-potongan kertas dan diberi pelapis buble wrap baik itu di dalam maupun di luar kardus. Alhamdulillah pengemasan khusus itu cukup efektif, kue keringnya tetap utuh sampai di rumah pembeli.

Kue Kering Lebaran


Nah tahun ini, Mama Ivon memutuskan untuk tidak menerima orderan kue kering. Sedikit banyak saya punya andil sih, sebab saya tidak mau Mama Ivon terlalu sibuk melayani pesanan kue kering hingga sedikit mengabaikan saya dan Aim. Namun meskipun tidak promosi, tetap saja ada pelanggan yang memesan kue kering di Dapur Ivonie. Menanggapi hal itu kami jadi serba salah juga, akhirnya saya beri ijin padanya untuk melayani pesanan tersebut asalkan tidak sampai menyita waktunya buat keluarga.


So, kue kering apa saja yang sudah Anda siapkan untuk menyambut lebaran nanti?


Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

20 comments:

  1. Harga toplesnya berapa?? Saya juga baru tau kalo ada kue kering namanya semprit. Taunya kastengel, putri salju sama nastar doang. Hebat nih satu keluarga kompak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau harga toplesnya aja murah Mas, dalemnya yang agak mahal he3
      Gugling aja Mas nama semprit biar tau wujudnya. Alhamdulillah, pasti keluarga Mas Hendra lebih kompak.

      Delete
    2. Aaamiiin.. Maksud saya setoples, hehehe... Sukses terus deh

      Delete
  2. wahh lucu-lucu kue keringnya, mama Ivon pinter yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain bentuknya lucu, rasanya juga enak lho *bukanpromo*

      Delete
  3. Bisa diserbu pas main ke sana. Kapan nih kita bikin kue lagi??? Inget pas mau mixer kue, eh mixernya lepas semua. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo ntar lebaran main ke sini.
      Wekekeke ayo latihan lagi sekalian bikin untuk lebaran nanti.

      Delete
  4. kalau saya beli aja, nggak pernah buat sendiri, sibuk makan kue keringnya aja.... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekekeke, kalo di India nama kue keringnya apa saja Mbak?

      Delete
  5. Ihwan beruntung sekali punya istri seperti Ivon. Bikin kue kering bisa, masak lauk bisa, kue2 ultah bisa, sayur dan gulai2 bisa.....aaaah....aku bisa apa ya??? Bisa makan doang. Bisa pesan2 doang :(

    Lebaran pastinya selalu bikin kue sendiri ya.
    Eh iya, justru utk lebaran kurangi orderan ya, kasihan juga bulan puasa, apalagi dikerjakan sendiri (walau kdg dibantu Ihwan). Kasihan Aim. Mamanya bikin kue, papanya nulis2 depan lapto hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, iya saya beruntung punya istri yang senang uprek-uprek di dapur. Ah Mbak Rien merendah, tiap orang pasti sudah diberi kelebihan masing-masing. Mbak Rien kan jago nulis, sering menang lomba blog dan prestasi lainnya.

      Iya neh, makanya saya minta untuk nggak buka orderan tapi ternyata masih ada aja yang pesen.

      Delete
  6. Berarti banyak yang kangen kue kering buatan mama ivonne. Salut deh aku pgn bisa masak kue jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mungkin begitu Mbak. Ayo belajar mulai dari sekarang, nanti pasti suaminya seneng deh punya istri pinter masak n bikin kue.

      Delete
  7. wah bisa bikin kue juga yaa, istri yang serba bisa tuh :D *jadi ngiri* hehe
    pasti enak tuh kue nya :D kalau saya sih belum mempersiapkan kue apapun, masih ngumpulin dana nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulillah bisa Mbak Alya. Semoga dananya lekas terkumpul buat bikin atau beli kue kering lebaran.

      Delete
  8. Kalo di keluarga kami, kue kering "nggak laku" Wan :) tetap ada sih pas lebaran, tapi biasanya dimakan sama tamu. Menu utamanya tetep pempek beserta temen-temennya. Tapi aku sendiri suka kue nastar, apalagi kalo isiannya banyak dan rasanya enak :D slruppp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah benar-benar pencinta pempek sejati ya, apakah di semua rumah Palembang gitu Yan?
      Apalagi kalo tinggal makan ya wekekeke

      Delete
  9. Wah ku jadi pengen kayak mama ivon ni, kreatip banget, sayangnya kau nda punya oven, wkwkw

    itu yg coklat dalemnya apa

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.