Keluarga Biru

Featured Post

Berumur Panjang Demi Keluarga Tercinta - My Healthiness My Precious Moment

Di keluarga besar saya, umur para pria mayoritas lebih pendek bila dibandingkan dengan umur para wanita. Sejak lahir saya tidak...

Laman

Nikah Muda Boleh Asalkan

Keluarga Biru         14 comments



Nikah Muda Boleh Asal


Setelah kemarin dunia maya dihebohkan dengan sensasi Awkarin, maka sekarang netizen gantian dikagetin dengan kabar pernikahan putra sulung Ust. Arifin Ilham yaitu Muhammad Alvin Faiz yang masih berusia 17 tahun dengan seorang gadis China Muallaf bernama Larissa Chou yang tiga tahun lebih tua.

Kontroversi dan Pro kontra pun berdatangan karena pernikahan Alvin-Larissa ini termasuk pernikahan di bawah umur. Mulai dari masyarakat awam hingga tokoh agama menyampaikan alasan kenapa mereka mendukung atau menentangnya. Tak ketinggalan juga temen-teman blogger, terhitung tadi saya nemu 5 tulisan: 4 tulisan pribadi dan 1 tulisan keroyokan.

Nah karena saya blogger kekinian gila trafik  yang punya anak cowok dan cewek maka saya pun jadi tergelitik untuk menuliskan pendapat saya tentang nikah muda ini. Saya pribadi salut bin kagum ( ada irinya juga sih karena saya nikahnya telat wakakaka) bila melihat pasutri yang usianya masih muda dan punya momongan. Saya jadi kepo gimana ya cara mereka mengatasi ujian di dalam pernikahan yang pastinya tidak mudah, mulai dari masalah ekonomi, pengasuhan anak hingga kehadiran orang ketiga.




Kalau saya baca berita-berita di internet, keputusan Alvin untuk menikah di usia yang masih sangat belia itu bukan karena keputusan yang diambil dalam satu malam. Alvin sekeluarga sudah memikirkan baik dan buruknya, bahkan sudah melalui proses sidang pernikahan yang panjang mengingat usia Alvin yang masih di bawah umur. Alvin pun sudah mempersiapkan diri mulai dari segi agama, ekonomi hingga mental. Kita sih nggak perlu meragukan support dari Ust. Arifin Ilham sekeluarga setelah mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.




Trus gimana kalau anak-anak muda di luar sana mengikuti jejak Alvin?

Boleh-boleh aja sih, masa orang mau menyempurnakan separuh agama kita larang?
Tapiii, Adik-adik kalau mau meneladani Alvin jangan hanya nikah mudanya saja tapi juga aspek-aspek lainnya: kalian harus siap secara agama, ekonomi dan mental.

Aku pengin nikah muda untuk menghindari zinah Kak, masa itu salah sih?

Nggak kok Dik, itu bagus malahan, saya salut sama ketaatan kalian pada Allah. Tapi menjadi salah jika itu dijadikan satu-satunya alasan untuk menikah muda. Di dalam Islam sudah disebutkan jika tidak mampu menikah dan takut terjerumus ke zinah maka berpuasalah. 
 
Menikah tuh bukan hanya untuk menghalalkan hubungan seks. Di dalamnya ada banyak kewajiban, komitmen dan konsekuensi yang harus kalian laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Percaya deh, kalau udah nikah tuh pertengahan bulan rasanya udah kayak tanggal tua aja. Boro-boro mikirin gituan, yang ada kami pusing nyari kerja sampingan buat bayar listrik, PDAM, kontrakan, cicilan rumah, cicilan motor. Kalau udah kepepet, barang-barang berharga harus rela dikorbankan agar dapur tetap mengepul. #curcoldetected. Kecuali kalian kayak Alvin dan Larissa yang sudah mampu tidak hanya secara finansial.

Lagipula di usia yang masih sangat belia ini ada banyak hal yang bisa kalian lakukan untuk membuat diri kalian lebih berkualitas, menjadikan hidup menjadi lebih bermakna sekaligus menyalurkan hasrat dan energi jiwa muda kalian.
Misalnya kuliah, zaman sekarang pendidikan itu sangat penting. Sangat susah mendapatkan pekerjaan yang layak hanya dengan mengandalkan ijazah SMA, apalagi kalau usia kalian masih 17 tahun, itu belum lulus SMA kan?
Kalau nggak kuliah, kalian juga musti bekerja dulu dong agar bisa menafkahi keluarga kalian nanti. Yang cewek juga, masa nggak pengin sih ngebahagiaan ortu dengan membalas jasa mereka dengan hasil keringat kalian sendiri. 




Saya punya tetangga cewek yang nikah setelah lulus sekolah, nggak lama setelah nikah dia punya anak. Trus setahun kemudian udah nambah lagi anak yang kedua. Otomatis dia dan suaminya harus kerja keras buat menghidupi keluarga muda mereka. Anak-anaknya? Diasuh sama tetangga depan rumah, sebab ibunya harus bekerja juga buat nyekolahin adiknya yang masih SMP. Kebetulan ibunya ini single parent. Nggak jarang, si ibu membantu ngemong cucunya setelah bekerja. Saya kasihan melihatnya, seolah tak ada waktu baginya untuk beristirahat.

Selain bekerja, kalian juga perlu melihat dunia luar untuk memperkaya jiwa dan batin kalian. Yang punya hobby atau bakat terpendam bisa mendalaminya dengan lebih serius, energi muda kalian pasti akan tersalurkan dengan baik. Nggak akan ada waktu untuk selalu mikirin tentang seks, yaa sesekali wajar lah namanya juga manusia normal. 

Mungkin ada yang nyeletuk gini: “Aah, itu semua bisa dilakukan meski udah nikah kok.”

Yakin kamu bisa melakukannya?

Emang sih ada contoh mahasiswa yang tetap bisa kuliah meski nikah muda. Tapii mereka nikahnya tuh di pertengahan kuliah, nggak baru lulus SMA atau masih umur 17 udah ngebet nikah. Dan kebanyakan kasus yang terjadi, mereka yang nikah di pertengan kuliah biasanya molor bahkan ada yang sampai DO.
Atau misalnya neh, kalian habis pulang kerja. Makan, mandi trus pamitan istri mau latihan futsal. Pasti yang terjadi adalah istri kalian marah-marah.
“Enak aja lo ya, mau main futsal? Neh, gantian asuh anak kita. Aku capeeek Masss…!!”
Wong kami-kami yang udah tua gini aja kadang masih harus adu argument misalnya pengin sekedar me time. Apalagi kalian yang masih muda,which is masih tinggi egonya.  

Jadi, daripada kalian memaksakan diri untuk nikah muda kayak Alvin sementara persiapan kalian masih nol mending nggak usah deh. Kasian anak-anak kalian nanti tidak bisa mendapatkan kasih sayang yang cukup dan kehidupan yang layak.

“Kalau habis nikah, nggak harus langsung punya anak kan bisa Kak. Ditunda dulu sampai kami siap.”
“Tuuh kan, kalian udah ngakuin sendiri kalau kalian belum siap. Wes ora usah ngeyel. Sana sekolah dulu yang bener, jangan mikirin nikah mulu.”



Published by Keluarga Biru

Keluarga Biru adalah blog milik Ihwan Hariyanto dan Ivonie Zahra. Mereka menulis tentang parenting, traveling dan kuliner yang mereka lakukan bersama dua buah hati mereka Aiman dan Aira.
Follow us Google+.

14 comments:

  1. Kebanyakan kalau di akmpung saya banyak yang nikah muda biar nggak bergantung sama orang tua lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kampung mana Mas itu? Kalau diterapin di kota besar belum tentu sama, sebab di kota besar biaya hidup lebih tinggi.
      Kecuali memang sudah siap segalanya kayak Alvin gini pasti bisa, tapi kebanyakan di masyarakat nikah muda dengan persiapan yang belum maksimal.

      Delete
  2. Dulu pengennya nikah muda, tapi apa daya. Hahaha. Tapi memang kalau mau nikah harus dipikirkan juga efek jangka panjangnya, tanggung jawabnya, konsekuensinya. Ini dulu yg musti dipikirkan. Yakin udah sanggup? Kalau belum yakin ya puasa aja dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak, saya dulu juga pengin nikah maximal umu 25 eh nggak tahunya kebablasan mpe 30 :P

      Delete
  3. Ada syarat sulit agar nikah muda sukses
    kalau bisa dipenuhi, kenapa tidak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupe Mbak, semoga anak-anak muda di sana mau memahaminya bahwa nikah muda itu bukan sekedar keren-kerenan. Ada tanggung jawab besar yang harus mereka pikul di usia mereka yang masih belia.

      Delete
  4. Senyam senyum baca tulisan ini. Udah komennya itu aja hahaha. *doain eaa kakak

    ReplyDelete
  5. Kalo pasangan2 nikah muda yg sy kenal.
    Mereka tetap kuliah dan dlm tanggungan org tua. Biasanya mmg org tua yg menginginkan pernikahan sprti ini.

    Dan mereka tetap hidup terpisah, berkomitmen tdk meningkatkan hub ke 'hub spesial suami istri'

    Sampai pada waktu kesepakatan klg mereka baru boleh hidup bersama.

    Kdg mereka nyebut sebagai nikah siri Krn mmg g di KUA kan lebih dulu. Cuman komitmen antar klg kuat.

    Bbrp diantaranya lulusan Dr Al Azhar Mesir, pasangannya anak2 madrasah.

    ReplyDelete
  6. Oh ya klo yg di desa suami. Pasangan mudanya mmg Krn sudah kebiasaan disana dan termasuk tuntutan ekonomi

    ReplyDelete
  7. dulu aku pengen nikah muda.. tapi laku terlambat... he2

    karena pesohor yg punya hajat makanya heboh... padahal banyak juga yanh diam2 nikahkan anak dibawah umur..terutama karena mba..

    ReplyDelete
  8. Bagus Artikelnya
    Bergabunglah di group Blogger Santri Indonesia Di FB. Agar kita bisa saling berbagi Blog dan pengetahuan. Caranya langsung bergabung di Link bawah ini :
    https://www.facebook.com/groups/942473075874487/

    ReplyDelete
  9. di sekitar saya banyak banget yang nikah muda Mas, bahkan sahabat saya sendiri menjadi salah satu yang melakukannya

    ReplyDelete
  10. aku salah satu yang g berhasil membangun nikah muda :))) ya gpp jadi pengalaman mau piye maneh wkwk...

    ReplyDelete
  11. Dulu pengeen banget nikah muda, tapi setelah tau realitanya hmmm dunia ini tak semanis di film film wkwk

    ReplyDelete

Jika menurut Anda artikel ini berguna mohon dukungannya dengan memberikan donasi via PayPal untuk maintenance blog Keluarga Biru. Terimakasih ^_^

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

Contact

Powered by Blogger.