Asus ZenBook UX331UAL: Tetap Produktif Ketika Traveling

by - September 30, 2018


Asus ZenBook UX331UAL: Tetap Produktif Ketika Traveling


Saya pernah ‘dibaca’ oleh seorang teman yang memiliki kemampuan membaca karakter lewat foto. Dia bilang jika saya ini sebenarnya memiliki jiwa petualang namun karena sesuatu hal jiwa petualang di dalam diri saya jadi ‘mati’. Dalam hati saya membenarkan hasil penerawangannya tersebut. Ketika masih bujang dulu sebenarnya saya ingin bisa traveling ke tempat-tempat indah di luar Malang seperti teman-teman travel blogger. Namun apalah daya, pola asuh keluarga yang terlalu protektif membuat saya jadi tidak bisa mewujudkannya.

Mereka kuatir nanti saya tersesat lah, mabuk perjalanan atau dijahatin orang asing. Saya awalnya berusaha meyakinkan mereka bahwa saya bisa menjaga diri namun keluarga selalu punya argument yang tidak bisa saya patahkan. Saya pun lama-kelamaan jadi malas dan kekhawatiran keluarga saya itu menjadi sugesti yang mempengaruhi kepercayaan diri saya.

Untungnya saya dapat kesempatan untuk melihat tempat-tempat indah seperti Pura Uluwatu,  Danau Bedugul dan Patung GWK di Bali, Candi Borobudur di Magelang hingga Patung Merlion di Singapura lewat acara gathering di kantor. Tentu saja keluarga mengizinkan, mereka tidak khawatir dengan keselamatan dan kenyamanan saya selama gathering karena mulai dari A sampai Z ditanggung oleh pihak kantor. Namun tetap saja, keinginan untuk bisa traveling tanpa embel-embel acara kantor muncul di dalam diri saya.



Tercatat dalam sejarah hidup saya, saya pernah traveling solo ke Semarang dan Yogyakarta untuk kopdar dengan sahabat-sahabat blogger yang selama ini hanya bersua di dunia maya. Trus saya pernah juga camping di Pulau Sempu bersama alumni paskibra zaman SMA. Dari situ kepercayaan diri saya mulai tumbuh, saya ternyata bisa kok bepergian jauh sendirian. Ya walaupun dalam prosesnya itu saya harus jatuh bangun, misalnya mabuk 3 kali di dalam bus jurusan Malang-Semarang atau kehujanan di dalam tenda yang hanya terbuat dari jas hujan saat kamping di Pulau Sempu.

Saya percaya dengan pesan orang bijak bestari bahwa: “Allah tidak memberikan apa yang kamu inginkan tapi Allah memberikan apa yang kamu butuhkan.”
Allah menjodohkan saya dengan seorang wanita yang memiliki passion sama dengan diri saya yaitu menulis plus bonus dia suka berpetualang dan traveling. Bahkan kami bulan madu ke Yogyakarta dengan gaya backpackeran: naik bus secara marathon dari Blitar sowan ke rumah nenek istri di Solo trus lanjut ke Yogyakarta. Ndilalah saya nggak mabuk perjalanan sama sekali, mungkin karena terbawa romantisme bulan madu wekekeke.

Perjuangan Traveling Bawa Laptop




Umumnya, seseorang yang sudah menikah biasanya akan mengurangi frekuensi travelingnya. Tapi tidak dengan saya, kami malah jadi semakin sering traveling setelah menikah. Mulai dari hanya berdua, kemudian jadi bertiga setelah kehadiran Mas Aiman dan sekarang berempat dengan kehadiran Adik Aira. Traveling bersama keluarga, apalagi sama balita tentu saja memberikan konsekuensi pada barang bawaan yang banyak. Mulai dari pakaian kami berdua, pakaian anak-anak hingga segala printilannya seperti peralatan mandi, make-up Mama Ivon hingga mainan Duo Ai.

Travelling saat Aiman umur 2 tahun
Oh iya, ada satu barang yang hampir kelupaan yaitu laptop. Sudah menjadi konsekuensi bagi kami saat memutuskan menjadi blogger professional yang bekerja tidak terikat tempat dan waktu. Dalam beberapa kali perjalanan, kami ‘terpaksa’ membawa laptop karena ada tanggung jawab tulisan yang harus segera kami selesaikan. Mau reschedule agenda traveling sudah tidak memungkinkan karena kami biasanya traveling saat weekend agar tidak mengganggu pekerjaan utama saya dan sekolah Mas Aiman.

Traveling dengan membawa laptop memberikan konsekuensi bertambahnya beban di punggung saya. Maklum saja, laptop milik kami saat ini ukurannya cukup besar dan beratnya lumayan juga. Yang seharusnya bisa cukup bawa satu ransel akhirnya jadi dua ransel. Perjuangan traveling bawa laptop itu paling terasa ketika kami dalam perjalan dari, menuju dan ketika di dalam stasiun. Kami berdua harus membawa ransel yang berat sambil masing-masing menggandeng satu anak. Belum kalau Duo Ai ketiduran karena capek maka ditambah lagi bebannya dengan menggendong mereka.


Baru sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta

Karena alasan ukuran dan berat itu membuat kami hanya menggunakan laptop saat berada di dalam kereta atau hotel. Padahal saya pengin bawa laptop sebagai dewa penolong saat memori di handphone full bisa langsung dipindah ke memori laptop. Maklum setahun belakangan saya aktif upload video di dua channel sehingga memori di handphone sering habis buat syuting. Apalagi kalau pas traveling, sayang banget kalau moment-moment kebersamaan keluarga hanya diabadikan lewat foto saja. Bawa laptop saat traveling juga menuntut kita harus semakin berhati-hati agar tidak terguncang di dalam kendaraan apalagi sampai terjatuh atau ketimpa benda berat.

Berbagi Laptop dengan Si Dia


Meliput event berdua

Memiliki pasangan dengan passion yang sama memang suatu berkah, kami bisa saling bersinergi untuk membuat tulisan di blog hingga bekerja bareng meliput suatu acara. Nah masalah mulai timbul ketika kami harus berbagi laptop karena kami hanya punya satu laptop.
Masalah yang timbul mulai dari yang hal sepele sampai yang signifikan. Berbagi laptop membuat kami harus berbagai memori, padahal saya dan Mama Ivon punya hasil foto dan video di HP masing-masing yang harus dipindah dan diolah dulu di laptop sebelum tayang di blog ataupun channel. Berbagi laptop membuat kami login dengan account masing-masing di laptop yang sama. Hal ini adakalanya menimbulkan masalah saat kami komen di blog orang lain, eh ternyata lupa belum switch ke akun sendiri. Terakhir kemarin, komentar Mama Ivon di blog orang lain terkirim atas nama saya padahal dia sudah login ke akun blognya.
Trus pernah juga saat kami mendaftar ke website agency, tiap kali saya login dengan email saya malah diarahkan ke account Mama Ivon. Belum lagi kalau kami dapat job menulis barengan dengan deadline mepet maka salah satu harus mengalah ngerjaian job belakangan. Saya pernah diundang meliput acara Asus dimana ada kewajiban menulis artikel menjelang dan sesudah acara, saya terpaksa tidak membawa laptop karena Mama Ivon juga punya deadline tulisan. Saya pun mengakalinya dengan menulis di HP atau meminjam laptop milik teman.

Menghadiri undangan Asus di Bali

Kalau mau dirinci lagi bakalan banyak deh konsekuensi dari berbagi laptop dengan Si Dia. Saya jadi kurang bisa maksimal dalam berkarya. Itulah sebabnya di tahun 2018 ini saya butuh dan ingin memiliki laptop sendiri. Merknya tentu saja Asus dong.

Kenapa harus Asus?

Ini sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Tsaaaah.

Begini, saya sudah menggunakan smartphone Asus sejak tahun 2016 dan so far saya sangat puas dengan performa, hasil bidikan foto dan rekaman videonya. Jadi saya pun tidak ragu lagi dengan kualitas dan performa laptop Asus, pasti juga sama bahkan lebih tangguh dari smartphone-nya.

Mengapa Asus ZenBook UX331UAL Jadi Idaman Sobat Traveler


Laptop yang saya butuhkan tentu saja laptop yang mampu menunjang aktivitas saya sebagai seorang blogger yang suka traveling bawa laptop. Bobotnya harus ringan dan ringkas sehingga nggak bikin pundak pegal kalau dibawa traveling. Baterainya juga harus awet karena saat traveling tidak semua tempat tersedia sumber listrik, nggak kebayang dong kalau lagi asyik ngetik atau ngedit video trus laptop mendadak mati. Nah, semua kebutuhan saya itu jawabannya ada di Asus ZenBook UX331UAL.

Ringan Dibawa Saat Traveling

Begitu Tipis dan Ringan


Asus ZenBook UX331UAL memiliki bobot nggak sampai 1 kg yaitu 985 gram. Bobot Asus ZenBook UX331UAL bisa seringan itu karena konstruksinya menggunakan magnesium alloy yang sangat ringan dan penggunaan integrated graphics. Selain agar lebih sejuk, lebih hemat energi dan pada akhirnya membantu bobot laptop keseluruhan menjadi lebih enteng. Tebel dari Asus ZenBook UX331UAL ini hanya 13,9 milimeter, sama seperti saudaranya ZenBook UX331UN.
Bisa dibayangkan betapa ringan dan ringkasnya Asus ZenBook UX331UAL ketika dibawa saat traveling. Nggak masalah deh mau traveling ke mana aja kalau laptop yang dibawa tidak lebih berat dari sepasang sepatu kita.

Tangguh Menemani Perjalanan


Laptop untuk traveling nggak hanya ringan dan ringkas namun juga harus tangguh. Seperti kita ketahui saat traveling kita menempuh berbagai medan atau situasi yang tidak terduga. Laptop bisa saja terjatuh karena kita kecapekan atau tersenggol orang asing. Nah Asus ZenBook UX331UAL memiliki ketangguhan yang sudah teruji oleh pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G untuk memastikan perangkat dapat dioperasikan di berbagai kondisi lingkungan. Tak hanya itu, ia juga telah melewati pengujian internal ASUS yang sebenarnya pun sudah melampaui standar industri.


Performa Tinggi Mendukung Produktivitas

Tujuan saya membawa laptop saat traveling agar saya tetap bisa produktif, menyelesaikan semua tanggung jawab kepada klien sesuai deadline yang sudah ditentukan. Nggak lucu dong, kalau sudah dibela-belain bawa laptop eh ternyata performanya memble. Lain ceritanya jika bawa Asus ZenBook 13 UX331UAL yang diperkuat oleh prosesor tercepat Intel Core i generasi ke-8. Demi menopang performa tinggi yang ditawarkan, ASUS memadankan prosesor tersebut dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz serta penyimpanan kecepatan tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD.
Produktivitas seorang blogger apalagi youtuber juga bergantung pada kecepatan koneksi saat mengupload. Nah Asus ZenBook 13 UX331UAL dilengkapi fitur Wi-Fi Master yang membuat laptop ini mampu mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya.
Bersama dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar 6x lebih cepat dibanding single-stream 802.11n. Jadi nggak perlu kuatir kalah rebutan sinyal wifi saat harus posting blog atau upload video saat berada di kamar hotel atau tempat umum.



Asus ZenBook UX331UAL Rose Gold


Baterai Awet Nggak Bikin Baper

Pas lagi dikejar deadline job dan berada di tempat yang nggak ada sumber listrik, eh laptop kita ternyata baterainya menipis. Ketika sudah capek-capek ngetik, ngedit foto dan video trus laptop tahu-tahu mati pasti keseel banget kan. Job akhirnya melayang dan bikin baper, rusak deh agenda traveling yang sudah disusun jauh-jauh hari.
Nggak perlu kuatir situasi di atas terjadi pada diri kita karena Asus ZenBook UX331UAL ini dirancang untuk kita yang memiliki gaya hidup non-stop. ZenBook menawarkan kebebasan pemakaian baterai sepanjang hari. Laptop ringan nan ringkas ini dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang khusus untuk memberikan ZenBook UX331UAL daya tahan baterai hingga 15 jam.


ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Akses Cepat dan Aman dengan Windows 10

Mama Ivon pernah sedang asyik ngetik lalu ditinggal sebentar ke dapur, eh pas balik tulisannya sudah tidak karu-karuan. Ternyata pas dia ke dapur, Aira mengotak-atik laptop kami. Itulah pentingnya memberikan password agar tidak ada sembarang orang bisa mengakses laptop dan data kita.
ASUS ZenBook 13 UX331UAL juga sudah mendukung Windows Hello, sebuah cara yang lebih profesional untuk mengakses sistem operasi Windows 10. Cukup dengan menghadapkan wajah ke layar notebook atau sentuhan jari di sensor fingerprint, maka pengguna sudah bisa langsung bekerja dengan laptop-nya atau membuka file-file yang ia butuhkan. Jadi kita nggak perlu ngetik kata sandi setiap kali masuk, keren kan?

ASUS ZenBook 13 UX331UAL tersedia dalam dua varian warna yaitu Rose Gold dan Deep Dive Blue. Kalau saya sih sudah pasti pilih Deep Dive Blue, sesuai dengan warna favorit saya. Traveling membawa ASUS ZenBook 13 UX331UAL warna Deep Dive Blue yang stylish akan semakin menguatkan branding Keluarga Biru.


ASUS ZenBook 13 UX331UAL
Deep Dive Blue

          Gimana? Nggak berlebihan kan jika saya menyebut ASUS ZenBook 13 UX331UAL sebagai Laptop Idaman Sobat Traveler. LIMA keunggulan ASUS ZenBook 13 UX331UAL menjadikannya sobat yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Semoga Allah memberikan jalan bagi saya untuk memiliki ASUS ZenBook 13 UX331UAL karena saya memang membutuhkannya agar tetap produktif meski sedang traveling dan tidak perlu berbagi laptop lagi dengan Mama Ivon, aamiin.
Allah tidak memberikan apa yang kamu inginkan tapi Allah memberikan apa yang kamu butuhkan.

#2018PakaiASUSZenBook


Tulisan ini diikutkan dalam Blog Competition:

Laptop Idaman Sobat Travelers


You May Also Like

5 comments

  1. pingin jadi bisa papa yang suka travelling

    ReplyDelete
  2. pingin jadi bisa papa yang suka travelling

    ReplyDelete
  3. kayak saya juga gak boleh berpetualang, tp saya cewek sih, jadi ketakutan ortu lebih besar.
    Jujur ya, saya ngiri pengen punya laptop ini. Entah kapan, apa bisa gitu

    ReplyDelete
  4. Mas, nasib sama.....gg diizinin traveling sama keluarga...kalo aku krn aku sering pingsan..hehe


    Semoga, 2018 bisa ganti zenbook yahh

    ReplyDelete
  5. Aku jarang banget traveling bawa laptop, soalnya laptopku beraaat.. Sekalinya bawa laptop, malah parno, pas laptop kebentur kursi. Makanya, aku naksir banget ama ZenBook 13 UX331UAL ini

    ReplyDelete