Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya? Cek dengan Kalkulator AFS dari Parenting Club

by - December 17, 2018


Ketika dihadapkan pada tumbuh kembang anak, saya selalu membesarkan hati. Secara mempunyai dua anak dengan berbeda jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, saya sering berpikiran positif. Bahwasannya setiap tumbuh kembang anak-anak itu berbeda satu sama lainnya. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi tahapannya sama karena secara sistematis mulai usia sejak lahir hingga umur 18 tahun tahun.


Namun selalu berpikiran positif mengenai tumbuh kembang anak saja rasanya tidak cukup. Apalagi kalau selalu diajukan dengan pertanyaan dan komentar miring orang lain. Pernah gak mendapati komentar begini,

“Kok udah umur setahun lebih belum bisa jalan”?
“Aduh udeh gede masih pakai pampers?”
“Berapa sih berat badan anaknya? Kok kelihatan kurus banget ya.”

Saya pernah banget dong dan komentar kayak gitu terkadang bikin down dan mempertanyakan pada diri sendiri. Benarkah tumbuh kembang anak saya sudah sesuai usianya apa belum? Namun hal tersebut bakal terjawab dalam acara yang saya hadiri akhir pekan lalu.


Sebuah undangan acara parenting yang diadakan oleh Clozette Indonesia dan Parenting Club  pada tanggal 15 Desember 2018 di Society Complex Surabaya. Acara ini memang tidak terbuka untk umum melainkan para mama pilihan yang sudah memberikan komentar di postingan instragram Clozette. Saya beruntung dong terpilih diantara sekian mama-mama yang juga berkomentar di sana.



Selain tema acara ini yang menarik yaitu “ Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya?” juga bakal diisi oleh pembicara yang sangat berkompeten dibidangnya. Bahkan informasi yang saya dengar, untuk bisa bertemu dan konsultasi dengan beliau perlu antri lama. Ialah Dr.dr Ahmad Suryawan, SpA(K) yang merupakan dokter spesialis anak sekaligus konsultan tumbuh kembang pediatri sosial yang cukup ternama di Surabaya.

Tak hanya dr. Wawan sapaan akrab dr. Ahmad Suryawan, dalam acara ini juga hadir Margenie ( Miss Grand Indonesia 2014 ) yang juga membawa serta putranya Mario yang lucu dan menggemaskan. Acara dibuka kurang lebih pukul 10 pagi oleh Mc.

Materi Pertama Disampaikan Dr.dr. Ahmad Suryawan SpA(K) 



Acara pun langsung disampaikan oleh dr. Wawan, menurut beliau setiap tahapan usia anak menunjukan perubahan kemampuannya yang berbeda untuk setiap aspek perkembangan. Sementara kemampuan anak itu terbentuk dari sinergi berbagai pengalaman belajar yang ia tangkap melalui beberapa indera utama yaitu indra penglihatan, pendengaran, perabaan dan penciuman.

Bahwaannya tumbuh kembang terbaik anak di usia 2 tahun pertamanya, sehingga sebagai ibu mesti memahami betul perkembangan si kecil. Unuk itulah perlunya memperhatikan empat aspek yang akan mempengaruhi tumbuh kembangnya diantaranya

-          Aspek Gerakan Kasar
Aspek gerakan ini meliputi kemampuan anak untuk mengembangkan aktifitas yang menggunakan kekuatan otot-otot besar penyangga tubuhnya. Misalnya, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, naik turun tangga dan maih banyak lainnya.

-          Aspek Gerakan Halus
Aspek gerakan yang meliputi kemampuan anak dalam hal mengembangkan ketrampilan yang membuthkan koordinasi antara otot-otot kecil yang juga melibatkan berbagai fungsi indera. Misalnya, meraih mainan di depannya, memegang pensil, menulis, dan lainnya.

-          Aspek Bicara- Bahasa
Aspek bicara-bahasa ini merupakan keterpaduan antara kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi yang di dapatkan dari lingkungannya dengan kemampuannya untuk mengekspresikan ide dan keinginannya secara verbal atau melalui kata-kata.

-          Aspek Sosialisasi-Kemandirian
Aspek sosialisasi-kemandirian merupaakan kemampuan anak untuk mengembangkan berbagai aktivitas kemandirian sebagai hasil dari pengalaman berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Misalnya, makan sendiri menggunakan sendok/grpu, cuci tangan, melepas/memakai baju sendiri dan lainnya.

Nah, keempat aspek tersebut tidak dapat berdiri sendiri karena satu sama lain saling terkait dan saling membutuhkan. Saat mendengarkan materi yang disampekan dr. Wawan saya merasa tertampar, bisa jadi yang dialami anak pertama saya terdapat kesalahan di salah satu aspek. Selain itu harus saya akui, antara saya dan suami ini memang tidak memiliki visi yang sejalan mengenai pola asuh terhadap anak pertama. Sehingga terkadang hal tersebut jadi perdebatan diantara kami.

Sesi Tanya Jawab

Saya anak pertama yang lahir dan tumbuh dalam didikan yang tegas dan keras, sementara suami anak bungsu yang lebih banyak diasuh oleh buleknya lebih banyak dimanja. Kalau sudah begini sebenarnya kami berdua yang kerepotan dalam mengasuh dan proses tumbuh kembangnya. Lain halnya memang dengan proses tumbuh kembang anak kedua, ada beberapa aspek yang kentara saya amati dari si kecil.

Sinergi antara keempat aspek dasar perkembangan si kecil ini nyata dalam kehidupan sehari-hari yang bakal nampak sebagai kepintaran anak dalam hal Akal, Fisik dan Sosial. Sementara itu setiap anak mempunyai cara yang berbeda guna mensinergikan keempat aspek dasar kemampuannya.

Sharing Session with Margenie




Usai dr. Wawan menyampaikan materi dan tanya jawab dengan para mama, kemudian di sesi selanjutnya ada Margenie yang menceritakan pengalaman tumbuh kembang putranya, Mario. Tdinya si kecil Mario agak cranky sehingga enggan diajak ke atas panggung.

Namun saat mamanya sudah kelar menceritakan tumbuh kembangnya, justru dia mau ke atas panggung dan sempat melihat kemampuannya merespon saat disuruh mengatakan kata halo menggunakan microphone.

Mengenal Lebih Dekat Kalkulator AFS


Selain itu juga diperkenalkan sebuah tools yang dinamai Kalkulator AFS yang ada di website Parenting Club, yang mana tools tersebut dapat membantu para mama guna mengetahui kemampuan akal, fisik dan sosial si kecil. Caranya gampang kok, teman-teman tinggal register di website Parenting Club. Kalau sudah terdaftar di sana bisa login dan mencoba tools tersebut.
 
Mencoba Kalkulator AFS


Teman-teman bisa juga mencoba tools tersebut dan bakal langsung mengetahui nilai kemampuan si kecil. Namun perlu diingat, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga hasilnya tentu saja gak sama satu sama lain. Hasilnya tentu gak semua 100 % ya, waktu saya cek milik anak pertama Mas Aiman hasilnya benar gak 100 % loh dan saya memahami hal tersebut.

Apa itu Akal, Fisik dan Sosial ?

Akal merupakan cerminan dari kemampuan si kecil dalam hal mensinergikan berbagai aspek perkembangan dasar menjadi sebuah cara untuk merespon rangsangan dari lingkungan sekitarnya, dan mengembangkan pemahaman yang akan digunakan sebagai cara untuk menyatakan ide dan keinginannya serta mengembankan berbagai alternatif strategi untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapinya.

Fisik merupakan kemampuan si kecil untuk memadukan berbagai aspek perkembangan dasar yang membuatnya mampu untuk melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik yang sesuai dengan yang diinginkannya dengan diperlukan keberanian.

Sosial merupakan hasil perpaduan berbagai aspek perkembangan dasar sehingga anak mampu mengembangkan kemampuannya dalam hal berinteraksi sosial dengan berbagai benda, makhluk hidup, atau individu di lingkungan sekitarnya.

Suatu jenis kepintaran tertentu, sangat membutuhkan kepintaran yang lainnya. Sehingga seorang anak diharapkan tidak hanya menguasai salah satu jenis kepintaran tertentu, tetapi didukung untuk menguasai ketiga jenis kemampuan tersebut dengan seimbang dan sama baiknya.

Hal tersebut dapat dicapai apabila terjadi sinrgi antara kepintaran Akal, Fisik, dan Sosialnya. Sinergi antara ketiga jenis kepintaran ini akan membentuk dua kemampuan anak yang paling diinginkan orang tua secara jangka panjang yaitu kecerdasan yang cemerlang dan perilaku yang baik.
Adapun tingkatan tahapan anak menurut usianya yang perlu diketahui dan dipahami para orang tua.
1.       Usia 0 – 1 tahun, Si kecil tumbuh dengan  I what I Given
Dalam tahapan usia ini,anak akan tumbuh menjadi anak yang ia tampilkan di depannya. Saat orang tua mengajari tersenyum, makan anak akan ikutan tersenyum. Begitupun sebaliknya, kalau orang tua mengajarkan hal yang kurang baik akan diikuti oleh anaknya kelak karena terbiasa melihat, mendengar dan merasakan yang terjadi di sekitarnya.

2.       Usia 1-3 tahun, Si kecil  tumbuh dengan  I What I Will
Di tahapan usia ini, anak akan tumbuh menjadi apa yang dia inginkan. Sehingga kita sebagai orang tua gak perlu heran kalau anak bakalan mencoba hal-hal baru. Sementara kalau kita larang mereka justru akan melakukannya.

3.       Usia 3-6 tahun, si kecil tumbuh dengan hal I What I Given
Di tahapan usia ini anak akan tumbuh sesuai dengan dia lihat dan bayangkan. Kalau anak sering melihat tokoh kartun yang digemarinya, bisa jadi dia akan tumbuh seperti tokoh yang idola yang dillihatnya. Sehingga perhatian dan pendampingan orang tua periu diperhatikan.

4.       Usia 6-12 tahun, anak tumbuh dengan hal I am what i learn
Dalam tahapan usia ini anak akan tumbuh dimana tempat dia belajar, sehingga kalau dia belajar di tempat yang baik maka hasilnya akan tumbuh menjadi orang yang baik dan hal tersebut demikian sebaliknya.

5.       Usia 12-18 tahun anak tumbuh dengan hal I What I am
Dalam tahapan usia ini anak akan tumbuh dengan mencari jati dirinya, anak sudah tidak ingin dianggap anak kecil lagi.

Mbak Nia

Sebelum acara berakhir, sesi terakhir usai makan siang para mama yang hadir diajak membuat kerajinan. Sesi ini dipandu oleh Mbak Nia yaitu membuat sebuah boneka imut yang bahan uamanya dari kaos kaki dan dakron. Boneka yang dibagikan sudah setengah jadi sehingga tugasnya untuk menyelesaikannya. Di sinilah kreatisfitas kami para mama diuji, nantinya boneka ini bisa sebagai sarana menunjang tumbuh kembang anak seperti mendongeng dan sebagainya. 



You May Also Like

16 comments

  1. Aku penasaran sama Kalkulator AFS nya. Penasaran dengan cara kerjanya dalam menghitung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa langsung dicoba di websitenya mbak, nanti bakal ada arahannya

      Delete
  2. Ku mau nyobain kalkulator AFS ah, mau lihat nilai Juna...

    ReplyDelete
  3. Jadi orang tua itu memang gak henti-hentinya belajar ya. Makin ke sini ilmu parenting makin beragam dan menarik. Semuanya membantu agar ortu bisa memaksimalkan stimulasi tumbuh kembang anak.
    Kalkulator AFS ini menarik juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi orang tua memang gak ada sekolahnya tapi dengan ikut acara gini kan jdi nambah ilmu mengasuh dan merawat anak ya mbak. Akupun baru nyobain mbak

      Delete
  4. Penasaran ma kalkulator AFS nya..
    Mksh rangkumannya..sampai hari ini masih diberi kesempatan ndidik anak rentang 6-12 tahun hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak..penasaran juga ama kalkulatornya..langsung cuss ke laman webnya

      Delete
    2. Gimana raanya mendidik anak usia segitu mbak? :D

      Delete
  5. Kalau aku dan suami sama sama anak tengah, sama sama suka cari perhatian dan ngeyelan heheheh...
    Penasaran sama kalkulatornya, ntar deh cuss ke webnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku anak pertama dan anak terakhir, pas sih tapi emang punya pola asuh yang beda :D

      Delete
  6. Wah Mak jleb yang usia-usia itu Mak. Bentar lagi anakku udah mau 7 berarti what she learn ya

    ReplyDelete
  7. Seru banget acaranya.aku daftar tapi gak lolos. Hehe. Terus... Itu kalkulator bisa download di play store ya mbak? Cobain aah

    ReplyDelete
  8. Beruntung banget ya bisa hadir di acara ini, semoga sering-sering diadakan di Surabaya.
    Banyak banget manfaatnya, membantu kita lebih ngeh akan tumbuh kembang anak, dan gak lagi baper dengan segala celotehan tanpa alasan dari orang-orang :)

    ReplyDelete
  9. Saya mau coba pakai mbak, terima kasih

    ReplyDelete