Ciptakan Peluangmu lewat Ngeblog

by - May 10, 2019


Workshop Komunitas ISB di Malang


“Terkait dengan skala prioritas sebagai freelancer, kebetulan saat ini saya sedang bingung menentukan prioritas antara Blog, Youtube Dan Instagram. Jadi setahun belakangan saya mencoba fokus ke Youtube karena melihat beberapa teman blogger yang sukses di sana. Alhamdulillah tahun ini channel saya sudah bisa monetize tapi godaan datang lagi dari Instagram. Sekarang para blogger demam follower 10K karena menjanjikan job dengan fee yang besar. Nah kalau menurut Teh Ani, saya sebaiknya fokus yang mana dulu?”

Pertanyaan itu saya ajukan ketika mengikuti workshop bertajuk: Create Opportunities from Blogging yang diadakan oleh komunitas ISB: Indonesian Social Blogpreneur yang digawangi oleh Teh Ani Berta, Kak Dama Vara, Kak Riri Restiani dan Mbak Liswanti Pertiwi.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Workshop yang mayoritas diikuti oleh blogger Kota Malang ini diadakan di Indosat Ooredoo Malang, ada juga blogger dari sekitar Malang seperti Kepanjen, Surabaya dan Sidoarjo. Alhamdulillah Duo Ai bisa kami titipkan di rumah bibi sehingga saya dan istri bisa mengikuti workshop. Saya pribadi sangat excited mau ikutan workshop ini karena materinya sesuai dengan kondisi saya yang sedang ngedrop semangat ngeblognya.

Bagaimana Caranya Jadi Blogpreneur?


Blogpreneur berasal dari dua kata yaitu blogger dan entrepreneur jadi artinya adalah seorang blogger yang sekaligus wirausaha. Untuk materi pertama ini diampu oleh Kak Riri Restiani, seorang beauty blogger yang punya usaha souvenir wisuda. Awal mula merintis usahanya, Kak Riri mempromosikannya ke lingkung terdekatnya seperti keluarga dan teman kuliah. Agar jangkauan promosi makin luas, Kaka Riri juga promosi di blog dan social media. Berkat keberanian dan kegigihannya berpromosi, souvenir produksi Kak Riri berhasil menembus galeri Universitas Gunadarma, tempat dia menimba ilmu.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Trus gimana caranya memulai usaha? Kak Riri membagikan tips antara lain:
  1. Memilih usaha yang tepat dengan mengecek sesuai survey tingkat kebutuhan orang/pasar/trend. Agar usaha atau produk kita diminati maka kita harus membuka usaha atau memproduksi barang yang tingkat permintaannya tinggi.
  2. Membuka usaha berdasarkan hobby atau passion. Sesuatu yang dikerjakan berdasarkan hobby atau passion akan terasa lebih ringan, bekerja pun jadi menyenangkan. Contohnya ya Kak Riri yang punya passion di dunia fashion dan craft membuka usaha souvenir dan aksesoris dari bahan flannel.
  3. Semangat promosi. Agar usaha kita dikenal orang maka kita harus rajin promosi baik offline maupun online. Kalau offline misalnya kayak Kak Riri yang masuk ke galeri kampus dengan sovenir wisuda. Sedangkan online promosi lewat blog dan social media.

Workshop Komunitas ISB di Malang


Kak Riri pun membagikan tips bagaimana memanfaatkan blog dan social media untuk berwirausaha antara lain:
  1. Pisahkan account sosmed pribadi dengan usaha. Tujuannya agar kita bisa menjalankan usaha dengan professional tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi.
  2. Buat konten review produk sendiri di blog. Usahakan promosi dengan soft selling sehingga follower kita tidak merasa seperti sedang membaca konten promosi. Berikan kontak atau link untuk pembelian.
  3. Gunakan Facebook Fanpage sebagai media promo karena bisa merima lebih banyak fans dibandingkan akun pribadi yang hanya terbatas sampai 5000 orang saja.
  4. Bangun kedekatan dengan follower Twitter dengan update menyapa, diselingi dengan update promo dan foto produk.
  5. Update promo dan produk di IG dengan membuat tampilan feed yang menarik dan sesuai dengan branding usaha kita.

Bagaimana Mendesain Blog dan Social Media yang User Friendly?


Ngomongin soal blog dan social media, semua sepakat bahwa konten adalah segalanya alias content is the King. Namun konten yang bagus tidak akan dilirik pembaca jika tampilannya asal-asalan karena manusia memiliki kecenderungan menyukai tampilan visual yang indah dan nyaman dibaca.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Nah Kak Dama Vara mengajari kami bagaimana mendesain blog dan social media di sesi kedua. Reputasi Kak Dama Vara sebagai seorang designer grafis tidak perlu diragukan lagi, dia pernah menangani proyek design di New York bahkan diundang oleh Mozilla di Texas. Mantul Kak.
Menurut Kak Dama, desain blog itu memiliki arti yang sangat penting yaitu mempermudah memahami isi tulisan, mempersingkat durasi proses pemahaman informasi dan sebagai pemanis (dekoratif) asalkan tidak berlebihan.
Kak Dama langsung mengajak para peserta praktek belajar design blog, sebagai bahan praktek kami disuruh membuat design header blog menggunakan aplikasi design Canva. Saya sering mendengar aplikasi ini tapi belum pernah menggunakannya.
“Usahakan kalau buat judul itu kita pilih tulisan yang mudah dibaca. Boleh kok dikasih dekorasi tapi jangan berlebihan. Tulisan dekoratif bisa juga digunakan tapi prosentasinya jangan melebihi tulisan non dekoratif,” ujar Kak Dama sambil berkeliling memeriksa design yang kami buat.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Sedangkan untuk social media-dalam hal ini adalah Instagram-Kak Dama menggunakan aplikasi UNUM. Dengan aplikasi ini kita bisa mempercantik tampilan feed IG kita dan membuat is (insta stories) jadi lebih menarik, nggak polosan kayak deault dari IG. Ilmu ini penting banget karena sekarang blogger tidak hanya dilihat performa blognya tapi juga social media yang dimiliki, mulai dari tampilan hingga engagement-nya. Pokoknya jadi blogger apalagi blogpreneur itu harus oke di semua aspek.

Bagaimana Menjadi Freelancer di Era Digital?

Workshop Komunitas ISB di Malang

Mendapat dua materi yang bergizi bikin otak kami kekenyangan namun di sisi lain bikin badan kami jadi kelelahan dan kelaperan wekekeke. Jadi ketika waktunya sholat Dhuhur, acara dijeda dulu agar kami bisa melakukan Ishoma.
Selepas ishoma, kami pun kembali ke ruangan untuk menyimak materi ketiga yaitu Tips Menjadi Freelancer di Era Digital. Pematerinya adalah Teh Ani Berta yang sudah malang melintang dan kenyang dengan asam garam di dunia Freelancer. FYI Teh Ani sebelumnya berkecimpung sebagai seorang accounting selama 13 tahun. Namun kemudian beliau resign dan menekuni dunia yang merupakan passionnya yaitu blog. Berkat kedisplinan dan profesionalitasnya berbagai macam pencapaian dan prestasi berhasil dia raih selama menjadi seorang blogger dan freelancer.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Point penting yang saya tandai dari materi yang diberikan Teh Ani adalah sebagai seorang blogger kita harus punya branding sehingga blog dan diri kita punya nilai jual di mata brand ataupun agency. Namun yang perlu digarisbawahi adalah branding jangan memaksakan diri agar jiwa tidak kosong. Optimasi branding itu sejatinya adalah menggalih potensi yang ada di dalam diri kita. Jangan sampai karena branding kita nggak jadi diri sendiri alias jadi copycat. Kalau nggak suka make-up jangan maksain diri jadi beauty blogger, kalau nggak suka jalan-jalan nggak usah ngoyo jadi travel blogger.
Point berikut adalah menjadi seorang Freelancer itu jangan hanya menunggu job datang tapi kita harus aktif menggalih potensi diri kita, lalu galih peluang yang ada dan ajukan proposal penawaran ke agency atau brand yang sesuai dengan niche blog kita.
Untuk mengajukan proposal penawaran ini kita harus memiliki portofolio. Bikin portofolio itu nggak harus nunggu dapat job besar, kita bisa mulai isi dengan job-job kecil bahkan gratisan sekalipun. Kita bisa memulainya dengan menjadi volunteer pada organisasi atau badan yang bergerak di bidang sosial. Dengan menjadi volunteer maka dari segi aspek skill bisa mengasah kemampuan trus juga aspek sosial sebagai ladang amal. Ini yang saya suka dari Teh Ani, beliau selalu memasukkan nilai berbagi dan amal dalam setiap materi yang disampaikan.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Nah, ada satu point lagi yang makjleb buat saya yaitu: “Sebagai Freelancer kita harus punya skala prioritas. Jangan terlalu banyak keinginan karena nanti jadi tidak maksimal atau malah tidak sempat mengerjakan semuanya. Fokus pada keinginan utama sampai kita sukses dan aman di posisi tersebut. Barulah kita mengejar keinginan yang lain.”

Sesuai dengan yang saya kemukakan di awal bahwa saya mengajukan pertanyaan terkait skala prioritas. Jawaban Teh Ani cukup membuat hati saya adem, beliau menyarankan agar saya fokus ke Youtube saja sampai berhasil jangan tergoda dengan demam Follower 10K. Malahan kalau bisa, saya dianjurkan kembali fokus ngeblog karena menurut Teh Ani profesi blogger masih lebih bermartabat di mata brand dan agency. Bermartabat di sini maksudnya blogger memiliki kemampuan untuk menulis dan pemikiran yang jadi nilai jual, tidak hanya sekedar bisa berpose layaknya selebgram.

Bagaimana Seharusnya Blogger Mengelola Keuangan?


Workshop Komunitas ISB di Malang

Ilmu yang terakhir tapi tidak kalah penting yaitu tentang pengelolaan keuangan bagi blogger oleh Mbak Liswanti Pertiwi.  Hal ini penting banget agar hasil yang kita dapatkan dari ngeblog itu ada wujudnya, nggak hilang tanpa bekas kayak habis kena jentikan jari Thanos wekekeke.
Langkah pertama yang harus dilakukan seorang blogger dalam mengelola keuangannya adalah memisahkan uang dari ngeblog dari uang pribadi. Caranya dengan memiliki rekening tabungan lebih dari satu. Mbak Liswanti mencontohkan dirinya yang memiliki 3 rekening tabungan yaitu tabungan hasil ngeblog, tabungan pribadi dan tabungan investasi. Memang benar sih, berdasarkan pengalaman saya selama ini karena tidak dipisah saya jadi tidak tahu nilai pasti fee yang saya peroleh dari ngeblog.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Kita juga harus mencatat semua job yang kita terima dan pengeluaran apa saja setiap bulan di tabel pada program excel atau aplikasi Catat Keuangan. Dengan mencatatnya maka kita bisa mengontrol keuangan kita, tidak tergoda untuk menuruti hasrat belanja dan gaya hidup ketika baru saja dapat transferan job. Manfaat dari pengelolaan keuangan ini adalah kita bisa tetap survive ketika job lagi sepi karena ada tabungan dan investasi yang kita miliki.

Tak terasa tibalah saat perpisahan. Padatnya materi dan keseruan interaksi antara Tim ISB dan Blogger Malang sekitarnya membuat waktu berjalan cepat. Sayang banget saya dan istri nggak bisa menemani Teh Ani, Mbak Liswanti, Kak Riri dan Kak Dama mengeksplorasi objek wisata dan kuliner di Malang karena kami harus segera balik mengingat Duo Ai sudah kami tinggalin di rumah bibi mulai pagi sampai menjelang sore. Terimakasih atas ilmu yang diberikan, semoga menjadi amal jariyah yang tak putus bagi Teh Ani dkk, aamiin.

Workshop Komunitas ISB di Malang

Workshop Komunitas ISB di Malang


Workshop Komunitas ISB di Malang



#ISBxIndosatOoredoo
#IndosatOoredoo

You May Also Like

2 comments

  1. memang banyak sekali peluang yang bisa kita dapatkan lewat kegiatan ngeblog.. selain menambah wawasan dan teman, blog juga bisa kita jadikan mesin uang....

    ReplyDelete