FUNancial Talkshow: Passion dan Bisnis Sukses Bareng

by - December 16, 2019




Home Credit Indonesia



“Pa, saldo ATM tinggal berapa?” tanya Mama Ivon di pertengahan bulan.
“Tinggal 100 ribu.”
“Hah, kok cepat banget. Bukannya terakhir masih 300 ribu? Emang buat apa saja?”
“Hmm yang pasti buat beli bensin, makan siang trus sisanya aku lupa.”
“Udah tahu pelupa, harusnya dicatat dong.”
“Kamu nggak percaya sama aku?” *mulai drama
“Bukannya gitu Pa. Selama ini kalau Papa tanya uang belanja yang aku pegang buat apa aja, aku bisa kasih rinciannya. Jadi jelas uangnya lari kemana.”
“Yang pasti sisanya itu buat keperluan keluarga juga, beliin anak-anak jajan, beli tiket main, bayar parkir. Nggak cukup Ma kalau buat main cewek :P.”
“Emang masih ada cewek yang mau sama Papa wekekeke?”



Passion Jadi Business? Why Not


Itulah obrolan kami beberapa waktu yang lalu. Sebuah obrolan khas suami istri di pertengahan bulan. Siapa di sini yang mengalami hal serupa? Berasa makjleb nggak?
OH ENGGAK? Wah pasti kalian ini pasangan tajir melintir semacam Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang saldo ATM-nya ratusan juta meski di akhir bulan. Yang kalau belanja nggak pernah liat price tag-nya terlebih dahulu.
Berhubung saya masih termasuk sobat misqueen, saya berasa ketampol ketika mendengar sharing dari salah satu pembicara di FUNancial Talkshow: CEO in The Making yaitu Dipa Andika, seorang financial planner sekaligus Co Founder of Hahaha Corp. Tema besar talkshow ini dibreakdown menjadi: Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business.


FUNancial Talkshow Surabaya



Talkshow yang mayoritas dihadiri oleh generasi zaman now ini diadakan di Boncafe yang beralamat di Jl. Raya Gubeng No.46, Gubeng, Surabaya. Alhamdulillah acaranya diadakan hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 sehinga saya nggak perlu ijin sama Bos buat ikutan acara keren ini.
Jadi Dipa menuturkan bahwa salah satu tips agar sukses mengubah passion menjadi bisnis yang menjanjikan adalah dengan rutin melakukan pencatatan keuangan, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Tujuannya agar kita bisa mengetahui di pos mana yang paling besar menyedot pemasukan kita. Dengan begitu kita bisa menghindarinya pada periode berikutnya.

Home Credit Indonesia

Ngomongin tentang passion yang jadi bisnis, saya dan istri pernah juga mencoba peruntungan di dunia bisnis yang berawal dari passion. Waktu itu tahun 2012 kami mendirikan penerbitan indie bernama Mozaik, ide ini muncul karena kami berdua memiliki passion di dunia tulis menulis. Alhamdulillah Mozaik bisa menerbitkan puluhan buku hingga tahun kedua, bahkan beberapa buku kami didistribusikan di jaringan toko buku nasional. Namun sayangnya di tahun ketiga, Mozaik mulai lesu dan kini hanya pasif saja.
Faktor-faktor yang membuat bisnis Mozaik gagal itu, terungkap semua saat saya mendengarkan sharing dari Dipa Andika. Mulai dari tidak melakukan pencatatan keuangan, tidak memisahkan rekening pribadi dan bisnis, komitmen yang kurang, tidak memiliki financial goal, tidak memiliki dana darurat dan tidak memiliki partner yang tepat.



FUNancial Talkshow Surabaya



Selain Dipa, ada juga pembicara kedua yaitu Christie Erin, Co-founder Basha Market & Of Sorts. Christie menuturkan maksud dari partner yang tepat adalah kita harus mencari partner yang memiliki kemampuan/skill yang kita tidak miliki. Kenapa begitu?
Karena dengan skill yang berbeda maka akan timbul rasa saling membutuhkan dan menghargai. Dengan begitu kita bisa menjalankan bisnis bersama dengan kompak dan meminimalisir terjadinya konflik.
Tips lainnya yang nggak kalah penting adalah Hindari LATTE FACTOR. Latte Factor adalah pengeluaran kecil yang sering dilakukan sehingga tanpa sadar menyedot tabungan kita. Contoh Latte Factor yang sering dilakukan oleh Generasi Millenial adalah suka tergiur promo makanan atau minuman lewat pemesanan online. Atau kalau pas ngemall suka beli jajanan atau minuman kekinian yang kini menjamur seperti Thai Tea, Chatime, Aiciro dll. Harganya emang nggak mahal namun jika sering dilakukan maka lumayan nguras dompet juga. Duh makjleb lagi deh wekekeke.

Apa itu Home Credit?

Gimana, udah mulai tercerahkan belum dengan sharing 2 pembicara di atas? Kalau saya sih iyes, nggak tahu deh Mas Anang (Garing!). Yang pasti saya makasih banget sama penyelenggara acara ini yaitu Home Credit Indonesia. Kalian ada yang pernah dengar nama Home Credit Indonesia belum?
Masa sih nggak tahu? Kurang jauh deh mainnya, kurang malam pulangnya wekekeke.
Jadi gini Home Credit Indonesia itu adalah sebuah perusahaan multifinance yang menyediakan jasa pembiayaan untuk barang-barang elektronik, handphone, gadget, kendaraan roda dua, furniture hingga aksesoris mobil. Barang yang dibeli bisa secara offline maupun online. Bahkan HCI juga memberikan pembiayaan multiguna untuk pembiayaan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau liburan.
Lewat acara FUNancial Talkshow ini, Home Credit Indonesia mengajak kita-kita untuk bisa mewujudkan financial goal kita dengan cara #YangKamuMau. Untuk informasi lebih lengkap tentang Home Credit Indonesia silakan kunjungi langsung website-nya ya: Home Credit Indonesia.


Home Credit Indonesia


Oke itu tadi sharing saya tentang FUNancial Talkshow yang membagikan tips bagaimana agar kita sukses menekuni passion kita sehingga bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Yuk segera eksekusi passion apa yang selama ini kamu sukai. Lakukan sekarang, jangan tunda-tunda lagi! 


You May Also Like

4 comments

  1. Latte factor tuh emang bahayaaaaa. Keseringan dapat promo GoFood GrabFood sungguh membahayakan cash flow *curhat*

    ReplyDelete
  2. Aku juga ga konsisten Mas buat mencatat pengeluaran, tapi kalau pendapatan malah rajin catat hehe. Bahaya memang apalagi kami sekeluarga doyan ngemil yang terlihat kecil tapi sering jadi ya bikin tekor juga. Ayo Mas bangkit lagi buat jadi CEO Blue Family Corp. Jualan produk serbabiru! Moga-moga tambah sukses habis acara ini ya.

    ReplyDelete
  3. Saya masih belum berani untuk benar-benar menekuni passion dan membuatnya menjadi sumber pendapatan utama. Banyak hal yang harus dipersiapkan.

    *kebanyakan mikir dan mempertimbangkan

    ReplyDelete
  4. Acaranya seru banget ya kemarin itu, punya wawasan baru soal pengelolaan keuangan

    ReplyDelete