5 Hal yang Harus Dilakukan Suami Siaga

by - February 20, 2020

tips suami siaga


Momen kehamilan adalah salah satu momen istimewa yang ditunggu-tunggu dalam kehidupan pernikahan. Bagi sebagian perempuan, kehamilan menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya. Maka tak heran jika ada yang sampai mengabadikan momen tersebut lewat maternity shoot sebagai kenangan indah untuk diceritakan kepada buah hati tercinta.

Namun, di balik cerita bahagia ini, terselip rasa khawatir yang tidak hanya dirasakan istri, namun juga suami. Dalam beberapa kasus, kehamilan bisa menjadi sangat berat bagi perempuan yang mengalaminya. Istri saya dulu saat trimester pertama sempat mengalami kondisi di mana ia terpaksa harus bed rest. Bahkan, saya pernah dengar cerita seorang istri yang harus bed rest, mulai dari bulan pertama hingga saatnya melahirkan.

Itulah sebabnya kehadiran suami sangat penting selama proses kehamilan istri tercinta. Nah, kali ini Papa Ihwan mau sharing tentang lima hal yang harus dilakukan oleh suami siaga. Namun sebelumnya pastikan dulu bahwa Anda tahu apa itu suami siaga. Menjadi suami siaga tidak hanya sebatas SIAP-ANTAR-JAGA namun Anda harus menjadi partner terbaik istri dalam menjalani proses kehamilan hingga nanti saatnya hari itu tiba.

1.       Upgrade Pengetahuan

Agar suami bisa memahami, mengerti, dan memberikan dukungan yang maksimal untuk istri yang sedang hamil, maka dia harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya tentang kehamilan. Suami harus mengetahui tanda awal kehamilan mengingat trimester pertama adalah waktu yang penting sekaligus rawan.

Hal ini penting karena di trimester pertama adalah masa perkembangan janin dan persiapan calon ibu. Trimester pertama juga rawan karena calon ibu akan mengalami perubahan fisik dan gangguan kesehatan misalnya morning sickness, nyeri payudara, sembelit, sering buang air kecil, mood naik turun, hingga risiko keguguran dini atau early miscarriage. Makin banyak suami tahu tentang kehamilan, maka makin banyak yang bisa dilakukan untuk membantu istri.

2.       Dampingi Istri Periksa Kehamilan

Usahakan untuk selalu mendampingi istri ketika pergi ke dokter kandungan atau bidan untuk melakukan pemeriksaan kandungan. Kehadiran suami, selain memberikan rasa nyaman dan bahagia pada istri juga akan tersampaikan pada janin, karena ia akan merasa dicintai oleh sang ayah.

tips suami siaga


Tujuan utama suami mendampingi istri memeriksakan kehamilan adalah agar dia juga mengetahui perkembangan janin serta bila terjadi masalah selama kehamilan. Dengan begitu, ayah tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan ibu dan calon anaknya.

3.       Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Istri yang sedang hamil akan sering merasa kelelahan, bisa karena morning sickness, pertambahan berat badan, dan janin yang harus dikandungnya selama 9 bulan. Di bulan-bulan awal kehamilan, istri biasanya akan sensitif terhadap bau-bau yang tajam, atau mudah kehilangan selera makan. Apalagi, jika kehamilan sudah makin tua dan membuat banyak beban bagi punggung istri.
Suami yang siaga harus peka dengan kondisi ini, dia tidak gengsi untuk melakukan pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci pakaian, hingga membersihkan rumah. Jika memang kesibukan suami di kantor tidak bisa ditinggalkan, maka suami bisa mencarikan ART (asisten rumah tangga) untuk membantu meringankan beban istri.

4.       Cintai dan Terima Perubahan Istri

Selama hamil, istri akan mengalami perubahan fisik, mulai dari kenaikan berat badan yang signifikan, beberapa bagian tubuh yang membengkak, misalnya kaki atau tangan, bahkan muncul selulit di daerah perut. Namun, tidak semua ibu hamil bisa menerima perubahan ini, apalagi jika sebelumnya dia memiliki badan yang langsing dan rajin merawat diri.
Hal ini bisa membuat ibu hamil menjadi sedih, stres, bahkan kehilangan rasa percaya dirinya di hadapan suami dan orang lain. Tak jarang, istri juga menjadi sensitif dan mudah tersulut emosinya saat hamil. Ini tidak bisa dibiarkan karena kondisi kejiwaan ibu akan berdampak pada janin.

tips suami siaga


Nah, suami harus memahami hal ini, ia harus bisa memberikan sugesti-sugesti positif pada istri. Kembalikan rasa percaya diri istri dengan memujinya dan mengatakan hal-hal yang positif tentang bentuk tubuhnya. Katakan juga kepada istri untuk tidak stres, sebab kenaikan berat badan adalah hal penting untuk pertumbuhan janin dalam kandungan.

5.       Lakukan Persiapan Kelahiran

Lakukan persiapan kelahiran begitu kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Persiapan kelahiran yang dilakukan antara lain:

  • ·         Menentukan tempat bersalin: Utamakan yang bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan ibu dan calon bayi.
  • ·         Mempersiapkan biaya bersalin: Alokasikan pendapatan Anda untuk proses kelahiran. Jika bisa, gunakan layanan BPJS agar pengeluaran bisa diminimalisir.
  • ·         Membeli perlengkapan bayi: Momen ini biasanya paling disenangi karena ada kebahagiaan saat memilih aneka perlengkapan bayi yang lucu dan menarik.

tips suami siaga


Demikianlah sharing Papa Ihwan tentang 5 hal yang harus dilakukan oleh suami siaga. Sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi penting tentang tanda awal kehamilan, proses kelahiran, menyusui, dan segala hal yang berkaitan dengan kehamilan dan parenting di Shopee Moms Club.

Tidak hanya ilmu, Anda nanti bisa mendapatkan hadiah gratis untuk member baru, voucher khusus member berupa cashback 20% hingga kesempatan pertama jadi orang pertama yang mencoba produk baru dari berbagai merek terkenal seperti Frisian Flag, Pampers, Pigeon, Zwitsal, Nutrilon Royal, Fisher Price, dan masih banyak lagi.


You May Also Like

4 comments

  1. Selamat ya Ihwan, jadi anak keberapa ini?

    ReplyDelete
  2. Penting banget suami paham segala persoalan yang dihadapi istri ketika istri lagi hamil.
    Waktu aku hamil dulu, salah satu problemku adalah kaki yang cepat membengkak, sehingga aku jadi nggak bisa pakai sepatu ke tempat-tempat yang pantas.
    Suamiku meresponsnya dengan tidak memaksaku sering bepergian, dia memberi pengertian kepada banyak orang yang mengundang kami ke acara-acara sosial bahwa kami nggak bisa hadir lantaran istrinya lagi hamil sehingga cepat lelah.

    Aku juga sering emosian karena kecapekan, sehingga tidak bisa bergaul dengan baik.
    Sehingga suamiku juga memberi pengertian kepada banyak orang supaya segala nasehat kepada ibu hamil disampaikan melalui dia dulu, nanti biar suamiku yang menyampaikannya kepadaku dengan bahasa yang lebih layak diterima.

    Pokoknya banyak banget hal spiritual yang bisa dilakukan suamiku ketika suamiku jadi suami siaga, dan hal itu sangat membantu tugas kami membesarkan anak kami menjadi anak pintar dan cerdas.

    ReplyDelete