Monday, October 12, 2020

Wisata di Era New Normal

 

wisata di era new normal

Sejak diterapkannya era new normal, semua sektor mulai bangkit kembali, salah satunya sektor pariwisata. Kota-kota pariwisata di Indonesia memberikan ijin kepada para pengelola objek wisata, hotel dan restoran untuk beroperasi kembali dan membuka pintu akses bagi wisatawan.

Malang Raya (Malang, Batu dan Kabupaten Malang) sebagai kota wisata favorit di Jawa Timur pun juga melakukan hal yang sama. Wisata new normal di Malang bisa mengunjungi Hawaii Water Park, Malang Night Paradise, sedangkan di Batu bisa mengunjungi Jatim Park Group (induk dari Jatim Park 1,2 dan 3, Museum Angkut dll). Tak ketinggalan kawasan Pantai di Malang Selatan yang juga mulai beroperasi kembali menerima kunjungan dari para wisatawan.

Kita belum tahu kapan pandemi COVID 19 ini akan berakhir, sementara roda perekonomian harus tetap berjalan. Sektor pariwisata memberikan sumbangsih yang besar bagi perekonomian, baik itu bagi pemerintah maupun masyarakat. Para karyawan di objek-objek wisata harus bekerja untuk menghidupi keluarganya, di sisi lain masyarakat juga butuh refreshing setelah berada di rumah saja selama berbulan-bulan.

Wisata di era new normal tentu saja berbeda dengan era normal. Kita harus menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus COVID 19 antara lain: menggunakan masker, rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, tidak berkerumun atau menjaga jarak selama di tempat wisata.

Keluarga Biru sendiri selama new normal ini sudah mengunjungi beberapa objek wisata antara lain: Alun-Alun Kota Batu, Desa Wisata Bunga Sidomulyo, Kampung Coklat Blitar, Wisata Mahoni Dempok dan Kebun Teh Sirah Kencong. Yuk baca terus tulisan Papa Ihwan untuk mengetahui bagaimana 5 objek wisata ini beroperasi di era new normal.

 

wisata new normal batu

Wisata new normal Batu, kita mulai di Alun-Alun Kota Batu. Di sini hanya dibuka satu pintu akses untuk masuk di sebelah Barat dan pintu keluar di sebelah Utara. Kalau sebelum ada Corona, pengunjung bebas keluar masuk dari beberapa akses yang tersedia di sekeliling alun-alun. Sebelum masuk area Alun-Alun Kota Batu, pengunjung wajib mencuci tangan dan dicek suhu badannya, menggunakan masker dan tidak berkerumun.

Alun-Alun Kota Batu adalah objek wisata favorit para wisatawan terutama anak-anak. Meskipun tidak dikenakan tiket masuk namun fasilitas yang tersedia sangat lengkap mulai dari playground, tempat berfoto hingga wahana bianglala yang memungkinkan kita menikmati view kota Batu dari ketinggian.

 

wisata new normal batu

Kebetulan teman kerja saya juga sempat liburan bersama keluarganya ke Jatim Park 2, dia bercerita pada saya jika di sana juga menerapkan protokol pencegahan Covid yang ketat. Untuk jumlah pengunjung masih sepi, bisa dimaklumi mengingat saat itu baru saja dimulai new normal.

Yang kedua di Desa Wisata Bunga Sidomulyo, tidak seketat di Alun-Alun Batu maupun Jatim Park 2. Waktu itu kami membeli bunga di salah satu toko bunga yang ada di Desa Sidomulyo, di sepanjang jalan desa kita bisa memilih berbagai tanaman hias dari toko-toko bunga yang dimiliki para penduduk. Di toko-toko itu tidak ada petugas khusus yang berjaga di pintu masuk untuk mengukur suhu pengunjung atau menegur pengunjung yang tidak memakai masker.  Itulah sebabnya saat ke sini, hanya Mama Ivon yang turun sedangkan saya dan anak-anak menunggu di dalam mobil.

 

wisata new normal batu

Lanjut ke Kampung Coklat Blitar. Kami ke sini bersama ibu dari Mama Ivon, kebetulan sejak memiliki mobil kami belum pernah mengajak beliau jalan-jalan. Nah di era new normal ini setelah kondisi memungkinkan, kami pun mengajak beliau liburan ke Kampung Coklat Blitar. Kampung Coklat Blitar menawarkan wisata yang beragam mulai dari wisata edukasi tentang coklat, wisata anak hingga wisata kuliner dan oleh-oleh bertema coklat juga.

wisata new normal jawa timur

Protokoler pencegahan Covid benar-benar diterapkan di sini, mulai dari pengecekan suhu, kewajiban mengenakan masker dan pemisahan antara pintu masuk dan keluar.  Dulu sebelum pandemi, kita bisa masuk-keluar melalui gerbang lama maupun baru. Nah di era normal ini, pengujung masuk lewat gerbang baru dan keluar di gerbang lama. Semua karyawan Kampung Coklat mengenakan masker dan menegur setiap pengujung yang kedapatan tidak mengenakan masker.


kampung coklat blitar

 

Saat kami berkunjung ke sana, pengunjung tidak sebanyak saat era normal sehingga kita bisa meminimalisir interaksi dengan orang lain (tidak berkerumun). Selain itu juga lebih mudah mencari tempat parkir. Padahal sebelum Covid, area parkir selalu penuh dengan mobil dan bus dari luar kota.


Lanjut ke objek wisata keempat yaitu Wisata Mahoni Dempok. Objek wisata ini lebih dikenal dengan Bendungan Dempok, yang merupakan terusan dari Bendungan Sutami yang populer di Malang. Di Dempok kita bisa menikmati wisata air dan kuliner ikan bakar yang memanjakan lidah.

 

wisata new normal di malang

Pemandangan di Dempok lumayan indah yaitu berupa waduk yang luas dikelilingi perbukitan hijau. Pengunjung bisa menyewa perahu untuk mengelilingi waduk, membeli ikan segar dari nelayan dan diolah baik itu digoreng atau dibakar. Di sana disediakan gazebo-gazebo untuk menikmati kuliner ikan sambil menikmati pemandangan.

Pengelola Dempok cukup peduli dengan protokoler pencegahan Covid 19, dengan memasang poster yang berisi himbauan memakai masker, tidka berkerumun dll. Namun sayangnya tidak ada petugas yang melakukan controlling, ditambah lagi jumlah pengunjung yang cukup banyak sehingga harus extra hati-hati. Jujur, saat berada di Dempok rasanya Corona itu kayak nggak ada. Banyak wisatawan yang datang ramai-ramai dan sebagian tidak memakai masker. 

wisata mahoni dempok

wisata mahoni dempok

Bahkan saat saya iseng bertanya-tanya kepada salah satu penjual ikan bakar, sejak kapan Dempok buka di era new normal ini. Jawaban yang mengejutkan yang saya dapat:

“Sejak Corona nggak pernah tutup Mas. Ya pengunjungnya nggak serame dulu, pokoknya ada ajalah yang datang. Baru naik pas Idul Fitri. Sekarang udah ramai lagi, kayak nggak ada Corona.”

“Lho emang nggak ada patroli dari Satpol PP atau polisi Bu?”

“Nggak ada Mas.”

“@$%#^~!”

 


Objek wisata terakhir yang kami kunjungi adalah Kebun Teh Sirah Kencong, Blitar yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Blitar. Di Sirah Kencong kita bisa menikmati dua wisata alam sekaligus, yakni perkebunan teh dan juga air terjun. Kebun Teh dan Air Terjun Sirah Kencong terletak di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Jika dari kota Wlingi, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.

 

kebun teh sirah kencong blitar

Di tengah Perkebunan Teh Sirah Kencong ada pemukiman penduduk yang cukup lengkap fasilitasnya mulai dari masjid, sekolah TK dan SD. Saya membayangkan tinggal di sini berasa di desa antah berantah karena lokasinya yang terpencil di pegunungan. Tapi tidak menutup kemungkinan virus Covid 19 bisa sampai ke desa ini karena wisatawan Sirah Kencong berasal dari berbagai daerah dan kota.

kebun teh sirah kencong blitar

kebun teh sirah kencong blitar
 

Kondisi di Sirah Kencong sama persis dengan Dempok, pengelola sudah berusaha menerapkan protokol Covid 19 namun masih ada pengunjung yang tidak menaatinya. Karena keterbatasan penjaga dan area yang luas sehingga tidak ada controlling seperti di Kampung Coklat Blitar. Karena sudah terlanjur datang jauh-jauh dan menempuh medan yang cukup berat, ya udah kami tetap masuk menikmati objek wisata tentunya dengan menjaga diri dan kesehatan.

 

 

tips wisata new normal

Berdasarkan pengalaman Keluarga Biru berwisata ke 5 objek wisata saat era new normal maka kami akan memberikan tips yang bisa diterapkan agar kita tetap bisa menikmati objek wisata dan terjaga kesehatan kita.

  1. Pastikan tubuh dalam kondisi fit. Sebelum berwisata kita harus memastikan bahwa tubuh kita sehat, jangan nekat liburan kalau memang sedang tidak fit. Jika perlu sebelum liburan, kalian melakukan rapid test atau swab secara mandiri. Hasil test ini nanti bisa dibawa saat liburan untuk berjaga-jaga. Apalagi jika kita menggunakan armada transportasi massal dan ada beberapa destinasi wisata yang mengharuskan pengunjung menunjukkan surat bebas COVID 19.
  2. Membeli Tiket dan Check-in secara Online. Jika Anda menggunakan transportasi umum seperti kereta atau pesawat, usahakan membeli tiket dan check-in secara online. Beberapa destinasi wisata juga melayani pembelian tiket masuk secara online. Selain biasanya ada diskon atau promo, yang utama adalah kita bisa meminimalisir kontak fisik dengan orang lain.
  3. Terapkan protokol kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga: menggunakan masker, bawa hygiene kit antara lain: hand sanitizer, disinfektan spray, tisu basah, tisu kering, sabun cair, hingga masker cadangan. Lalu rajin cuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan dan kontak fisik dengan orang lain.
  4. Bawa bekal sendiri. Usahakan kita membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat liburan atau membawa perlengkapan makan sendiri untuk menghindarkan dari paparan virus di tempat makan/restoran.
  5. Pilih destinasi wisata yang sudah benar-benar siap menerapkan kebijakan new normal. Dari 5 objek wisata yang kami kunjungi di atas, wisata indoor lebih ketat pengawasannya karena ada pembedaan akses pintu masuk dan keluar. Controlling  terhadap pengunjung juga lebih mudah karena area yang tidak begitu luas. Hal ini susah diterapkan di wisata outdoor yang areanya lebih luas. Namun sisi positif dari wisata outdoor adalah kita bisa lebih mudah menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Oke Gengs Biru, demikianlah sharing dan tips dari kami bagaimana liburan di era new normal dengan aman dan sehat. Ingat, tetap menjaga diri dari virus Covid 19 kapanpun dan dimanapun kita berpergian. Setiap kota memiliki kondisi dan status yang berbeda-beda sehingga keputusan untuk liburan di era new normal sepenuhnya di tangan kita. Tentunya ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Semoga pandemi ini lekas berakhir aamiin.

 

2 comments:

  1. Belum ada anjuran untuk berwisata di saat pandemi, tapi sudah banyak himbauan agar berhati-hati ketika keluar rumah dan bepergian. Aku pun baru baru ini bepergian dan di sela-sela kesibukan ada waktu luang untuk menikmati suasana di beberapa tempat wisata, tapi di gunung yang sepi dan perkebunan yang nggak banyak orang seliweran.

    Semoga situasi normal lagi ya, biar bisa berwisata dengan leluasa dan aman. Sehat-sehat selalu buat keluargamu Wan. Trims tips berwisata di era new normalnya Wan.

    ReplyDelete
  2. Berwisata di era new normal emang asik..
    Asal tetap taat protokol ya mas

    ReplyDelete