Keluarga Biru

Featured Post

Cerita Liburan Akhir Tahun Keluarga Biru ke Yogyakarta

Laman



 
ANAK INVESTASI ORANG TUA?
Add caption


Salah satu channel yang saya ikuti di Youtube adalah channel Sacha Stevenson. Sacha ini adalah youtuber berkebangsaan Kanada-Indonesia yang menikah dengan Angga Prasetya, pria asal Bandung. Channel Sacha mulai terkenal sejak dia membuat serial video "How to Act Indonesian" yang berisi tentang  potret kebiasaan orang Indonesia. Nah awal bulan ini, dia bikin video yang berjudul Shark Tank - School in Indonesia (Parody).



Aku Anak AKTIF, Bukan Anak NAKAL


“Pak, tolong dong anaknya dipegangin. Kepala teman saya kena tangan anaknya.”
“Oh iya, maaf ya Mbak,” ucap saya pada seorang wanita yang duduk dibelakang saya ketika kami pulang menuju Malang. Malam itu kami dalam perjalanan Cirebon-Malang menggunakan kereta api Matarmaja.
Jujur, baru kali itu saya mendapatkan teguran dari orang lain atas tingkah lalu Mas Aiman. Saya pun lalu menyuruh Mas Aiman duduk. Untungnya wanita tersebut menegur saya dengan baik sehingga saya tidak sampai tersinggung dan merasa dipermalukan. Mungkin teman wanita tersebut sudah menahan-nahan diri sejak tadi karena kepalanya tidak sengaja kena tangan Mas Aiman.





Sore itu kereta api Matarmaja membawa saya dan Mas Aiman ke Cirebon. Karena siang hari nggak tidur, Mas Aiman terlelap sejak dari rumah hingga ke Stasiun Kota Baru Malang. Karena dia tidur, saya pun jadi lebih leluasa ngobrol dengan penumpang lainnya. Ketika sampai di Stasiun Kepanjen, beberapa penumpang mulai memenuhi gerbong tempat saya duduk. Di antara mereka ada satu keluarga yang terdiri dari seorang bapak, ibu dan anak gadisnya yang masih remaja.



Perjuangan Naik Bus Surabaya-Malang


“BAYIKU TERJEPIIIT…JANGAN DORONG-DOROONG..!!”
Mama Ivon memekik tertahan di tengah-tengah kerumunan para calon penumpang yang berebut naik ke bus tujuan Surabaya-Malang. Dadanya sampai terasa sesak karena dari belakang terdorong calon penumpang yang takut tidak kebagian kursi, sementara di depan juga tidak bisa bergerak karena ada orang yang berusaha menerobos dari balik pintu sehingga antrian tertahan. Saya sendiri memegangi Aim dan posisi saya juga terdesak calon penumpang lain. Untungnya insiden terjepit itu nggak berlangsung lama, kami pun bisa mendapatkan kursi di dalam bus.



Sabar Mendampingi Tahap Perkembangan Anak


“Eh anakmu kok belum bisa ngomong sih, padahal anaknya si itu seumuran ama anakmu udah cerewet aja kayak emaknya.”
“Lho, anakmu belum bisa megang pensil ya? Padahal kan udah umur 4 tahun. Tuh anaknya si anu malah kemarin juara lomba mewarnai. Lebih kecil dari anakmu malahan.”
Pernah nggak sih Ayah atau Bunda mengalami hal di atas? Biasanya sih yang paling sering ngalami itu para Bunda ya. Rasanya gimana Bun? Pasti sedih ya, manakala buah hati tercinta dibanding-bandingkan dengan anak orang lain. Ujung-ujungnya kita jadi ‘presure’ anak-anak kita agar memiliki kemampuan seperti anak tersebut.



Apa pakaian favorit Anda?
Kalau saya sudah pasti memilih kaos. Dalam aktivitas sehari-hari saya lebih sering memakai kaos daripada kemeja. Jika dipersentase maka jumlah kaos dan kemeja yang saya miliki perbandingannya sekitar 60:40. Mungkin kalau saya bekerja di rumah, perbandingannya makin jomplang 70:30 :P
Banyak alasan kenapa saya lebih memilih kaos dibandingkan kemeja, antara lain: simple dan praktis karena tidak perlu kancing, rasanya nyaman di badan karena bahannya halus, lebih menyerap keringat karena pria lebih cepat berkeringat dibandingkan dengan wanita dan yang paling penting untuk papa muda seperti saya dengan memakai kaos terlihat lebih stylish dan berjiwa muda uhuk-uhuk.
Tapiii memilih kaos juga tidak boleh sembarangan, ada beberapa point yang musti kita pertimbangkan. Jangan sampai salah pilih kaos, maunya tampil gaya malah jadi mati gaya. Nah kali ini saya akan sharing 7 Tips Memilih Kaos yang Oke.

  1. Bahan Kaos
Bahan kaos yang terdapat di pasaran ada beberapa macam, sebagai konsumen kita minimal tahu jenis-jenisnya agar tidak sampai salah pilih. Jenis bahan kaos yang umum dipakai adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE. Tapi dari semua bahas tersebut yang paling bagus dan nyaman untuk dipakai adalah jenis bahan Cotton Combed.
Mengapa Cotton Combed paling banyak dipakai?
Alasannya karena kaos yang 100 % Cotton Combed adalah kaos yang 100% terbuat dari serat kapas alam dan memiliki karakteristik bahan yang relatif halus, dingin, nyaman dipakai dan menyerap keringat, sehingga sangat cocok dipakai di negara beriklim tropis seperti di Indonesia.
  1. Jahitan Kaos
Hal kedua yang perlu diperhatikan saat memilih kaos adalah jahitan kaos. Untuk jahitan kaos yang paling baik adalah jahitan berpola rantai. Biasanya jahitan rantai ini digunakan untuk menjahit bagian atas kaos dan menggunakan mesin jahit jarum dua rantai. Mesin jahit ini biasanya digunakan untuk menjahit kaos distro. Jahitan dua rantai ini berfungsi merapikan bagian bahu atas, yang menghubungkan kerah dengan lengan kaos.
  1. Bagian Bahu
Anda pasti tidak mau kan terlihat konyol memakai kaos yang kebesaran atau kekecilan? Maka dari itu saat membeli kaos perhatikan bagian pundaknya.  Perhatikan jahitan sambungan antara bagian badan kaos atau t-shirt dengan bagian lengan, pastikan agar jahitan ini berada pada sudut tulang bahu.
So,  kaos yang ukurannya pas dengan badan kita adalah adalah kaos yang jahitan sambungannya terletak pada sudut tulang bahu kita. Hal ini juga berlaku jika kita membeli pakaian seperti kemeja, jas, sweater dan yang lainnya. Pasti akan lebih enak dilihat jika sambungannya terletak pada sudut bahu Anda.
  1. Bagian Lengan
T-shirt atau kaos lengan pendek umumnya memiliki 2 jenis: ada yang sepertiga dari bagian lengan atas dan ada yang ukurannya duapertiga dari lengan atas. Kaos yang panjang lengannya dua pertiga dari lengan atas disebut kaos slimfit. Bagi Anda yang memiliki tubuh atletis sangat cocok memakai kaos model slimfit ini.
Namun kebanyakan pria merasa nyaman memakai kaos lengan pendek yang mempunyai ukuran lengan dua pertiga lengan atas. Kaos jenis ini biasanya membuat para pemakainya lebih nyaman dibanding kaos lengan pendek satu pertiga. 



  1. Panjang Kaos
Panjang kaos yang ideal biasanya berakhir diantara bagian bawah ikat pinggang hingga setengah resleting celana. Tapi kadang ada orang yang pede atau cuek memakai kaos yang panjangnya diatas bagian bawah gesper sehingga jika membungkuk bagian belakang akan terlihat. Padahal bagi sebagian orang hal itu sangat tidak nyaman, namun semua kembali kepada selera masing-masing.
  1. Gambar Kaos
Memakai kaos polosan aja pasti nggak seru dan membosankan. Nah biar terlihat kece dan percaya diri pilih gambar kaos yang benar-benar sesuai dengan selera dan kepribadian kita. FYI, gambar pada kaos banyak sekali tipenya antara lain: kartun, tulisan maupun sampai yang berupa foto.
  1. Warna Kaos
Jika kita memilih kaos, biasanya warna adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Usahakan memilih warna kaos yang dengan sesuaikan warna kulit. Bagi yang dianugerahi warna kulit putih atau cerah biasanya bebas memilih warna apa saja. Sedangkan  yang berkulit gelap alangkah baiknya menghindari warna-warna yang terang. Tapi bukan berarti Anda yang berkulit gelap dilarang memakai kaos yang berwana cerah, kalau Anda pede ya go a head!
Ngomongin tentang kaos, ada merk kaos buatan anak Indonesia yang cukup terkenal dan memiliki banyak peminat yaitu Kaos 3 Second. Kaos 3 Second adalah produk asli dari Bandung yang tidak hanya memproduksi dan menjual kaos tapi juga jenis pakaian yang lain seperti jaket, celana serta aksesoris tambahan untuk melengkapi gaya Anda seperti tas, sepatu bahkan dompet. Namun yang paling diminati dari 3 Second adalah kaos.

Sebenarnya jika dilihat dari design, kaos yang diproduksi oleh 3 Second tidak ada bedanya dengan kaos distro. Design kaos dengan lengan panjang, pendek atau dengan panjang sesiku ini sekilas terlihat biasa saja. Namun kaos 3 Second memiliki keunggulan pada jenis bahan yang digunakan dan jahitan yang khas. Bahan yang digunakan untuk memproduksi kaos dari 3 Second dibuat dari kain katun berkualitas sehingga warna tidak mudah pudar dan nyaman untuk dipakai. Jahitan yang menjadi gaya khas dari kaos produksi Bandung ini adalah pada jahitan bahu yang pas sehingga ketiak memiliki sirkulasi udara yang baik serta perut Anda yang buncit dapat sedikit tertutupi atau membuat Anda tampak lebih kurus.
Kaos produksi 3 Second menggunakan bahan yang nyaman seperti katun sehingga ketika Anda menggunakannya misalnya untuk beraktivitas, kaos ini dapat menyerap keringat dengan baik. Selain itu, bahan kaonya juga dingin, memiliki elastisitas yang baik membuat kaos ini dapat Anda gunakan dalam jangka waktu yang lama atau lebih awet sehingga bisa menghemat pengeluaran untuk membeli pakaian. Karena kualitas kain yang digunakan membuat kaos ini tidak mudah mengeluarkan serabut seperti selimut.
Kaos Three Second ini memiliki ciri khas misalnya tulisan “Three Second” atau “3 Second” dan tidak lupa lambang mahkota yang menjadi ciri dari produk ini. Walaupun memiliki design kaos seperti tulisan yang terlihat biasa, namun cara mendesain dan menentukan jenis karakter huruf yang tepat menjadi salah satu daya tarik dari 3 Second.


Oke, itulah 7 Tips Memilih Kaos yang Oke ala Papa Ihwan. Semoga tips sederhana di atas mampu membantu Anda dalam memilih kaos yang sesuai dengan bentuk badan dan kepribadian Anda. Kalau Anda memiliki tips lain yang bisa ditambahkan, silakan tulis saja di komentar ya, terimakasih.






Papa Ihwan: “Mas, udahan dulu liat youtube-nya. Nanti matanya sakit lho.”
Mas Aiman: “Moso?”
Dan tuh anak tetep asyik liat youtube, kecuali kami bujuk rayu diajak main atau baca buku baru deh mau berhenti. Kalau tetep nggak mempan, HP diambil secara paksa.

***
Mas Aiman: “Ya Alloh, siapa yang berantakin bentengku?”
Mama Ivon: “Tadi Mama beresin, lha Mas Aiman bikin benteng di jalan.”
Biasanya sih Mas Aiman langsung mere-mere.



SWEETODAY 4 SURABAYA


Dulu tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa di balik penampilan kue yang cantik dengan rasanya yang enak, ada banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari resep, bahan-bahan hingga tangan dingin pembuatnya. Yang saya tahu hanya membeli dan menikmatinya. Sampai kemudian saya menikah dengan wanita yang memiliki passion di dunia baking. Saya pun jadi tahu bahwa untuk satu jenis kue saja ada beberapa resep yang bisa dicoba, lalu bahan-bahan kue tidak hanya tepung, gula dan mentega saja namun ada bahan-bahan lain yang namanya asing di telinga saya. Trus untuk membuat kue dibutuhkan sebuah proses yang bagi saya cukup lama, membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Google+ Followers

Followers

Total Pageviews

IBX585B563EDC6FB

Contact

Powered by Blogger.