Liburan Akhir Tahun ke Yogyakarta (lagi)

by - January 13, 2020


cerita liburan akhir tahun


Assalamualaikum Gengs Biru, setiap tahun kami mempunyai agenda untuk liburan, entah di awal, tengah atau akhir tahun. Naah tahun 2019 ini Alhamdulillah kami liburan sebanyak dua kali. Liburan pertama jatuh di awal tahun, kebetulan waktu itu saya mendapatkan undangan acara Asus di Jakarta. Nah liburan kedua kami lakukan di akhir tahun dengan destinasi Yogyakarta.

Kenapa Memilih Yogyakarta

Sebenarnya kami sudah beberapa kali ke Yogyakarta. Lalu kenapa tetap memilih Kota Gudeg ini sebagai destinasi liburan akhir tahun 2019?
Yang pertama, Yogyakarta itu nggak ngebosenin. Kami sudah berkali-kali ke Yogyakarta, bahkan sebelum kami bertemu dan menikah. Namun nggak ada rasa jenuh setiap kali kami ke Yogyakarta, meskipun mainnya hanya di sekitaran Malioboro aja. Yang kedua, Yogyakarta adalah kota istimewa karena merupakan kota honeymoon kami uhuk.


cerita liburan akhir tahun


Trus makcomblang kami juga orang Yogya, kurang istimewa gimana coba? Ditambah lagi ada sahabat-sahabat yang selalu menyambut kehadiran kami dengan penuh kehangatan dan keakraban.
Alasan ketiga, masih ada objek wisata yang belum kami kunjungi bersama Adek Aira. Jadi kami ingin mengukir kenangan dengan formasi lengkap di objek wisata tersebut, contohnya  Candi Prambanan. Selain itu kami belum pernah ngevlog di sana, jadi sekali dayung dua tiga pula terlampaui. Membangun bonding bersama keluarga sekalian bikin konten untuk blog dan channel.
Alasan keempat, dan ini yang paling jujur. Dengan kondisi keuangan kami yang agak kedodoran setelah membeli mobil hehehe, maka Yogyakarta adalah kota paling realistis buat kami untuk pergi liburan. Biaya perjalanan ke Yogya masih terjangkau dan di sana masih banyak objek wisata yang belum kami eksplorasi.

Perjalanan ke Yogyakarta Naik Kereta Api Pasundan

cerita liburan akhir tahun


Kereta api masih menjadi armada transportasi favorit kami jika travelling. Kami tidak berangkat dari Malang namun Surabaya dengan alasan harga tiket lebih murah dan waktu perjalanan lebih cepat. Adapun kereta yang kami naiki adalah Kereta Api Pasundan dengan harga tiket Rp.88.000. Jam keberangkatan pukul 04.50 WIB dari Stasiun Gubeng Surabaya dan diperkirakan sampai di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pukul 10.25 WIB.

Oh iya, kami menginap di Sahid Hotel Surabaya yang letaknya hanya selemparan kolor dari Stasiun Gubeng. Kalau kalian mau nginap di sana, bisa baca review-nya: Review Hotel Dekat Stasiun Gubeng.

Alhamdulillah anak-anak cukup kooperatif saat kami membangunkan mereka sehabis sholat Shubuh. Padahal saya agak kuatir dengan jam keberangkatan kami yang pagi banget, takut jika susah membangunkan mereka dan terlambat ke stasiun. Adek Aira sempat menangis sebentar ketika sampai di Stasiun Gubeng, mungkin karena masih mengantuk.


cerita liburan akhir tahun

Ini kedua kalinya kami menempuh perjalanan pagi-pagi buta, yang pertama dulu saat pulang liburan dari Jakarta. Mama Ivon dan Adek Aira kembali tidur di dalam kereta, sedangkan saya dan Mas Aiman tetap terjaga. Sebenarnya saya pengin tidur lagi agar badan fit ketika sampai di Yogya, tapi mata ini susaah buat terpejam. Ya udah deh akhirnya saya mainan hape wekekeke.
Kami turun di Stasiun Lempuyangan yang dekat dengan hotel tempat kami menginap yaitu Le Krasak Boutique Hotel. Berkali-kali ke Yogyakarta baru kali itu saya turun di Stasiun Lempuyangan, biasanya turun di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kedua stasiun ini kalau diibaratkan stasiun di kota Malang itu seperti Stasiun Malang Kota Baru dan Stasiun Malang Kota Lama.

cerita liburan akhir tahun

cerita liburan akhir tahun



FYI, bagi yang ingin menggunakan ojek atau taksi online dari Stasiun Lempuyangan, harus berjalan sedikit ke jalan yang dekat dengan fly over. You know lah kenapa. Next saya akan bikin tulisan dimana tempat yang aman untuk naik ojek atau taksi online di beberapa tempat publik seperti bandara dan stasiun yang pernah kami datangi.

Jarak dari Stasiun Lempuyangan ke Le Krasak Boutique Hotel dekat kok, sekitar 10 menitan. Namun kalau pas musim liburan jadi agak lama karena jalan-jalan di Yogya pasti macet. Sesampainya di Le Krasak kami menitipkan barang bawaan seperti koper-koper untuk kemudian memulai ekspolarasi kami di Yogyakarta. Bisa sih sebenarnya langsung check-in namun ada biaya tambahan sebesar 100K. Nggak deh wekekeke, mending uangnya buat beli tiket objek wisata atau oleh-oleh khas Yogyakarta.



Objek wisata apa saja kah yang kami kunjungi di liburan akhir tahun kali ini? Temukan jawabannya di tulisan selanjutnya yaa. Atauu kalau kalian sudah nggak sabar pengin tahu, bisa deh intip-intip di channel Keluarga Biru. Ini salah satu video objek wisata hits di Yogyakarta yang kami kunjungi.






You May Also Like

5 comments

  1. Liburan akhir tahun keluarga besar juga ke jogja tp Saya gak ikutan krn br melahirkan, jogja emg selalu bikin kangen krn selau Ada yg baru buat di kunjungi, makanya gak pernah bosen ke jogja tuh

    ReplyDelete
  2. Jogja memang gak pernah membosankan buat dikunjungi.
    Saya pengen ke sana lagi, rasanya belum puas explore semua.

    ReplyDelete
  3. Istri saya juga senang banget soal Jogja sebab nenek moyangnya asli Jogja. Namun kami malah belum pernah ke Jogja sekeluarga, entah masih kebayang macetnya hehe. Padahal kangen gudeg dan bakpia. Ga kebayang Mas berangkat sepagi itu bawa balita. Penasaran siapa makcombangnya. bukannya Mbak Hanifah?

    ReplyDelete
  4. jogja memang selelu menarik untuk dikunjungi. baik itu tempat wisatanya, budayanya, maupun kultur masyarakatnya. dan nggak ketinggalan adalah kulinernya yang selalu bikin kangen

    ReplyDelete
  5. Maen ke pantai daerah Gunungkidul kak, asik. . .

    ReplyDelete